Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Menggila


__ADS_3

Azriel sudah di ruang tunggu tamu Dinas Pxxxxxxxx sore ini. dia sengaja datang lebih awal sebelum jam kepulangan. Ayu membayangi pikirannya sepanjang siang ini, sehingga Azriel memutuskan untuk menemui Ayu di kantor.


“ Lho…mas Azriel di sini ? Sudah lama mas ? “ Kepala Dinas.


“ Iya pak Kadis. Belum lama, baru saja. Ada perlu penting ” Azriel.


“ Kami bisa bantu apa ini mas, ayo masuk…masuk ke ruangan saya. Di sini banyak orang yang berlalu lalang” Pak Kadis.


“ Saya menunggu orang, pak. Nanti kalau saya masuk ke ruangan pak Kadis malah saya gak ketemu pak “ Azriel.


“ Menunggu siapa mas? saya panggilkan saja. Kok malah mas Azriel yang nunggu.”


“ Sebentar lagi bapak juga tahu “ Azriel tersenyum.


Sekitar 15 menit kemudian, semua pegawai dinas ke luar ruangan. Azriel melihat Ayu menenteng Lap top, membawa tas besar isi dokumen dan tas selempang. Segera Azriel mendekat tidak mau kehilangan jejak Ayu.


“ Mas bantu dek!” Azriel mengambil tas besar dan lap top dari tangan Ayu. Ayu bengong melihat kedatangan Azriel yang tiba-tiba.


“ Waaah … lha ini ada hubungan apa ini, kok akrab gini. Bapak gak dikasih tahu peresmiannya”. Pak Kadis. Semua orang melihat Azriel. Di dinas ini hampir semua orang mengenal. Selain karena keaktifan Azriel dalam proyek, dia juga sering muncul di surat kabar sebagai pengusaha muda yang menginspirasi dan sering diundang di berbagai acara.


“ Mohon doanya ya pak. Supaya lancar dan menjadi jodoh sampai mati “ Azriel penuh harap dengan perkataannya.


“ Waaahhhh … Aamiin “ semua orang di lobi tunggu mengamini. Satu ruangan yang mengenal Ayu sangat terkejut dengan pemandangan yang dilihat. Mereka turut bahagia. Mendapat pelukan dari kepala bidang dan kepala seksi serta teman-temannya, Ayu tersadar. Semua orang menggoda Ayu. Ayu hanya bisa tersenyum, padahal hatinya bergemuruh ingin sekali menonjok Azriel.


“ Ayooo… mari Pak Kadis, mari bu pak semua… Assalamualaikum “ Azriel menggandeng tangan Ayu erat dan berpamitan dengan semua orang yang ada. Sampai di parkiran, Ayu melepas tangan Azriel. Azriel tahu Ayu akan melakukannya, ketika mereka di tempat sepi. Maka dia memegang erat tangan Ayu supaya dia tidak pergi.


“ Jangan aneh-aneh, di belakang masih ada Pak Kadis dan orang orang yang memperhatikan kita, kamu mau aku cium di sini. Supaya mereka semakin yakin kalau kita punya hubungan ? “ Azriel berbisik di tengkuk Ayu. Ayu merinding mendengar ancamannya. Tapi dia berusaha menepis. Dan masuk mobil.


“ Ini waktunya kamu harus menjelaskan semua tentang hubunganmu dengan mbak Lia. Jangan harap kamu lepas mas “ batin Ayu.

__ADS_1


Azriel membawa Ayu menuju resto bernuansa alam. Dia sudah berlangganan sehingga mendapat tempat VIP yang tenang.


“ Makan dulu sayang, kamu mau pesan apa? “ kata Azriel lembut.


“ Aku sudah makan. Lagi pula gak nafsu makan. “ jawab Ayu dengan raut wajah masam. Azriel tersenyum melihat kekasihnya sedang merajuk. Dia menoel pipi Ayu yang menggemaskan itu, Ayu kaget dan memukul tangan Azriel.


“ Mbak tolong pesan ini...ini...dan ini.. semua masing-masing dua porsi ya mbak " pinta Azriel kepada pelayan.


“ Baik pak. Tunggu sebentar!” sigap pelayan. Ayu melotot melihat pesanan Azriel, banyak sekali yang dia pesan.


“ Kenapa pesan makanan sebanyak itu? Sudah kubilang aku sudah makan !!!” Ayu.


“ Yeeee… siapa yang pesan makan buat kamu. Orang ini dipesan untuk dibungkus buat Lia !!!” Azriel menahan senyum. Ayu melotot semakin memerah wajahnya, marah.


“ Ya udah.,Pesan saja semua buat Lia, sekretaris kesayanganmu itu. Biar tambah lengket sama kamu. Aku pulang saja. Malaaas !!!” Ayu berdiri dari kursi. Azriel cepat menahan tangan Ayu. Lebih keras. Dia sadar bersalah menggoda Ayu, dengan nama Lia tadi.


“ Ayo makan dulu, nanti kita bisa bicara. Kamu juga bisa marah sepuasnya setelah punya tenaga. Jangan khawatir.  Malam ini harus selesai. Mas tidak mau lama-lama buat cewek cantik  ngambek “. Azriel berseloroh, dengan mengambil makanan untuk Ayu dan menoel pipi menggemaskan Ayu lagi.


“ Ya kelihatan banget sih kamu bertekuk lutut sama yang cantik-cantik, makannya kamu gak bisa tegas sama sekretaris yang menggoda itu. Udah pakaian yang dipakai sexy, manja lagi. Menyebalkan “. Azriel hanya tersenyum tidak menanggapi. Selama makan tidak ada pembicaraan dari mereka. Hening hanya suara lagu yang dinyanyikan penyanyi resto terdengar mendayu.


Azriel mengajak Ayu menuju ke apartemen yang baru saja dia beli. Maksud hati dia membeli untuk Ayu, tapi dengan keras Ayu menolak. Dia sudah nyaman tinggal di kos. Awalnya Azriel terenyuh setelah mengetahui bahwa Ayu tinggal satu kamar bertiga di kos. Meski gaji Ayu sangat mampu untuk membayar satu kamar satu orang, ambil kontrakan atau bahkan membeli rumah dengan cara dicicil, tapi Ayu tetap tinggal berbagi kamar dengan orang-orang yang sudah dia anggap seperti keluarganya. Azriel, meminta Ayu membantu untuk mengelist daftar kebutuhan barang yang harus dibeli untuk apertemennya. Hanya alasan sebenarnya sih, tapi Azriel ingin berlama-lama dengan Ayu.


“ Dek kira-kira untuk hiasan tanaman hidup ditempatkan di mana ya ? Mas pengen suasana yang sejuk. “ Azriel melihat beberapa pojok ruangan yang akan diletakkan tanaman-tanaman sebagai penghias dan penyejuk ruangan.


“ Di ruang tamu cukup 1 tanaman besar, dan satu vas bunga, di tiap ruangan satu saja. Mungkin di balkon bila mau ditambah beberapa. Perhatikan sirkulasi udara, jangan terlalu banyak. Dan hiasan juga jangan terlalu banyak pernik. Akan mempersempit ruangan “ saran Ayu sambil melihat beberapa spot untuk hiasan.


“ Oke. Siap …. Nyonya Azriel. Perintah dilaksanakan “ goda Azriel sambil tersenyum dan mencatat beberapa keperluan yang disarankan Ayu. Sampai di depan deretan kamar, Azriel memeluk Ayu dari belakang.


“ Mana sebaiknya kamar kita sayang ? “ Azriel berbisik dengan suara parau. Nafasnya sedikit berbeda. Ayu bergidik.

__ADS_1


“ Aku tidak tahu mas. Ini kan apartemen mas “ Ayu menjawab dengan sedikit takut. Pelukan Azriel semakin erat. Tanpa sadar Azriel menggiring Ayu masuk ke kamar terbesar, yang luasnya melebihi kamar-kamar yang lain. Ayu tersadar ketika dia merasakan Azriel mengendus rambut dan lehernya dari belakang. Ayu semakin meremang.


“ Mas jangan gini. Kita hanya berdua. Tidak baik lama lama “ Ayu sedikit menggeser badannya dari Azriel.


“ Justru karena berdua dan tidak ada orang, mas bisa bermesraan bebas sama kamu gadisku…cintaku “ Azriel semakin menekan badan Ayu dan mengendus dalam setiap inci leher Ayu hingga tulang selangka.


Kedua netra mata itu bertatapan cukup lama. Azriel memandang Ayu dengan tatapan memuja. Terlihat betapa besar rasa cinta Azriel ke Ayu. Dia membelai wajah cantik Ayu, wajah sempurna dan bibir ranum itu yang sangat menarik. Mata Ayu bening dan rambut hitam berkilau nan indah dia sentuh dengan lembut. Dia benar-benar memuja Ayu dari dulu hingga sekarang. Tidak ada perlawanan dari Ayu ketika Azriel membelai bibir pink merekah itu. Azriel memberanikan diri untuk mencium lembut bibir itu, Ayu memejamkan mata merasakan kelembutan dan ketenangan yang Azriel berikan.Tidak cukup bagi Azriel, dia mulai ******* bibir itu dengan pelan merasakan surga dunia yang cukup indah untuknya hanya dengan ciuman. Makin lama ciuman Azriel makin menuntut. Dia membuka bibir Ayu dan meminta untuk membalas ciuman itu, lidah Azriel menyelami setiap inci rongga dalam. Dan Ayu terbuai. Dia membalas lembut ciuman Azriel. Azriel menanggapi jawaban Ayu denga *******-******* dalam dan panjang. Tangan Azriel bergerilya menyentuh titik-titik sensitive Ayu dan membuka kancing depan yang daritadi mengganggu


“ Lepaskan aku mas. Jangaaaann” Ayu melawan rasa yang menderanya. Dia berusaha menyadarkan diri dengan suara yang masih berat.


“ Tolong mas. Jangaaan… jangaaannn mas “ mohon Ayu, meskipun dia tak kuasa untuk menahan sesuatu yang hampir lepas di bagian bawah.


“ Aku mohon jangaaaannn” pinta Ayu dengan sangat. Ayu mendorong lemah kepala Azriel yang menggila di bagian dada.


“ Tolong mas…hentikan. Kita belum halal. Nikahi aku dulu.” Kata akhir Ayu, berharap bisa menyadarkan Azriel.


Azriel mendongakkan kepalanya, menatap mata Ayu yang sudah menggenang hampir tumpah. Dia sadar, dia menyakiti pujaan hatinya. Dia sadar, dia tidak harus berbuat begini tanpa ijin Ayu. Tapi sifat kelakiannya mengalahkan segala ilmu dan batasan yang dia bangun selama ini.


“ Maaf dek…mas janji tidak akan menyentuhmu lebih sebelum halal. Lihat mas. Maafin mas ya. Mas akan menjagamu. Maaaf” Azriel meminta Ayu  membuka mata. Dia melihat Ayu menangis dengan memejamkan mata. Dia tahu Ayu takut. Azriel perlahan menyandarkan Ayu pada kepala ranjang. Dia membantu menutup kencing baju Ayu yang sudah terkoyak. Ayu menepis tangan Azriel dengan lemah. Tangannya gemetar.


“ Jangan takut. Mas janji. Percaya sama mas” Azriel membelai wajah Ayu hingga beberapa saat. Setelah Ayu tenang, dia memeluk lembut kekasihnya itu. Dia beri kehangatan yang menenangkan.


Azriel menutup pintu apartemen setelah memastikan Ayu tenang. Satu tangannya menggenggam tangan Ayu. Di dalam lift, tidak ada pembicaraan diantara mereka. Ayu masih sedikit kecewa dengan Azriel yang berani memperlakukan itu. Dan Azriel dengan rasa bersalahnya. Keluar lift mereka kaget melihat sosok yang sangat mereka kenal.


“ Lho sayang, kamu di sini. Aku tunggu-tunggu kok gak datang ke apartemenku malam ini. Oooh ternyata kamu nakal ya. Setelah membelikanku apertemen di lantai 10, kamu hari ini membeli apartemen lagi di lantai 11 untuk yang lain. Apa aku gak cukup sayang…” Lia memeluk manja Azriel. Sangat intim bahkan tangannya merayap menelusup di dalam kemeja Azriel. Sadar dengan hal ini, Azriel menepis pelan tangan Lia.


“ Mas bisa jelaskan ini dek. Ini tidak seperti yang kamu lihat. “ Azriel melihat Ayu yang sudah memerah dan terkejut melihat pemandangan di depannya…lagi.


Ayu menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak percaya. Baru saja Azriel mencumbu Ayu, dan sekarang dia mendapati kenyataan bahwa ternyata ada perempuan lain yang sering Azriel cumbu tiap malam. Dan sekarang bermesraan di depannya. Tidak ada kata-kata yang diucapkan Ayu. Dia sudah tidak mampu lagi berucap. Hanya lari dari pemandangan yang mengiris hati.

__ADS_1


__ADS_2