
Ayu memimpin meeting mala mini di balai desa untuk mengoordinir pelaksanaan kegiatan, sebagai koordinator program Ayu telah mengatur semua. Termasuk keperluan untuk menginap para pelaksana kegiatan dari Pemerintah Pusat, Dinas Pxxxxxxxxx prpopinsi dan perwakilan dinas lain, Kabupaten, Kecamatan dan PT ADI WARDANA.
“ Bapak ibu, saya sudah membagi kamar untuk menginap semua personil yang akan mengikuti kegiatan selama 3 bulan ke depan. Namun, tentu hal ini akan bisa mengalami perubahan sesuai keadaan dan tempo. Karena kami juga menyesuaikan jadwal dari Pusat. Dan … ada beberapa yang request kamar khusus. Saya sudah coba mengakomodir “ Ayu melirik sekretaris yang centil, Lia yang saat ini sedang menempel manja di sebelah Azriel. Sore tadi, Lia mendekati Ayu di bawah panggung.
“ Nanti bila bagi kamar jangan lupa aku deket kamarnya Pak Azriel ya. Jangan salah. Karena Pak Azriel selalu mau deketnya sama akuuuu … kalau ke luar kota pun selalu minta kamar yang ada coonecting door ma kamarku “ Lia berkata dengan menekankan kata “ selalu mau deketnya sama akuuuu “. Ayu hanya menanggapi dengan senyum. Senyum di bibir. Tapi tangan di bawah mengepal kesal.
Azriel menahan senyum ketika mendengar Ayu mengatakan “ beberapa yang request kamar khusus”, Dia tahu bahwa itu ulah Lia. Tapi Azriel suka dengan cara Lia.
Ayu menempati rumah adik Kepala Desa yang berada di samping kanan rumah Kades Sekar Arum. Kondisi desa di sini cukup jauh dari keramaian. Untuk pergi ke kantor balai desa, maka harus menggunakan kendaraan karena terpisah dengan lahan sawah yang luas. Penerangan di desa ini minim. Kabarnya, PT ADI WARDANA juga menyanggupi dengan menambah penerangan jalan sebelum acara ini. Dan itu semua dari uang pribadi dirut. Azriel dan beberapa tamu dari Pemerintah Pusat dan bapak kadis menempati rumah Kepala Desa. Ini adalah rumah terluas. Dan hanya Lia seorang perempuan yang tinggal di rumah itu sebagai tamu.
Sebelum memisahkan diri sesuai kamar, Bapak Kadis memanggil Ayu.
“ Mbak Ayu, jangan lupa kalau tidur kamarnya dikunci ya. Ambil makanan dan minuman yang cukup di kamar supaya tidak perlu keluar-keluar. Hati-hati mbak. Besok baru ada bu Kepala Bidang yang menemani mbak Ayu. Sementara tidur sendiri, bila ada apa apa langsung telepon bapak ya “ Kepala Dinas mewanti wanti Ayu untuk hati hati karena Ayu satu-satunya perempuan yang merupakan perwakilan Dinas, dia juga sudah menganggap Ayu seperti anaknya sendiri sejak awal pertama kali Ayu masuk kantor.
__ADS_1
“ Saya khawatir mas, kalau sama mbak Ayu. Soalnya masih gadis, paling muda di kantor. Banyak yang suka dan aneh-aneh laki laki jaman sekarang. Sudah saya anggap anak sendiri. Mudah mudahan dia baik baik saja, soalnya bu Kepala Bidang baru besok bisa datang “. Ada raut kekhawatiran di wajah Kepala Dinas. Karena desa ini sangat sepi. Sangat terpencil. Dan beberapa pemuda desa dikabarkan suka minum minuman beralkohol.
“ Tenang saja pak, dia pasti baik. Dia bisa jaga diri “ Azriel tersenyum sambil menepuk pundak Pak Kadis. Mereka adalah sahabat yang berbeda usia. Sejak bertemu di pesawat 3 tahun lalu sampai sekarang selalu menyempatkan untuk bertemu hanya sekedar ngopi bareng bila ada waktu luang. Sebelum memasuki kamar, Azriel menelpon seseorang sambil melihat Ayu yang masuk kamar. (Apa dia merencanakan sesuatu ???).
Sampai di kamar, Ayu tidak langsung tidur. Dia membuka lap top memastikan kembali semua agenda untuk beberapa hari ke depan. Dia merinci semua kebutuhan. Dari personil, lokasi, barang yang dibutuhkan, biaya dan tempo waktu yang tersedia. Semua nomor kontak orang yang terlibat dia satukan. Hingga pukul 11 malam, Ayu belum selesai bekerja dengan Lap topnya. Dia kehausan dan lupa membawa minum ke kamar. Ada keraguan, keluar atau tidak, tapi akhirnya karena ahaus yang melanda Ayu memeutuskan keluar kamar untuk ambil minum sekalian camilan yang akan menemani dia lembur.
“ Sayaaaaaanggggg ….. jangan yang itu. Sebelah sini sajaaaa… nakal ya kamuu”.
“ Aaaaaahhhh…” Suara ******* perempuan terdengar dari telinga Ayu. Suara dari arah rumah Kepala Desa.
“ Mas Azrieeellll… Astaghfirulloh “ Ayu seketika lari melihat pemandangan itu. Dia tidak tahan. Di kamar Ayu tidak bisa melanjutkan pekerjaan, rasa hausnya juga hilang, karena pikirannya dipenuhi dengan bayangan 2 orang yang lagi berpelukan itu. Azriel dan Lia. Lia memeluk Azriel dari belakang. Menggunakan gaun malam yang seksi, sedangkan Azriel bertelanjang dada.
“ Hiks … hiks… hiiiiiiksss. Ya Allah ternyata dia seperti itu. Astaghfirulloh. Bantu aku untuk melupakan dia. Tolong Aku ya Allah. Hiiiikksss “. Ayu menangis dengan bantal sebagai penopangnya. Sakit hati Ayu luar biasa, hingga dia tertidur.
__ADS_1
Saat sarapan bareng, di halaman Azriel melihat ada yang berbeda dengan Ayu. Ayu terlihat muram dan beberapa kali menghindarinya. Saat mengambil nasi, yang seharusnya Ayu berada di belakang Azriel, Ayu memilih pindah tempat dan beberapa kali tak sengaja bertatapan Ayu mengalihkan pandangan dengan cepat.
“ Mbak Ayu tadi malam tidur nyenyak ? “ Ternyata pak Kadis juga memperhatikan perbedaan Ayu.
“ Nyenyak pak .“
“ Mbak Ayu baik, kenapa wajahmu sembab, habis nangis? Cerita sama bapak bila ada apa-apa ! “ Pak Kadis merasa ada yang salah.
“ Tidak ada apa-apa pak. Ayu baik-baik saja. “ Ayu menjawab dengan senyum dipaksa.
“ Ada apa dengan kamu dek ? “ dalam hati Azriel bertanya. Dia izin menerima telpon.
“ Halo… gimana ? Dia keluar kamar ? Jam berapa ? apa yang dia lakukan ? okey. Tanks infonya. Terus awasi kapanpun ! “ Azriel menelpon orang yang memberitahukan info tentang Ayu. Ya, Azriel menugaskan seseorang untuk mengawasi Ayu. Dia melakukannya untuk melindungi Ayu berada di desa desa tujuan selama 3 bulan. Sementara dia hanya bisa menginap beberapa kali saja dalam sebulan.
__ADS_1
“ Ternyata karena itu dia menghindar lagi. Aku benar benar bodoh sampai dia tahu semalam aku sama Lia. Huuuuuuhhh “ Azriel menarik nafas dan nenghembuskan dengan keras. Dia pijat kedua pelipisnya.
“ rumit sekali berhadapan dengan makhluk sejenis mereka ! seharusnya aku lebih berhati-hati lagi ketika bersama Lia “ Azriel.