
“Aaaayuuu…Aaaaaaaa….Aaaaaaa…Aaaazril. Niiiiikaaah” bapak mengucapkan dengan tertekan dan mengambil nafas terengah setelah selesai mengucapkannya.
“Baaaapaaaakkk” Ayu.
Mata Ayu berkaca-kaca melihat bapaknya berkata dua tiga patah kata dengan lancar dan dengan usaha yang sangat keras hingga berkeringat dengan peluh di dahi. Bapak memegang erat tangan Ayu dan Azriel. Tangannya terasa hangat berusaha menyakinkan serta menenangkan kedua insan ini. Azriel tersenyum. Tidak salah jika dia meminta bantuan kepada dua makhluk Tuhan yang paling hebat di dunia ini, orang tua. Sebelum sholat subuh di Mushola tadi, Azriel menunggu Bapak dan Ibu Ayu untuk mengutarakan maksud hati serta meminta bantuan mereka. Alhasil, mereka menyambut dengan suka cita.
“Jadi kapan, mas Azriel mau datang dengan orang tua ke sini?” tanya Ibu.
“Secepatnya bu. Saya sudah bilang kepada orang tua. Dan Bapak, Umi berencana dua hari lagi akan datang bersama saya untuk melamar ke sini bila diperkenankan” Azriel menjawab dengan hati-hati.
“Tentu saja kami menyambut dengan gembira kedatangan keluarga Mas Azriel. Kami sangat terimakasih” sahut Ibu dengan mengelus lembut punggung Ayu. sejak tadi Ayu hanya tertunduk dengan memeluk Sang Bapak.
“Tapi mas Azriel…kami hanya bisa menyambut keluarga mas dengan apa adanya. Kami tidak punya apa-apa. Mungkin sangat sederhana mas. Apalagi acaranya dua hari lagi…” Ibu sedih mengutarakannya.
“Tidak apa-apa ibu…kami sudah sangat bahagia bisa diterima. Yang terpenting adalah hubungan saya dan dek Ayu segera bisa dihalalkan bu” Azriel mengelus lembut tangan Ayu dengan ibu jari. Ayu hanya diam.
“ Bila ada yang ibu perlukan, saya dan teman-teman bisa membantu. Kebetulan kami akan menginap sampai acara lamaran selesai. Teman-teman saya siap membantu ibu menyiapkan semua. Ibu tidak perlu khawatir. Nanti Dion, yang akan mengatur semua bu. Benar Dion….?” Jawab dan tanya Azriel.
__ADS_1
“Iya siaaap…saya Dion bu. Saya siap membantu semua” jawab Dion tegas. Namun ada yang aneh dengan Dion. Dia menyalami Ibu Ayu dengan menggunakan tangan kiri???
“Dion…!” Azriel menegur temannya. Dan setelah semua orang mengalihkan pandangan ke tangan kanan Dion, mereka melihat pemandangan yang aneh. Tangan kanan Dion ternyata memegang erat tangan Ati!!!. Semua mata terbelalak melihat pemandangan ini. Sedangkan kedua insan yang seperti maling ketahuan itu, terkaget dan segera melepas tautan tangan mereka.
Flashback On
Melihat di sana ada Azriel yang duduk dengan memegang bunga, Ati tahu apa yang akan terjadi. Mata Ati melotot dan dia siap untuk menyemburkan segala sumpah serapahnya kepada Azriel (lagi). Tapi sebelum itu terjadi…ibu mengelus punggung anak tengahnya itu dengan lembut dan berbisik.
Ati yang dengan sayup mendengar lirihan perkataan Ibu, segera masuk kamar untuk menjalankan titah sang ibu suri. Namun, ada seseorang yang mengikutinya masuk kamar. Dan dia adalah Dion. Tiba-tiba ada seseorang yang mendorong setengah tenaga Ati ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.
“ Siapa kamu. Kurang ajar sekali kamu. Berani-beraninya masuk ke kamarku!!!” Ati melotot melihat seorang laki-laki bertubuh tinggi nan tegap dengan perawakan militer masuk dan mengunci kamarnya. Mereka hanya berdua. Risih bagi Ati yang terkenal anti dengan makhluk yang disebut laki-laki itu.
“Keluar kamu dari sini sebelum aku memaksamu!” Ati menuding Dion dengan muka menyeramkan.
“Kalau tidak mau???” jawab Dion dengan santai. Dan yang unik lagi, Dion memasukkan kunci kamar Ati ke saku celananya. Ati yang dikenal sangat benci dan tegas dengan laki-laki sudah hilang kesabaran. Dia dikenal sebagai pribadi yang keras ketika di asrama pendidikan. Dia adalah Taruna puteri terbaik dalam bela diri. Dan sering dia akan baku hantam dnegan taruna putera yang mendekatinya.
“Keluar dari kamarku sebelum aku hajar muka kamu yang sering kamu rawat di salon itu!!!” Ati melotot.
__ADS_1
“Sudah aku bilang….kalau aku tidak mau keluar???” Dion menjawab dengan senyuman yang mengejek.
“Kurang Ajar!!!” Ati merangsek ke depan dan bersiap menarik tangan Dion. Dion dengan sigap menangkap tangan Ati dan menekuknya masuk ke pelukan dan membelit tubuh Ati dengan cepat hanya hitungan detik. Dion adalah asisten Azriel yang menguasai ilmu beladiri tinggi. Dia mengikuti banyak pelatihan dan mendapat sertifikat pengamanan. Ini dilakukannya untuk bisa mendampingi Azriel di manapun dan kapanpun. Ati tercengang dengan respon Dion yang terlalu cepat. Dia sudah banyak menguasai ilmu bela diri dan bertarung dalam latihan di pendidikan taruna. Tapi tidak pernah menjumpai lawan secepat Dion menangkis gerakan yang dia lakukan.
“Dengar cantik…jangan bergerak. Karena posisi kita cukup romantis untuk kali-laki dan perempuan yang hanya berdua di dalam kamar terkunci. Kamu terlalu erat memelukku sayang” Dion tersenyum manis menggoda Ati yang mukanya langsung merah padam.
Semua tindakan Dion masuk kamar dan menahan Ati di dalam adalah rencana Azriel dan Dion. Mereka tahu, setelah mendapat izin dari orang tua Ayu untuk masuk rumah, ada sosok yang patut untuk diamanakan sebagai jalan memperlancar Azriel mengutarakan maksud kedatangan mempersunting Ayu, yaitu sang adik galak Ayu. Ati menjadi orang yang diwaspadai untuk menghalangi maksud Azriel. Oleh karena itu, Dion menahannya. Namun tidak disangka pertemuan Dion yang hanya beberapa menit di dalam kamar, cukup membuat sedikit luluh Ati. Karena notabenenya, Dion sudah sering menghadapi tipe perempuan seperti Ati. Tapi tidak dengan terus menggenggam tangan Ati sampai keluar kamar kan Dion?xixixixiiiiii….
Begitu banyak pekerja yang berlalu lalang menghiasi rumah Ayu. Hari ini bukan hanya hari lamaran Azriel ke Ayu. Tapi hari pernikahan. Sesuai kesepakatan para orang tua saat lamaran, pernikahan dilakukan seminggu setelahnya. Dan hari ini adalah acara Ijab Qobul yang dilanjutkan dengan resepsi pernikahan untuk Ayu dan Azriel.
Dion dan Ati yang merupakan penanggung jawab utama acara mulai dari lamaran, pernikahan dan semua begitu sibuk mengarahkan para pekerja yang sudah dianggap teman oleh Azriel. Ada beberapa tambahan orang yang Azriel datangkan untuk acara ini. keluarga Ayu menginginkan acara sederhana, tapi…keluarga Azriel yang merupakan Kyai besar dan Azriel adalah anak tunggal bagi Kyai menginginkan acara yang sempurna untuk acara itu. Kyai mengundang banyak sekali rekan dan koleganya dalam pengajian maupun bisnis. Semua orang suka cita menyambut hari ini, keluarga Kyai sejak lama sudah menerima keberadaan Ayu dan keluarganya dan sangat gembira menyambut hari pernikahan Azriel. Ibu dan Bapak Ayu pun demikian. Mereka sudah sangat akrab dengan Bapak dan Umi Azriel dan kompak menyiapkan semua. Meskipun pada dasarnya keluarga Ayu yang mengalah. Karena acara pernikahan dibuat sangat meriah. Semua diatur dan menjadi tanggung jawab Azriel melalui Dion dan Ati.
Di balik semua yang tersenyum menyambut hari ini, ada satu yang sejak beberapa hari lalu hanya terdiam dan menunduk. Ayu. Dialah sang permaisuri hati Azriel yang hari ini akan menjadi Ratu. Tapi, dia terdiam tidak banyak berkata sejak acara kedatangan Azriel saat subuh itu. Azriel melihat calon istrinya dengan sendu.
“Maaf dek. Aku tahu kamu kecewa dengan mas. Karena mas melakukan semua ini tanpa sepengetahuan dan persetujuanmu. Mas janji, akan membuatmu tersenyum dan mendapatkan kebahagiaan lahir batin selama menjadi pendamping hidup mas. Selamanya kamu akan menjadi Khatijahku, cintaku selamanya” batin Azriel dengan sorot mata yang penuh makna.
__ADS_1
