
“Apa benar mas Azriel tidak tergoda dengan wanita cantik, bahkan yang berpenampilan seksi. Selama ini mas Azriel jadi direktur banyak yang menggoda gak ya?” Ayu bermonolog sendiri meragukan kesaksian Lia atas keteguhan hati Azriel.
“Siapa bilang mas Azriel tidak tergoda…yang mesum sama aku di desa gelap gelapan. Terus yang di apartemen? parah malah. Jangan-jangan mas Azriel selama ini di depan mbak Lia memang gak berani karena mbak Lia pemilik perusahaan dan amanah dari papa mbak Lia. Tapi mungkin di belakang mbak Lia dia banyak wanita yang mendekati. Apalagi jabatannya tinggi gitu. Karyawan di PT ADHI WARDANA juga modis-modis. Kliennya apalagi, sekretaris dimana-mana cantik” hati Ayu semakin sedih memikirkan Azriel dikerumuni wanita-wanita. Apalagi seperti kesaksian Lia bahwa selama ini tidak akan ada yang berani mendekati Azriel, karena Lia akan dengan tanpa ragu menyerang. Setelah kepergian Lia, pasti semua orang berfikir Azriel waktunya untuk didekati.
“Aku gak boleh ragu. Aku buktikan apa benar mas Azriel hanya memikirkan aku? Aku gak pernah berpakaian kayak mereka dan berdandan apalagi. Coba kita buktikan besok” pikir Ayu. Ayu menyahut Handphone dan mengetikkan sesuatu untuk dikirim ke Azriel.
“Mas…nanti malam ada acara resepsi pernikahan teman seruangan kantor Ayu. Acara khusus hanya teman-teman yang diundang malam. Mas Azriel ada waktu tidak buat nemani Ayu?” ketik Ayu pada pesan itu. Ayu menunggu Azriel membalas pesannya. Tapi hingga 45 menit lamanya, pesan itu tidak berbalas. Hanya centang dua. Akhirnya Ayu memutuskan untuk tidur karena lelah dan ini adalah hari libur akhir pekan.
“Sayang maaf…mas tadi sholat Dhuha dan tadarus dulu. Bisa. Sangat bisa. Mas akan temani gadis pujaan mas kemanapun dan kapanpun. Mau jam berapa mas jemput sayang?” balas Azriel.
“Ada aturan dress code untuk pria, batik atau jas?” balas Azriel lagi. Tengah Hari Ayu bangun. Setelah bersih-bersih dan sholat Dzuhur, Ayu membalas pesan Azriel. Dan mereka sepakat akan berangkat habis Isya.
Azriel sudah siap tepat waktu di depan Kos Ayu. Model kos kekasihnya memang tidak mengizinkan laki-laki masuk. Jadi Azriel menunggu di luar pagar. Bersandar di mobil. Dia memandang pintu kos tanpa terlewat menunggu kekasih yang dirindukan, meski baru tadi pagi mereka ketemu bahkan semalam mereka bersama. Azriel berniat untuk meminta maaf kepada Ayu atas keacuhannya selama proses penyemayaman Lia.
Ayu keluar dari pintu Kos. Dan berpenampilan yang luar biasa…membuat Azriel terkesima hingga matanya benar-benar terpana.
Azriel tidak sadar Ayu sudah didepan, sambil menyibakkan gaun yang sangat anggun di tubuh Ayu. Azriel benar benar terpana melihat kecantikan Ayu.
“Mas…mas Azriel. Ayu sudah siap. Ayooo” Ayu membuyarkan lamunan Azriel. Azriel dengan cepat menguasai keadaan.
“Pakai ini. Kenapa kamu pakai baju seperti itu?“ Azriel berusaha mengalihkan pandangan dari Ayu yang benar-benar seksi. Jas yang sudah rapi dikenakan dilepas dan dipakaikan ke bahu Ayu yang polos terbuka.
“Ini kan seragam dari mbak Yolanda. Semua teman di ruangan yang masih single dikasih gaun ini untuk acara malam” jawab Ayu dengan senyum manis.
“Kamu tidak single lagi. Ada mas, jangan macam-macam” sahut Azriel yang masih tidak mau melihat tubuh Ayu.
__ADS_1
“Single artinya yang belum menikah mas Azrieeel. Ayu kan belum punya suami. Jadi bebas dong pakai ini” gerutu Ayu.
“Kalau gitu minggu depan kita nikah. Dan mas calon suami kamu. Jangan pakai baju seperti ini!” titah Azriel.
“ Ayoo masuk. Dilihat orang bajumu, gak enak” ajak Azriel lagi dengan mendekap bahu Ayu masuk ke mobil. Ayu menanggapi dengan memutar bola matanya ke atas.
Di dalam mobil, Azriel yang duduk di belakang kemudi masih belum menjalankan mobil. Dia masih berfikir sejenak.
“Dek apa kamu yakin, mau pakai baju kayak gini selama pesta. Ini benar-benar seragam dari yang punya acara?” Azriel memastikan dengan ragu.
“Iya mas. buat apa Ayu bohong. Lagian ini gak terbuka-terbuka amat kok. Hanya atas saja. Terus ini nanti di acara juga gak mungkin aku pakai jas mas Azriel kayak gini kan?” jawab Ayu.
“Ini terbuka sekali dek. Bagaimanapun juga meski kamu belum pakai hijab gak boleh terlalu ekspos gini. Banyak laki-laki yang hadir nanti kan…kamu mengundang bahaya untuk dirimu sendiri” sahut Azriel.
“Tu kan…sudah dibilang ini seragam. Masak Ayu memakai baju lain. Lagi pula kalau mas gak mau ikut gak papa kok. Ayu sendiri saja. Atau Ayu telepon teman kantor lain buat jadi pasangan Ayu” sergah Ayu dengan manyun.
“Huuuft…untuk kali ini saja. Kamu tetap pakai jas ini dan jangan jauh-jauh dari mas nanti” titah Azriel.
“Ngomong apa tadi?” tanya Azriel.
“Gak. Gak ada. Jalan…!!!” jawab Ayu sebel. Azriel mengacak rambut Ayu karena gemas melihat kekasihnya itu tidak mau mendengar nasehat.
Selama pesta, Azriel benar-benar memperlihatkan keposesifannya. Dia akan selalu membenarkan jas yang dikenakan Ayu bila melorot, dan menghalangi Ayu dari pandangan laki-laki yang ada di sana. Azriel juga meminta Ayu untuk duduk saja, tidak ikut acara dance yang dikonsepkan panitia dan selalu melayani Ayu bila ingin mengambil minuman atau makanan. Genggaman tangannya tidak pernah lepas. Seolah ingin menunjukkan kalau Ayu adalah miliknya. Alhasil, semua orang kantor Dinas Pxxxxxxxx yang hadir sebagai tamu undangan, dibuat surprise dengan kelakukan Direktur Utama ini. Selama ini mereka mengenal sosok Azriel sebagai sosok muda berbakat yang selalu bekerja keras dan cool di semua tempat.
“Dek Ayu…dansa yuk. Kok kamu ngedem terus di sini. Ayooo dong gabung ke kita. Itu Kabid dan semua staf ruangan kita turun. Yuuuk… “ Bintang, teman satu ruangan Ayu mengulurkan tangan ke Ayu.
“Maaf mas. Saya yang akan ngajak CALON ISTRI saya untuk dansa” Azriel menangkap tangan Ayu yang sudah mau menyambut uluran tangan Bintang dan menekankan kata Calon Istri.
“Kan baru calon mas. Boleh dong…aku ngajak dek Ayu dansa” Bintang menjawab dengan asal. Sementara Azriel raut wajahnya mulai berubah.
__ADS_1
“Maksud kamu apa mas?” jawab Azriel dengan melonggarkan dasinya yang mulai gerah mendengar jawaban Bintang.
“Eeeee…mas Bintang. Ayu gak bisa dansa dulu kali ini yah. Karena badannya lagi gak enak juga. Makanya ini pakai jas. Lain kali ya mas. Maaf” Ayu menengahi. Bintang yang tahu jawaban Ayu sebagai kode agar dia menghindar, senyum-senyum melihat Azriel.
“Okey. Lain kali di party lain ya dek. Kapan-kapan aku ajak ke tempat pesta temanku. Mas tinggal dulu” Bintang berlalu tanpa pamit dengan Azriel. Azriel semakin panas mengengar kata “kapan-kapan aku ajak” yang ditujukan Bintang ke Ayu.
“Ini sudah jam 9. Sebentar lagi kita pulang” titah Azriel.
“Iiiiih…baru juga sebentar mas. acaranya baru separo” kilah Ayu.
“15 menit lagi” sahut Azriel sambil meminum juz di depannya.
“Mas Azriel pulang sendiri dulu aja. Ayu bareng teman-teman” gerutu Ayu. Azriel mendelik mendengar jawaban Ayu.
“Setengah jam lagi” tambah Azriel tanpa memandang Ayu. Ayu menghembuskan nafas, malas.
Di dalam mobil.
“Mas… jangan ke kos dulu. Aku sudah ijin ke ibu kos buat pulang malam. Dan dia juga tahu ini acara mbak Yolanda, sudah kenal. Teman satu kamarku juga sudah akrab. Ayu mau mampir ke apartemen mas saja” pinta Ayu memohon.
“Ini sudah hampir jam 10. Kamu mau di dalam apartemen berdua sama bukan muhrimmu?” Azriel menjawab dengan tetap melihat ke depan.
“Kalau gak mau ke apartemen ya ke taman dulu atau ke mana gitu” desak Ayu. Ayu tetap bertekad, malam ini dia akan melihat seberapa besar iman Azriel. Dengan membuktikan apakah dia akan tergoda, dengan rayuan wanita.
“Ck. Ya sudah sebentar saja. Jangan lama-lama. Kamu pakai baju kayak gitu malam-malam. Besok lagi jangan keluyuran malam. Jaga aurat kamu” jawab Azriel akhirnya. Dia dari tadi berusaha untuk sabar menanggapi semua tangkisan omongan Ayu. Dan sabar ….. menahan hasrat di bawah yang meronta, melihat keseksian kecantikan Ayu dengan penampilan seperti itu. Laki-laki mana yang tidak tertarik.
“Mulai deh jiwa ustadnya muncul” batin Ayu.
Ayu memeluk Azriel dari belakang. Dia memeluk dengan lembut dan membenamkan kepalanya di punggung Azriel yang kokoh. Azriel terkesiap merasakan pelukan Ayu yang tiba-tiba ketika dia mempersilahkan Ayu masuk. Setelah beberapa detik, dia mengurai tangan Ayu dari perutnya. Namun lepas dari pelukan Azriel, Ayu dengan cepat mencium bibir Azriel sekilas ketika dia membalikkan badannya. Azriel membelalakkan matanya melihat tingkah Ayu.
__ADS_1
“Jangan menguji kesabaranku dek” Azriel. ~~~~