
“Maaf mas Azriel … kami ijin meninggalkan tempat“ suara Kepala Bidang agak lirih karena tidak enak mengganggu keasikan Azriel bersama sekretaris aduhainya.
“Oh … iya bu. Silahkan. Kita ketemu lagi waktu presentasi“ Azriel berdiri bersalaman dengan Kepala Bidang. Kemudian duduk kembali bertanya tentang isi kontrak di mejanya dengan sekretaris. Ayu diam tanpa ekspresi ada guratan kesedihan di wajahnya.
“Apa itu benar benar mas Azriel? kenapa seolah seolah tidak kenal Ayu? apa memang Ayu berubah sehingga mas Azriel tidak mengenal Ayu atau dia orang lain yang mirip mas Azriel, tapi namanya sama kan? “ Ayu bermonolog sendiri.
Sepanjang jalan Ayu melamun. Dia tidak melihat jalan, tak terasa sekarang sudah di dalam mobil.
“Kamu kenapa nduuuk? (kepala bidang Ayu terbiasa memanggil dengan sebutan nduuuk sama seperti memanggil anaknya) apa kamu tidak enak badan? Lagi datang bulan?“ Kepala bidang Ayu khawatir. Karena Ayu sering mengalami kram perut yang hebat ketika datang bulan, bahkan pernah sampai diantar pulang ke kosnya.
“Ayu baik baik saja bu, hanya tadi agak gak enak dengan situasi di ruang pak Direktur“ Ayu tahu bila Kepala Bidangnya juga tidak enak dengan keintiman Azriel bersama sekretaris tadi. Ayu bilang begitu, hanya untuk mengorek informasi tentang Azriel, siapa tahu kepala bidangnya mengetahui sesuatu.
“ Itu biasa nduuuk …. sekretaris kebanyakan punya hubungan yang aneh aneh dengan bosnya. Lha wong mereka tiap hari ketemu dan keluar kota bersama. Suka karena biasa. Apalagi kalau pasangannya di rumah jauh dan tidak bisa merawat diri, ya pasti kalah dengan sekretaris yang cantik cantik kayak mbak Lia tadi “ cerocos kepala bidang.
“ Tapi info dari pak Kepala Dinas, kalau Direktur Utama PT ADI WARDANA kan orangnya santun, suka beramal dan punya etika yang baik di mata pak Kepala ya?“ Kepala bidang.
“ Apa hanya di luar saja ya kelihatan santun, tapi di dalam malah ada hubungan sama yang cantik cantik. Yang mendekati pasti banyak ya. Masih muda, tampan banget, pintar, punya kedudukan tinggi. Kekayaan asetnya banyak gitu perusahaan besar “ lanjut kepala bidang.
Tapi yang diharapkan Ayu untuk mendapatkan informasi justru menjadi boomerang. Apa yang dikatakan Kepala Bidang justru melukai hatinya dan menjadikan dia was was. Tidak tenang dan hati yang serasa ditusuk dengan duri. Tangan Ayu menggenggam erat. Ingin sekali dia memukul mukul Azriel dengan kelakuannnya tadi. Cuek kepada Ayu dan mesra dengan cewek cantik di depan mata kepalanya.
__ADS_1
“ Rasa apa ini ….? “ Ayu.
Untuk kedua kalinya, Ayu mengunjungi PT ADI WARDANA. Dia antri untuk menunggu bertemu dengan sekretaris yang sibuk. Saat ini tujuan Ayu adalah membuat janji dan menyerahkan beberapa copy dokuman yang akan dipresentasikan lusa. Sesuai permintaan perusahaan ini yang akan mempelajari sebelum presentasi.
Cukup lama Ayu menunggu. Karena sang sekretaris yang cantiknya aduhai itu belum keluar keluar dari ruangan Direktur Utama. Yang mengantri ruang tunggu sekretaris sudah banyak. Akhirnya yang ditunggu keluar ruangan. Si mbak lia keluar dengan wajah berseri seri tersenyum dan menurunkan rok pendeknya. Tatapan Ayu semakin sinis melihatnya.
“Dari Dinas Pxxxxxxxxx, tadi mau menyerahkan berkas ya? sini ?“ Lia berbicara tanpa melihat ke arah Ayu. Dia sibuk menulis nulis. Sementara asisten sekretaris mempersilahkan Ayu dengan ramah.
“Silahkan mbak. Duduk di sini. Biar saya periksa dulu berkasnya. Sebelum naik ke Pak Azriel“ saat pemeriksaan berkas, terkait jumlah dan isi berkas, dari dalam keluar sosok yang dielu elukan di gedung megah ini. Sang Direktur Utama.
“Lia … kamu sibuk ?“ Azriel bertanya di depan pintu. Memandang Lia. Tidak memperhatikan sekeliling.
“Okey. Temani saya makan siang. Kita cari tempat yang enak buat ngobrol. Suntuk di kantor“ Azriel bersedekap di depan pintu ruangan. “Santi … kamu tunggu ruangan bila ada tamu suruh menunggu atau jadwalkan ulang“ Azriel memberi perintah kepada Asisten Sekretaris. Sama dengan tadi, pandangan Azriel hanya bertumpu pada Lia yang saat ini sedang memoles lipstik dan me make up wajahnya sebelum berangkat.
“Gila … seorang direktur mau menunggu sekretarisnya yang make up? senyum senyum lagi” batin Ayu semakin tercubit keras. Melihat senyuman Azriel ke arah lia. Tangannya mengepal di bawah meja.
“Atau jangan jangan kedudukan dan harta telah merubah mu mas“ tatapan Ayu lekat ke Azriel dia berharap Azriel akan meliriknya saja. Namun yang dipandangnya acuh tanpa lirikan sama sekali.
Pada lorong lobi lantai dasar … Ayu bertemu sejoli ini lagi, Azriel dan Lia. Sepanjang jalan menuju pintu keluar, semua mata menunduk tanda hormat kepada Azriel. Ayu berjalan perlahan di belakang mereka. Dia memperhatikan kedekatan mereka. Lia berceloteh dengan asyik. Dan Azriel beberapa kali tertawa seolah olah terhibur.
__ADS_1
“Okey. Fix mereka memang ada hubungan khusus. Dan mas Azriel memang sudah tiak mau bertegur sapa denganku. Lupakan Ayu …. Lupakan … lupakan … lupakan“ Ayu memejamkan mata di depan pintu gedung. Dia menunggu ojek online yang dia pesan. Dan ternyata sepasang mata mengawasinya, tersenyum tipis merasa menang melihat Ayu yang terlihat sekali frustasi.
Rabu siang ini adalah jadwal presentasi Ayu di depan Direksi PT ADI WARDANA. Di ruangan khusus yang memanjang ini, Dinas Pxxxxxxxxx hadir membawa satu tim yang terdiri dari Kepala Dinas, Kepala Bidang dan 2 orang staf salah satunya Ayu. Ayu baru diterima di institusi ini selama 1 tahun. Tapi dia sudah menjadi pegawai favorit pimpinan. Oleh karena itu Ayu diberi amanah untuk presentasi proyek besar ini di hadapan direksi.
Dengan sangat prima Ayu menyelesaikan presentasi. Tepuk tangan dari semua hadirin di ruangan mengakhiri presentase Ayu. Beberapa anggota direksi bercoloteh …
“Kereeen … kereeeennn“
“Mantap ini mbaknya“
“Sudah punya pacar belum mbak ?“
“Belum ini pasti. Masih asli ini mbaknya“
Beberapa anggota direksi yang sudah berumur justru bercanda dengan sosok Ayu. Mereka terpesona dengan Ayu yang memang perfect. Cantik alami dan cerdas. Sama halnya dengan anggota direksi dan kepala cabang yang masih muda , mereka terpana dengan Ayu. Pandangan mata mereka bak ingin menerkam.
Dan …. Akhirnya ada hati yang tercubit keras. Merasa sesak bagai tertusuk duri. Tangannya terkepal dibawah meja. Beberapa kali matanya terpejam ketika mendengar celoteh anggota direksi menggoda dan menyanjung kecantikan Ayu.
Dia adalah sang Direktur Utama. Rahangnya mengeras dan raut wajahnya memerah. Ada rasa yang dia tahan. Rasa apa ini?
__ADS_1
Dan ternyata sepasang mata mengawasinya, tersenyum tipis merasa menang melihat Azriel yang terlihat sekali frustasi. Ayu menang. Selalu menang.