
Kelanjutannya
"Hoekkk,,, hoekkkk,, hoekkk,,
Terdengar suara Andara yang sedang memuntahkan semua makanan yang telah ditelannya tadi siang.
Ayumi yang baru saja masuk ke kamar Andara karena sedari tadi tidak ada jawaban saat mengetuk pintunya segera berlari ke arah kamar mandi saat mendengar suara seseorang yang sedang muntah. Gadis kecil itu terkejut mendapati maminya terduduk di lantai sebelah wastafel.
"Mamiiiiiii,,,, teriaknya dengan wajah yang begitu khawatir.. Ia langsung bergerak meraih tubuh Andara dan sedikit mengoncangnya.
"Mami are you okay,,? mami.... mam .. ucapnya berkali kali saat dirinya merasa tidak ada respon dari tubuh wanita tersebut.
" Mami jangan membuatku khawatir ... lanjutnya. Tangan gadis kecil itu tergerak menyentuh kening Andara, Namun tidak demam. kondisi tubuhnya normal saja. Tapi kenapa maminya malah pingsan...? batinnya bertanya tanya.
"Mami tidak pingsan sayang,,,ucap Andara lemah. Seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan anak gadisnya itu. Dia mulai menggerakkan matanya dan menatap wajah ayumi yang terlihat sedang mengkhawatirkan nya.. Sudut matanya sudah penuh dengan air mata yang merembes membasahi pipinya.
" Tidak usah menangis, tolong bawa mami ke tempat tidur dulu.. ucapnya lagi
Tanpa basa basi Ayumi hanya mengangguk menuruti perkataan maminya. Ia meraih tubuh Andara dan membantunya berdiri dan melangkah menuju kasur.
Direbahkan tubuh maminya yang terlihat lemah itu..
Ia mengambil bantal agar kepala Andara bisa bersandar dengan nyaman.
" Mami,, kau pucat sekali... " Mami sakit? tanyanya memastikan...
__ADS_1
Andara yang tidak punya tenaga untuk meladeni pertanyaan putrinya itu hanya mampu menggelengkan kepala pelan.
"Akan ku telfon ayah.. ucap Ayumi seraya mengambil ponselnya yang berada disaku celananya. ...
Satu nada deringann saja langsung diangkat oleh Bachri..
"Iya nak,, ucap Bachri dari sebrang..
"Ayah pulanglah,, mami Andara pingsan.. ucap Ayumi segera,, kemudian ia mematikan telfonnya sepihak tanpa mau menunggu balasan dari ayahnya..
Gadis kecil itu meraih tubuh maminya dan dipeluknya erat, seolah tidak ingin kehilangan seseorang untuk kedua kali.
"Mami jangan sakit dong,, Yumi takut sekali.. ujarnya sambil menangis..
Sedang kan Bachri yang berada di kantor segera membatalkan semua acara pertemuannya untuk hari ini. Pria itu begitu panik setelah mendapatkan telfon dari anaknya. Ia sangat mengkhawatirkan kondisi andara. Tidak biasanya wanita itu sakit.
Mobil yang di kendarai Bachri melesat dengan kencang membelah jalanan ibu kota yang sangat ramai. Sepanjang perjalanan hanya umpatan yang keluar dari mulutnya. Bahkan hampir saja ia menabrak seorang pengguna jalan yang menyebrang tanpa melihat traffic light yang masih menyala warna hijau.
" Shittt,,,,, umpat Bachri seraya mengerem mobilnya mendadak..
Sedangkan orang itu segera berlari ketakutan saat melihat Bachri akan turun dari mobilnya..
Bachri yang melihat orang itu telah pergi hanya mendesahkan nafasnya dengan kasar.
Lalu ia kembali menjalankan mobilnya untuk segera menuju mansionnya, tidak menghiraukan dengan apa yang sudah terjadi. Dipikirannya saat ini ingin cepat cepat pulang dan melihat kondisi istrinya.
__ADS_1
Tak lama ia sudah sampai di pintu gerbang . Satpam yang menjaga didepan segera membukanya..
Ia segera memarkirkan mobilnya didepan halaman. Dan berlari menuju kamar Andara.
Pelayan yang melihat tuannya tergesa gesa itu tampak kebingungan dengan apa yang telah terjadi. Ingin rasanya bertanya, namun nyalinya tidak sebesar itu.
"Andara,, teriaknya setelah memasuki kamar istrinya. Ia melihat tubuh anaknya meringkuk memeluk maminya...
"Apa yang sudah terjadi,,? tanyanya, Namun Ayumi hanya terisak tak mampu menjawab pertanyaan ayahnya..
Bachri yang sudah kebingungan dan khawatir itu segera membopong tubuh istrinya untuk dibawa kerumah sakit.
Sopir segera membuka pintu mobilnya dan langsung memegang kemudi. Ia yakin jika tuannya saat ini tidak bisa menyetir sendiri mengingat istrinya terlihat tidak sedang dalam kondisi baik baik saja.
Ayumi duduk didepan sebelah sopir. sedangkan Bachri duduk dibelakang kemudi dengan tangan yang terus memeluk tubuh istrinya dalam pangkuannya.
Setelah semuanya masuk, sopir itu segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit .
*************************************
"Bagaimana kondisi istri saya dok,,? tanya Bachri setelah melihat dokter itu keluar dari ruang perawatan Andara.
"Sangat tidak baik Tuan, Silahkan duduk dulu, saya akan menjelaskannya.. jawab dokter itu dengan tangan yang mengulur menunjuk kursi agar Bachri bisa duduk.
Bachri hanya terdiam dan menuruti perkataan dokter tersebut.
__ADS_1
" Tubuh nyonya Andara yang lemah seperti itu karena beliau kekurangan cairan tubuh tuan. Dan selama ini dia selalu memuntahkan makannya sehingga asupan nutrisi ditubuhnya tidak terserap dengan baik. Itu akan sangat mempengaruhi kondisi janinnya.. jelas dokter pria tersebut.
-bersambung-