Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Gosip


__ADS_3

Akhirnya Azriel menurunkan Ayu sebelum pangkalan ojek di kota kecamatan. Dia tidak menurunkan di depan para ojek, karena permintaan Ayu. Mereka semua adalah teman bapak Ayu. Ayu sangat mengenal mereka karena setiap pulang selalu menggunakan jasa ojek.


“ Mas Azriel makasih sudah mengantar Ayu. Maaf Ayu merepotkan"


“ Mas yang minta mengantar. Tidak apa “ sebelum turun Azriel dan Ayu bercengkerama. Ayu mengucapkan terima kasih dan sekedar mengobrol.


“Dek …. Boleh mas tanya sebentar ?" Azriel menghentikan aktivitas Ayu yang bersiap siap untuk turun.


“ Tanya apa mas … ? ini sudah sore“.


“Apa setelah sekolah SMA lulus …? dek Ayu akan melanjutkan kuliah? di mana?”


“Ooooh …itu. Iya. Bapak yang minta dan kekeh. Ayu paling tidak jadi sarjana. Bapak ingin Ayu kerja di kantor yang ber AC katanya. He. Bapak lucu ya. Katanya supaya anaknya gak kerja kasar kayak bapak dan ibu “


“ Kalau di kota mana …. ? Ayu masih memikirkan. Sebelumnya Ayu tertarik dengan dunia eksakta, kayak fisika, kimia dan hitung hitungan seperti akuntansi. Tapi akhir akhir ini Ayu  tertarik dengan sosiologi, antropologi apalagi tata Negara dan hukum. Ayu suka debat. Jadi mau ambil yang semi politik gitu mas. Mungkin di kota Sxxxxxxx . kenapa memangnya?"


“ Itu menjadi pertimbangan buat mas ke depan. Mas juga gak mau jauh jauh dengan kamu dek “ tatapan Azriel penuh berharap.


“ Apa dek Ayu gak ada keinginan untuk nikah muda  … ? kalau lulus SMA mas lamar mau dek?" Azriel mengatakan dengan sedikit canggung dan menggaruk tengkuk kepalanya.


“Iiiiihhhh… ada ada deh. Baru aja 1 jam jadian. Sudah ngajak nikah. Mau ngelamar lagi“ Ayu cemberut.


“Ooooh … gak mau ya dek. Dek Ayu belum siap ya?" Azriel menekankan pelan.


“ Ya jelas belum dong mas …. subhanallah. Udah Ah mau turun. Sudah sore.”


“Tunggu dek … besok kan minggu. Mas mau ke kota Kxxxx untuk membeli Alquran yang akan mas bagi ke Pondok dan beberapa buku untuk kelengkapan perpustakaan pondok. Umi di pondok juga pesan beberapa hijab instan untuk santriwati di sana. Dek Ayu temani mas ya. Mau ya?“ bujuk Azriel.


“Tapi mas …. Kita jangan sering sering ketemu. Dan besok minggu bila pergi Ayu ijinnya ke bapak gimana coba ?“


“Dek Ayu ijin saja pulang kos minggu sore. Habis Azhar karena ada tugas yang harus dikumpulkan senin pagi. Nanti mas jemput di sini lagi. Mau ya dek ??? mas senin sore sudah harus kembali ke pondok. Mungkin bisa sampai 3 bulan baru bisa ketemu Adek. Mau yaaaa …. ?“ Azriel memohon berulang ulang.

__ADS_1


“ Gak janji ya mas. Nanti Ayu kabari lagi “ kata akhir Ayu dan bersiap turun mobil.


Azriel memberikan tangannya di depan wajah Ayu. Melihat itu, Ayu bingung. Dia dengan inisiatif menyalami tangan Azriel yang sudah disodorkan. Tapi di luar dugaan, Azriel mendekatkan tangannya ke arah bibir Ayu. Ayu agak canggung dengan perlakuan Azriel. Yang selama ini dia cium tangan karena hubungan ustad dan murid, sekarang adalah sepasang kekasih. Heeeeeemmmmm ….


Malam ini … Ayu duduk di teras dengan bapaknya. Setiap pulang ke rumah, Ayu selalu menyempatkan diri berbincang bincang dari hati ke hati. Sesekali sang bapak yang sangat suka lagu penyanyi legendaris Iwan Fals, mendendangkan lagu dengan gitar usangnya. Ya. Laki laki yang dikenal kejam di desa ini, akan sangat berbeda tiga ratus enam puluh derajat ketika masuk ke rumah. Terutama dengan Ayu. Karena seringnya menyanyi lagu dengan bapak, Ayu sampai hafal semua lagu Iwan Fals.


“ Nduk …. sekolah kamu baik kan … ? gak ada gangguan ? “ bapak Ayu menyesap kopi di sampingnya.


“ Baik pak. Ini sekarang mau lomba lagi karya ilmiah. “ Ayu menjawab dengan hati hati. Nada bicara sang bapak seakan menandakan mengetahui sesuatu. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan bila bapaknya tahu  ternyata selama ini dia sekolah dengan pacaran sudah 2 x lagi ? apalagi dengan ustad Azriel saat ini ?


Hening. Bapak Ayu diam memandang pekarangan depan. Dia seperti mencerna kata kata Ayu.


“ Jangan macam macam jadi anak puteri. Harus bisa jaga diri. Bapak tidak bisa mengawasi apa yang kamu lakukan di sana setiap saat. Ingat harus selalu waspada dengan laki laki. Mereka kebanyakan hanya ingin merusak setelah itu ditinggal. Ingat cita cita mu. Cita cita bapakmu. Bapak sudah banting tulang kerja. Bahkan mengorbankan nyawa. Bapak tidak peduli. Yang penting kamu jadi orang. “ kata kata ini ber ulang kali bapak sampaikan ke anak anaknya. Dan selalu tidak bosan.


“ Iya pak. O ya pak … ayu akhir akhir ini kok suka dengan debat dan menghafal ya pak. Apalagi dengan politik. Apa bapak mengizinkan Ayu bila nanti kuliah ambil politik atau jurusan sosial saja ?


“ Kamu gak mau jadi dokter nduk ? jadi dokter itu enak. Sehari bisa dapat uang banyak. Kayak pak dokter marzuki itu lho. Sekali suntik berapa. Sehari puluhan orang yang datang nduk. “ bapak Ayu berfikiran menjadi dokter adalah pekerjaan yang paling enak dan terhormat di dunia. Dia ingin salah satu dari 3 anaknya yang menjadi dokter.


“ Ya nduk. Tapi kamu harus kuliah. “ Ayu mengangguk mendengar ucapan bapaknya.


Di tempat tidur, Ayu saling berkirim pesan dengan cintanya, Azriel.


“ Cintaku “ isi chat Azriel


“ Gadisku “chat berikutnya .


“ Pujaan hatiku“ chat seterusnya. Azriel memberikan pesan pesan gombal ke Ayu. Ayu tersenyum menanggapi. Dia tidak berani membalas. Ini pertrama kalinya dia mendapatkan chat dari AZriel setelah resmi menjadi sepasang kekasih. Meski untuk kata kata gombal Ayu sudah sering mendengar rayuan lebih maut dari Ilham, tapi kata kata rayuan Azriel terdengar sangat menyentuh. Seseorang seperti Azriel yang terlalu cool dan hanya fokus dengan kegiatan kerohanian, ternyata bisa menggoda.


“ Dek Ayu …. Pujaan hati mas … kok gak dijawab pesan mas ? “


“ Dek Ayu baik kan ? “ Azriel mulai gundah.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


 “ Baik mas “ Ayu menjawab singkat.


“ Alhamdulillah. Mas khawatir kamu kenapa kenapa sayang “ Kata kata Azriel semakin menjadi semakin intens merayu.


“ Besok jadi ya, mas jemput di tempat tadi. Kita ke kota Kxxxx. Temani mas ya. Mau ya dek ?


Di sini sepasang kekasih ini sedang berjalan menyusuri lorong lapak jualan yang terkenal di kota Kxxxx. Semua anek macam busana khususnya peralatan ibadah dan baju muslim ada. Sepanjang jalan Azriel menggengam tangan Ayu. Laksana kekasih yang tidak mau pisah, dia memandu jalan Ayu diantara kerumunan orang. Sampai di lapak yang dia cara, Azriel berhenti dan meminta Ayu membantu mencarikan pesanan hijab instan untuk santriwati santriwati di pondok.


“ Dek … yang mana yang bagus ya ? “


“ Semua bagus mas. Yang diinginkan umi yang kayak apa ? “


Setelah beberapa kali memilih dan Azriel meminta Ayu untuk mencoba, akkhirnya mereka mendapat yang dicari.


“ O ya … kok mas tadi langsung ke lapak ini, kayak sudah sering ke sini ? “ ayu bertanya ketika mereka menunggu sang mbak kasir menghitung.


“ Umi sering ngajak aku ke sini. Bapak juga bila ada keperluan habis umroh buat oleh oleh keluarga dan lain lain selalu mengambil di sini “


 “ Oooooh “. Hati Ayu tersentil kecil. Dia baru ingat kalau Azriel anak Kyai besar. Sang kyai hampir tiap tahun berangkat haji dan umroh. Bahkan umroh setahun bisa lebih dari sekali. Tidak seperti keluarganya yang serba kekurangan. Setelah selesai membayar, Azriel dan Ayu meneteng semua belanjaan hijab. Sedangkan Alquran dan buku buku sudah mereka taruh di mobil. Mereka berbalik untuk menuju mobil.


“ Lho nduk Ayu …kok di sini. Beli Apa? kok jauh jauh. Lhooooooooo …. Ustad Azriel to?“ bu lastri yang merupakan teman dari ibu Ayu jualan di pasar kaget bukan kepalang melihat Ayu di sana apalagi bersama dengan Ustad Azriel. Kumbang desa. Dan betapa kagetnya lagi melihat tangan Azriel dan Ayu yang berpegangan erat. Sementara tangan lainnya membawa tas plastik yang sama.


Selama di dalam mobil, Ayu mendiamkan Azriel. Dia tidak mengindahkan semua kata kata Azriel. Di otaknya hanya mengingat guratan wajah kaget dari bu de lastri yang mereka temui tidak sengaja tadi. Pikiran Ayu kalut. Ada rasa khawatir dan takut. Ajakan Azriel untuk makan pun ditolaknya.


“ Dek …. Jangan begitu. Tenang saja. Tidak akan ada apa apa. Tenang ya “. Azriel berusaha menenangkan bunga hatinya. Mereka sampai kos Ayu hampir menjelang Isya. Ayu dan Azriel sepakat menggabungkan sholat maghrib dan isya. Ayu menolak semua tawaran Azriel untuk sholat atau sekedar turun ke minimarket membeli minum. Azriel tidak memaksa. Dia tahu suasana hati sang pacar. Dalam hati Azriel bertanya, seberapa menakutkan kah bapak Ayu bila mengetahui hubungannya dengan anaknya. Kenapa Ayu sangat takut. Setelah membersihkan diri, Ayu bergabung dengan beberapa temannya yang sudah balik ke kos. Mereka bercengkerama sambil menikmati makan malam di depan tv.


“ Yuuuuk … kemarin kamu dijemput cowok ya waktu pulang? “ si Umi bertanya.


“ Apa itu ustad di madarasah Yu? kamu pacaran sama ustad  ya? bukannya apa apa yuuuukkk. Kalau bisa jangan berhubungan sama ustad Azriel. Dengar dengar dia kan mau segera menikah dengan anak teman kyai. Katanya kamu diam diam jalan sama dia ya di luar. Kalian pacaran atau kamu yang mendekati yuuuuk ? Umi dan Ria mencerca pertanyaan ke Ayu ….. . hati ayu melengos tak karuan. Belum ada satu jam dia bertemu dengan bu de Lastri yang dipastikan akan membawa bencana berita di desa, ini sudah ada beberapa temannya di desa yang curiga dan berburuk sangka tentang hubungannya dengan Azriel. Ya Allah … tolong aku. Lindungi aku.

__ADS_1


__ADS_2