Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Cinta Sejati


__ADS_3

“Dan mbak tahu…yang lebih kejam dari mereka lakukan. Mereka melakukan semua ini sejak awal mbak. Merekalah yang menghancurkan usaha bapak!!! Mereka mbak!!! mereka yang menarik motor bapak dengan membujuk leasing. Mereka yang menghilangkan lahan parkir bapak. Mereka yang mengirim Om jok untuk menipu bapak dengan usaha belut. Bapak menanggung banyak hutang dan kehilangan pekerjaan. Mereka kejam mbak. Mereka benar-benar keluarga iblis. Keluarga Kejaaaaaammmm” Ati berteriak histeris. Sementara Ayu linglung mendengar semua ini.


Di luar rumah, Azriel berjalan memasuki halaman luas rumah tanpa arah. Pandangannya entah ke mana. Dion dan sopir, serta keempat pegawai kantor yang diajak Azriel untuk menginap di rumah dalam rangka mempersiapkan hari perkenalan serta hari lamaran heran melihat sang direktur yang tidak punya daya.


“Tidak biasanya Azriel seperti itu. Pasti ada masalah dengan Ayu. Apa lagi yang bisa membuatnya seperti itu?” batin Dion saat melihat cara berjalan Azriel. Azriel duduk diantara mereka yang sedang menyesap kopi.


“Besok tetap jalankan apa yang menjadi agenda kita. Tapi caranya beda. Dengar semua. Kita mulai acara itu tidak jam 9 pagi. Tapi habis adzan subuh” Azriel memberi titah kepada 6 orang di sana.


“Apaaaa ??? adzan subuh ???????” mereka menjawab serempak.


“Siapkan saja semua sekarang selagi baru jam 8. Supaya besok tidak kesiangan bangun. Sebelum Adzan kita kumpul di halaman semua sudah siap seperti rencana yang seharusnya jam 9 pagi. Okey ? Cepet istirahat bila sudah selesai ” Azriel berlalu sambil menepuk pundak penyemangat untuk salah satu bawahannya.


Di dalam kamar, Azriel memejamkan mata serasa mengatakan “Maaf dek…mas tidak bisa menurutimu lagi untuk berpisah. Akan aku perjuangkan dirimu sekuat tenagaku. Maaf bila mas egois”.


Pagi ini, Azrielsudah siap di depan Mushola sebelum Adzan Shubuh. Dia menunggu dua orang kunciyang sangat menentukan hubungannya dengan Ayu. melalui merekalah Azrieltitipkan harapan besar untuk hubungan cintanya. Dan memang tepat memilih mereka sebagai pengurai masalah ini. Azriel yakin akan bisa mempertahankan cintanya. Setelah cukup lama berbincang dengan mereka dengan dibantu oleh semua pekerja, Azriel bersiap menuju rumah Ayu.


“Aku mohon, tolong saya. Saya sangat mencintainya. Sangat…” Azriel menggenggam kedua tangan orang itu dan menciumnya dengan mencurahkan harapan terbesar. Mereka menggangguk dengan penuh haru.


Azriel dan semua pekerja bersiap menuju rumah Ayu. Rumah Ayu tampak sepi karena waktu baru menunjukkan waktu 04.30 pagi. Namun menjadi sedikit rame ketika banyak dari pekerja Azriel datang mengiringi Azriel menurunkan banyak barang-barang yang dibawa.


Azriel begitu gagah menggunakan jas rapi dan seikat bunga untuk sang primadona hatinya, Ayu.



Azriel mengetuk pintu dan beberapa saat kemudian muncul Ayu membukakan pintu.


“Haaaahhh…mas…aaa” Ayu terbata-bata karena terlalu terkejut. Dia tidak menyangka Azriel datang apalagi sepagi ini, apalagi dengan pakaian serapi ini…apalagi dengan begitu banyak orang dan barang di depan pintu dan….yang paling membuat terkejut adalah Azriel datang dengan bapak dan ibu Ayu???


“Maksudnya apa ini???” Ayu terheran. Seperti biasa, dia akan menggaruk kepalanya setiap kali bingung. Dan saking kagetnya, dia terbengong tanpa menyadari bahwa sekarang sedang memakai piyama model Jumpsuit dengan model lengan pendek yang memperlihatkan lengan mulusnya. Begitu polos dan manis.


“Cantik” kata yang lolos dari bibir Azriel dengan senyuman penuh arti. Sementara Ayu memandang Azriel dengan wajah horor.

__ADS_1


“Nduuuk ayo masuk dulu. Biarkan tamu kita masuk semua. Gak enak dilihat orang” Ibu masuk rumah dengan mendorong kursi roda bapak.


“Memang tamunya siapa bu? dan sejak kapan tamu datang jam segini?” Ayu bertanya sedikit menyindir.


“Sudah…sudah” Ibu mengelus pundak puterinya dan membawa masuk.


“Mari…mari…..mas Azriel. Mas Dion dan lainnya masuk semua. Maaf hanya seperti ini tempat kami” Ibu mempersilahkan semua tamunya. Ayu masuk kamar untuk berganti baju sesuai kode sang ibu. Sepeninggal Ayu, justru Ati ~~~~yang keluar kamar masih memakai mukena.


“ Astghfirullah…ada apa ini?” Ati sama herannya.


“Ada tamu. Cepat kamu ganti baju nduk!” Ibu.


Melihat di sana ada Azriel yang duduk dengan memegang bunga, Ati tahu apa yang akan terjadi. Mata Ati melotot dan dia siap untuk menyemburkan segala sumpah serapahnya kepada Azriel (lagi). Tapi sebelum itu terjadi…ibu mengelus punggung anak tengahnya itu dengan lembut dan berbisik.


“Kamu masih pakai mukena. Ayo ganti baju dulu. Ibu mau ngomong” kelembutan ibu, dengan mudah meluluhkan kekerasan hati Ati. Cukup lama Azriel dan rombongan menunggu, terutama kedatangan tokoh utama, Ayu. Ayu keluar dengan baju yang sengaja dia buat tidak seperti acara resmi seperti yang dilakukan Azriel beserta rekannya memakai jas rapi, Ayu justru memakan hem kerut dan celana jeans panjang seperti orang mau jalan-jalan. Azriel tersenyum melihat tingkah Ayu.



“Assalamualaikum bapak ibu, saya Azriel. Saya ke sini bermaksud meminang puteri bapak, Ayu Wibisono karena saya sangat mencintai puteri bapak dan ibu. Mohon bapak dan ibu merestui maksud saya dan menerima saya untuk mempersunting puteri bapak” Azriel menyatakan maksud hatinya dengan jelas.


Sementara Ayu, bagai elang yang siap menerkam.


“Waalaikum salam wr wb. Kami sangat terimakasih atas kedatangan mas Azriel yang bersedia dengan tegas untuk mempersunting puteri kami Ayu” Ibu menyela Ayu, yang siap-siap membentak ke Azriel.


“Saya sangat mencintai puteri ibu, dari dulu sampai sekarang. Bila diperkenankan saya akan mengajak Bapak dan Ibu saya untuk melamar dek Ayu 2 hari lagi. Dan saya berharap ijab qobul kami bisa dilangsungkan secepatnya” sahut Azriel dengan tegas dan lembut.


“Mas Azriel…kenapa harus terburu mas, kami merasa tidak pantas untuk ini. Kami hanya orang biasa mas. Dibanding dengan mas Azriel yang bagai langit bagi kami” jawab ibu dengan mata berkaca-kaca.


“Siapa yang tidak pantas bu? ibu mengira karena kekayaan, seseorang mempunyai derajat lebih tinggi? dan dia pantas menikahi Ayu begitu? salah bu. Justru merekalah yang tidak pantas. Mereka keluarga hina yang tidak punya hati. Keluarga pembunuh!!!” seru Ayu dengan tatapan mengerikan.


“Ayu kamu jangan bicara seperti itu nak. Kamu salah nak” jawab Ibu memelas.

__ADS_1


“Salah bagian mana bu? salah kalau Ayu mengatakan itu pada keluarga yang menabrak bapak dan meninggalkannya tergeletak seperti hewan? Apa ibu tidak berfikir. Bapak dalam keadaan sekarat di pinggir sawah sendiri bu, bapak berlumuran darah. Bagaimana bila bapak tidak ada yang menemukan, bapak bisa kehabisan darah bu. Apa mereka juga berfikir nyawa bapak ketika meninggalkannya bu? Apa ibu tega Ayu menjadi bagian dari keluarga yang menyakiti bapak? tidak akan bu. Lebih baik Ayu tidak menikah seumur hidup jika harus masuk di keluarga itu. Najis bagi Ayu” Sahut Ayu berlinang air mata. Azriel tersentak dengan kata-kata Ayu. Sebenci itukah Ayu pada keluarganya?


“Ya Allah nak…jangan seperti itu nak. Mereka sudah minta maaf. Mereka meninggalkan bapak karena tidak tahu yang ditabrak apa. Dan Ustad Madun merasa ditipu nak. Dia sudah menyesal dan minta maaf. Dia juga bertanggung jawab atas semua nak” Ibu memegang kedua lengan Ayu, berusaha menyadarkan puterinya.


“Tanggaung jawab seperti apa yang ibu maksud? tanggung jawab dengan memberi uang ke kita, dengan memperbaiki rumah kita? apa serendah itu bu. Nyawa bapak diganti dengan uang?”  Ayu menangis.


“Gak nak. Jangan begitu. Maafkan orang yang salah. Dengan begitu hidup kita akan tenteram nak. Maafkan” mohon Ibu.


“Gak. Gak akan!” Ayu meninggalkan ruang itu. Sementara Azriel yang dari tadi melihat ibu dan anak itu saling mempertahankan pendapat, hanya bisa tertunduk memejamkan mata. Dia pasrah. Tidak ada yang bisa dia lakukan.


BRAAAAAKKKK


PRANNNNGGG…


“Aaaaaaa….aaaa….aaaaayuuuuu” suara bapak yang menyenggol gelas. Ternyata dari tadi bapak berusaha keras menggerakkan tangannya, bermaksud melerai istri dan anaknya.


“Subhanallah Bapaaakkk…” Ibu berteriak histeris karena melihat tangan bapak yang berdarah. Ternyata bapak meremas gelas itu sebelum akhirnya gelas jatuh. Azriel yang ada di samping segera menolong bapak dengan memegang erat tangan bapak dan mengeluarkan sapu tangannya untuk menghentikan pendarahan. Ibu berteriak memanggil anak-anaknya.


“Apa ada P3K bu?” tanya Azriel. Semua yang ada di sana panik. Karena bapak Ayu sangat tegang. Seperti menahan sesuatu yang akan disampaikan. Mereka takut ini berpengaruh buruk pada kesehatannya.


Ayu dan Ati yang keluar kamar langsung memeluk bapaknya. Sementara Azriel sibuk membalut luka sang bapak. Ibu hanya bisa menangis.


“Aaaaaa…Aaayuuu.Aayyuuu” ucap bapak terbata-bata.


“Ya. Bapak mau ngomong apa. Bapak sudah bisa menyebut nama Ayu?” Ayu terharu. Bapak mengangguk pasti. Ini perubahan yang luar biasa. Karena untuk mengangguk pun bapak selama ini susah, apalagi sampai bisa meremas gelas dan menjatuhkan. Ayu memeluk bapaknya dengan erat. Dia tidak peduli dengan Azriel yang dari tadi berada di bawah berjongkok menghentikan darah bapaknya dan membalut dengan perban.


“Aaayuuu…niiiiiikaaah” ucap bapak lagi. pelan-pelan tapi jelas. Ayu membelalakkan matanya. Dia kaget. Apa maksud bapaknya?


Tanpa diduga. Bapak menggerakkan tangannya pelan-pelan. Dengan kesusahan sang bapak berusaha memegang tangan Ayu. Setelah terpegang. Bapak menggengam tangan itu. Sepertinya bapak menarik nafas untuk berhenti sejenak mengumpulkan kekuatan. Dengan perlahan bapak membawa tangan Ayu mengarah kepada Azriel. Azriel yang mengerti maksud bapak, segera memegang tangan bapak yang sebelahnya lagi. Dia tahu bapak Ayu akan mengatakan sesuatu melalui sentuhan tangan itu. Setelah terpegang, tanpa diduga, bapak menyetukan tangan Ayu dan Azriel dengan pelan. Dia sangat berusaha keras untuk melakukannya. Ayu yang melihat kenyataan itu, tak percaya dengan apa yang dilihat. Bapaknya menyatukan tangannya dengan Azriel. Apa maksud bapak?


“Aaaayuuu…Aaaaaaaa….Aaaaaaa…Aaaazril. Niiiiikaaah” bapak mengucapkan dengan tertekan dan mengambil nafas terengah setelah selesai mengucapkannya.

__ADS_1


“Baaaapaaaakkk” Ayu. ~~~~


__ADS_2