
“ Dek Wito …saya titip Ayu ya. Mulai sekarang Ayu akan tinggal di rumahmu. Maaf jikamerepotkan dek “ Ibu Ayu berkata lembut kepada iparnya.
Hari inikeluarga paman Ayu yang di kota datang. Mereka datang karena panggilan bapakAyu untuk menjemput Ayu tinggal di rumah mereka. Ayu dilarang kos oleh bapaknyaagar ada yang mengawasi.
“ Ajak saja wit… supaya dia gak macam macam. Diawasi terus ponakanmu itu. Nanti sekolah kamuantar dan pulang kamu jemput juga. Jangan sampai dia keluar sekolah. Nanti barangbarang di kos tak ambilnya ke rumahmu semua “ Bapak Ayu berseru kepada Adiknya.
“ Ya mas. “ dalam hati Wito ngilu melihat Ayu. Wajahnya lebam sana sini dan bekas berdarah kering. Hampir tidak bisa dikenali wajah Ayu. Maksud hati ingin bertanya kepada masnya, tapi tidak berani melihat dari tadi masnya berkata dengan intonasi tinggi. Dia mengira pasti Ayu melakukan kesalahan sehingga kena pukulan masnya.
Wito hanya bisamenurut saja apa kata bapak Ayu. Karena selama ini, sejak orang tua wito berpisah, masnyalah yang merawat wito sejak kecil bahkan mencari jodoh dan menikahkannya. Sampai sekarang masnya yang menyokong keperluan dan membantu mengatasi masalah bila dia menghadapi masalah apapun.
“ Mbak .. sebenarnya ada apa dengan Ayu ? kenapa bisa seperti itu mbak? Dia salah Apa? Ayu kan anak baik dan cerdas di sekolah mbak? “ tanya wito kepada Ibu Ayu setelah bapak Ayu (masnya) keluar rumah. Dan Ayu masuk kamar untuk memberesi baju bajunya.
“ Ayu disukai sama anak Kyai wit … dan mereka pacaran. Bapaknya Ayu tidak terima Ayu pacaran. Karena kamu tau kan pesan bapak Ayu, selama sekolah anak anak harus mikir sekolah jangan mikir yang lain bapaknya takut anak anaknya gagal padahal dia sudah kerja kerras banting tulang dan banyak dihina orang orang untuk menyekolahkan anaknya “ Ibu Ayu bercerita.
“ Anak Kyai besar? Azriel itu ? suka sama Ayu mbak???” wito terkaget. Karena dia tidak pernah mendengar kabar Azriel berdekatan atau tertarik dengan gadis di sini, karena Azriel hanya fokus ibadah. Meski dia dengar banyak yang mendekati dan dia jadi idola di desa serta di pondok.
__ADS_1
“ Iya. Anak kyai kan Cuma satu to wit … “ Ibu Ayu.
“ Oooooh …. “ wito mangut mangut. Dia membenarkan bila Azriel menyukai Ayu, secara ponakannyaitu memang sempurna. Cantik, lembut, ramah, pintar, tidak pernah macam macam dan polos.
“ Tapi kenapa sampai Ayu lebam lebam mbak ? Hanya pacaran sama Azriel saja mas kok sampai tega sama anaknya gitu mbak ? Padahal mas kan paling dekat dan paling sayang dengan Ayu ? ” Wito bertanya lagi.
“ Orang orang sini mengabarkan kalau Ayu sering diajak nginap di Kxxxx sama Azriel wit. Ada yang pernah ketemu mereka di sana. Sampai malam dan Ayu katanya sudah hamil “ Ibu Ayu mengingat lagi kejadian tempo hari dan menangis lagi.
“ Lha yang benar Ayu gak hamil kan mbak? Gak mungkin Ayu melakukan hal senonoh dan mau mbak. Masak gak tau sifat Ayu. Lagian yang dikabarkan kan dengan Azriel. Dia ya gak mungkin merusak Ayu to mbak. Anaknya ya sholih gitu. Sebenarnya kalau dipikir kan Ayu dapat Azriel malah bagus mbak. Anaknya gantheng, sholih, pintar, anak kyai. Lha salahnya di mana? “ wito masih tidak terima dengan berita yang mengabarkan ponakannya.
Ayu mendengar percakapan ibu dan pamannya dari kamar. Dia ikut menangis mengingat kejadian kemarin sore.
“ lha kok sombong sekali keluarga Kyai itu mbak. Yang gak terima yang mana kyai nya atau yang perempuan atau adik adiknya itu? Mereka kira setelah menjadi keluarga ulama bisa memandang rendah keluarga lain. Mereka paling hebat dan jaminan masuk surga. Mau masuk surga sendiri gitu. Sedangkan orang biasa kayak kita gak bisa masuk surga. Mereka paling bersih apa? Wong uang mereka juga belum tentu bersih. Bisa juga dari minta minta dan ambil dana masjid. Gak usah dipercaya itu mbak, gak mau sama Ayu ya sudah. Yang mau banyak. Ayu anaknya ayuuu, pinter dan sekolah tinggi. Pasti yang mau banyak mbak !!! ” Wito menggebu gebu mendengar padangan rendah keluarga kyai ke keluarga masnya. Padahal dia tahu perjuangan masnya menyekolahkan dan menghidupi keluarga dengan pekerjaan yang banyak mengancam jiwa. Dia lakukan dengan tekat agar anak anaknya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan berhasil menjadi orang yang suskses tidak seperti dia. Cukup dia yang mengalami menderita. Jangan anak anaknya.
“ Tapi mas itu salah mbak. Apapun kesalahan anak anak mbok ya jangan main pukul dengan anak. Kasihan. Anak anak salah ya diingatkan tidak perlu dengan fisik gitu mbak. Kasihan Ayu. Besok apa dia bisa berangkat sekolah dengan wajah itu. Libur saja besok dia. Biar sembuh dulu. Matanya merah ngemu darah gitu dan bibirnya juga. Apa dia bisa makan tadi ? “ Wito khawatir dengan keadaan Ayu.
__ADS_1
Sementara di kediaman Kyai.
Terdapat pertemuan keluarga. Ruang tamunya penuh dengan para kyai di desa dan sanak family yang dewasa. Mereka diundang Kyai untuk memusyawarahkan sesuatu acara besar. Ya. Acara besar itu adalah pernikahan Azriel. Kyai mengambil langkah cepat atas permasalahan ini. Sejak SMP, Azriel dijodohkan dengan anak Kyai Parji. Mereka sepakat akan dinikahkan setelah Azriel menyelesaikan pendidikan S2 nya di Kairo. Namun karena polemik yang terjadi antara Azriel dan Ayu, maka pernikahan akan dipercepat setelah Azriel lulus S1 beberapa bulan lagi.
Mereka duduk di meja ruang tamu yang luas. Pagi tadi, Kyai dan Azriel terlibat perdebatan yang melelahkan. Azriel selalu mengatakan bahwa cintanya tidak akan berubah dari Ayu. Kyai tidak mau tahu meski tidak cinta dengan anak kyai parji, tapi Azriel harus tetap menjalankan perjodohan ini.
“ Baik jadi kita sepakat untuk mempercepat pernikahan anak anak kita, ya yiiii. Kita akan melangsungkan tepat di bulan Syawal, 4 bulan lagi. Untuk tanggalnya akan menunggu hitung hitungan dari keluarga yi parji berdasarkan tanggal kelahiran anak anak “. Kyai memberikan kesimpulan atas rapat para tetua di desa yang merupakan keluarganya untuk acara pernikahan itu.
“ Untuk ketua panitia, mulai dari proses lamaran dan nanti pembentukan siapa saja yang membantu, saya memilih Ustad Imron untuk menjadi ketua panitia acara besar ini. Gimana tadz Imron sanggup menjalankan amanah? “ Kyai menoleh kepada Ustad Imron yang cukup terkaget, begitu juga dengan semua tamu menoleh ke arah Imron.
“ Saya …. Apa saya sanggup yi. Saya masih muda. Belum punya pengalaman tentang acara sebesar ini. Apalagi ini acara putera satu satunya kyai. Apa tidak sebaiknya para sesepuh yang lain di sini saja? Jelas kyai kyai di sini lebih paham “. Imron berkilah. Meski dia pernah kecewa karena penolakan Ayu, tapi dia tidak akan sampai hati menyakiti hati Ayu dan Azriel yang sudah dianggap adiknya sendiri. Meski hanya menjadi ketua panitia, tapi Imron berusaha untuk tidak terlibat di dalamnya.
“ Justru karena kamu yang masih muda itu. Lebih cepat mengurus semua. Lebih lincah. Karena waktunya tidak lama lagi. Ini acara besar. Nanti akan banyak lagi rapat dengan kyai yang lain. Kita sepakati tiap malam jumat kita kumpul di mushola untuk membahas. Dan kamu tadz Imron kamu mendengar masukan Kyai lain dan menjalankannya dibantu banyak pemuda dan santri lain. Setuju ya “ Kyai tidak bisa dibantah.
Akhirnya Imron mengangguk. Dia tidak mau ada perdebatan dnegan Kyai di tengah banyak orang. Tapi dalam hati dia berdoa untuk Azriel dan Ayu.
__ADS_1
Di pojok ruang tamu itu, Azriel duduk dengan memejamkan mata mendengar pembicaraan yang ada di ruang itu. Dia tidak bisa membantah perintah bapaknya sebagai tanda bakti anak kepada orang tua. Tapi hatinya, hanya ada Ayu jawabannya. ~~~~