Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Tertunda


__ADS_3

“Dengar…sayang. Mas mohon jangan lakukan ini lagi ke mas. Tolong jaga batasan kita dek. Mas akan segera melamarmu dan minggu depan kita menikah. Semua mas yang akan menyiapkan. Tinggal selangkah lagi, mas tidak akan melepaskanmu” tantang Azriel dengan sorot mata memuja.


Di meja makan restoran itu, tidak ada pembicaraan. Ayu yang cukup lapar dan sebal karena dari tadi Azriel cuek sepanjang jalan di mall, tidak mengindahkan Azriel di depan. Dia makan dengan lahap dan tergesa.


“Uhuuukk…uhuk…” Ayu terbatuk.


“Pelan-pelan makannya, gak ada yang minta. Minum dulu” Azriel dengan cepat memberi minum Ayu, tapi tidak diterima. Ayu justru mengambil minumnya sendiri dengan muka ditekuk.


“Kamu kenapa sih sayang…akhir-akhir ini aneh gitu….?” tanya Azriel dengan penuh kasih sayang. Lia tetap cemberut.


“Ya udah, mas Azriel cari aja yang gak aneh…tu cewek cantik banyak di meja samping. Daritadi lihatin mas mpe matanya mpe copot!!!” gerutu Ayu.


“Apa sih dek…gak jelas kamu” sahut Azriel.


“Gak jelas gimana, udah ndeketin dari kemarin dicuekin terus. Ditempel juga gak mau. Digandeng tadi juga dilepasin. Dulu sama mbak Lia gak pernah nolak. Ini sama Ayu ngehindar teruuuus…”


“Beda dek…kamu sama Lia” jawab Azriel.


“Oooo jadi aku beda sama mbak Lia…aku gak menarik kayak mbak Lia gitu???”


“Subhanallah…salah lagi” Azriel cukup stress kali ini.


“Kata mbak Lia…dulu gak ada yang berani ndeketin mas. Karena mbak Lia nempel terus ke mas. Mbak Lia bilang jangan lepasin mas Azriel. Harus sering-sering digoda supaya gak ada yang berani menggoda” jelas Ayu dengan sungut-sungut.



“Uhuuukkk…uhuuk” Azriel keseleg ludah mendengar penuturan Ayu.

__ADS_1


“Oooo…jadi ini yang buat kamu jadi gak kayak biasanya? ternyata anak kecil itu yang mempengaruhi kamu. Sempat-sempatnya dia ninggalin pesan yang aneh ke kamu?” Azriel mangut-mangut.


“Terus kenapa,kalau Ayu dapat pesan buat menggoda mas. Kan Ayu pacar mas, benar kan kalau pesannya ke Ayu. Atau jangan-jangan mas maunya sama cewek lain yang dapat pesan buat menggoda???” wajah Ayu semakin tak karuan kusut.


“Astaghfirullohhaladzim dek….huuuuft (ngomong kok salah terus perasaan dari tadi ya, diam lebih baik kali ya?)” batin Azriel melihat kekonyolan tingkah Ayu.



“Kok mas Azriel diem saja sih? bener ya mas ngarep digoda cewek lain?” tanya Ayu dengan mengguncang-guncang tangan Az~~~~riel.


“Nggak dek. Sumpah…mas maunya sama dek Ayu saja, gak ada yang lain…” Azriel berusaha sabar.


“Bohong pasti…”,sungut Ayu.


Cuuup…. Azriel mencium bibir Ayu tiba-tiba. Ayu kaget dan senang.


“Lagiiiiiii….” rengek Ayu.


Selama tiga hari Azriel pergi ke Sidney untuk meeting dengan beberapa kolega di sana. Hanya sesekali bila ada break Azriel menghubungi Ayu. Ini jelas membuat uring-uringan yang menanti. Ayu melakukan video call beberapa kali tapi tidak diangkat. Hingga lama, akhirnya Azriel menjawab panggilan gadis tambatan hatinya itu.


“Mas…kangeeeen” Ayu


“Senengnya mas, dikangenin sama gadis cantik sayangnya mas. Kangennya disimpen dulu dek…buat minggu depan. Buat malam pertama kita…” Jawab Azriel menggoda.


“Iiiiiiih…mesum” sahut Ayu. Langsung mematikan panggilan itu.


Saat ini perjalanan menuju ke desa. Azriel memperlakukan Ayu seperti bidadari. Semua kemauan dituruti, dari turun makan, minta ini, minta itu, Azriel memberikan pelayanan maksimal. Tak tanggung-tanggung, Azriel membawa sopir khusus dan asistennya Dion serta satu mobil box berisi semua oleh-oleh untuk keluarga Ayu.

__ADS_1


“Mas…kenapa pakai bawa orang banyak sih…jadi gak bisa godain mas deh” gerutu Ayu. Azriel tersenyum, dia cubit hidung mancung itu.


“Lagian ini kenapa pakai bawa banyak-banyak oleh oleh kan ini baru perkenalan mas sama bapak dan ibu. Belium seriusan…” gerutu Ayu lagi.


“Siapa yang bilang tidak serius? mas nanti mau ketemu bapak-ibumu buat minta izin bahwa 2 hari lagi mas mau ngelamar kamu dek. Dan seminggu lagi acara pernikahan kita. Mas sudah siapkan semua. Masih kurang serius?” tanya Azriel.


“Tapi kan gak perlu bawa sebanyak itu mas…kayak orang mau lamaran bener. Bahkan berkali-kali lipat lebih banyak dari lamaran. Ayu kan malu. Dikira orang-orang desa Ayu meloroti mas lagi” Ayu.


“Memang kamu meloroti mas” jawab Azriel.


“Maksudnya?” wajah Ayu mulai merah, mau marah.


“Meloroti hati mas” Azriel.


“Iiiiiiihhhh…mas Ayu seriuuus. Hubungan kita kan belum baik-baik saja di desa mas. Orang-orang masih menganggap Ayu pergi karena hamil sama mas Azril. Dan keluarga mas Azriel juga belum mau nerima Ayu kan, keluarga Ayu gimana terutama bapak. Apalagi hubungan Ayu dengan Sari dan keluarganya…” Ayu bertutur tentang kekhawatirannya dengan panjang lebar.


“Biarkan saja…gak usah peduli kata mereka” sahut Azriel.


“Memangnya mas kalau ketemu Sari lagi gimana, gak ada gitu rasa cinta yang masih tersisa???” tanya Ayu dengan hati-hati. Azriel yang tadi memencet-mencet HP seketika mengalihkan pandangan ke Ayu. Dengan tatapan mata tajam dan sorot menakutkan, Azriel seolah menusuk retina mata Ayu. Ayu bergidik ngeri, dia tahu pertanyaan yang diajukan ke Azriel akan membuat dia marah. Ayu tersenyum kecut yang dipaksa kemudian dengan cepat menoleh ke luar jendela. Takut.


Hingga satu jam perjalanan, Ayu tidak berani menatap Azriel. Sampai mobil berhenti di depan jalan menuju rumah Ayu yang merupakan gang sempit tidak bisa dilalui mobil, Ayu memberanikan diri untuk memegang tangan Azriel.


“Maaf mas” Ayu.


“Heemmm…jangan ragukan cinta mas ke kamu dek. Hati ini hanya milik kamu” Azril memegang erat kedua tangan Ayu. Ayu tersenyum mengangguk kemudian pamit untuk turun.


Turun dari mobil…Ayu disambut Ati dengan tatapan dingin mematikan. Lebih menakutkan dari tatapan Ati yang biasa.

__ADS_1


“Itu tadi mas Azriel mbak…?” tanya Ati. Ayu mengangguk pelan. Dia merasakan akan ada yang tidak baik terjadi. Ati menggandeng tangan mbaknya itu, dan mengajak masuk ke kamar. Di sana dia menceritakan sesuatu yang membuat Ayu terperanjat.


“Maafkan Aku mas. Mungkin kita memang tidak jodoh. Acara besok sebaiknya tidak ada. Aku tidak bisa bersamamu. Aku tidak bisa hidup dengan orang pembohong seperti kamu!” isi pesan Ayu yang dikirim ke Azriel malam ini.


__ADS_2