Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB. 41


__ADS_3

Kelanjutannya


Adegan 21+ di skip ya gaes karena ditolak.


Sisa sisa dari percintaannya disiang hari itu mengharuskan Bachri untuk bangun dari tidurnya. Ia merasa tubuhnya sangat lengket akibat keringat. Ia menolehkan wajahnya kesamping, terlihat istrinya masih tertidur dengan pulas dengan wajah yang sedikit berantakan akibat ulah panas nya.


Pria itu tidak menyangka, diusianya yang tidak lagi muda, ada seorang wanita cantik yang mau mendampinginya dan mau menjadi ibu dari anaknya . Perasaannya menghangat, ketika melihat bercak darah di sprei sisa pergulatan mereka. Ia tidak habis pikir kenapa Andara begitu mencintainya, padahal dia hanya seorang duda.


Dan setelah melihat siapa sesungguhnya istrinya itu, ia kembali merasa bersalah karena memikirkan hal yang tidak mengenakkan tentangnya. Dia adalah wanita yang baik baik, dan semua barang branded itu ia yakini berasal dari keluarganya. Karena setahu dirinya, Daichi adalah pengusaha kontraktor yang terkenal di negaranya. Dan mereka juga pernah menjalin kerja sama atas didirikannya perusahaan sunflower.corp yang di pimpinannya sekarang ini.


Mata Bachri fokus kembali menatap tubuh istrinya yang telanjang. Tampak dadanya yang indah itu seakan melambai lambai kearahnya untuk segera dilumat dan dimanjakan dengan bibirnya. Namun pikiran kotor itu segera ia tepis, karena akal sehatnya masih mementingkan istrinya yang mungkin saja saat ini kurang nyaman akibat ulahnya tadi. Dan area sensitifnya dirasa masih sakit.


Bachri tidak mengerti kenapa tubuhnya selalu berinteraksi berlebihan dengan wanita yang berada didepannya. Seakan ada magnet yang membuatnya menarik Bachri untuk berjalan kearahnya.


Pernah dulu sewaktu Andara belum menjadi istrinya, Ia sempat melihat wanita itu memakai gaun yang menunjukkan belahan dadanya saat menemani Ayumi datang ke acara party dikantornya, dan itu membuat milik bachri menegang seketika.


Akhirnya dengan terpaksa Bachri pergi dari tempat itu dan menyelesaikannya sendiri dikamar mandi. Dia tidak lagi muncul ke arah Andara karena takut tidak bisa mengontrol dirinya. Itulah alasan kenapa selama ini Bachri sedikit menjaga jarak dari Andara. Bukan karena kebencian atau apapun. Tapi karena ia tidak ingin berbuat yang tidak tidak mengingat andara orang yang begitu baik yang telah merawat anaknya.


"Kau sudah bangun,,? suara Andara yang serak itu membuyarkan lamunan suaminya..


Wanita itu menggerakkan pinggulnya untuk duduk. Dan membungkus tubuh polosnya dengan selimut.


"Sudah sayang,, jawab Bachri lembut. Tapi sorot matanya tetap menelisik ke seluruh tubuh istrinya.

__ADS_1


"Aku akan menyiapkan makan siang mu yang terlambat.. ucap Andara sambil mencoba untuk berdiri tapi usahanya sia sia. Rasa nyeri di bagian pusat itu membuatnya meringis kesakitan kemudian ia berhenti bergerak.


Isshhh,, desihnya tertahan..


Bachri yang melihat istrinya seperti itu jadi merasa bersalah. Seharusnya dia sedikit lembut mengingat itu adalah pengalaman pertama kali bagi Andara.


"Tidak usah pedulikan makan siang ku. Kau istirahat di kamar saja sayang. Ujar Bachri seraya meraih pucuk kepala istrinya dan dikecupnya lama. Pria itu kemudian memunguti bajunya yang berserakan dibawah dan memakainya..


"Aku akan mandi dulu.. ujarnya seraya pergi meninggalkan Andara sendirian di ranjang.


Andara mengangguk sekilas. Kemudian wanita itu berteriak saat suaminya sudah tidak lagi berada didepannya .


"Oh Daebakk,,,,!! benar benar luar biasa..!! ucapnya terkagum kagum.


"Aku sampai kewalahan menuruti keinginannya yang tidak ada habisnya..ujarnya bermonolog sambil memegangi pipinya yang bersemu merah.


Wanita itu sungguh tidak menyangka dengan perlakuan suaminya. Hari ini dia seperti orang yang sudah bekerja keras. Tidak ada sisa tenaga yang dimiliknya. Seakan semuanya terkuras habis akibat pergulatan panasnya disiang hari yang menghasilkan tiga kali ronde dengan kekalahan telak di miliki oleh Andara .


Lalu ia mengambil telfon rumah yang berada di atas meja sebelah ranjang tidurnya.


"昼食を用意して、私の部屋に届けてください。(Tolong siapkan makan siang,, antarkan ke kamarku)..!! ucapnya setelah telpon itu tersambung..


"はい、ミス。他に必要なものはありますか?Baik nona, Apa ada lagi yang anda butuhkan?

__ADS_1


"いいえ、結構です。(Tidak ada, terima kasih). jawabnya seraya mematikan telepon tanpa menunggu jawaban dari orang yang berada di dapur rumahnya.


"Sayang,, bisakah kau pinjami aku bathrobe... teriak Bachri dari dalam kamar mandi..


"Akan aku ambilkan... seru Andara berteriak berharap suaminya bisa mendengarkan.


Wanita itu mulai berdiri dan berjalan pelan pelan. Ia tampak terseok Seok karena masih merasakan sakit di pusatnya.. Ia membuka lemari nya yang besar kemudian mengambil apa yang dibutuhkan suaminya.


"Tokkk.. tokkk.. tokk.. pintu kamar mandi itu ia ketok dari luar.


" Sayang aku sudah ada didepan.. ucap Andara.


Dengan secepat kilat Bachri membuka pintu itu dari dalam dan menarik tubuh istrinya sekaligus menguncinya..


"Apa yang kau lakukan,, teriak Andara yang terkejut akibat ulah suaminya yang kini mulai membopongnya seperti karung.


"Jangan berteriak lagi, atau kau akan mendapati suamimu ini berakhir di Ruang dokter THT.. kata Bachri dingin..


" Tapi kenapa kau membopongku,,? Aku ingin turun.. ketus Andara yang tidak terima.


"Akan aku turunkan sayang... kata Bachri seraya menarik selimut yang menutupi tubuh polos istrinya. Lalu memasukkan tubuh Andara kedalam bathup dengan pelan. kemudian ia menyusulnya.


Ya Tuhan, semoga ini hanya acara mandi saja.. doa Andara dalam hatinya. Ia sungguh tidak kuat jika harus melayani suaminya lagi.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2