Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 47


__ADS_3

-Kelanjutannya-


Paginya Andara terbangun dari tidur panjangnya. Selama semalam itu ia sesekali mengecek kondisi suaminya yang sudah tidak demam lagi. Hingga akhirnya ia tertidur sekitar jam 3 dini hari dan sekarang ia terlambat bangun.


Ia meraba raba sekitarnya, namun sosok suaminya tidak ditemukan.


"Kemana perginya dia,,? ucapnya sambil menguap panjang. Tubuhnya ia renggangkan ke kiri dan ke kanan berharap sendi sendinya yang kaku bisa lemas.


Ia lalu pergi ke kamar mandi dan melakukan segala aktifitasnya.


Dimeja makan tampak Ayumi berdiam diri sambil sesekali menyomot makanan yang berada didepannya.


Ayahnya yang mengerti anak gadisnya bersikap dingin itu lantas mengeluarkan suaranya yang beberapa hari ini tidak terdengar ditelinga Ayumi.


"Ibumu sudah kembali...!! ucapnya mengawali pembicaraan.


Namun Ayumi hanya bergeming di tempat tanpa memperdulikan perkataan ayahnya. Gadis itu meraih ponselnya yang berada didepan nya dan mencoba mengetik sesuatu. Wajah datarnya tidak menunjukkan tanda tanda ketertarikan sama sekali.


"Ayah sedang berbicara denganmu,, lepaskan ponselmu itu.. bentak Bachri yang kesal dengan sikap Ayumi.


"Pelankan suaramu..!! seru an Andara menggema keseluruhan ruangan. Wanita cantik itu nampak berjalan menuruni tangga untuk ikut sarapan bersama keluarga kecilnya.


"Jangan berteriak didepan Ayumi,, lanjutnya. "Kau bisa bicara baik baik bukan?...

__ADS_1


Bachri terdiam saat mulut Andara kembali berbicara.


" Jika dia kembali, biarkan dia kesini untuk menjenguk putrinya, aku tidak keberatan. Namun jika dia tidak ingin melihat Ayumi dan kau memaksakan putrimu agar menemuinya, Aku sangat melarangnya..


"Kau tidak berhak ikut campur dalam urusan ini. Ayumi bukan putrimu, dia lahir dari rahim Laura... celah Bachri yang mulai terbakar amarah. Pria itu nampak mengeratkan rahangnya yang kokoh dan tangannya mengepal kuat.


"Aku tau,, bukankah ini menunjukkan harusnya jika dia benar benar Laura dia akan datang kesini dan melihat putrinya. Tapi kenapa dia lari bahkan tidak melihat kearah Ayumi saat berada di bandara.. ucap andara yg sedari tadi berusaha menenangkan pikirannya agar tidak ikut terbawa suasana yang mencekam.


"Kauuu,,,, geramm Bachri yang tertahan saat Ayumi melempar piring makanannya dilantai.


"Prangggg... suara pecahan piring itu terdengar nyaring ditelinga mereka.


"Bisakah ayah bersikap lebih dewasa sedikit? Teriaknya yang membuat kedua orang itu terdiam dan menelan semua argumennya yang akan di lontarkan satu sama lain.


"Kau menjelaskan ke pada mami Andara jika aku bukan putrinya. lantas kenapa dia yang berada disini dan bukan ibu Laura?


"Aku akan membawanya kesini. kata Bachri


"Cehh,,, bahkan ayah seakan lupa jika saat ini ayah telah menikahi wanita lain.. decih Ayumi dengan menampilkan senyum smriknya.


"Kenapa ayah harus memperjuangkan sesuatu yang telah berlalu. Sepertinya ibu juga sudah menikah dengan pria lain.. timpalnya sengit.


"Ayumiii... kata Andara yang berusaha melerai perdebatan anak dan ayah tersebut.

__ADS_1


"Mami,,, jika memang sudah tidak tahan dengan hubungan ini, maka cerai saja..! aku tidak ingin membuatmu semakin terluka dengan keegoisan kami. Seru Ayumi. Gadis itu kemudian mengambil tas nya dan berlari kearah halaman. Wajah merahnya menunjukkan jika saat ini dia sedang tidak baik baik saja. Gadis itu berusaha menyembunyikan tangisannya agar tidak terlihat oleh mami dan ayahnya.


"Kau lihat,,!! setelah beberapa tahun bersamamu dia semakin liar saja...!! cerca Bachri tanpa menoleh ke arah Andara. Pria itu mendudukkan dirinya di kursi lagi setelah melihat anaknya berlari kearah mobil yang mengantarnya ke sekolah.


"Apa benar seperti itu,,? karena ku dia seperti itu? ujar Andara tidak terima.


"Kau bahkan berani membentak nya setelah pergi beberapa hari ini.. ucapnya lagi.


"Aku sangat sibuk,,!! jelas Bachri dingin. Ia sama sekali tidak berani menatap Andara yang terlihat sangat marah.


"Sibuk? hahahaha tawa Andara menggema. Wanita itu terlihat menertawakan alasan Bachri yang dirasa tidak masuk akal.


"Sibuk untuk menghindari ku...lanjutnya..


"Bukan seperti itu... aku.... ucapan Bachri tertahan. Dia tidak tahu lagi harus menjelaskan seperti apa.


"Hei Tuan Bachri yang terhormat,,, ini saran ku saja. Kemarin kau mengajakku untuk memulai hal baru bukan? Bisakah kita akhiri saja.. Sepertinya aku mulai tidak tertarik. Ucap Andara berusaha tegar didepan suami angkuhnya itu. Meski hatinya sakit, mau tidak mau dia akan meluruskan semua permasalahan ini. Sudah cukup hatinya terluka. Ia tidak ingin lagi merasakan kepedihan untuk kesekian kalinya. Memang benar dia mencintai Bachri dan menyayangi putri pria itu. Namun dia tidak ingin menjadi wanita egois.


Laura sudah kembali, dan pasti Ayumi juga sangat menginginkan keluarganya kembali seperti dulu. Ya, sekarang dia akan menguatkan hatinya.


"Tidak apa, jika ini bisa membuat kalian bahagia nanti...!! kata hatinya berusaha tega.r


"Appp, apa maksudmu? tanya Bachri yang terbata bata. Dia terkejut atas ucapan yang keluar dari mulut istrinya..

__ADS_1


"Ceraikan saja aku...!! jawab Andara ..


-Bersambung-


__ADS_2