Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Bagaimana bila mas memaksa ?


__ADS_3

“ Aku melakukannya karena aku gak mau berhubungan dengan laki laki dari keluarga yang membuat bapakku cacat. Yang menghina keluargaku. Yang mematikan rezeki keluargaku. Dan keluarga terhormat yang kejam seperti keluargamu !!! “ Ayu berteriak. Emosinya membuncah.


“ Apa maksud kamu ??? “ Azriel tersentak mendengar Ayu mengatakan bila bapak Ayu cacat karena keluarganya.


“ Jangan pura-pura. “ Ayu mendorong Azriel dan membalikkan badan menghindar.


“ Aku benar benar tidak tahu dek. Sejak pernikahanku dengan Sari selesai, aku tidak pernah pulang ke desa. Aku pergi ke Kairo melanjutkan S2 dan S3 di Harvard. Apa yang terjadi ? “ Azriel meyakinkan Ayu bahwa dia memang tidak tahu apa yang menimpa bapak Ayu.


“ Bohong ! “ Ayu menepis kasar tangan Azriel.


“ Demi Allah dek. Mas benar benar tidak tahu, jangan buat kesalahpahaman diantara kita. Cukup aku menahan semua ini selama 5 tahun. Mas sudah gak kuat.“ Azriel menarik tangan Ayu. Dia menuntun Ayu ke tempat di sekitar jalan. Di sana ada gubug untuk menunggu burung.


“ Jangan begini. Ini tempat gelap. Bagaimana bila ada yang tahu, warga sini pasti akan salah paham “. Ayu berusaha melepas tangan Azriel. Bahkan dia mencakar beberapa kali. Tapi tidak berpengaruh apa-apa.


“ Biar saja ada yang tahu. Supaya kita dinikahkan. Mas gak perlu ngejar-ngejar kamu lagi. “ Azriel mendudukan Ayu di gubug dan mengahalangi tubuh Ayu yang akan berdiri lari. Dia mendorong Ayu hingga setengah rebahan dan hampir menindih.


“ Kita harus menyelesaikan semua ini. Malam Ini !!! “ Azriel.


“ Gak ada yang harus diselesaikan. Kita tidak ada hubungan apa-apa. Lagi pula kamu sudah punya mbak Lia. “ Ayu mendorong dagu Azriel yang makin lama makin menunduk hampir menempel ke tubuhnya.


“ Kamu cerita semua yang terjadi dengan keluargamu, atau mas berbuat nekat sama kamu ?! jangan pancing mas ! “. Azriel menatap tajam. Dia semakin tidak sabar melihat Ayu yang terus memberontak.

__ADS_1


“ Aku tidak takut “. Kata itu lolos begitu saja dari bibir Ayu. Sebenarnya dia menyesal mengatakannya, karena hal ini sama saja membangunkan macan tidur. Azriel tersenyum menyeringai mendengar jawaban Ayu. Dia tarik tubuh Ayu dan mendekapnya. Dengan cepat dia lahap bibir pink ranum yang dari dulu selalu menggoda di setiap malam dalam mimpi Azriel.


“ eeeeuuuuhhhh … emmmmppppph “ Ayu memukul mukul dada kekar Azriel. Tapi tidak mendapat respon apapun. Setelah beberapa lama. Azriel akhirnya melepas pagutannya, mengetahui Ayu kehabisan nafas.


“ Masih mau lagi ? “ Azriel. Ayu menampar Azriel.


“ Jahat … jahat … jahat … !!! “


“ Hiks .. hiks … hiiikss “. Ayu menangis menutup wajahnya. Dua kali untuk pertama kali ada laki laki yang memaksa dan melecehkan dia. Itu adalah Azriel. Hanya dia yang berani.


“ Maafkan mas dek. Tolong. Mas minta tolong sekali kita harus bicara semua yang terjadi diantara kita. Kita harus menyelesaikan semua masalah kita. Mas tidak bisa menunggu lama lagi. Aku mohon “ Azriel mendekap tubuh Ayu dengan lembut. Terdengar suara hisakan. Azriel menangis. Dia menangis meratapi perjalanan cintanya dengan Ayu. Dia berjuang selama 5 tahun. Dan hari ini dia bisa memeluk cintanya, menumpahkan semua keluh kesahnya. Ayu terkaget mendengar hisakan tangis Azriel. Dia yang tegas ketiga memimpin rapat, dia yang terkenal bersahaja memimpin sebuah perusahaan besar, luluh dipelukannya.


Ayu membelai punggung Azriel. Dia menepuk-nepuk punggung besar nan kekar Azriel, berusaha untuk menenangkan. Setelah Azriel tenang, Ayu mulai membuka hati dan duduk berdampingan.


“ Apa yang terjadi dengan bapakmu, aku ingin tahu itu dulu. Banyak hal yang ingin mas tahu. “ Azriel mendongak melihat Ayu.


“ Bapak sekarang di Kursi roda karena kecelakaan. Dan kecelakaan itu dilakukan oleh paman mas Azriel dengan Kyai Parji “. Ayu menunduk tidak kuasa mengingat kejadian yang menimpa bapaknya beberapa tahun yang lalu. Ayu mulai menceritakan dengan pelan.


Azriel mengelus kepala Ayu ketika turun dari motor. Ayu tersenyum melihat Azriel yang lembut membelai rambutnya. Mereka sudah sampai di depan rumah kepala dusun. Di sana, mereka disambut banyak orang yang sudah menunggu. Lumayan lama mereka menunggu. Karena Azriel dan Ayu tanpa sadar bercerita di gubug hampir 1 jam lamanya. Warga desa Centong berdiri dan tersenyum ramah melihat 2 pasangan yang sangat tampan dan cantik ini.


“ Assalamualaikum bapak ibu …  “ Ayu menyapa warga desa dengan sangat ramah. Senyuman manisnya dan wajahnya yang ayu rupawan membuat para warga desa terkesima. Terutama ibu-ibu. Meski baru mengenal langsung memeluk dan mencium Ayu seperti anak cucunya sendiri. Azriel kagum melihat pesona Ayu. Dia cantik, pintar, ramah kepada siapa saja, sederhana dan bisa membuat semua orang tersenyum. Tekad Azriel bulat untuk mendapatkan Ayu lagi. Dan menjadikan miliknya.

__ADS_1


“ Bapak dan Ibu … kesepakatannya tadi, berarti mulai besok jumat kita mulai belajar bareng ya …. Tempatnya di rumah pak kadus jam 4 sore. Setuju semuaaaaa ???? “ Ayu menjadi ketua diskusi untuk kesepakatan jam belajar ke depan.


 “ Setujuuuuuu … mbak Cantiiiikkk “ Ibu-ibu menjawab dengan semangat. Sebagian adalah nenek-nenek yang justru mereka ingin belajar agar tidak malu dengan cucu-cucunya yang sekolah. Ayu senyum-senyum dengan wajah berbinar setelah mendapatkan tujuannya di Desa Centong.


“ Seneng banget kelihatannya dek “ usil Azriel setelah mereka turun dari motor menuju halaman rumah Kepala Desa, tempat mereka menginap.


“ Alhamdulillah. Warga di sini menyambut dengan baik. Tadi semua laporan dari teman teman survey ke grup juga bilang sukses semua cek lokasi malam ini. Seneeeng “ mata Ayu berbinar. Dia sangat menyukai pekerjaan yang langsung terjun ke masyarakat.


 “ Seneng karena sambutan baik warga atau ciuman hebat mas ? “ Azriel mngedipkan mata.


“ Iiiiih … apaan sih “ Ayu berlalu. Malu.


“ Sebentar dek. Kamu belum jawab pernyataan mas tadi di Gubug. “ tangan Ayu ditarik lembut.


“ Per … peeernyataan yang mana ? “ Ayu berkelit. Dia belum takut menjawab. Sama dengan saat di gubug tadi.


“ Mas mencintaimu. Sampai kapanpun mas mencintaimu. Tidak akan berubah “. Tatapan Azriel penuh mengharap.


“ Taaaapi mas. Aku belum siap. Aku belum bisa “. Ayu menunduk takut. Dia belum berani menerima Azriel kembali setelah 5 tahun terpisah.


“ Apa yang kamu ragukan dari mas ? mas sangat bersungguh-sungguh dek. Mas sangat tersiksa jauh dari kamu. Mas bisa gila tanpamu. “ Azriel bersungguh-sungguh. Dia pegang tangan Ayu dengan erat. Situasi halaman rumah pak Kades sepi. Karena sudah larut malam. Suara serangga menemani tekad Azriel malam ini.

__ADS_1


“ Aku tidak bisa mas. “ Ayu tidak berani menatap mata Azriel. Karena sejatinya dia sekarang berbohong dengan perasaannya. Dan Azriel mengetahui itu.


“ Bagaimana bila mas memaksa ??? “. Azriel tidak patah semangat, dia pandang Ayu dengan tatapan tajam penuh memuja.


__ADS_2