Kisahku Dengan Sang Ustad

Kisahku Dengan Sang Ustad
Saling Suka 1


__ADS_3

Malam ini maghrib anak-anak berkumpul di Mushola. Seperti biasa mereka mengaji di Mushola ini salah satu  mushola yang ramai dikunjungi. Mushola di Desa ini diisi dan menjadi tempat beribadah sesuai kelompok. Untuk mushola pak Kyai adalah mushola terlama. Karena di sana juga tersedia tempat berwudhu dan mandi yang lebar untuk masyarakat sekitar. Mengaji di Mushola dilakukan anak-anak mulai Adzan Magrib sampai Isya. Begitu juga dengan Ayu. Malam ini ada tugas khusus untuk dia. Sepanjang jalan dia mendekap mukena dan sajadahnya dengan erat. Dia gigit bibirnya yang merah ranum. Sambil menenggelamkan kepalanya separo seraya membayangkan nanti malam kursus khususya tentang tajwid dengan Ustad Azriel.


Setelah sholat maghrib, anak-anak yang mengaji antri dengan membawa buku ngaji baik membaca Al Quran atau menghafal Al Quran. Satu ustad bersama satu meja dan di depannya sudah urut anak anak mengantri sesuai keinginan ustad-ustadzah yang dipilih. Tentunya ustad-ustad lebih banyak antrian karena murid-murid terbanyak adalah dari remaja putri. Sedangkan ustadzah hanya ustadzah yang berhati lembut dan menawan yang paling mudah mendapat antrian. Azriel adalah ustad dengan antrian terbanyak. Pasti dong. Tampak dari deretan antrian Ayu berjejer paling belakang. Dia ragu. Apa dia harus ikut mengantri dan ngaji seperti biasa atau nanti setelah ngaji baru ketemu Ustad Azriel berdua. Dari depan Puji menoleh ke belakang mencari sahabatnya yang selalu mendampingi ke mana mana. Mereka memang beda umur. Tapi selalu bersama dan selalu pas menjadi teman berbagi.


“Yu … kamu kenapa malah ke belakang? Tadi kan di belakangku pas? Nanti bisa gak kebagian ngaji lho kalau sudah isya. Siniiiiiii…..!!!” Puji.


“Gak ah … sini saja.bingung” Ayu.


“Bingung napa sih? gak jelas ini anak. Mbuh ah” Puji kesal karena Ayu temannya malah mundur mundur ke antrian belakang. Sebenarnya Ayu masih bingung dengan dia sekarang. Dan masih tidak percaya. Apa benar yang di dengar kemarin. Ustad Azriel ngajak ngaji khusus tajwid dengan dia sehabis isya? tangan Ayu berkeringat dingin bila mengingat ini. Lamunan Ayu terusik tat kala mendengar suara merdu namun tegas Ustad Azriel. Sang Ustad menjelaskan perihal Tajwid secara ringkas yang seharusnya dijelaskan di kelas madrasah. Sekedar hanya mengulang agar murid muridnya tidak salah melafalkan Al Quran sesuai tajwidnya.

__ADS_1


“Adek-adek masih ingat ya. Pelajaran tajwid di madrasah??? ayo sama sama ingat-ingat lagi !! !”. Azriel menjelaskan secara urut :


“ 1. Izhar Halqi. Izhar halqi dibaca apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ( ء ), Haa’ ( ه ), ‘Ain ( ع ), Ghain ( غ ), Kha’ ( ح ) dan Kho’ ( خ). Cara membacanya harus jelas dan tidak boleh samar.


Idgham Bigunnah Apabila. Ada huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf nun (ن), mim (م), wawu (و)


Ikhfa SyafawiIkhfa. Syafawi dibaca ketika mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf ba (ب) dengan cara samar-samar pada bibir dan juga dengan didengungkan.Idgham mimiIdgham. mimi mutamasilain dapat dibaca apabila ketika huruf mim sukun (مْ) bertemu dengan huruf mim (م). Cara membacanya mendengung dengan merangkap keduanya.Izhar SyafawiHukum. Bacaan izhar syafawi berlaku apabila huruf mim mati bertemu dengan huruf ba dan mim. Bacaan ini harus diucapkan dengan jelas dan bibir tertutup.Idgham Mutamatsilain. Bacaan ini terjadi apabila dua huruf yang sama sifatnya bertemu dan pertama sukun. Contohnya dal sukun bertemu dal, kaf sukun bertemu kaf, lam sukun bertemu lam.Idgham Mutaqaribain. Bacaan ini terjadi ketika ada pertemuan antara dua huruf yang makhraj dan sifatnya hampir sama, seperti huruf mim bertemu ba, huruf kaf bertemu qaf.Idgham Mutajanisain. Hukum bacaan ketika dua huruf dengan makhraj yang sama tetapi tidak sama sifatnya bertemu seperti huruf ta bertemu tha, lam bertemu ra serta dzal dan huruf zha.” Begitulah penjelasan dari Azriel.“Jelas adek-adek? ada yang masih bingung? ” Azriel.


“ Binguuuuuuuuunnnnnnnnnggggggggg …. !!! ” Jawab murid yang antri kompak dan menggema.

__ADS_1


Senyum Azriel terbit dan tawanya keluar renyah. “hahaa…hahahaa..haaaaa” Membuat wajahnya semakin berseri dan mempesona. Lesung pipit dan pahatan garis wajahnya sempurna. Semua orang terbuai serasa dalam cerita Nabi Yusuf yang menjadi pujaan semua wanita kala itu.


Ayu ikut tersenyum. Azriel melihat senyuman Ayu yang luar biasa. Serasa air oase di padang pasir. Mereka bertatapan dalam senyum. Puji yang menyadari arah tatapan terpesona Ustad Azriel. Langsung membelalakkan mata. Ternyata Ayu yang mengalihkan pandangan Ustad Azriel dan membuat senyumnya tertahan dengan tatapan penuh makna. Dia langsung tersadar dan mencari cara agar Azriel menghentikan pandangannya dari Ayu sebelum orang-orang tersadar.


Lagu Glen Fedly dan Audy dia lantunkan keras untuk menghentikan tatapan mereka. Bisa berabe bila orang-orang  tahu apalagi keluarga Ustad Azriel. Puji menyanyikan lagu ini dengan fasih bersama teman-tema~~~~nya terutama Sari sambil menunggu antrian. Ustad Azriel tidak mempermasalahkan ini karena baginya, murid-murid di sini ngaji dengan sukarela. Dia juga memberikan ilmu dengan sukarela. Jadi dibawa santai tidak terlalu mengekang. Lagi lagi Azriel tertawa…dan segera sadar. Dia duduk kembali di depan meja kebesarannya. Semua yang ngaji duduk lesehan di lantai mushola.


Benar benar kata Puji, Ayu tidak memperoleh gilirannya hingga adzan isya berkumandang. Hanya urutan antri sampai di belakang Puji yang mendapatkan bimbingan ngaji dari Ustad Azriel. Karena peraturan di mushola bila ada Adzan Isya maka otomatis ngaji dihentikan dilanjutkan besok malam. Ayu semakin bingung. Apa yang harus dia lakukan sekarang. Apa dia harus mendekati Ustad Azriel menanyakan ngaji khusus yang dimintanya atau tidak. Atau dia harus diam saja di sini menunggu Ustad Azriel datang menghampiri. Lagi lagi dia bingung. Dan yang lebih membingungkan lagi…Ustad Azriel dengan santainya dan tanpa rasa bersalah membereskan tumpukan kitab-kitab di meja depannya. Dia dingin tidak ada pergerakan dan tanda apapun untuk mendekati Ayu yang masih diam di tempatnya dengan tatapan bingung.


DAAAANNN… Author juga bingung krn sudah ~~~~ngantuk tuk…tuk…tuuukkkk

__ADS_1


__ADS_2