
Kelanjutannya gaes
Sudah satu Minggu Andara dan Ayumi berada di Jepang. Mereka tampak menyibukkan diri mengunjungi tempat tempat wisata dan juga hal menarik lainnya. Tak lupa Ayumi selalu menemani neneknya berkebun, dan itu sedikit membuatnya merasa senang.
Udara pegunungan yang sejuk ditambah dengan bunga sakura yang mekar menambah kesan eksotis suasana di Negara itu.
"Apa ayahmu tidak akan berkunjung kesini? Tanya Daichi yang terlihat mulai akrab dengan cucu barunya..
Mereka berdua sedang duduk di salah satu gazebo yang menghadap ke arah perkebunan buah persik🍑. Sejuknya udara disini sangat berbanding terbalik dengan suasana di kota tempat tinggalnya. Membuat Ayumi betah berlama lama tinggal disini.
"Entahlah kek, beliau selalu sibuk bekerja. Terkadang aku kesepian juga berada dirumah. Tapi Syukurlah sekarang ada mami Andara yang sangat baik mau menjadi ibuku. Ujar Ayumi yang nampak sedih. Gadis kecil itu menundukkan kepalanya, berharap buliran air mata yang menggenang di ujung kelopak matanya itu tidak ada yang melihat.
Daichi yang melihat respon cucunya yang tampak sedih itu hanya menghela nafas pelan.
"Sudahlah,, dia bekerja keras karena ingin memberikan masa depan yang cerah untukmu.. ucapnya menenangkan.
" Aku berfikir juga begitu, semoga ayah segera datang. Maafkan atas kelancanganku yang meminta mami Andara untuk menjadi ibu ku kek. Dia memang pantas mendapatkan pasangan yang lebih baik daripada ayahku yang seorang duda dengan anak yang sebesar diriku, tapi aku berharap kakek bisa menerima kami ya... ujar Ayumi berusaha memohon agar kakeknya mau mempertimbangkan hubungan mereka kedepannya.
"Mungkin sudah jodohnya, kau tak perlu memohon seperti itu. Ucap Daichi memaklumi.
" Kadang aku merasa kau bukan gadis dengan usia 11 tahun. Pemikiranmu itu sangat dewasa sekali...
Ujarnya lagi kagum dengan sikap Ayumi yang tampak dewasa dan bertanggung jawab.
"Semua orang akan berbicara seperti itu jika mereka mengenalku kek, mungkin karena ibuku meninggalkanku saat aku kecil, jadinya aku harus bersikap dewasa untuk mengurangi beban ayahku.
" Sudah jangan terlalu kau fikirkan. Diusiamu ini kau seharusnya lagi senang senangnya bermain, tanpa memperdulikan masalah orang dewasa.
Jadi bersikaplah seperti gadis kecil pada umumnya. Itu akan mengurangi beban mu.. jelas Daichi lembut.
__ADS_1
"Terima kasih kek,, jujur saja aku lebih tenang dan nyaman berada disini ketimbang harus tinggal di Jakarta dan sendirian. Nenek Naomi begitu menyayangiku dan kakek pun juga. Aku merasa memiliki keluraga yang utuh.
"Kau bisa tinggal disini jika sudah lulus nanti. Selesaikan dulu tugasmu. Akan sangat merepotkan jika kau pindah sekolah di waktu yang mepet seperti ini.. Jelas Daichi.
" Ya kakek benar... ucap Ayumi sekilas.
"サー、あなたに会いたがっている人がいます
(Tuan, ada seseorang yang ingin menemui anda)
Tiba tiba seorang pelayan menghampiri mereka dan membisikkan sesuatu ditelinga Daichi..
"彼女は誰ですか? (Siapa dia?) Tanya Daichi dengan mengerinyitkan keningnya.
" インドネシア出身の男 ( Seorang pria yang berasal dari Indonesia) jawab pelayan itu.
"よし、彼をリビングルームで私を待たせて。(Baiklah, biarkan dia menungguku diruang tamu). ucap Daichi mengakhiri obrolan dengan pelayan nya.
Pelayan itu mengangguk sekilas kemudian pergi meninggalkan Daichi dan Ayumi.
" Aku sedang ada urusan, kau masuklah kedalam, disini mulai dingin. tutur Daichi seraya berdiri dan berjalan meninggalkan Ayumi yang tampak termangu.
Gadis kecil itu kemudian berjalan mengikuti arah jalan Daichi dan mengekorinya dari belakang.
"Ayahh,,,!! Teriaknya setelah melihat sosok Bachri duduk di sofa ruang keluarga. Pria itu selalu bergaya elegan yang menampilkan kualitas seorang bangsawan Tiongkok pada umumnya. Sangat berlebihan menurut Ayumi dengan umur ayahnya ya sedikit tua. Dia nampak terlihat seperti pria diusia 30 tahun saja.
" Ayah kapan kau datang,,? serunya seraya menghambur ke pelukan Bachri.
Daichi yang melihat itu terpaku sesaat, Ia mengira jika Bachri adalah seorang pria tua dengan melihat umurnya. Ternyata dia masih sangat muda, tak jauh berbeda jika dipandang sekilas dengan Andara.
__ADS_1
" Tuan Bachri, kau akhirnya kesini juga,,, ketus Daichi tanpa basa basi. Pria tua itu ingin menguji keseriusan menantunya. Ia mendudukkan tubuhnya disofa depan Bachri. Dan matanya terus menatap sosok menantunya yang sangat tampan itu.
"Benar saja Andara mencintainya, dia seperti punya kekuatan immortal (Keabadian) di tubuh dan wajahnya itu... batin Daichi mengagumi wajah menantunya.
" Maafkan saya atas semua kejadian ini Tuan,, saut Bachri sopan. Nadanya dibuat selembut mungkin berharap mertuanya bisa memaklumi kesibukannya.
" Saya dengan tidak sopannya datang kesini setelah menikahi putri anda..lanjutnya lagi
"Syukurlah kalau kau sadar, sarkas Daichi..
" Pria gentleman akan memperlakukan wanita dengan baik bukan,,? Dan kau memiliki seorang putri. Harusnya sudah tau apa yang harus dilakukan,,.bukan begitu tuan Bachri..
Kata Daichi dengan menekankan kalimatnya yang terakhir.
" Saya akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan saya... Ucap Bachri serius.. Pria itu tampak melihat kesegala ruangan seakan akan mencari sesuatu yang tak kunjung ditemuinya..
"Andara keluar dengan temannya jika itu yang sedang kau cari ...
" Kemana perginya dia,,? tanya Bachri tidak sabar. Dia kesini dengan buru buru meninggalkan semua pekerjaannya untuk menyusul istri dan anaknya. Namun setelah sampai di rumah keluarga Daichi dia tidak menemukan sosok Andara. Hanya melihat putrinya yang sedari tadi menempel seakan akan sedang merindukannya.
" Entahlah,, jawab Daichi dengan menghendikkan bahunya..
" Kau bisa tahu alamat rumah ini dari siapa?
"Saya menemukannya dari profill Andara tuan,,!! Saya tidak menyangka jika Andara adalah putri anda.
" Suatu kehormatan bisa menjadi bagian keluarga Daichi. ucap Bachri dengan melebarkan senyumnya..
_bersambung_
__ADS_1