Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 38


__ADS_3

kelanjutannya


"Lumayan,, kata Daichi. Matanya sedari tadi fokus kearah koran yang sedang dibacanya.


"jika kau ingin tahu, nanti saja papi lanjutkan. Istirahatlah bersama putrimu... lanjutnya lagi.


Andara mengangguk sekilas. kemudian berjalan menuju kamar yang digunakan Ayumi untuk istirahat.


"Jika dia lapar, aku akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar.


Teriak Naomi yang hanya di balas senyuman oleh Andara .


"Apa kau lelah sayang,,? tanya Andara yang sedang berjalan ke arah putrinya..


" Cukup lelah mam,, tapi aku sangat lapar,,? ucap gadis itu seraya mengelus elus perutnya yang sedari tadi keroncongan..


"Sebentar lagi pelayan datang kesini, Kau ingin makanan yang seperti apa?


"Aku ingin coklat mam,, puding coklat pasti enak.. Ucap Ayumi sambil menelan salivanya karena membayangkan betapa enaknya rasa manis dari puding tersebut.


"Pfftt,, Andara tertawa..


"kau akan gendut jika terus makan makanan yang manis. Dan selanjutnya kau tidak akan bisa masuk agensi lagi karena sudah di kick out sama pihak management. Ujar Andara yang tersenyum sekaligus menggoda anaknya itu.


" Plisss mam,, sekali ini saja,, aku ingin menghilangkan sisa jet lag tadi.. mohon Ayumi dengan wajah yang memelas.


"Baiklahh, anything for you honey,,!! ucap Andara tersenyum.


Tak lama kemudian pelayan masuk membawa nampan berisi makanan.. Kemudian Andara memintanya untuk membuatkan puding kesukaan putrinya.


" Makan ini dulu,, ujar Andara seraya menyodorkan piring yang berisi nasi dan lauk pauk.


Ayumi melihat sekilas, namun enggan untuk memakannya. Ia mual melihat makanan padat seperti itu.


"Sup rumput laut itu aja mam...!! seru nya dengan tangan menunjuk ke arah mangkuk yang berisi sup yang masih mengepul.

__ADS_1


"Makan yang banyak,,!! jika masih tidak enak badan istirahatlah. kata Andara sekilas.


Wanita itu ingin berbalik badan menjauh namun Ayumi mencekal tangannya.


"Mam.. i wanna ask you something,!!


" something what,,?


"Mami,, hmmmm.. apa mereka tidak mau menerimaku,,? tanya Ayumi sembari menautkan jemari tangannya yang terlihat gugup.


" Mereka hanya terkejut saja sayang,,!! bukan berarti tidak menerimamu.. Kau juga cucu mereka.. ujar Andara lembut dan tangannya meraih jemari Ayumi . Dibelai belai lembut seperti itu membuat Ayumi sedikit tenang.


" Aku takut mereka tidak bisa menerimaku mam..


" Mereka akan menerimamu,, tenang saja,, kau tak perlu takut lagi.


"Makanlah dulu. mami akan ganti baju..


ujar Andara dan kakinya melangkah pergi ke arah kamar mandi.


Ayumi hanya mengangguk sekilas kemudian melanjutkan suapan demi suapan sup yang lumayan membuat perutnya terasa nyaman.


Sorenya mereka tampak berkumpul di Ruang keluarga. Rumah Keluarga Daichi memang luas seperti mansion dikeluarga Bachri. Namun suasananya berbeda. Tampak Ayumi mengagumi dekorasi ruangan yang didominasi oleh bambu. Gadis kecil itu menjulurkan tangannya untuk meraih air di kolam kecil yang berada di ruangan guna memastikan itu sebuah jacuzzi atau kolam biasa.


Namun tangannya dicekal oleh seseorang dari samping.


"Nak,, kau tidak boleh menyentuh air itu,,


ujar Naomi yang sedikit mengejutkan karena datang tiba tiba.


" Ooppss... Maafkan aku Nyonya...,,!! ujar Ayumi seraya menarik tangannya cepat.


Naomi tersenyum melihat tingkah gadis kecil didepannya.. Wanita tua itu meraih tangan Ayumi dan menariknya untuk ikut berkumpul diruang keluarga.


"Kau bisa memanggilku nenek, Grandma , atau granny,, terserah kau saja..

__ADS_1


"Kau sekarang cucuku... ucapnya lembut..


Lalu dia mendudukkan tubuh Ayumi di sofa kecil sebelah Daichi.


Pria tua itu tampak menyibukkan dirinya dengan tangan yang memegang tablet serta jemari jemarinya yang sibuk menscroll halaman demi halaman yang terpampang berita tentang bisnis.


"Kau juga bisa memanggilku kakek jika mau... ucap Daichi dingin. Pria itu memang terlihat kurang menyukai Ayumi, mungkin sisi seorang ayah yang menginginkan anaknya menikah dengan laki laki yang masih lajang dan umurnya tidak jauh beda dari Andara membuat egonya belum bisa menerima sepenuhnya tentang status yang telah dimiliki putrinya.


" Baik,, ucap Ayumi sekilas... Gadis itu bingung ingin bicara apa lagi karena sikap Daichi yang sulit ditebak.


"Berapa umurmu,,? sela Daichi ditengah tengah lamunan Ayumi..


"Saya baru menginjak 11 tahun kakek.. ucapnya lembut dan sedikit berhati hati..


"Kukira sudah SMP.... lanjut Daichi...


"Baru kelas 6 kek akan lulus tahun ini...


"Doakan saja semua lancar.. tutur Ayumi


"Kau anak seorang Bachri, ayahmu itu jenius,, aku tidak meragukan kemampuanmu dibidang pelajaran..


"Terima kasih kek,,


"Ya,,, ya,, nikmati harimu disini selama liburan. Jika kau bosan ikutlah nenekmu ke kebun. Disana lebih menarik daripada berdiam diri dirumah.. kata Daichi.


"Disana banyak sekali tumbuhan buah buahan dan bunga,, kau bisa memetiknya sesukamu.. saut naomi tersenyum. Sepertinya dia mulai menyukai sosok Ayumi yang sedikit penurut dan kalem.


"Benarkah,, aku suka sekali nek... ucap Ayumi bahagia.


" Aku takut kalian tidak bisa menerimaku,, tapi melihat hal ini aku jadi senang. akhirnya aku punya keluarga yang lengkap.. ujarnya terharu..


"Kita sekarang keluarga. Kau cucu kami juga, jadi nikmati saja harimu disini. Kita akan menggunakan bahasa Indonesia untuk sehari hari selama kau disini. Kau juga bisa mempelajari bahasa Jepang jika mau..


Kata Naomi seraya meraih gelas teh dan meminumnya.

__ADS_1


" Terima kasih nenek, terima kasih kakek. Kalian sangat baik sekali. ucap Ayumi seraya memeluk Naomi singkat kemudian memeluk Daichi singkat. Meski mendapat pelotot an dari kakeknya, gadis tersebut tetap memberanikan diri untuk berbaur lebih dekat dengan keluarga maminya.


-Bersambung-


__ADS_2