Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Melindungi


__ADS_3

Berbagai pertanyaan ditujukan kepada Dinas Pxxxxxxxxx terkait presentasi dan proposal yang diajukan ke PT ADI WARDANA. Kepala Bidang sebagian mempersilahkan dan meminta Ayu untuk menjawab langsung. Dan bagi yang bertanya sangat senang jika Ayu yang menjawab.


“O ya bu. Kita, minta nomor kontaknya sepertinya penting bu. Karena ada beberapa acara dan nanti tentunya ada beberapa pertemuan untuk koordinasi yang harus kita lakukan untuk pengadaan buku ini b “ manajer pemasaran menanggapi.


“O ya pak. Ini kartu nama saya“ Ibu Kepala Bidang menimpali.


“ Sekalian sama nomor kontak mbaknya yang manis bu … kan mbaknya yang menguasai. Ibu juga pejabat pasti sibuk kan banyak acara“ kilah salah satu anggota direksi.


“O ya pak. Pasti. Nomor kontaknya dek Ayu 08xxxxxxxxxx. Itu ya bapak bapak ibu ibu. Bisa kontak dek Ayu apa saja. Dia andalan saya di Dinas. Anak baru, baru setahun diterima CPNS tapi sudah bisa mengusai semua. Jangan sungkan-sungkan“ Ayu tersenyum miris mendengar tutur Kepala Bidang “Berarti semua terkait proyek ini aku yang menangani ya nanti? “ pikir Ayu.


“ Oke siap bu. Termasuk nanti bila kami ajak pertemuan untuk kordinasi terkait jenis buku, jumlah  buku, dan lain lain untuk distribusi buku kami langsung janjian saja sama dek Ayu ya bu ?“ salah satu peserta tersenyum smirk melihat ada kode hijau.


“ Tentu pak. Dek Ayu siap. Anaknya belum berkeluarga. Jadi waktunya banyak “ jawab Kepala Bidang.


“ Kalau pacar sudah punya belum ini ? “ Mau dong jadi pacarnya adek Ayu yang Ayuuuuuu banget “ Salah satu kepala cabang muda menambahi.


“ Jadi simpanan dek Ayu juga mau kalau aku mah ini “ Si bapak Tua yang tambun mengedipkan sebelah matanya ke Ayu. Ayu bergidik ngeri. Ada rasa tidak nyaman.


BRAAAAKKKK


Direktur Utama menggebrak meja.


“Pertemuan ini pertemuan serius. Jangan banyak basa basi. Tidak waktu untuk itu. Jangan buang buang waktu membahas hal yang tidak bermutu“ Azriel menahan amarah terlihat jelas dari rahangnya yang mengeras.


“Lakukan identifikasi secara menyeluruh terkait proyek ini. Karena proyek ini khusus dengan pemerintah provinsi dan pemeirntah pusat. Tentunya kita akan menjalin hubungan baik. Selain itu proyek ini berbasis amal. Tidak ada keuntungan yang akan kita dapat. Jadi perlu kajian berapa biaya yang dikeluarkan. Manajer pemasaran, manajer operasional dan manajer keuangan saya tugaskan untuk merancangnya dengan serius dan detail. Lihat deadline hari yang harus tercapai agar pengadaan perpustakaan sesuai jadwal peresmian dengan Presiden. Bagian pengadaan untuk memulai proses pengadaan dari sekarang“ Titah Azriel.


“Ada pertanyaan ?“ Azriel. Tidak ada suara. Hening. Semua peserta menundukkan kepala. Azriel menatap peserta rapat secara menyeluruh. Tatapannya tajam. Hal ini sering dia lakukan karena dia paling tidak suka orang membuang waktu dan melakukan tugas tidak profesional melibatkan hati.


“Bila tidak ada lagi. Rapat kita akhiri. Kontak dengan pihak yang berwenang di Dinas Pxxxxxxxxxx. Jangan yang tidak kompeten !!!" tegas Azriel. Ayu terbelalak mendengar kata Azriel“ yang berwenang. Tidak Kompeten “ . Apakah yang dimaksud Azriel … dia yang yang tidak berkompeten? dan Azriel secara tidak langsung melarang bawahannya berkoordinasi dengan Ayu terkait proyek?.


“Okey. Kita buktikan siapa yang lebih kuat mas. Kamu atau aku. Bapakku sudah menjadi korban keluargamu. Dia kalah. Tapi tidak dengan aku“ batin Ayu.  Azriel meninggalkan tempat tentunya diikuti oleh “bidadari” kesayangannya, Lia.

__ADS_1


Derrrt … derrrttt … derrrttttt.


“Assalamualaikum …“ Ayu memulai pembicaraan dengan seberang.


“Haloo dek Ayu. Ini dek Ayu ya. Dari Dinas Pxxxxxxxxx yang kemarin presentasi di PT ADI WARDANA ?“ Si bapak tua tambun.


“ Iya pak. Dari mana ya pak ? “ Ayu.


“ Ini dari PT ADI WARDANA. Gini dek, nanti malam kami akan mengundang dek Ayu selaku perwakilan Dinas Pxxxxxxxxx untuk membahas kerangka jumlah buku dan jenis buku yang akan diminta dalam baksos pengadaan perpustakaan di desa desa. Bisa ya dek … di restoran XNY ya… ? mau dijemput gak ini ?“ Si bapak tua tambun.


“Maaf pak. Apa ini undangan acara resmi, bila resmi saya akan memberitahukan kepada pimpinan untuk hadir. Karena beliau yang mempunyai wewenang dan nantu bila beliau perlu saya atau tidak bisa hadir baru saya akan ditugaskan. “ Ayu memastikan. Karena dalam instansi ada garis koordinasi.


“Tidak perlu dek. Cukup kamu saja lah. Kan kamu menguasai semua. Jangan tersinggung lah dengan direktur utama kita. Ya memang anak muda itu seperti itu. Suka ngatur ngatur. Gak perlu formal formalah sama kita ! . Bisa ya dek. Di restoran XNY kami tunggu jam 7 malam. Nanti bilang saja meja reservasi PT ADI WARDANA. Okey ya“ Si bapak tua tambun menutup telepon.


“Ini kesempatan buat aku cari tahu informasi tentang dia. Mereka pasti tahu“ Ayu


Pukul 18.45 Ayu sudah tiba di restoran menggunakan ojek online andalannya. Ayu menggunakan baju formal sopan, rambut digerai dan hanya menggunakan bedak tipis serta lip gloss. Cantik. Meski tidak rias maksimal.  Ada 4 orang bapak bapak yang ada di meja. 2 diantaranya ikut hadir pada waktu presentasi Ayu. Namun yang lain terlihat pengusaha juga dari pakaian yang dikenakan. Sepertinya mereka belum pulang ke rumah karena masih menggunakan kemeja kantor.  Ayu sedikit takut, mendekati meja yang dipesan. “ Kenapa sama sekali tidak ada ibu ibu yang ikut? Apa karena ini sudah malam, maka yang ikut pertemuan hanya direksi laki laki. Dan kenapa yang hadir bukan Direktur pemasaran, Direktur Operasional dan Direktur Keuangan seperti yang ditunjuk oleh mas Azriel? “ dalam hati Ayu bertanya tanya. Tapi dia tepis pikiran buruk. Dia merasa aman karena ini tempat umum. Tidak mungkin mereka melakukan hal buruk kepada Ayu.


“Maaf sebelumnya pak, apa tidak ada ibu ibu yang datang, dan kenapa harus di restoran malam? tidak di kantor saja pas jam kerja?“ Ayu mulai sadar. Tapi dia sudah menyusun rencana apabila ada hal hal yang tidak diinginkan.


“Aaaah … dek cantik ini. Kita hidup jangan mikirkan pekerjaan saja lah, dibikin heppy. Santai saja. Kita main main dulu. “ si bapak tua tambun memegang bahu Ayu dengan tangannya. Ayu menggeliat menolak.


“Minum dulu dek … heh jangan kau takuti adeknya. Nanti takut. Biarkan dia minum dulu supaya kita bisa ajak diskusi tentang pengadaan buku ini. Santai lah brooo…“ salah satu laki laki di sana mengingatkan sambil berkedip dan tersenyum yang ditahan.


“Ayooo dek. Minum dulu. Sudah kita siapkan. Untuk kamu bukan minuman kayak kita. Kamu pasti belum biasa kan? . Ayo ayooo “. Laki laki itu menyodorkan segelas jus kepada Ayu. Ayu tidak berani minum. Dia masih mencari cara gimana cara pergi dari mereka. Salah satu dari mereka berdiri dan memegang bahu Ayu sambil memaksa Ayu untuk minum jus itu. Ayu meronta dan melawan.


Tiba tiba ada seseorang yang mendorong laki laki itu dari belakang, sehingga dia terjerambab ke lantai.


“Jangan memaksa. Lagian kalian ngapain di sini ngajak ketemuan sama klien di luar jadwal dari ku ?“ teriak seorang perempuan yang tak lain adalah Lia, sekretaris PT ADI WARDANA.


“Ayoo lah cantik, kita main main dulu saja. Kamu juga sering kan main dengan kita. Kita bisa puaskan kamu sampai pagi. Aku sudah kangen dengan teriakan erotismu cantiiiiikkk” Si bapak tua tambun mencolek dagu Lia, namun ditepis dengan kasar.

__ADS_1


“Ciiiiiiiiihhhhh …. amit amin dengan kalian. Mending sama yang uang lebih banyak dan pangkatnya lebih tinggi“. Lia tersenyum mengejek ke empat laki laki itu. Sementara Ayu berdiri di samping Lia, menjauh.


“Alaaaaaahhh… udah lah usahamu bakal sia sia buat dapetin itu si direktur utama yang sok bersih itu. Dia itu banci. Gak mau sama cewek. Kalau dia gak impoten paling ya penyuka sesama itu. Sama kita kita saja lah cantiiiiikkk… jangan sok suci kamu“ Direksi yang lain menimpali.


“Diam kamu. Itu urusanku. Dan jangan kira aku akan diam dengan kelakuan kalian malam ini. Minggir !!! ”. Lia menarik tangan Ayu dengan kasar dan segera keluar dari restoran. Dia mendorong Ayu masuk mobil.


“Rumah kamu di mana ?“ sentak Lia di belakang kemudi.


“Maksudnya ?“ Ayu kaget dengan pertanyaan ini.


“Ya rumah kamu, atau kontakan kamu, atau kos kamu, tempat tinggal kamu begok … benar benar begok. Kayak gini katanya cerdas se dinas. Apa an … mau aja diajak ketemu ma orang orang gila itu malam malam“ Lia menggerutu sendiri.


“Saya kos mbak Lia. Tapi kenapa mbak Lia tanya, mau nganterin?“ Ayu


“Tu kan begok dipelihara … kamu tak suruh masuk ke mobil kalau gak mau ta kantar pulang mau tak suruh bersihin mobil ? Ya diantar pulang lah. Sudah malam. Aku sudah capek. Mana diboongin sama si bos lagi“ Lia ngomel sendiri.


“Lha yang nyuruh antar siapa ? saya kan bisa naik ojek“ Ayu ikut membalas tapi tidak melihat Lia.


Sekitar 20 menit, mobil Lia sampai di sebuah kos an tapi seperti rumah tinggal. Tidak kelihatan sebagai kos.


“Ayo cepatan turun. Capek niiiii“ Lia


“Iya iyaaa. Makasih sudah diantar dan dibantu tadi mbak cantiiiiiik“ Ayu


“Terimakasih … terimakasih. Dasar tukang nyusahin“ Lia


“Eeeeeeehhhh …. “ Ayu mau menjawab, tapi Lia sudah mengegas mobilnya dengan kencang.


“Sepertinya dia lagi bete ya. Kok bisa pas ya, tadi dia di restoran dan kenapa dia pakai gaun malam dengan riasan semenor gitu kayak datang di pesta. Padahal tadi restorannya kan sepi gak ada party apapun. Ya sudahlah. Tapi Alhamdulillah sudah ada yang selamatkan aku. Sebaiknya aku membatasi diri lagi. tidak boleh percaya terlalu mudah“ Ayu bermonolog sendiri menuju pintu kamarnya.


Di mobil Lia menggerutu tak henti henti.

__ADS_1


 Iya pak. Sudah. Sudah masuk kos. Dia baik bik saja. Saya datang tepat waktu. Iya … baik pak. Tapi sebenarnya saya ingin tanya, apa hubungan bapak dan Ayu? haaaaahhhh“ Lia kaget .. ketika pertanyaannya dijawab dengan menutup hp lawan bicaranya.


__ADS_2