Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Polemik


__ADS_3

Di rumah, ibu, Ati dan uma sudah duduk menunggu Ayu. Bapak entah di mana.


“Nduuuk ….sini nduuk“ sapa ibu setelah menjawab salam Ayu.


“Ibu mau ngomong sama kamu nduuuk. Sekarang banyak yang membicarakan dirimu. Ibu mendengar katanya kamu pacaran dengan Ustad Azreil. Dan kamu sering ketemu di luar kota. Kalian sering nginap sampai malam. Bahkan ada yang bilang dirimu sudaaah ….. “ Ibu tidak kuasa meneruskan kata katanya. Sebelum Ayu pulang, Ibu sudah berpesan kepada anak anak, terutama Ati untuk diam. Biar Ibu yang berbicara kepada Ayu. Ibu bermaksud bertanya kepada Ayu dari hati ke hati. Sebelum bapak Pulang. Sehingga dia bisa mengkondisikan keadaan sebelum Ayu ketemu bapaknya.


Ayu menunduk tidak berani menatap ibu. Ibunya terlihat kurus dan linglung. Dia merasa ini karena berita berita tentang Ayu.


“Ayu memang berhubungan dengan Ustad Azriel bu. Tapi baru sebulan. Ustad Azriel sudah lama menyukai Ayu. Sebelum berangkat ke pondok 2 tahun yang llau Ustad Azriel mengatakan kepada Ayu dan menunggu. Ayu baru menerima sebulan lalu karena memang Ayu selama ini merasakan hal yang sama dengan Ustad. Maaf bu ….“.


Ayu semakin menunduk. Ati mau menjawab pernyataan mbaknya. Tapi Ibu menekan tangan Ati. Tanda dia harus diam.


“Terus apa benar kamu sering pergi ke luar kota sampai malam bahkan menginap dengan dia nduuuk … apa benar kamu sekarang sudah haaam … haaammiiiiiil“ Ibu menitikkan air mata ketika mengucapkannya.


“ Demi Allah bu. Ayu tidak melakukan apa apa. Kami hanya pergi sekali untuk membeli keperluan Ustad yang akan dibawa ke pondok pesanan pondok bu. Hanya itu saja. Sumpah bu“. Ayu mengatakan dengan sungguh sungguh dan berusaha meyakinkan ibunya.


“Tapi kamu bohong sama kita nduuuk. Kenapa tidak menjelaskan dan cerita sama ibu. Sekarang sudah sejauh ini berita di desa. Gimana cara kita memperbaikinya. Bapakmu sangat marah nduuuk“ Ayu tercekat mendengar penuturan ibunya. Dia juga bingung apa yang harus dilakukan.


Bapak Ayu masuk ke rumah.


“Benar kamu pacaran sama anak Kyai !!!  heeeemmmm … !!!“ bapak membentak Ayu tanpa duduk. Wajahnya memerah dan melotot melihat Ayu.


“ Kamu pacaran sampai malam ke Kxxxx dengan laki laki dan dia ke kosmu bolak balik. Kamu mau sekolah atau mau pacaraaaaaaannnn !!!" bapak benar benar marah bentakan demi bentakan dilayangkan ke Ayu.


“Ayu memang pacaran tapi …….“ Ayu melihat bapaknya. Tapi tiba tiba.


BEEEET … BEEET … BEEET.. PLAAAKKKK !!!

__ADS_1


Ayu dipukul dan ditampar berkali kali oleh bapaknya. Ayu jatuh tersungkur. Ibu kaget dan segera teriak menolong Ayu. Dalam keadaan emosi dan marah besar, bapak tidak kasihan dengan anaknya malah menghampiri Ayu yang jatuh dan berniat menendang. Namun hal ini ditangkis ibu dan Uma. Sementara Ati hanya diam sambil menangis tertahan.


“Ini anakmu Paaaak … ini anakmu. Jangan pukul lagi pak. Anakmu bisa matiiiiiii. Jangan" Ibu menjerit dan berusaha menangkis beberapa kali tendangan suaminya.


“Biar mati ! lebih baik tidak punya anak yang memalukan. Kurang ngajar. Merugikan orang tua. Gak bisa di didik. Anak gak tahu diri !!!“ bapak menendang kursi dan semua barang yang ada di sekitarnya. Dengan penuh kemarahan dia pergi meninggalkan anak dan istrinya yang semua menangis.


Ayu meringkuk di tempat tidur. Mukanya memerah dan meradang. Bibir sebelah kiri sobek mengeluarkan darah. Pelipis matanya pun sobek. Hampir muka Ayu mengalami peradangan karena hantaman dari ibunya. Ayu sudah tidak bisa menangis. Dia hanya diam linglung. Malam hari badan Ayu demam. Dia meriang dan kedinginan. Pukul 2 malam dia melihat HP. Terdapat 12 panggilan dari Azriel dan beberapa pesan.


Dek tolong angkat telpon mas dek


Tolong dek. Penting sayang.


Dek Ayu sayang … maaf bila mas membuatmu terluka.


Angkat telpon mas dek.


“Assalamualaikum wr wb … dek. Apa kabar sayang kamu baik baik saja kan?“


“Baa … baiiik. Aku baik“ tes. Air mata Ayu mengalir. Dia menahan panas suhu tubuhnya tapi sedikit menggigil.


“Dek dengar … mas pengen ketemu sama dek Ayu. Kita harus ketemu untuk bicara dek. Ini penting untuk kita. Tolong temui mas besok. Bisa dek? “


“Maaf“ Ayu


“Maaf kenapa? Kenapa dek Ayu minta maaf sama mas? Kamu tidak salah dek. Mas yang salah. Mas yang mendekati dek Ayu dan mas tidak bisa melindungi dek Ayu. Mas khawatir dengan keadaan kamu sekarang. Kita ketemu besok ya? Ada yang akan mas sampaikan. Dek Ayu harus tetap percaya, cinta mas hanya untuk dek Ayu. Apapun yang terjadi. Kita akan berjuang bersama”


“Maaf” Ayu

__ADS_1


“Maaf apa dek? kamu kenapa?“ Azriel


“Maaf Ayu gak bisa“ Ayu


“Gak bisa apa? Dek Ayu gak bisa ketemu mas besok? baik. Gak papa. Kita bicara lewat telpon dulu sekarang ya … dengarkan mas baik baik dek  ….. mas“ Azriel


“Aku gak bisa melanjutkan ini. Maaf mas. Lebih baik kita menjauh. Jangan lanjutkan“ Ayu


Deg


Jantung Azreil serasa berhenti berdetak. Gadis yang selalu diperjuangkan selama bertahun tahun. Dia kagumi sejak dulu. Dan selalu menemani mimpi serta relung hatinya yang hampa, meminta untuk menjauh darinya. Apa maksudnya dek Ayu minta putus dari dia?


“Apa maksudnya dek, kita bisa berjuang. Hanya karena masalah ini tidak bisa membuat mas menjauh dari kamu. Mas juga tidak akan membiarkan kamu menjauh dari mas. Kamu percaya sama mas. Mas akan menyelesaikan masalah ini”


“Gak perlu. Sudah. Jangan lanjutkan. Tolong Ayu … hiks hiiiks hiiikkks“ Ayu tidak bisa menahan lagi isakan tangisnya. Dia berusaha tidak mengeluarkan suara agar Azriel tidak tahu dia menangis dan tidak terdengar dari luar kantor.


“Jangan katakan itu. Mas mohon. Kenapa kamu menangis. Kamu sakit? Kata orang bapakmu marah dan membanting barang barang di rumah. Kamu tidak disakiti kan,dek. Kamu baik baik saja kan?“ Azriel khawatir. Ingin sekali malam ini dia menemui gadisnya. Gadis yang mengoyak ngoyak hatinya selama ini.


“Aku baik“ Ayu


“Dek dengar … bila kamu tidak bisa ketemu mas, tidak apa apa. Dek Ayu tenangkan diri. Tolong jangan bahas lagi tentang hal yang tidak tidak dengan hubungan kita. Kita pasti bisa“ Azriel


“Tapi Aku tidak bisa mas. Aku takut“ Ayu


“Kamu tidak perlu takut apa apa. Tolong sabar dan tunggu mas. Mas janji akan menyelesaikan semua“ Azriel


“Tapi mas Azriel …“ Ayu

__ADS_1


“ I Love You. I love you so much” Azriel


__ADS_2