
Dalam perjalanan pikiran Azriel berputar. Berusaha mengaitkan apa yang terjadi di sana. Keberadaan Ayu yang tidak diketahuinya dan sudah 1 minggu tidak bisa dihubungi serta rangkaian telepon dari uminya yang panik beberapa waktu tadi.
“Apa bapak dek Ayu sudah tahu tentang hubungan kita ? tapi kenapa sampai datang dan mau mencelakai bapak ? “Gumam Azriel di belakang kemudi.
Meski dalam keadaan tergesa gesa, Azriel tetap mencari masjid untuk melaksanakan sholat Ashar. Doa Azriel selesai menunaikan ibadah adalah agar semua dijernihkan pikirannya , dimudahkan hubungannya dengan Ayu dan diberikan kebahagaiaan untuk keluarga mereka. Hand Phone Azriel berdering.
“Assalamualaikum Zriel … dimana posisimu?“
“Di masjid, habis sholat. Ini mau pulang mas. Mas Imron kapan balik ke pondok?“
“Ini mas di rumahmu zriel. Zriel dengarkan aku baik baik. Bapakmu baik baik saja. Situasi di sini sudah baik. Kamu tenang saja. Jangan terburu buru nyetir mobilnya“ Ustad Imron.
“Tadi umi telpon ketakutan mas. Dia bilang bapak dek Ayu mengamuk ke rumah daaan ……“
“Ya. Tapi sudah selesai. Percaya sama aku. Kyai sudah baik. Jangan panik. Jangan percaya kabar yang kamu dengar sepihak. Dan aku harap kamu siap dengan situasi ke depan. Kalau kalian memang berjodoh Allah akan mendekatkan. Yakinlah Zriel. Kalian saling mencintai. Butuh keyakinan diantara kalian“ nasehat Ustad Imron.
“ Ya. Makasih mas sudah membantu. Aku minta tolong satu lagi mas. Tolong temani bapak dan umi sampai aku pulang. Sebentar lagi aku sampai. “
“ Baik. Hati hati nyetirnya. Aku tutup. Assalamualaikum “
“ Waalaikumsalam wr wb" Ilham memejamkan matanya. Dia menghela nafas. Ada ketenangan sejenak yang menyelimuti ketika mendengar Ustad Imron ada di rumah.
Hp Ayu berdering berkali kali …. Ayu tidak mengangkat telpon karena dia mengira itu dari Azriel. Namun pikirannya gelisah. Dia sangat rindu dengan sang kekasih. Sudah seminggu dia mendiamkan Azriel. Dia pun kasihan dengan kekasihnya itu, karena hampir berbuluh puluh kali menghubungi dan entah berapa pesan yang dia kirim. Tapi tidak ditanggapi. Dengan memejamkan mata akhirnya Ayu mengesampingkan egonya. Dia mengangkat telpon Azriel. Dia rindu suara belahan hati nan jauh di sana.
“Ayu pulang sekarang !!! cukup sudah kesabaran bapak. Kelakuan kamu sudah memalukan bapak. PULANG !!!"
__ADS_1
Ayu tergagap dengan suara itu. Ternyata bapak Ayu yang menelepon. Dengan suara penuh emosi dan tanpa menunggu jawaban. Ayu bergegas pulang menaiki bis yang biasa dia pakai. Kondisi tubuhnya agak drop karena banyak pikiran dan nafsu makannya berkurang. Dia hanya bisa menangis dan melamun. Tubuhnya lemas dan sering mual karena tidak ada asupan yang masuk. Dia menggunakan jaket tebal di bis untuk menghindari angin yang masuk. Tanpa terasa perjalanan selama 1 jam selesai. Ayu turun dari bis tepat di depan pos Ojek. Saat turun, Ayu mendengar ada namanya disebut. Dari suara yang sangat dia kenal.
“Dek …. Dek Ayu tunggu dek“ suara itu berseru masih kurang jelas. Ayu menoleh mencari sumber suara. Kasak kusuk suara para pengojek terdengar.
“Jo … bener hamil. Ditutupi jaket jo“
“Iyooo … mblendung. Jijik ah. Ustad kok milih anaknya rampok. Hamil duluan lagi. Wes edaaan“. Ayu terperangah mendengar kata kata itu. Sungguh dia tidak menyangka ternyata berita yang menyebar di luar jangkauannya. Dia dikabarkan hamil dengan Azriel ????
Tiba tiba tangannya ada yang menarik. Wangi parfum itu dia sangat mengenal. Wangi yang dia rindukan. AZRIEL.
“Dek … mas panggil panggil kamu gak dengar “ Azriel.
“Kamu mau pulang? bareng mas yuuukkkk “
Untuk beberapa saat Ayu termenung melihat Azriel di depannya. Sudah sebulan tidak bertemu. Dan sudah seminggu tidak bersua. Dia sangat rindu. Matanya berkaca kaca. Ada banyak hal yang ingin dia tumpahkan kepada sang kekasih.
“Dek sebentar. Kenapa kamu menghindari mas. Apa salah mas? Tolong jelaskan dek. Mas salah apa?“ ingin sekali Azriel mendekap kekasihnya agar tidak menjauh. Tapi diurungkan karena mereka di depan umum.
Ayu tetap berlalu dan naik ojek. Dia tidak menghiraukan Azriel. Hatinya ngilu dengan tuduhan banyak orang. Air mata menetes sepanjang dia menuju rumah. Dia menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi reaksi keluarga, terutama bapak. Sampai Rumah Azriel bergegas menemui Kyai, bapaknya. Dia ingin mengetahui keadaan bapak. Yang dia khawatirkan adalah bapak karena pernah menderita serangan jantung.
“Nang … kamu datang nang. Bapaknya Ayu itu datang datang langsung mengobrak abrik rumah kita nang. Kayak setan. Bawa parang segala. Rumah berantakan semua ….“ Umi nerocos menghampiri Azreil sambil berjalan beriringan. Azreil tidak terlalu mengindahkan perkataan umi, hanya mencium tangan uminya. fikirannya fokus kepada keadaan bapak. Di dalam kamar sudah ada bapak (Kyai) sedang berbaring. Ditemani Ustad Imron. Kyai melihat Azriel datang dengan tatapan nanar. Antara bahagia karena putera satu satunya kebanggaan datang dan juga edih dengan apa yang terjadi.
“Nang … kamu datang nang?“ lirih Kyai.
“Bapak baik baik saja“ lanjutnya.
__ADS_1
Azriel memegang tangan Kyai dengan lembut. Diusap usapnya tangan bapak yang selalu bersama dan menjadi teman serta panutan Azriel. Tidak ada kata kata yang mampu diucapkan. Dia hanya diam menatap intens bapaknya.
“Dengar nang …. Bapak ingin kamu cerita, apa yang terjadi antara kamu dan Ayu“.
“Ceritakan sama bapak nang. Bapak tahu kamu sudah dewasa. Sudah saatnya kamu untuk menyukai lawan jenis. Bapak tidak menyalahkan kamu. Karena sejatinya manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan “ Kyai.
“Tapi tidak dengan Ayu pak. Azriel tidak boleh sama Ayu“ Umi. Kyai memberikan kode kepada Umi untuk diam.
“Ayo nang… cerita“ Kyai
“Azriel mencintai Dek Ayu pak. Sangat mencintai” Azriel menunduk.
“Ya ALLAH nang …. Kamu kenapa harus mencintai anak itu nang. Gak ada perempuan lain yang bisa kamu pilih … semua gadis di sini pasti mau sama kamu. Kamu juga bisa milih gadis di pondok dan kalau kamu mau umi bisa nyarikan. Kamu bisa milih nang “ Umi
“Miiii …tolong Azriel mi. Azriel sudah dewasa …. Azriel sangat mencintai dek Ayu. Azriel gak bisa tanpa dia mi “ Azriel memegang tangan uminya dan menangkup di dada. Dengan lembut dan mencium tangan sang umi. Wanita yang sangat dia sayangi seluruh jiwanya. Umi menggeleng geleng sambil menangis. Tangan kanannya menepuk nepuk dada. Tanda tidak percaya dengan apa yang dikatakan sang putera.
“Apa yang membuat kamu jatuh cinta dengan Ayu nang?“ kata Kyai dengan pandangan lemah.
“Azriel tidak tahu pak. Azriel hanya bisa merasakannya. selalu ingin berdekatan dengan dia. Tidak mau jauh dari dia. Cemburu bila ada laki laki lain yang mendekati dia. Azriel ingin segera menikahi dek Ayu pak. Ingin menjadikan dek Ayu pendamping hidup Azriel. “ Azriel menjelaskan dengan sungguh sungguh. Kyai mengangguk pelan.
“Bapak …. Apa yang bapak lakukan. Bapak tidak akan menyetujui hubungan mereka kan pak? Bapak tahu, semua orang tahu Ayu itu siapa. Dia anak Rampok. Anak preman. Anak yang dibesarkan dari uang haram akan tetap kotor. Dan dia akan menjadi bencana buat kamu zriel. Ibunya dulu juga pernah pergi dari rumah. Kata orang ibunya menjual diri. Kamu tidak sadar nang. Kamu itu diguna guna dengan bapaknya Ayu. Mereka hanya menginginkan kekayaan Bapakmu. Dengan menyodorkan anaknya. Lahir dari orang tua tidak baik. Ayu juga pasti perempuan yang tidak baik. Dia pasti berhubungan dengan banyak laki laki nang. Kabarnya dia sekarang hamil. Pasti dengan laki laki lain. Mungkin dari banyak laki laki di jalanan !!!“ Umi meledak ledak tak terkendali.
“Cukup umi !!!“ tanpa sadar Azriel menyentak uminya. Seumur hidup baru ini dia berbicara dengan nada tinggi dengan umi. Apalagi menyentaknya.
“Azriel …. Kurang ajar kamu !!!" PLAAAAAKKKK !!! tamparan keras Kyai dilayangkan ke Azriel.
__ADS_1
“Berani-beraninya kamu membentak umimu. Anak macam apa kamu. Berani membentak ibu yang telah mengandung dan melahirkan kamu !!! ajaran dari mana itu !!!"Kyai berkobar kobar sambil meremas dadanya. Nafasnya terengah engah.
“Mulai sekarang putuskan hubunganmu dengan Ayu dan keluarganya. Bapak tidak perlu meminta pertimbangan kamu. Kamu akan menikah dengan Anak Kyai Parji !!! tidak ada penolakan !!!!!!!!!!".