
Gegap gempita suara parade kelulusan taruna Institut pemerintahan yang sangat popular itu disambut oleh hadirin dengan tepukan yang meriah. Suara marcing band dan terompet mengiringi euphoria para wisudawan yang lulus pada tahun ini. Lapangan dipenuhi dengan pertunjukan hebat dan para orang tua dipersilahkan duduk menyaksikan penampilan hebat putera puteri terbaik lulusan akademi ini.
Di barisan depan sebagai barisan dengan nilai dan lulusan terbaik terdapat gadis manis yang mempunyai sorot mata tegas. Tidak ada senyum yang menghiasi wajahnya. Dia adalah Ati. Dia terkenal tegas tanpa pandang bulu dan selalu fokus dalam belajar tidak memandang apapun dan akan menerjang siapapun yang menghalangi.
“ Aku berhasil bu … aku berhasil pak … “ sorot mata tajam Ati mengatakan itu ke arah bapak dan ibunya yang duduk di barisan orang tua paling depan. Sementara rombongan yang melihat Ati sangat terharu melihat Ati bisa lulus dengan baik dan menjadi terbaik.
“ Anakmu pak … lulus pak. Ya Allah …. “ Ibu menangis sambil menggenggam erat tangan sang suami. Tetapi ada yang aneh dengan tatapan suaminya. Orang yang dulu tegas dan terkesan kejam bahkan semua warga desa takut, kini hanya diam dengan tatapan kosong. Dan ….. duduk di atas kursi roda. Sementara di samping bapak dan ibu Ati, ada gadis cantik yang memakai seragam taruna kepolisian tak lain adalah Uma.
“ Pak … mbak Ati sudah lulus. Dia jadi lulusan terbaik seperti mbak Ayu pak. Lihat mbak Ati paling gagah dan hebat duduk paling depan pak “. Uma mengelus elus punggung bapak yang hanya diam tanpa suara. Tanpa terasa bapak meneteskan air mata. Dia bisa melihat anaknya samar samar berdiri di depan. Siap menerima penghargaan sebagai wisudawan terbaik.
“ Aaaa …. Aaaaaaaaaa …. Aayuu ” bapak berusaha mengucapkan keras kata “Ayu”.
“ Mbak Ayu sebentar lagi datang pak. Bapak jangan khawatir. Mbak Ayu pasti menepati janji untuk datang. Mbak Ayu sangat tanggung jawab dengan adik adiknya. Dia akan datang pas pemberian penghargaan. Uma yakin. Bapak yang sabar ya “ Uma memberi penjelasan dengan lembut.
“ Nduuk … telpon mbakmu Ayu. Ibu takut ada apa apa di jalan. Apa pesawatnya sudah mendarat nduk dan dia sudah menuju ke sini ? Sebentar lagi pemberian penghargaan Ati.” Ibu berbisik kepada anak bungsunya. Takut bapak mendengar. Bila Ayu sebenarnya sedang dinas luar kota dari Mxxxxxx. Dan penerbangan Ayu baru saja mendarat. Meski Ayu janji akan datang. Tapi ibu dan uma gelisah.
Seorang gadis berlari lari mendahului barisan orang keluar dari gate keluar bandara di ibukota. Dia membelah kerumunan dan menenteng tas besar dan dipunggungnya bertengger tas punggung besar.
__ADS_1
“ Ya Allah bantu aku untuk bisa menepati janjiku menghadiri wisuda Ati. Aku sudah janji ya Allah. Tolong bahagiakan adikku dihari bahagianya ini. “ doa Ayu dengan tangan menggenggam di atas ojek online yang dia tumpangi. Dia sudah tidak sempat memesan taksi. Ojek menjadi andalannya ketika macet.
PENGHARGAAN WISUDAWAN TERBAIK Jatuh kepada ……. Mc membacakan daftar penghargaan yang akan diberikan pada acara wisuda hari ini. Ayu menerobos barisan penjaga pintu gedung dan taruna penerima tamu.
“ Mbak … mbak …. Berhenti mbak. Undangannya dulu mbak … mbak !!! “ seru salah satu taruna yang bertugas menerima undangan sebagai tanda bukti undangan wisuda. Ayu mengabaikan.
“ Maaf … maaaaaaf … “ sambil berlalu Ayu menuju tempat duduk keluarganya. Setelah Uma memberi denah tempat duduk mereka melalui pesan di HP Ayu.
“ Buk … “ Ayu memeluk ibunya. Melampiaskan kerinduan dan kecapekan yang melandanya. Dia berangkat dari kota Mxxxxxx pagi sekali dengan penerbangan pertama setelah selama 2 hari menyelesaikan tugas yang diberikan panitia acara tempat ia ditugaskan. Ayu menyelesaikannya paling cepat hanya 2 hari dari alokasi waktu yang disediakan panitia sebanyak 4 hari.
“ Mbak lepas dulu tasnya … sebentar lagi kita dipanggil mbak. Kita berempat bisa maju semua. Sudah ada ijin dari pihak institute.” Uma.
Ayu mengangguk ngangguk sambil meneguk air segar yang sangat ia dambakan sejak beberapa jam lalu. Karena ketegangan mengejar waktu dia sampai lupa dan tidak sempat meneguk air setetes pun. Penampilannya pun ala kadarnya. Dia memakai celana bahan gelap dipadu hem berkerah pas body. Dan bando kecil bertengger di kepala dengan rambut panjang indahnya. Tidak ada make up sama sekali. dia tidak sempat, hanya sunscreen dan pelembab yang dia oleskan ke muka. Lip gloss hanya sebagai pemanis bibirnya yang dari dulu memang berwarna pink alami.
“ Bapaaaaakkk… “ Ayu mendekap sang bapak dengan menggoyang goyangkan seperti bertemu dengan teman lama. Dengan erat dia salurkan kerinduan dan menyatakan secara tidak langsung bahwa bapaknya dalam keadaan aman. Jangan khawatir.
“ Aaaaaa .… Aaaaaaa … “ bapak berusaha menyebut nama anak kesangannya. Dia menangis tersedu sedu. Maksud hati ingin mengatakan kata ‘terimakasih’ atas perjuangan Ayu karena selama 5 tahun ini telah menggantikan posisi kepala keluarga dengan perjuangan yang luar biasa. Dia mencium ayunya berkali kali. Tidak bisa bersua. Tapi rasa sayangnya ke anak anaknya melebihi luasnya samudera.
__ADS_1
Tiba tiba dari samping terdapat taruna yang mendekati mereka.
“ Maaf mbak … tadi mbak masuk tanpa ijin. Tidak mengisi absen dulu. Apa mbak punya undangan ? Tamu yang hadir harus benar benar tamu yang sesuai undangan. Maaf saya hanya melaksanakan tugas “ tutur taruna yang melakukan pendaftaran tadi membelah kesedihan dan kerinduan antara bapak dan anak.
“ Dek … kami sudah dapat ijin dari pihak institute karena keluarga kami menjadi wisudawan terbaik I, berhubung bapak kami tidak bisa jalan dan ibu kami buta huruf tidak bisa membaca nama nama barisan maka kami bisa menemani. Tidak hanya 2 orang saja yang hadir. “ Uma. Ayu hanya tersenyum melihat cara Uma menjelaskan. Sekarang uma menjadi pribadi yang tegas dan tangguh. Tidak seperti dulu yang hanya bergantung kepada kakak kakaknya serta selalu menangis bila ada masalah di keluarga. Uma adalah taruni Akademi kepolisian saat ini. Dia baru menempuh pendidikan awal tahun pertama. Hari ini dia ijin hanya beberapa jam untuk mengikuti wisuda kakaknya. Oleh karena itu dia masih mengenakan seragam kebanggannya.
PENGHARGAAN WISUDAWAN TERBAIK I JATUH KEPADA …. ATI WIBISONO (tepuk tangan meriah semua hadirin mengiringi pemberian penghargaan yang diberikan kepada Ati. Penghargaan disampaikan langsung oleh Presiden sebagai apresiasi tertinggi institute bergengsi ini).
Ayu mendorong kursi roda bapak diiringi ibu yang digandeng Uma menuju ke lapangan tempat pusat prosesi wisuda. Presiden menyalami keluarga Ayu. Mengucapkan selamat dan dalam pidatonya memuji kedua orang tua Ati sebagai sosok pahlawan yang membawa anak anaknya menuju gerbang kesuksesan. Bapak dan Ibu menangis. Hadirin berdiri sebagai tanda hormat kepada kedua orang tua Ati sebagai wisudawan terbaik I.
Di barisan kedua dari depan … terdapat sorot mata tajam yang memandang tak berkedip Ayu. Senyum seringai menghiasi bibir laki laki rupawan yang dari tadi memantau gerak gerik Ayu.
“ kamu masih cantik dan mempesona seperti dulu. Lebih cantik. Aku akan mendapatkanmu …. Lagi. tunggu aku !!!“ NN
Hayoooo … siapa ??? Ada yang bisa menebak guys ???
__ADS_1