
Kelanjutannya
" Kak,, kenapa melamun? Ayumi menegur Andara yang sedari tadi terdiam..!! Apa ada masalah? lanjutnya..
" Nope..!! sanggah Andara cepat.
Kita akan ada jadwal pemotretan untuk iklan baju di mall grand Xx. Usahakan selesai dalam waktu 2 jam ya... kakak ada acara malam ini... jelasnya lagi panjang lebar.
" Ehhemm,, ehmm,,
"Apa kakak akan melakukan kencan buta hari ini? Goda Ayumi sembari mengedip ngedipkan mata nya dengan nakal...
" Hehehehe,,, Dengan siapa? saut Andara. "Hatiku ini telah terpatri dengan seseorang . "Namun dia tidak pernah memperhatikanku, bahkan untuk membuka hatinya saja dia sangat keberatan. Balas gadis itu seraya menundukkan pandangannya.. Dia terlihat memendam kesedihannya sendiri. Entah seperti apa perasaannya saat ini, dan dengan siapa dia melabuhkan hatinya. Yang jelas selama 1 tahun ini belum pernah dia terlihat bersama laki laki kecuali kakaknya Naoki.
"Isshhh,, cantik seperti ini siapa yang bisa menolak pesona Kakak? ujar Ayumi menyemangati. Kau bahkan bisa memilih dengan siapa kau akan berkencan. Misalnya kakak Joon yang seperti oppa oppa Korea itu. Oh my God, jika aku dewasa nanti aku ingin punya pacar sepertinya. Ucap Ayumi sambil membayangkan jika dia bisa berkencan dengan biasnya yaitu Taehyung. Pasti sangat indah. Pikirnya
"Jika Kaka ingin berkencan dengan pria aku akan meluangkan waktu, agar kakak tidak sibuk dengan jadwal kerjaku. tawarnya lagi.
Gadis itu hanya meremas kedua tangannya dan tersenyum simpul.
"Joon itu seperti saudara buatku, aku tidak bisa jika harus berhubungan yang lebih serius dengannya. Itu sangat akward sekali.. Jelas Andara.
" kau ini,,,,!!!, umur berapa sih kok dewasa bangett, mau gak jadi anak kakak? ujar Andara lembut. Kemudian tangannya meraih kepala Ayumi dan di pitingnya sayang..
" Oh my God. astaga.... jangan jangan pria itu adalah ayahku, teriak Ayumi dengan lantang, gadis itu seperti menemukan jackpot, wajahnya terlihat bahagia.
" Pelankan suaramu,, kata Andara dengan nafas memburu.. Dia terlihat malu malu dengan wajah yang mulai memerah...
"Nani?(apa dalam bahasa Jepang). it's really...!! Kak kau....!! sejak kapan? tanya Ayumi penasaran. Wajahnya mengkerut dengan bola mata menyorot tajam memperhatikan Andara didepannya.
"Sudah lama,, !! tapi sepertinya tidak ada harapan lagi.. ujar Andara lemas. Ia seperti tidak punya tenaga jika harus membahas cintanya yang bertepuk sebelah tangan itu.😌😌😌
" Yang sabar aja kak, mungkin ayahku belum bisa move on dari mendiang ibuku.!!. Tapi apa kau sehat kak? maksudku, apa kah kau benar benar menyukai ayahku, dan hmmmm serius seperti itu ,,!! tanya Ayumi pelan setengah berbisik bisik, takut ada orang yang akan mendengarkan percakapan mereka.
"Tapi berjanjilah untuk tidak mengatakan kepada beliau, aku segan dengannya.. Dia sangat tertutup sekali. Bahkan kemarin saat dirumahmu, aku berusaha menyapanya, dia hanya tersenyum kemudian pergi. Padahal aku ingin dekat dengan dia. jelas andara
" Aku berjanji kak, tidak akan mengatakan pada ayahku, kata Ayumi seraya meraih jari kelingking Andara untuk melakukan pinky promise ala remaja.
__ADS_1
"Jadi ceritakan kapan kau mulai menyukai ayahku itu?
" Kau ingat pertemuan pertama kita,,!! Itulah pertama kali aku jatuh cinta dengan seseorang. Ayahmu, pria dengan sejuta pesona itu berhasil mencuri perhatianku.. Tatapnya yang teduh, perhatiannya yang manis, dan tutur bahasanya yang sopan. Serasa memikatku perlahan. Jelas Andara dengan wajah ceria nya.
Ayumi hanya mengangguk anggukkan kepalanya menanggapi cerita seseorang yang telah jatuh cinta. Matanya terus memperhatikan Andara dengan seksama, tak ingin terlewat satupun detail cerita itu.
"Sejak saat itu aku berusaha untuk menarik perhatian nya, terkadang aku juga berusaha menghubungi beliau. tapi nihil, tak pernah ada balasan. jika bertemu didepan dia hanya tersenyum dan pergi begitu saja, hatiku sakit sekali dengan sikap dinginnya kepadaku. Tapi mau bagaimana lagi aku terlanjur menyukainya .
Andara menyandarkan tubuhnya di kursi taman dengan pikiran yang menerawang keatas.
"Kak,, kau itu masih muda, dan ayahku hampir berumur 40 tahun. Perbedaan usia kalian terlampau jauh. Apa kau tidak mau membuka hati dengan yang lain saja. Aku tidak menolak jika kau ingin menjadi ibuku, tapi sepertinya ... Ayumi menjeda kata katanya dan menghembuskan nafas berat.
" Kau tidak perlu berjuang seperti ini dan menyakiti dirimu sendiri. Ayahku tidak se special itu. Lanjutnya lagi
" Apa memang seperti itu,,!!Apa benar aku tidak ada harapan? ujar Andara frustasi.
Kemudian mata wanita itu mulai berkaca kaca. Ingin rasanya ia menangis. Dadanya seperti tercabik cabik mendengarkan ucapan Ayumi. Rasa sakit itu perlahan menggerogotinya dan akhirnya dia terisak.
" Huaa yumii hikss hikss...!! Tolong kakak mu ini, aku bisa mati , sakit sekali dadaku...!!ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜.. kata Andara disela tangisannya..
"Lihatlah.. mobil ayahku masih didepan, dia belum berangkat kekantor sepertinya.. Ayumi mencoba menenangkan andara dengan tangan yang sibuk menepuk nepuk punggung wanita itu pelan.
"Hikss, tapp.. tapiii.. Andara mengusap air matanya..
" Sudahh... aku janji akan membantumu.. Diam dan usaplah ingusmu.. Kakak jelek sekali kalo menangis..!! Goda Ayumi agar Andara kembali tersenyum.
"Benarkah,,? teriak Andara senang.
"Kau tidak berbohong kan? tanyanya memastikan.
"Kenapa aku harus berbohong, aku senang jika kita menjadi sedekat itu. Ucap Ayumi
Kemudian wanita itu mengambil tissue di tas lalu perlahan mengusap wajahnya. Tangisnya sedikit demi sedikit terhenti. Merasa terhibur akhirnya dia mempunya teman yang akan mendukungnya.
Selanjutnya keduanya meneruskan percakapan unfaedah itu, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan diam..
Pria yang tak lain Bachri ayah Ayumi itu hanya menghela nafas dalam dan berjalan menunduk meninggalkan mereka tanpa diketahui.
__ADS_1
"Oh ya kak,, aku akan bersiap siap dulu. Kau masuklah, dan jika belum sarapan nanti biar bi Inah yg menyiapkannya..!! jaga kesehatan ya CALON IBUKU. Ayumi menekan kata katanya.,, dan itu sukses membuat Andara merona malu. Gadis kecil itu berlari sebelum Andara sempat membalasnya..
"Ishhhh bocah itu...dia sangat imut sekali...!! ujar Andara gemas dan segera dia berdiri meninggalkan bangku taman untuk menuju ke dalam mansion Bachri.
" Aku laparrr...!! keluhnya setelah sampai di dapur.
" Bii inahh, apa ada sesuatu yang bisa kumakan? tadi pagi aku bangun kesiangan belum sempat makan.. jelas Andara. Tangannya bergerak membuka lemari pendingin makanan dan mengambil botol minuman dan menenggaknya perlahan. Dia sangat kehausan, mungkin efek dari menangis tadi..
Gadis itu tidak memperhatikan sekelilingnya..
Kemudian dia dikagetkan dengan suara pria yang berdehem..
"Ehmm ehmmm...
"Byurrrr.. Andara menyeburkan air yang belum sempat ditelannya keluar.
"Tuu,, tuannn, "Kenapa anda berada disini,? tanya Andara dengan terkejut. Gadis itu terlihat gugup saat berada dalam satu ruangan bersama Bachri..
" Kenapa? ini kan rumahku, aku bebas berada dimanapun. Balas Bachri dengan nada datar dan dingin..
" ahhh,, selalu saja seperti ini..!! batin Andara frustasi.. Apa aku memang tidak layak untuknya??😌😌😌
" Apakah Tuan sudah sarapan?
Gadis itu menunduk tanpa berani melihat orang yg diajak sebagai lawan bicaranya..
" Sudahh.... jawab Bachri singkat. Kemudian ia berlalu pergi meninggalkan Andara sendirian di dapur.
Andara mendudukkan badannya di kursi. Tenaganya sudah terkuras habis. Tiba tiba saja moodnya langsung memburuk.Dia sudah tidak lagi berminat untuk mengisi perutnya lagi..
" Hatiku yang kecil ini, bersabarlah.. Sedikit lagi,, kita berjuang bersama sama untuk menaklukkannya... ujarnya pelan menyemangati dirinya sendiri.
" Tuhan,, jodohkanlah dia untukku. Jika dia bukan jodohku, matikan saja jodoh dia, dan jodohkan lagi dia untukku.. amin.. doa Andara yang menuntut.
( Malaikat yang berada disebelah Andara bingung ingin mencatat dalam buku apa, Karena doa Andara yang abu abu) . Poor andara
_Beraambung_
__ADS_1