
Ini hari yang begitu bahagia bagi Ayu dan keluarga. Ati sudah menyelesaikan pendidikan dan karena pada institute dengan ikatan dinas serta menjadi wisudawan terbaik, maka Ati langsung ditempatkan di lembaga pemerintahan. Ati belum menentukan di kota mana ia akan memilih mengabdi.
Ayu memeluk erat adik tergalaknya. He. Dia yang paling sering dan berani marah kepada Ayu. Biasanya hanya karena kesalahan yang menurut Ayu bisa ditolerir.
“Ini pesananmu …“ Ayu membuka tas tenteng besar yang dia bawa dari kota Mxxxxxx.
“Maaf dek … tadi mbak buru buru jadi belinya asal waktu lihat ada yang jualan lapak di depan hotel tempat mbak menginap, mbak langsung beli. Kurang bagus sih. Gak papa ya adek galaaaaak …” Ayu tertawa kecil mengolor pipi adeknya.
“Mbak … Makasih atas semua …. Maaf banyak kesalahan Ati ke mbak Ayu“ Ati menunduk. Air matanya lolos, dia sudah tidak bisa menahan lagi. dan ini pertama kali Ati menangis di depan orang berlinang air mata.
Seluruh anggota keluarga ikut menangis melihat Ati yang menunduk, tulus ikhlas berterima kasih dan meminta maaf kepada Ayu.
“Sudah … jangan cengeng. Tadi nangisnya kok gak di depan pak presiden saja, supaya diberi boneka beruang yang besar. Kan mbak belinya boneka asal asalan kurang besar ?“ Ayu tersenyum menggoda adiknya.
Ati menatap mbaknya dengan intens dan menggenggam erat tangan cantik Ayu.
“Mbak … bila memang mbak Ayu masih mencintai Ustad Azriel …. Kejarlah mbak. Dia masih sangat mencintai mbak Ayu dan selalu menunggu. Ati doakan kalian berjodoh mbak. Ustad Azriel ….“ Ati menahan perkataan ini sejak beberapa tahun lalu. Akhirnya bisa ia utarakan di hadapan Ayu dan keluarga setelah tertahan selama beberapa tahun. Ati sadar bahwa mbaknya selama 5 tahun ini tidak merasakan kebahagiaan. Senyumnya hanya di luar. Tapi bila sendiri, Ayu terlihat sedih melamun.
“Kamu ngomong apa sih ti … udah ayo makan. Mumpung mbak baik ini mau traktir kamu di restoran“ Ayu tersenyum berusaha tidak menanggapi.
Bapak menatap mata ayunya. Dia melihat ada kesedihan di mata Ayu. Dia menunduk. Dalam hati bapak, dia berdoa agar ayunya mendapat jodoh terbaik. Dan bila itu adalah Azriel, maka dia akan ikhlas merestui. Yang terpenting kebahagiaan Ayu. Sudah cukup semua penderitaan yang dialami anak kesayangannya ini.
“Mas Azriel … apa kabar kamu mas?“ batin Ayu berusaha menyembunyikan perasaannya.
__ADS_1
Setelah izin kantor selama 2 hari menyenangkan keluarga di ibukota dengan menginapkan di hotel mewah dan mengajak jalan jalan keluarganya, kini Ayu sudah masuk kantor kembali.
Hari ini hari penting karena akan dilakukan meeting dengan pimpinan pada seluruh bidang. Ayu diterima di instansi pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan. Banyak yang bilang Ayu beruntung karena lolos dalam tes seleksi yang diikuti ribuan orang. Tapi bagi Ayu, ini bukan keberuntungan tapi hasil dari sebuah perjuangan.
“Bapak ibu semua, hari ini saya akan memberikan info bahwa provinsi kita mendapatkan bantuan dana yang cukup besar dari pusat. Dan atas nama gubernur, mempercayakan dinas kita untuk melaksanakan program kegiatan dari pusat ini“ prolog dari pimpinan dinas.
“Dana yang disalurkan pusat berupa program pemberantasan buta aksara dan pendirian perpustakaan desa, terkhusus adalah desa tertinggal. Ada data nama nama desa yang dikeluarkan oleh pusat sebagai pemberi dana. Dan kita diminta untuk meninjau langsung desa tersebut. Selanjutnya akan mengadakan kegiatan berupa kegiatan yang mengarah kepada pemberantasan buta aksara dan pendirian perpustakaan desa selama 3 bulan penuh“ Pimpinan dinas menjelaskan pangjang lebar.
“ Untuk itu secara khusus saya mengucapkan terimakasih dan rasa bangga saya kepada bidang peningkatan kualitas pendidikan yang telah memenangkan proyek dari pemerintah pusat karena telah terpilih dari 33 provinsi yang ada. Silahkan bisang peningkatan kulaitas pendidikan untuk memaparkan garis besar program dan kegiatan besar ini“ Pimpinan mempersilahkan.
Kepala bidang, tersenyum dan menepuk pundak Ayu setelah mempresentasikan dengan sangat jelasdan sukses kegiatan yang akan dilakukan selama 3 bulan ke depan yang akan menggunakan dana dari pemerintah pusat. Ayu diminta untuk mempresentasikan karena Ayulah yang memenangkan serta bisa meyakinkan panitia pusat ketika di kota Mxxxxxx dalam penyusunan anggaran. Semua yang hadir di ruangan dibuat terpana dengan Ayu. Penampilannya mempesona, cerdas, cekatan dan tegas. Membuat semua orang tidak berkedip. Semua kagum.
“Mohon maaf ada sedikit kendala pak, tentang anggaran ada ketidakseimbangan antara kegiatan pemberantasan buta aksara dan pendirian perpustakaan desa. Semua anggaran 70 % tersedot ke pemberantasan buta aksara. Akibatnya, untuk pengadaan perpustakaan khususnya pengadaan buku sama sekali tidak ada anggaran. Hanya pendirian fisik perpusnya saja. Mohon arahan dari pimpinan dan masukan dari bapak ibu di sini “ Kepala bidang Ayu menjelaskan kendala yang akan dihadapi ke depan.
“Baik terkait kendala itu, saya punya usul. Begini. Kebetulan direktur utama PT Adi Wardana yang bergerak di bidang penerbit buku terbesar di provinsi ini, saya mengenal baik. Beliau masih sangat muda. Misinya tajam ke depan dan sangat suka beramal. Bila memang kita membutuhkan bantuan penerbit untuk mensuplay buku buku di
Bidang Ayu memutuskan untuk berkerjasama dengan PT ADI WARDANA untuk supplay buku. Mereka akan melobi direktur utama untuk bersedia memberikan harga murah karena keterbatasan anggaran penyediaan buku. Kepala Bidang dan Ayu yang mendampingi yang akan bertemu sang direktur utama.
“Bismillah “ tutur Ayu dengan pelan sambil terus berdoa menggenggam tangan ketika duduk di tempat tunggu depan ruang direktur utama. Ayu berdoa agar direktur utama bisa tergerak hatinya untuk membantu. Karena bagaimanapun pengadaan buku adalah hal utama untuk sebuah perpustakaan. Kepala bidang yang melihat itu tersenyum, dia sangat menyayangi Ayu seperti anak sendiri. Ayu bekerja dengan jujur dan tulus ikhlas itu salah satu yang disukai dari sosok Ayu.
“Silahkan masuk perwakilan dari Dinas xxxxxxx. Mohon 2 orang saja dan singkat karena pak direktur banyak jadwal menanti“ sekretaris mengingatkan tamu yang akan masuk.
Memasuki ruangan, Ayu dibuat terpana dengan konsep interior ruang direktur utama. Selain berada di lantai teratas gedung megah, ruangan ini begitu mewah dan berkelas. Yang paling membuat terpana Ayu adalah adanya ornamen ornamen islami di ruangan itu seperti kaligrafi dan desain yang menarik.
__ADS_1
Tampak sosok yang begitu gagah berdiri membelakangi meja membaca sebuah buku dari sebuah almari besar.
“Selamat pagi pak dir. Kami dari dinas xxxxxxxxxx bermaksud mengadakan kerjasama dengan PT ADI WARDANA “ kepala bidang mengawali pembicaraan.
“Ya silahkan duduk bu. “ sosok itu menoleh menghadap Ayu dan kepala bidangnya.
Satu detik, dua detik hingga beberapa menit Ayu terkejut hingga jantungnya berdegup kencang. Dia mengenal sosok ini. Sangat mengenal. Begitu juga dengan sang direktur utama yang begitu kaget dengan kehadiran Ayu di ruangannya.
“Silahkan bu “ Direktur Utama mempersilahkan kembali tamunya tanpa mengalihkan pandangan dari Ayu.
“ Mohon maaf dengan bapak … ? “ kepala bidang berkenalan dengan pemuda rupawan ini.
“Saya Azriel bu. Panggil saja saya Azriel !!! “. Dia adalah Azriel sang direktur utama yang dielu elukan banyak pihak karena kepiawaiannya membawa PT ADI WARDANA ini merajai penerbitan buku selama beberapa tahu terakhir. Azriel menyalami kepala bidang. Namun dia tidak ada tanda tanda untuk menyalami Ayu yang duduk disamping kepala bidang. Ayu menerima itu, dia hanya mendampingi pimpinannya.
“Baik mas Azriel … ………. “ bla bla bla ….. Kepala bidang menejelaskan tentang proyek dari pusat yang akan mengadakan program kegiatan di beberapa desa tertinggal. Azriel menyimak dengan serius. Tidak sekalipun Azriel menoleh atua hanya melirik Ayu. Dia seolah abai. Ayu sedikit kecewa dengan hal ini.
“ Baik untuk pertemuan kali ini cukup dulu bu. Saya sudah menangkap inti dari kedatangan Dinas xxxxxxxxxx. Untuk memutuskannya kami perlu melihat rinci kegiatan apa saja dan detil proyek ini. Kami harap bisa dipresentasikan dengan jajaran direksi dan untuk persiapannya ibu bisa menghubungi sekeretaris serta asisten saya. Mohon maaf saya tidak bisa terlalu lama. Karena ada meeting dengan rekanan yang sudah menunggu. Saya harap kerjasama ini bisa berjalan baik “ Azriel berdiri dan mengakhiri pembicaraan. Hal ini karena padatnya jadwal acara hari ini. Azriel memencet telepon ruang memanggil sekretaris dan asistennya.
“Iya pak … siap. Ada yang bisa saya bantu“ sekretaris Azriel mendekat ke kursi Azriel sambil menyerahkan beberapa berkas.
“Ini sekalian ada beberapa kontrak yang harus ditandatangani bapak“ lanjut lia nama sekretaris tadi yang ada di papan nama. Ayu melihat kedekatan mereka. Bahkan sangat dekat. Sang sekretaris mengikis jarak dari Azriel. Yang membuat Ayu sedikit risih adalah cara berpenampilannya, sangat seksi menurut Ayu. Lia menggunakan rok mini jauh di atas lutut dan ketat memperlihatkan tubuhnya yang sangat aduhai. Memang gadis seperti lia adalah idaman kaum adam. Tinggi, putih, kaki jenjang, janga lupa bodynya yang wow serta riasan wajahnya yang begitu terawatt dan mencolok. Lia membantu Azriel membukakan lembar demi lembar yang harus Azriel tanda tangani. Belahan dadanya yang sangat rendah membuat isi dada lia menyembul keluar. Otomatis akan bisa terlihat jelas oleh Azriel yang tanpa jarak. Nafas Ayu sesak dan tercekat sakit.
Ada apa ini??? ….
__ADS_1
“Kenapa hatiku sakit melihat kedekatan mereka? Atau jangan jangan mereka memang dekat bahkan mempunyai hubungan spesial seperti rumor pimpinan perusahaan dan sekretaris selama ini? Aku tidak tahan. Aku ingin segera keluar dari ruangan ini !!!“ perang batin Ayu.
Biarkan Ayu perang batin ... yang penting otor mau tiduuuuur ... persiapan masak untuk Sahuuuur. hehehee