Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Gelap


__ADS_3

Hari ini hari yang begitu penting untuk mengawali proyek. Kesibukan Ayu dari pagi bertemu banyak orang, melupakan kesedihan yang menancap di hati. Seharian Ayu di balai desa menyusun semua agenda bersama dengan tim pusat. Tidak boleh ada kesalahan karena anggaran besar akan banyak pengawasan. Ayu tidak menghiraukan Azriel yang beberapa kali mencoba mendekatinya di tengah keramaian.


“ Mau mas ambilkan teh hangat ? “ Azriel berbisik mendekati Ayu yang sibuk merekap data warga yang mengikuti program. Ayu pura-pura tidak mendengar.


“ Dek, minum dulu atau makan camilan nanti kamu sakit. Dari tadi kerja terus. Yang lain sudah break.” Azriel berusaha mengajak Ayu istirahat agar bisa berbicara maksud hatinya. Ayu tidak mempedulikan Azriel. Dia tetap fokus dengan kertas-kertas dan lap top di depannya.


“ Aku ambilkan makan dulu ya, sedikit saja kamu harus makan “ Azriel berlalu mengambil makanan di meja prasmanan yang disiapkan panitia desa tanpa meminta persetujuan Ayu.mDia mengambil makanan kesukaan Ayu. Iya, dia masih ingat. Ayu suka sayur dan makanan laut.


“ Ini makan dulu. Dilanjutkan nanti inputnya ! ”. Azriel menyodorkan piring dan mangkuk sup di samping Ayu. Ayu tetap bergeming tidak menjawab atau merespon apapun.


“ Ayo dimakan supnya saja bila kamu masih sibuk. Biar hangat badanmu “. Azriel tetap berusaha. Dia khawatir dengan kesehatan Ayu. Dan …. Hati Ayu. Dia tidak tahan berlama lama didiamkan oleh mutiara pelipur hatinya.


“ Dek ….. !!! “ tangan Ayu dicengkeram oleh Azriel, menjauh dari lap top. Ayu kaget dengan keberanian Azriel yang menyentuhnya di tengah keramaian banyak orang berlalu lalang. Apalagi mengambilkan makanan dan membujuk di sampingnya. Ayu reflek menepis tangan Ayu dengan pelan. Dia takut ada orang yang memperhatikan mereka.


“ Makan sekarang ! “ Titah Azriel lagi. Ayu merapikan kertas-kertas dan mengangkat lap topnya, bermaksud pindah meja. Tapi hal ini diketahui Azriel. Dengan cepat Azriel mendudukkan kembali Ayu dengan sedikit tarikan memaksa.


“ Auuuuuhhhh …. ini apaan sih “ Ayu menggeser kursi dari Azriel.


“ Makan dulu !!! “. Tatapan Azriel tajam serasa ingin memakan Ayu. Dia tidak suka dibantah.


“ Kenapa harus nyuruh-nyuruh makan aku. Terserah mau makan atau tidak. Suruh saja kekasihmu untuk makan !!! “ Tanpa sadar Ayu mengungkapkan rasa cemburunya. Azriel tersenyum, dia pastikan bila Ayu cemburu.


“ Dek makan dulu yuuukkk … selesaikan nanti saja. Kerjaan gak bisa dipaksa. “ seorang pemuda tiba-tiba menarik tangan Ayu mengajak Ayu menuju meja prasmanan. Dia adalah Chandra, pegawai Pusat yang menjadi panitia.


“ O ya kak, ayooo “. Kesempatan bagi Ayu untuk menghindar. Ayu membiarkan Chandra menggandeng tangannya sepanjang menuju meja. Dan mereka tertawa bareng ceria. Azriel memejamkan matanya melihat tingkah laku Ayu yang meninggalkan dia dengan makanan dan minuman yang dia ambil untuknya. Dia melihat kedekatan Ayu dan Chandra. Digenggamnya tangan dengan kepala menunduk menahan emosi dan cemburu.


“ Gimana sekarang rasanya mas, enak kan rasanya dicueki apalagi ditinggal dengan yang lain “ monolog Ayu melihat Azriel yang tertunduk dari belakang.


Sore hari Ayu membagikan kertas berupa pembagian tempat lokasi yang akan dijadikan base camp pembelajaran dengan warga yang ikut belajar baca tulis. Dilakukan malam hari karena warga selesai bekerja dari sawah. Semua terbagi jatah cek lokasi, termasuk Azriel.


“ Ini pak. Tempat lokasi yang harus di cek. Satu tempat ada 2 personil. Yang tertulis penanggung jawab, personil lain bisa mencari sendiri. “ Ayu menyerahkan kertas pembagian kepada Azriel yang sedang duduk berbincang dengan Kepala Dinas. Tentunya Ayu lebih sopan di depan Azriel karena ada Kepala Dinas dia.


“ Personil pasangan harus dari lembaga sama atau bisa berbeda ? “ tanya Azriel ke Ayu dengan tatapan ramah pula. Seolah tidak mengenal diantara mereka.


“ Bebas pak “. Ayu

__ADS_1


“ Saya memilih dek Ayu untuk menemani saya, kebetulan saya tidak tahu daerah sini. Tentunya dek Ayu sudah pernah survey kan lokasinya. Dek Ayu juga sudah mengenal Kepala Dusun yang akan dituju kan ? “ Azriel melihat Ayu dengan tatapan mengharap Ayu mau bersedia menjadi pasangannya malam ini untuk cek lokasi.


“ Maaf Pak. Saya sudah dapat tempat lokasi sendiri “ Ayu menghindar. Dia tahu hal ini akan terjadi. “ Dasar buaya “ batin Ayu. Setelah tadi malam dengan mbak Lia, sekarang mau mendekati aku lagi, jangan harap.


“ Tapi dek Ayu belum dapat pasangan kan, kan bisa lokasi yang milik dek Ayu dikasih yang lain. Dek Ayu gabung ke lokasi saya. Banyak hal yang akan saya tanyakan dan diskusikan dengan dek Ayu selaku koordinator. Jadi sebaiknya memang kita bersama. “ Azriel tidak kalah akal.


“ Oooo begitu mas. Kalau begitu memang benar mbak Ayu, sebaiknya mbak Ayu satu lokasi dengan mas Azriel supaya bisa berdiskusi bersama. Manfaatkan waktu juga “. Kepala Dinas sedikit memberi nasihat kepada Ayu, dia tidak berani tegas memberikan perintah kepada Ayu, karena dilihat Ayu sedikit tidak nyaman dengan Azriel.


“ Benar pak. Lagipula saya di sini hanya malam ini. Besok pagi saya harus ke kota lagi. Saya hanya menginap bila week end saja. Nanti akan ada yang mengganti untuk menggantikan. Bila tidak diskusi malam ini mungkin tidak bisa ketemu lagi dengan Dek Ayu dan waktu kita untuk pengadaan barang cukup mendesak “ Azriel menanggapi dukungan Kepala Dinas.


“ Jika harus ada yang dikoordinasikan bisa sekarang pak. Tidak perlu nanti malam. Saya ada waktu sekitar satu jam sampai jam 4 sore sebelum ke kecamatan sore ini.” Ayu kekeh tidak mau dengan Azriel.


“ Tapi sayangnya saya tidak bisa sore ini. Saya sibuk !!! “ Azriel berkilah.


“ Untuk malam ini saja mbak Ayu, temani Pak Azriel. Malam malam berikutnya mbak Ayu dengan personil dari PT ADI WARDANA yang lain. Karena Pak Azriel hanya malam ini di sini “. Pak Kadis akhirnya menengahi.


“ Ya pak. Nantihabis maghrib ketemu di balai desa “ Ayu akhirnya mengiyakan permintaan PakKadis.


“ Tidak perlu di balai desa, langsung saya jemput saja ke tempat menginap dek Ayu, kita berangkat agak awal. Supaya lebih lama berdiskusi. Kalau ke balai desa dulu waktunya hilang banyak “ Azriel tersenyum. Sementara Ayu menatap tajam.


Malam ini Ayu dan Azriel berangkat menggunakan sepeda motor. Lokasi yang akan dituju adalah lokasi yang tidak ada jalan beraspal. Sempit dan gelap jalan menuju dusun Centong yang merupakan desa paling atas. Ayu memakai Sweeter tebal karena udara malam yang dingin mengingat jalan menuju dusun adalah hamparan ladang pohon singkong dan pisang yang luas. Tidak ada lampu jalan yang menerangi. rambut Ayu diikat ke atas untuk menghindari angin yang bisa membuat kusut


“ Astaghfirulloh …. “ Ayu kaget karena motor mengegas mendadak. Ini otomatis membuat Ayu memeluk Azriel dengan erat. Azriel tersenyum. Menyadari ini kesengajaan, Ayu memukul punggung Azriel cukup keras. Tapi yang dipukul malah tertawa mengejek.


“ Pegangan yang erat jalan di depan tidak ada lampu sama sekali, nanti kalau ada makhluk aneh-aneh yang suka sama perawan bahaya “ Azriel mulai menggoda Ayu sepanjang perjalanan. Dia menikmati bisa berdua dengan kekasih hati yang lama pergi. ~~~~


“ Makhluk Aneh apa, yang ada makhluk aneh kayak kamu !!! “ Ayu menjawab dengan bersungut.


“ Lagian siapa yang perawan !!! “ Ayu berbicara tanpa berfikir karena sebal dengan Azriel. Tiba tiba motor berhenti mendadak. Azriel menengok ke belakang.


“ Apa maksud Dek Ayu ? siapa yang tidak perawan ? “ Azriel sedikit emosi dengan jawaban Ayu yang asal.


“ Ya gak tahu. Kan kamu yang pintar bedakan. Sudah biasa kan kenal sama perawan dan sering mengajak ke kamar. “ Ayu menaikkan nada bicaranya.


“ Kamu menuduh aku sering berhubungan dengan wanita dan mengajak ke kamar ? kamu jangan asal menuduh dek ! “ Azriel menyeringai.

__ADS_1


“ Aku tidak menuduh. Aku lihat dengan mata kepala sendiri. Dasar Ustad Playboy ”. Tanpa sadar Ayu turun dari motor. Azriel memanfaatkan situasi untuk mengerjainya, dia gas motor meninggalkan Ayu. Ayu teriak-teriak memanggil.


“ Mas Azriel … mas Azriel … “ Ayu terkaget, karena jalan begitu gelap … dia berteriak memanggil Azriel dan berlari sekencang kencangnya.


Tiba … Tiba … Bug !!! Ada yang menubruk Ayu. Tinggi besar dan hitam. Ayu menjerit kencang. Ada tangan yang menariknya dan mendekap dengan erat. Ayu menjerit dan memukul mukul sosok itu. Dia tidak peduli apa yang mendekapnya. Tapi setelah tersadar, Ayu tahu siapa yang mengerjainya. Dia semakin memukul dada di depannya.


“ Jahat … jahat … !!! iiiihhhh … ihhhh …iiiih “ dia memukul bertubi-tubi.


CUP


CUP


EEEEMUUUACH


Azriel membalas pukulan Ayu dengan ciuman bertubi tubi di pipi dan terakhir bibir dengan menekan lama.


“ Mas Azriel ! Astaghfirulloh. Jangan samakan aku dengan wanita lain yang bisa kamu perlakukan seenak kamu. Berengsek Kamu !!! “ Ayu mendorong tubuh Azriel yang sanget menempel.


“ Dengar. Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita, memperlakukan seenaknya apalagi membawa ke kamar seperti yang kamu tuduhkan “. Azriel menghentikan tangan Ayu yang dari tadi menyerangnya.


“ O yaaa… tidak pernah. Terus siapa perempuan yang bermesraan dengan kamu kemarin malam. Makhlus halus kah? Atau aku hanya berhalusinasi melihat kamu dan mbak Lia di kamar malam itu ? “


“ Tidak. Kamu tidak berhalusinasi. Itu benar. Aku memang sama Lia di kamar. Kenapa kamu cemburu ? atau kamu pengen nanti malam ganti yang ke kamarku ? “ Azriel tersenyum. Dia tahu bagaimana ekspresi Ayu ketika cemburu dan marah. Pasti menggemaskan. Meski suasana gelap dia bisa merasakan api kemarahan Ayu.


“ Laki laki kurang ngajar. Aku gak sudi. Cari sana wanita yang bisa kamu perlakukan seenak kamu. Mentang mentang hartamu banyak. Dan kamu punya kedudukan tinggi bisa sesuka hati. Kamu benar benar sudah berubah karena harta ! “ . Ayu menggebu-gebu.


“ Aku berubah karena kamu ! Aku gila karena kamu ! “ Azriel memegang erat kedua lengan Ayu.


“ Kamu meninggalkanku selama 5 tahun. Menghilang tanpa jejak. Menghapus kontakku. Menutup semua akses. Berusaha menghindariku. Dan kamu juga membohongiku dengan mengatakan kamu sudah menikah dengan laki laki lain selama kamu kuliah. Kenapa kamu melakukan semua itu ? segitunya kamu ingin menghindariku. “ Azriel mengungkapkan yang dia tahan sejak ketemu kembali dengan Ayu.


“ Aku melakukannya karena aku gak mau berhubungan dengan laki laki dari keluarga yang membuat bapakku cacat. Yang menghina keluargaku. Yang mematikan rezeki keluargaku. Dan keluarga terhormat yang kejam seperti keluargamu !!! “ Ayu berteriak. Emosinya membuncah.


“ Apa maksud kamu ??? “ Azriel tersentak mendengar Ayu mengatakan bila bapak Ayu cacat karena keluarganya.


Gaya Ayu mau naik motor dengan Azriel

__ADS_1




__ADS_2