Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
Welcome to Jakarta


__ADS_3

kelanjutannya


"Oppaa.... dimana Ayumi? kenapa dia tidak ikut kita? tanya Eren saat dirinya duduk di salah satu kursi tunggu bandara Incheon Korea Selatan. Mereka sekarang sedang menunggu waktu keberangkatan untuk pulang ke Jakarta.


"Oppaaa.. oppaaaa.. oppaaaa.. berhenti memanggilku seperti itu...!! hardik Chello memarahi Eren. Pria itu sangat risih jika Eren memanggil seperti itu. Karena dirinya bukan orang Korea.


"Maaf oppa , tapi visualmu seperti orang Korea. Jadi aku ingin memanggilmu seperti itu. Bukankah ini sangat romantis? saut Eren sambil tersenyum cengo dengan muka yang datar tanpa rasa bersalah. Wanita itu benar benar sesuatu. Dia tidak tahu jika saat ini Marcello sangat risih dengan keberadaannya..


"Terserah kau saja. Ucap Chello ketus yang mulai enggan menanggapi nya. Pria itu membanting koper ke lantai pelan kemudian mendudukinya. Manusia aneh. Pikirnya..


"Jadi,, dimana Ayumi oppa,,!! aku sangat merindukannya.. Aku ke Korea sudah satu bulan ini dan ingin menemuinya, tapi kata managernya Ayumi sedang sibuk. Jelas Eren panjang lebar sambil memakan roti berisi selai strawberry kesukaannya. Lalu menyerahkan sepotong lagi untuk Chello yang berada didepannya.


"Makan oppa, jika tidak kau akan pingsan di dalam pesawat... lanjutnya setelah Chello mengabaikan uluran tangannya. Wanita itu melihat wajah Chello yang tampak kusut menunjukkan bahwa kondisi pria itu sekarang tidak baik baik saja. Pasti telah terjadi sesuatu antara pria itu dengan Ayumi.


Chello menyambar roti tersebut acuh, kemudian langsung melahapnya. Ia mengabaikan tatapan Eren yang melongo heran.


"Ayumi menghilang... jawabnya datar setelah menelan sisa sisa roti yang berada didalam mulutnya.


"Ap,, apa? teriak Eren kencang. Ia langsung menutup mulutnya saat orang orang mulai memperhatikan mereka.


"Upppssss.. Mianhae..( ucap Eren dengan logat Korea) karena merasa mengganggu orang disekitarnya. Ia membungkukkan badannya tanda menyesal.


"Sudahhh, kau tak perlu seperti itu. seloroh Chello yang sekarang malah malu dengan tingkah Eren.


"Jadi Ayumi menghilang.. Benar seperti itu? Tapi kenapa? tanya Eren bertubi tubi karena penasaran dengan apa yang sudah terjadi.


Namun sebelum Chello menjawab, suara speaker bandara memberitahukan jika penerbangan ke Jakarta akan segera take off 10 menit lagi. Hal itu segera digunakan Chello untuk lari dari pertanyaan Eren. Dia sangat malas untuk menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya.


Tangannya meraih lengah Eren dan ditariknya kasar. Bahkan wanita itu sedikit kesakitan, namun ia tetap bertahan karena tidak ingin membuat Chello melepaskan cengkraman itu. Untuk pertama kalinya pria yang selalu dingin dengannya itu mau bersentuhan dengannya. Ada rasa bahagia dihatinya, meski perih di lenganya lebih mendominasi. 😂.

__ADS_1


Mereka langsung duduk di kursi yang telah pesan sesuai nomor di tiket masing masing. Eren tidak menyangka jika dia bisa duduk di samping Chello, sedangkan Chello duduk didekat jendela. Karena ia suka menempati tempat itu untuk melihat pemandangan yang berada diluar.


"Oppaaa,, .. panggil Eren pelan. Ia ingin menanyakan lagi perihal menghilangnya Ayumi.


"Berisik,,, sentak Chello kesal. Diamlah.. jika tidak. aku tidak akan segan segan melemparkan mu dari atas sini..!! Ancamnya yang berhasil membuat Eren seketika diam. wanita itu bahkan mulai menundukkan matanya dan menutupnya dengan syal yang tadi dipakainya. Dia tidak ingin matanya yang sudah berkaca kaca di lihat oleh pria tersebut. Ahh benar benar payah hati wanita itu.


" Oke aku menyerahkan.. batin Eren yang kecewa dengan perlakuan kasar Chello. Dia mengambil headset dan mulai memutar musik di ponselnya yang sudah di mode pesawat. Berusaha menidurkan tubuhnya agar kehadirannya tidak dianggap pengganggu oleh pria yang duduk disebelahnya.


Chello menatap pemandangan dari luar kaca. Ada rasa nyeri juga saat ia selalu membentak bentak Eren. Namun egonya yang besar enggan untuk meminta maaf. Baginya biarlah Eren merasa benci dengannya, agar dirinya tidak perlu repot repot untuk menolak perjodohan yang sudah diatur oleh keluarganya. Pria itu kemudian mencoba memejamkan matanya yang sudah mulai lelah dan akhirnya ia terlelap.


Perjalanan yang memakan waktu 7 jam lebih itu membuat keduanya merasa sedikit lelah. Setelah tiba di bandara Soekarno Hatta, Eren segera menelpon keluarganya untuk segera menjemputnya.


"Kak, kau bisa ikut denganku jika mau!! tawar Eren berharap Chello mau satu mobil dengannya.


Wajah itu menatap pria yang berada disampingnya dengan penuh harap. Namun tetap saja Chello acuh dengannya.


Chello melirik saat Eren berteriak memanggil nama seorang pria.


"Lucio...!! Panggilnya..


Pria tampan tadi segera menghampiri Eren, ia meraih tubuh mungil itu dan dipeluknya erat. Sedikit menangkapnya seperti seorang ayah yang sedang mengayun ayun tubuh anaknya.


" I Miss you ucap Lucio setelah melepaskan pelukannya.


Eren tampak tersenyum senang. ia juga membalas kata kata Lucio.


"I Miss you too Cio,,,, ayo kita pulang.. Ajak Eren kemudian. Ia meraih koper yang dibawanya tadi, tapi dengan sigap Lucio segera menggantikannya menarik koper tersebut ditangannya.


" Kau pasti sudah lelah, jadi biarkan aku yang membantu mu oke..!! ujar Lucio sambil tersenyum manis.

__ADS_1


" Terima kasih balas Eren


Chello yang melihat interaksi keduanya yang seperti seseorang sedang jatuh itu hanya bisa menghela nafas kasar. Ia sangat kesal melihat wanita yang tadi mengejar ngejarnya itu malah asik memperlihatkan wajahnya yang memerah didepan laki laki yang baginya asing itu


"Sial, umpat Chello dalam hatinya. Ia merasa sangat jengkel.


Kemudian ia memperhatikan tubuh Eren dan pria itu berjalan menjauh tanpa mau berbasa basi sedikitpun dengannya.


"Hai Eren,,,,!! aku ikut denganmu.. kata Chello sedikit berteriak karena mereka sudah menjauh dari lokasi tadi.


"Ohhh,, ya sudah ikut saja..!! jawab Eren datar kemudian acuh. Wanita itu malah mengeratkan pegangannya di lengan Lucio.


Sedangkan Lucio hanya tersenyum sinis saat Chello diabaikan oleh Eren.


Sedangkan di suatu tempat tampak Ayumi menggerutu kesal dengan ceramah ayahnya.


"Ayah ini tidak benar kan? ucap Ayumi yang tidak terima saat Bachri mengatakan jika Minggu depan acara pertunangan nya dengan Louis akan segera dilaksanakan.


"Hei bukankah ini mau mu..!! cerca Bachri yang merasa jengkel dengan anaknya. Mana bisa dia menolak permintaan temannya itu. Dan lagian dulu juga putrinya yang menginginkannya, kenapa sekarang malah dia yang bersikeras menolak.


" Dulu kan aku masih anak anak ayah, pemikiran ku juga masih labil. Kenapa sih kalian menganggapnya serius. jelas Ayumi ngotot. Bahkan gadis itu tidak segan segan melontarkan tatapan tajam menusuk pada pria yang tak lain adalah Louis yang dengan santai duduk di kursi sambil menikmati teh sore hari nya. Tidak memperdulikan hawa sekitar yang mulai mencekam akibat ulahnya yang tiba tiba datang ke kediaman Bachri dan menuntut pertanggung jawaban Ayumi yang telah membuat ayahnya itu mengalihkan surat tanah Vila atas nama Ayumi dan bukan dirinya.


Andara yang duduk diseberang kursi menatap heran ketiganya. Dia salah satu orang yang tidak tau kenapa kejadian seperti ini ada . Seorang pria yang ia kenali sebagai sahabat suaminya itu mau menyerahkan vila mewah itu untuk seorang Ayumi yang notabene hanya anak dari sahabatnya. Dan malah menyuruh anaknya menikahi putri sahabatnya, padahal gadis itu sudah menolak. Dan dia juga cukup heran dengan kelakuan Louis yang tampak santai saat melihat Ayumi sedang adu otot dengan ayahnya seperti sudah mengenal mereka sangat lama.


"Ehemmm. Andara berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka.


" Sepertinya masalah ini begitu rumit.. kata Andara yang berhasil membuat ketiganya mengalihkan pandangannya menatap Andara.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2