
Tuan,,,,!! sapa wanita cantik yg telah berdiri di hadapan Bachri yg masih mengelus dan menjambaki rambutnya.. Pria itu tampak kusut setelah percakapan dengan anak gadis nya yg menginginkan Andara menjadi maminya.
Pria itu mendongakkan kepalanya..Ia melotot tajam, memindai sosok wanita yg berada didepannya. Netra hitamnya bertemu dengan netra biru yg sebening kristal milik dari wanita cantik bernama Andara.
" Ada apa anda kemari? tanya Bachri dingin, pria itu tampak tidak menyukai wanita yg berada didepannya.. Ia mencoba mengacuhkan keberadaan Andara dengan pergi menuju kamar pribadinya. tapi sebelum itu langkah nya di hentikan, saat tangan lembut mencekal lengannya dengan kuat.
"Bisa bicara tuan,,? Ad,,,adaa hal penting yg ingin saya sampaikan.. ujar Andara terbata bata.. Gadis itu menautkan jemari jemarinya dan sedikit meremas karena merasa terlalu gugup..
"Sepenting apa,,?Sarkas Bachri. "Apa itu sepenting dengan sikap dan perkataan anda yg telah mencuci otak anak saya agar berkelakuan konyol,,,,!! kata Bachri dengan sedikit membentak. Pria itu tidak bisa menguasai emosinya . Tatapan sinisnya serasa menghujani tubuh Andara dengan bebatuan.. sakitttt...
"App,,, apaaa maksud tuan? tanya Andara . Tubuh wanita itu seakan kaku dan membatu setelah mendengar ucapan kasar dari pria yg sangat di cintai dan dikaguminya diam diam itu..
"jangan bertingkah seperti orang bodoh nona,, kau tidak cukup pandai dalam hal itu..!! Bachri berkata pelan tapi sangat menusuk. Dia teringat percakapan Andara dan Ayumi tempo hari yg mengatakan bahwa Andara ingin Ayumi membantunya untuk mendapatkan hati ayahnya.
"Bukankah Anda yg meminta Ayumi untuk menjadikanmu sebagai maminya,,,? Ucapnya lagi. Hembusan nafas kasar terdengar jelas di telinga Andara. Pria itu terlihat sangat marah saat ini. wajah frustasi dan ketidak sukaannya dengan Andara terlihat sangat jelas. pikirnya perempuan didepannya ini bukan wanita baik baik. Kenapa dia harus mengincar pria tua seperti dirinya? padahal dia masih muda dan cantik. Pasti diluar sana masih banyak pria tampan yg pantas denganya .Apakah karena uang, atau hal lain yg menyangkut materi? Otaknya sibuk menafsirkan apa tujuan Andara.
Wanita itu melototkan matanya terkejut, dia shock dengan penuturan Bachri. Untuk kesekian kalinya Andara melihat. jika ada penolak an yg amat sangat dalam mengenai hubungan yg dijanjikan putri angkatnya.
__ADS_1
"Tuan,,,
perempuan itu berucap pelan,, namun sebelum dia selesai bicara Bachri memotongnya..
" Lupakan tentang hal itu nona,, Cukup anda ketahui,, Saya tidak berniat menikah, apalagi dengan gadis seperti anda,, jelasnya. Kemudian pria itu berjalan dengan tergesa meninggalkan Andara tanpa menoleh kebelakang. Bahkan untuk melihat andara pun dia tidak Sudi. Bisa dipastikan bahwa Bachri sekarang telah menolaknya dengan keras. Seperti tidak ada harapan untuk andara memperjuangkan perasaanya.
Seketika Wanita cantik itu melorotkan tubuhnya yg lemas dilantai marmer rumah mewah tersebut. Ia terduduk dengan air matanya hv sudah tidak bisa terbendung lagi, tangisnya pecah, dengan isakan yg terdengar seperti menyayat hati bagi siapapun yg mendengarnya..
"Mencintaimu apa harus sesakit ini,,? Ada apa denganmu,,? bahkan kau menganggap setahun waktu yg kulalui bersama kalian seperti bukan apa apa,, apakah aku tidak sepenting itu.. Guman Andara . Wanita cantik itu mengusap kedua matanya dengan kasar, hidungnya sampai lecet dan memerah akibat gesekan kulit punggung tangannya..
" Aku bahkan belum menjelaskan apa apa tapi kenapa kau malah mengacuhkanku? apa aku tidak menarik dimatamu... ucapnya seperti orang bodoh.. Andara terus merancau tidak jelas.. jiwanya sesakit itu atas penolakan Bachri.
"Nonaa,,,?? panggil seorang wanita paruh baya yg tak lain adalah pelayan di rumah ayumi.
Andara mendongakkan kepala dan melihat kearah suara yg memanggilnya..
"Apakah anda bisa berdiri,, sini saya bantu,,? wanita paruh baya yg bernama Sumiyati itu mengulurkan tangannya untuk menggapai tubuh Andara yg melemas seperti slime untuk membantunya beranjak agar tidak lagi duduk di lantai yg dingin.
__ADS_1
" Anda akan sakit jika terus terus an berada di bawah,, Sumiyati terus mengajak Andara berbicara. namun wanita cantik itu hanya terdiam dengan sorot mata yg kosong, seperti orang yg tidak punya keinginan untuk hidup.
Sumiyati mendudukkan Andara dengan hati hati di kursi taman kecil disamping rumah. Didepannya terdapat view kolam ikan dan germericik air terjun buatan yg menambah kesan alam yg indah.
Pelayan itu berlari menuju kearah dapur, tampaknya dia sedang membuat coklat hangat untuk diberikan kepada Andara agar moodnya kembali membaik..
"Minumlah nona,, mungkin ini akan sedikit membantu memulihkan tenagamu,, tawar Sumiyati setelah berada didepan andara. Tangannya yg menyodorkan segelas coklat hangat dan beberapa choco chips kesukaan majikannya yaitu Ayumi.
Namun Andara tidak bergeming, sorot matanya hanya tertuju kepada air terjun buatan yg berada didepannya..
Wanita paruh baya itu terlihat iba dengan kondisi Andara. Dia mendengar atas semua ucapan yg dilontarkan Bachri untuk gadis itu, cukup mengagetkan baginya karena selama ini yg dia tahu, Bachri adalah pria hangat dan sangat lembut tutur katanya.
Dan tepat disaat dia ingin menawarkan minuman kepada Andara dia mendengar ucapan ucapan kasar yg belum pernah ia dengar sebelumnya keluar dari mulut majikannya itu. Lalu ia mengurungkan niatnya dan kembali kedapur agar tidak terlibat dalam pertengkaran tersebut..
"Nona,,sapa nya lagi...
Namun lagi lagi tidak ada tanggapan dari Andara.
__ADS_1
Sumiyati sangat khawatir dengan sikap gadis itu, kemudian tanpa aba aba dia berlari menuju kamar Ayumi untuk memberitahukan perihal keadaan Andara yg sangat mengkhawatirkan.