Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Lia


__ADS_3

Proyek berjalan dengan sukses hingga peresmian. Dan selama 3 bulan itu pula Ayu hanya beberapa kali bertemu dengan Azriel. Ini karena kesibukan Azriel yang berusaha menyelesaikan pekerjaannya, untuk pulang ke desa menyelesaikan sesuatu yang penting. Azriel menyelesaikan persoalan kecelakaan bapak Ayu dengan cepat. Paman Azriel yang sama sekali tidak menyangka yang dia tabrak pagi itu adalah bapak Ayu, dengan sangat menyesal meminta maaf kepada bapak Ayu. Bahkan beliau rela langsung menangis di hadapan bapak Ayu. Kyai Madun memaksa untuk memberikan kompensasi berupa merehab rumah Ayu dan membantu proses terapi kaki bapak Ayu hingga sembuh. Azriel membiarkan apa yang akan dilakukan pamannya, karena ini merupakan bentuk tanggung jawab. Sementara persoalan dengan keluarga mantan istri Azriel, dia mempunyai cara tersendiri.


Ada yang dilupakan Azriel karena kesibukannya, yaitu perhatian kepada Ayu. Dia hanya 3 hari sekali memberi pesan kepada Ayu.


“ Sibuk apa mas Azriel sampai ke luar kota terus ya, jarang aktif nomornya. Sudah seminggu gak kirim pesan. Apa mas Azriel sehat ? Apa aku telpon saja ya sekali kali ? “ batin Ayu.


Dreet … dreett … dreeet…


“ Halooo … “ suara dari seberang menjawab. Dan dia adalah Lia.


“ Maaf, apa mas Azrielnya sibuk mbak ? “ tanya Ayu. Dia tahu kalau yang mengangkat telepon Azriel adalah sekretarisnya.


“ Mas Azriel lagi sibuk. Gak bisa diganggu !!! ” jawab Lia.


“ Malam-malam begini masih sibuk mbak ? Sampai jam 10 masih kerja ? “ Ayu heran. Tapi sedikit tidak enak dengan Lia ketika mengatakan itu.


“ Eh emang kenapa kalau jam 10 masih di kantor. Mas Azriel itu betah di kantor sampai malam. Yang penting saya yang nemeni. Lupa deh sama semua. Bahkan gak mau angkat telepon dari siapapun. Gak mau diganggu. Maunya Cuma sama saya !!! ” Lia.


“ Apa saya bisa bicara sebentar saja dengan mas Azriel mbak ? “ Ayu sebenarnya agak kecewa dengan hubungan Azriel dan Lia, mereka begitu akrab. Hingga cara memanggil Lia bukan seperti dengan bosnya.


“ Gimana caranya kamu ngomong sama mas Azriel, dianya baru tidur di kamar. Kecapekan banget sih tadi. Dia hari ini hebat. Bisa main lama … sampai aku kewalahan. Puas banget ” bisik Lia kepada Ayu. Ayu terkaget mendengar penuturan Lia. Dia langsung mematikan panggilan. Di usia sekarang bukannya Ayu tidak tahu apa maksud Lia, dia paham.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian ada pesan foto di Hp Ayu. Nomor Azriel mengirim foto, dia segeramembuka pesan itu berharap Azriel sudah bangun dan mengirimnya pesan. Namun foto itu, membuat Ayu lemas. Buliran air mata jatuh seketika di pipi nan mulusnya, tangan Ayu bergetar. Foto Azriel tertidur di kamar dengan kemeja terbuka pada bagian depan dan Lia memeluk dari samping sambil menyentuh dada telanjang Azriel. Ayu tidak mau berfikiran negatif, dia buka riwayat tanggal pembuatan foto. Mungkin saja itu foto lama Azriel sama Lia sebelum bertemu kembali dengan Ayu. Tapi nihil, harapannya tidak terbukti. Foto itu dibuat saat ini juga. Real time.


“ Kenapa kamu mas, kenapa kamu masih menjalin hubungan dengan wanita lain, tapi mengatakan cintamu hanya untuk Ayu. Kamu bohong kan mas. Aku bodoh. Bahkan aku mengetahui langsung mereka di kamar saat di rumah pak Kades dulu. Tapi dengan gampangnya aku menerima cinta dia “ Ayu menangis.


“ Besok aku harus menemui mas Azriel. Harus aku luruskan hal ini. Aku harap kamu bisa memberikan aku alasan mas. Dan hubungan kita tidak terganggu oleh siapapun “ rintih Ayu di sela tangisannya.


Siang ini Ayu bertekad ketemu dengan Azriel. Dia tidak memberitahu Azriel akan kedatangannya di kantor. Ketika Ayu mendapat tugas pencairan anggaran di kantor perbendaharaan yang dekat dengan kantor Azriel, dia menyempatkan datang.


“ Maaf mbak. Apa saya bisa bertemu dengan Pak Azriel ? “ tanya Ayu dimeja resepsionis. Meski dia sering masuk kantor ini untuk kepentingan proyek, tapi kali ini Ayu datang untuk kepentingan pribadi. Jadi dia tetap minta ijin kepada resepsionis.


“ Maaf apa sebelumnya sudah ada janji dengan pak Dirut ? karena tidak semua orang bisa ketemu dengan beliau.” Resepsionis.


“ Belum janji mbak. Tapi saya minta tolong sekali untuk disambungkan dengan sekretaris beliau mbak Lia atau asistennya. Minta disampaikan Ayu dari Dinas Pxxxxxxx ingin ketemu pak Azriel “ Ayu. Mbak resepsionis terlihat menghubungi seseorang. Kemudian Ayu dipersilahkan untuk naik ke lantai 25 melalui lift.


“ Ayo dong mas…. Jangan menolak. Mau ya. Ayoooo … “ Lia bergelayut manja di lengan Azriel. Ayu kaget dan menutup bukunya. Dia menunduk berharap Azriel tidak melihatnya di kursi tunggu. Dia menyesal datang ke kantor dan melihat pemandangan ini. Ayu cemburu. Wajar kan, dia mersakan itu ketika kekasihnya mesra dengan wanita lain. Apalagi selama beberapa bulan ini dia tidak pernah ketemu dan hanya beberapa kali berkirim pesan. Rasa curiga muncul.


“ Maaf pak. Ada nona Ayu yang menunggu bapak “ Asisten Sekretaris berkata dengan menunduk hormat.


“ Sayang … kamu ke sini. Kok gak ngabari mas ? “ Azriel kaget disertai perasaan senang karena melihat Ayu datang. Dia menggandeng tangan Ayu masuk ke ruangannya. Melihat itu, Lia menghentakkan kakinya ke lantai dan bersungut.


“ Maaf saya mengganggu mas “ Ayu memulai pembicaraan canggung dengan Azriel.

__ADS_1


“ Gak perlu minta maaf sayang. Kamu bebas ke sini kapanpun kamu mau. Tapi bilang dulu sama mas. Agar mas bisa atur jadwal. Jadi kamu tidak perlu menunggu lama. Mas gak rela kamu menunggu “ Azriel menyelipkan anak rambut Ayu. Dia terpana dengan kecantikan paripurna Ayu. Azriel membelai wajah nan ayu Ayu dengan lembut, dia sangat merindukan sosok di depannya. Dia tak kuasa menahan rindu, hingga dia bingung harus berbuat apa melihat Ayu di depannya secara tiba tiba.


“ Kalau telepon malam apa aku bebas melakukan tanpa ijin juga mas ? ” tanya Ayu.


“ Tentu saja cintaku. Mas milikmu. Kamu bisa melakukan apapun dengan mas “ Azriel masih tidak menyadari maksud perkataan Ayu.


“ Ayu rasa kamu tidak hanya milik Ayu mas. Tapi milik wanita lain juga yang selalu ada di sisimu “ sanggah Ayu. Azriel mulai melihat ada perubahan raut wajah Ayu. Dia mulai mengikuti alur yang dibawa Ayu.


“ Apa maksud kamu dek ? Hanya kamu yang ada di hati mas. Hanya kamu yang mas ijinkan untuk selalu mengusik mas dimanapun dan kapanpun. Tidak ada yang lain “ jelas Azriel dengan tatapan yang memohon agar Ayu tidak memperpanjang pembicaraan ini.


“ Bagaimana dengan mbak Lia ? apa dia tidak mas ijinkan untuk menemani mas sampai malam, untuk masuk ke kamar mas, untuk berada di samping mas dan menyentuh tubuh mas ? “ Ayu menangkis pernyataan Azriel. Hampir dia menangis. Tapi tertahan.


“ Maksud kamu, Apa kamu cemburu dengan Lia ? “ ada rasa bahagia Azriel melihat Ayu cemburu. Tapi dia tahan. Takut ini menjadi boomerang.


“ Aku tidak perlu cemburu. Dia sekretarismu. Kamu bebas mengajak dia ke mana saja dan kapan saja bahkan melakukan apa saja. Aku harap padangan orang umum bahwa bos selalu ada skandal dengan sekretarisnya adalah tidak benar. Aku harap kamu bisa membatasi diri dari dia “ Ayu menatap tajam Azriel. Tanda menuntut.


Azriel memejamkan mata sejenak. Dia menghembuskan nafas. Dan Akhirnya …


“ Tidak ada batasan untuk Lia. Dia bisa melakukan apapun yang dia mau. Baik dengan kantor ini. Ataupun denganku. “ jawab Azriel tegas.


“ Apa maksud mas …. “ buliran air mata lolos tanpa permisi. Ayu menangis dengan mata tetap bertatapan penuh dengan Azriel. Azriel melihat Ayu dengan tatapan tidak bisa diartikan.

__ADS_1


“ Mas Azriel sayang, aku buatkan kopi kesukaan mas. Hanya Lia yang memahami isi hati mas. Kalau perempuan lain hanya bisa datang dan merusak suasana hati mas Azriel ! ” Lia datang tiba-tiba tanpa mengetuk pintu. Hubungan mereka akrab. Sangat akrab. Ayu menyeka air matanya. Hati Azriel pilu melihat gadisnya menangis di depan, tapi dia tidak bisa menjangkau. Ini di luar kekuasaan Azriel. Lia dengan santai menarik tangan Azriel untuk duduk di meja kerjanya dan memeluk Azriel dari belakang. Azriel membiarkan Lia melakukannya. Dia tidak menghiraukan keberadaan Ayu.


“ Kelihatannya bapak sibuk, saya permisi. Maaf mengganggu. “ Ayu berlalu tanpa menunggu jawaban Azriel. -Sakit-


__ADS_2