
Kepala Dinas memegang undangan atas kegiatan anjangsana perkenalan PT ADI WARDANA Tahunan. Acara akan diadakan pada malam minggu di sebuah hotel berbintang di ibukota provinsi ini.
“ Dek Ayu besok malam ada pertemuan di hotel untuk acara anjangsana rekanan PT ADI WARDANA. Dek Ayu bisa datang ya, nanti bapak ikut tapi terlambat. Karena ada pertemuan juga. Saya antar terus saya tinggal, selesai acara bapak nyusul. Siap ya dek. Kelihatannya hanya pertemuan tahunan untuk silaturahmi perusahaan. Tidak perlu bawa bahan proyek. “ Kepala Dinas memanggil Ayu.
“ Iya pak. Apa memang itu acara resmi dari PT pak, dan akan dihadiri banyak orang ? ada ketentuan lain misal dress code yang harus dipakai? “ Ayu takut itu pertemuan seperti kemarin.
“ Ya. Ini pasti, banyak orang ada undangannya dengan daftar dari banyak rekanan. Ada dinas lain juga. Pakaiannya warna putih dek. Ini undangannya dibawa saja. “ Kepala Dinas.
“ Baik pak “ Ayu.
Di hotel sudah banyak rekanan PT ADI WARDANA yang berkumpul. Setelah mengantarkan Ayu di depan lobi hotel, Kepala Dinas yang sudah akrab dengan beberapa orang di sana ijin meninggalkan hotel. Melihat semua tamu yang hadir, Ayu kurang percaya diri. Mereka lebih banyak terlihat adalah pimpinan badan usaha serta lembaga dengan penampilan Wah. Sedangkan Ayu hanya mewakili dinas dengan jabatan yang rendah dan penampilan sederhana. Ayu mengenakan Rok biru navy dan atasan lengan pendek warna putih hasil dia hunting di mall tadi siang. Dia tidak pergi ke salon seperti undangan ibu-ibu yang lain, hanya ber make up harian ditambah lipstick warna nude. Ayu memasuki ruang pertemuan dengan keadaan was-was. Dia masih sedikit ketakutan dan khawatir bila bertemu dengan si bapak tua tambun serta yang hadir di restoran tempo hari.
“ Apa yang harus aku lakukan jika bertemu mereka ? “. Pikir Ayu. Ayu duduk di tempat yang masih tersisa kursinya, karena semua sudah terisi penuh. Sepertinya acara ini cukup penting karena semua undangan datang sebelum jam dan aula sudah penuh. Di depan sudah ada Direktur Utama yang menyampaikan sambutan selamat datang kepada para tamu. Azriel menyampaikan visi dan misi perusahaan dengan singkat, serta menyatakan beberapa proyek penting yang dilakukan PT ADI WARDANA dalam tahun ini. Dia terlihat begitu mengagumkan dengan setelan jas warna biru navy dan dasi senada. Suaranya lantang menyampaikan semua menggunakan pilihan kata menarik. Semua mata memandang kagum, terutama di meja para wanita undangan, pasangan undangan ataupun beberapa artis serta model lokal yang sengaja didatangkan sebagai ikon beberapa proyek penting.
Karena cukup membosankan bagi Ayu, dia memilih untuk bermain HP menunggu sang ikon perusahaan itu memberikan sambutan di mimbar. Tanpa sadar, Ayu memandang sebelah orang yang baru duduk. Dan ternyata … Sang Direktur Utama sudah duduk di samping Ayu.
“ Sejak kapan dia ada di sini? “ Ayu kaget melihat Azriel sudah ada di sampingnya. Menyesap minuman yang terlihat dia dambakan.
“ Kenapa dia di meja ini ? dan sekretaris kesayangannya juga ada di sini juga. Memangnya ini meja mereka ya? Kok semua manajer ? Haduuuh salah duduk lagi aku.” Ayu mulai gemetar, karena ada 2 orang hadir di restoran kemarin memandang tajam ke arah Ayu.
“ Aku tidak boleh takut. Mereka memang mempunyai kedudukan tinggi, tapi kepribadian mereka sangat rendah seperti yang terjadi di restoran kemarin. Untuk mala mini aku harus melindungi diriku bila ada apa-apa. “ Ayu mulai ancang ancang untuk beberapa jam ke depan. Ayu duduk terdiam sedikit menunduk. Tidak ada yang dia lakukan, karena pembicaraan di meja bundar tempat dia duduk lebih pada hal pekerjaan beberapa proyek dengan lembaga lain, dan dia tidak memahami. Yang Ayu lakukan hanya mengelus elus HP. HP yang tanpa sadar diberikan oleh Azriel 5 tahun yang lalu. Ayu lupa mengganti k~~~~etika menghadiri acara ini. Setidaknya mengganti casing sebelum acara agar Azriel tidak melihat dengan mencolok.
“ Mbaknya ini perwakilan dari PT apa ya ? “ salah satu tamu yang duduk di samping Azriel bertanya kepada Ayu.
__ADS_1
“ Saya dari Dinas Pxxxxxxxxxx pak. “ Ayu tersenyum ramah.
“ Masih muda sekali … pak kadis tidak hadir mbak ? “ sahut tamu itu lagi.
“ Beliau nanti akan menyusul. Ada pertemuan juga. “ Ayu menjawab dengan ala kadar semua pertanyaan ramah tamah dari beberapa tamu di meja.
Sejak duduk, Azriel tidak mengeluarkan kata sedikitpun. Dia pun tidak memandang ke arah Ayu. Ayu jadi kikuk. Karena hanya Ayu yang tidak disapa oleh Direktur Utama. Sementara samping Azriel adalah Lia selalu bersuara hampir dia tiap menit bersama Azriel. Ada kebosanan bagi Ayu, menunggu acara hingga beberapa jam. Acara penutup adalah hiburan, artis artis lokal menyumbangkan lagu dan tamu dipersilahkan untuk berdansa di lantai dansa. Beberapa tamu mengajak Ayu untuk turun di lantai dansa yang khusus disediakan. Namun Ayu menolak dengan sopan. Karena memang dia tidak bisa berdansa. Ketika iringan lagu berubah jadi musik yang tidak slow lagi, MC mempersilahkan semua hadirin untuk turun.
“ Jangan ke sana ! “
Ayu mendengar kata kata itu dengan lirih, dan itu dari Sang Direktur Utama. Terlalu lirih hingga hamper tidak terdengar. Ayu tidak memperdulikan. Dia berdiri hendak turun sebagai cara menghargai tamu lain. Nmaun tiba tiba tangan Ayu ditarik dengan kuat oleh seseorang.
“ Diam di sini ! kamu tidak dengar ? “ Azriel mendudukkan Ayu kembali. Sementara Ayu masih terkejut dengan tarikan tangan Azriel. Tidak ada orang di sana. Semua sudah turun berjoget dan menari di lantai, termasuk Lia yang asyik meliuk-liukkan badannya dengan beberapa tamu laki laki. Ayu tidak mau memperdulikan Azriel, dari pada duduk di sini seperti patung dia lebih baik turun meski dipinggir keramaian. Dia berdiri, tetap menuju lantai dansa tanpa memperdulikan Azriel.
“ Aku sudah memperingatkan kamu JANGAN IKUT TURUN ! LIHAT !!! “ Azriel memberi isyarat denganKepala menuju kepada beberapa artis lokal termasuk Lia yang menari sempoyongan. Sementara beberapa laki laki di sana memeluk da nada yang bahkan mencium mereka dengan bebas, menggerayangi semua lekukan tubuh mereka dengan santai.
“ Haaaah ? Sejak kapan mereka mabuk ? “ Ayu terheran dengan sikap para tamu yang tadi terlihat sopan, ternyata mereka jauh berbeda ketika acara bebas seperti ini.
“ Lepaskan saya pak. Saya bisa jaga diri. “ Tolak Ayu berusaha melepas genggaman kuat tangan Azriel. Azriel menarik kasar tangan Ayu. Dia membawa Ayu pergi dari ruangan. Sepanjang jalan Ayu meronta menolak bahkan memukul mukul lengan Azriel.
“ Lepas … lepasiiiiin …. Iiiihhhhhh “ Ayu memukul lengan Azriel sepanjang jalan. Dia bahkan berani memukul punggung sang Direktur Utama beberapa kali dan berteriak minta tolong. Tapi Azriel tidak bergeming. Pandangannya lurus ke depan menarik Ayu. Entah kemana Ayu akan diajak.
Semakin lama Ayu semakin menjadi dia meronta keras dan berteriak. Apalagi setelah mengetahui, dia dimasukkan ke salah satu kamar oleh Azriel.
__ADS_1
“ Apa yang akan bapak lakukan ? “ Ayu masih berusaha melepas cengeraman Azriel setelah memasuki kamar dengan ukuran yang sangat luas itu. Ayu beberapa kali mencakar pergelangan tangan Azriel, tapi sia sia. Dia berteriak meminta tolong.
“ Toloooong … toloong lepasin Aku !!! aku mohon !!! “ Ayu mulai menjadi. Tidak tahan dengan Ayu yang dari tadi berteriak serta menolak, Azriel mendorong tubuh Ayu ke belakang pintu.
“ Diam !!! “ Sorot mata Azriel terlihat menakutkan.
“ Apa yang akan bapak lakukan. Keluarkan saya ! “ Ayu memukul mukul dada Azriel. Azriel mencengkeram bahu Ayu dengan posisi berhadapan yang sangat dekat tanpa jarak.
“ Aku tak tahan lagi “ Azriel membungkam mulut Ayu dengan bibirnya. Dia cium bibir Ayu dengan keras, niat hati hanya ingin mendiamkan Ayu, tapi dia terbawa arus. Setelah Ayu diam, dia ******* bibir Ayu. Menikmati dan menyesapnya dengan lembut. Dia salurkan perasaan yang membuncah di dadanya.
Sementara Ayu melotot hingga beberapa detik dia kaget tidak sadar. Dia syok, dengan ciuman Azriel yang tiba-tiba. Tidak sadar ciuman Azriel berlangsung. Ini ciuman pertama bagi Ayu. Dia belum bisa menguasai diri. Azriel terus ******* bibir manis nan ranum Ayu. Dia mengeluarkan lidah dan menuntut Ayu untuk membuka mulutnya. Tangannya turun menjalar ke pinggang Ayu. Direngkuhnya pinggang kecil Ayu hingga tubuh mereka menjadi satu.
“ Eeeeeuuuuuh …“ Suara lengkuhan Azriel beberapa kali tertengar. Ayu tersadar.
“ Iiiiiiiih … lepas.… “ Plaaaakkk …. Ayu mendorong keras Azriel dan menampar pipi Azriel menggunakan seluruh kekuatannya.
“ Kurang Ajar kamu !!! tolong …. Toloooooooonggg “ Ayu menggedor gedor pintu. Azriel menarik tubuh Ayu dan mendekapnya.
“ Ini ruangan khusus. Hanya ada satu kamar di lantai ini. tidak ada orang aynag akan mendengar. Percuma kamu teriak teriak “ Azreil mendekap Ayu. Satu tangan memegang tangan Ayu yang memukul, satu tangan lagi merengkuh pinggul Ayu.
“ Apa yang bapak kamu mau dari saya ?!!! “ Ayu melotot, nafasnya terengah engah melawan tenaga Azriel.
“ Semua. Semua yang kamu miliki. Aku mau “ Azriel menatap tajam Ayu dengan tatapan misterius.
__ADS_1