
Setelah perdebatan panjang itu akhirnya Andara memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Meski awalnya ada penolakan dari Ayumi yg menginginkan Andara untuk menginap saja. Namun Dia menyakinkan bahwa dirinya baik baik saja dan memberitahukan bahwa ia menyetujui semua keputusan Bachri. Gadis kecil itu kemudian mengangguk dan tersenyum senang, tangannya ia gerakkan untuk memeluk calon istri ayahnya dengan sangat erat, sepertinya dia tidak sabar untuk memiliki mami baru sesuai keinginannya..
---------------------
Sudah hampir seminggu telah berlalu. Hari hari dimana Andara akan melepaskan masa lajangnya telah usai. Kini wanita cantik itu telah berdiri didepan cermin besar, memperhatikan penampilannya yg berbalut gaun pernikahan dan wajahnya yg di poles dengan make up flawless kesukaannya. Disampingnya ada Anoki yg sedari tadi menemaninya.
"Apa kau gugup? tanya Anoki dengan senyum jailnya. Pria tampan itu menatap adiknya yg tampak cantik, dengan wajah yg bersemu merah. Dia tidak menyangka bahwa Andara akan menikah secepat ini. Bukannya baru kemarin dia mendebatkan masalah itu, agar Andara menyerah saja. Tapi sepertinya adiknya itu telat mendapatkan hati kekasihnya.
"App,, apa,,? biasa aja tuh,,!! jawab Andara terbata bata, wanita itu memalingkan mukanya karena malu .
" Tidak usah gugup, kau sudah terlihat sangatt sempurna, puji anoki tulus. kemudian pria itu menggenggam tangan Andra dan meletakkan dilengannya..
" Apa kau sudah siap ?Pegangan tanganku dengan erat, akan sangat memalukan jika kau jatuh didepan tamu undangan nanti, goda anoki dengan menyunggingkan senyum jailnya. "Ini sudah waktunya acara pemberkatan.. lanjutnya lagi
Andara hanya terdiam, lalu ia mengeratkan pegangannya di lengan anoki. Mereka berdua tampak berjalan pelan menuju altar pernikahan. Para tamu undangan telah duduk di kursinya. Mereka seperti tidak sabar untuk melihat acara puncaknya.
Anoki memberhentikan Andara disamping Bachri. Pria itu melihat calon istrinya sebentar kemudian memalingkan wajahnya lagi kedepan. Tidak ada ekspresi takjub, terkejut, atau bahkan rasa kagum. wajah datarnya menunjuk kan bahwa ia menginginkan hal ini segera berakhir.
"Pastur, tolong percepat acara pemberkatan nya.. ucap Bachri dingin.
Anoki dibuat terkejut karenanya.
__ADS_1
"Ada apa denganmu,? apakah Andara sedang memaksamu menikah,,? tanya anoki kepada bachri. Pria itu terlihat geram , wajahnya yg semula tersenyum bahagia yg akan menyaksikan adik tercintanya menikah, sekarang nampak rahang dan otot di lehernya mengeras seakan sedang menahan amarah. Sesaat kemudian ia merasa tidak rela jika adiknya menikah dengan Pria yg berada didepannya saat ini.
"Sepertinya ini tidak bisa dilanjutkan lagi Andara, ayo kita pergi, aku yakin mami dan Daddy tak akan merestuinya . Ajak anoki dengan tangan yg menarik lengan Andara untuk segera pergi dari tempat itu.
Wanita itu hanya diam ditempat. Wajahnya berusaha terlihat tersenyum agar kakaknya tidak curiga.
"Kak,, seru Andara dengan tangan yg mengusap lembut jemari jemari kakaknya,
"Tidak ada pemaksaan di pernikahan ini, mungkin tuan Bachri merasa gugup, jelasnya bertubi tubi. wanita itu berusaha meyakinkan kakaknya agar ia tidak dibawa lari dari pelaminan. Baginya itu sangat memalukan..
"Benarkah,,? Apakah memang seperti itu kenyataannya Tuan Bachri,, ujar Anoki menekankan kalimatnya dengan nada sarkas.
Bachri yg semula terdiam dengan perdebatan diantara mereka .Kemudian menganggukkan kepalanya pelan dan sedikit tersenyum. Tangannya berusaha meraih tangan Andara dan digenggamnya. Tidak ada satu katapun yg di ucapakan, wajahnya kembali dalam mode dingin dan datar.
Andara membuka bibirnya berusaha mengatakan sesuatu kepada bachri, "Jadi seperti ini acara pernikahan bersama orang yg tak kau cintai, bisiknya pelan.
"Jangan ada perdebatan an, aku ingin hari ini segera berakhir. jawab Bachri pelan setengah berbisik.
Andara memiringkan senyumnya. Dengan wajah yg terlihat menahan amarah.
Lalu ia berusaha menanggapi perkataan Bachri dengan tenang.
__ADS_1
"Ya kau lah pemenangnya untuk hal ini,, mari kita mengikat janji CALON SUAMIKU, kata Andara dengan nada penekanan di akhir kalimat.
Bachri hanya diam saja tidak menghiraukan kata kata andara dan matanya siibuk memperhatikan pastur yg berada didepannya dengan sorot yg tajam seakan mengatakan, cepatlaahh kerjakan pekerjaanmu bapak tua, aku ingin semuanya berakhir hari ini. batinnya.
Sekarang terlihat Andara dan Bachri sedang bersama sama mengikat janji suci, mengucapkan kata kata cinta, menyanjung satu sama lain seakan berharap pernikahan mereka abadi sampai akhir hayat. Dan semua itu berakhir dengan resminya hubungan itu.
"Sekarang kalian telah resmi menjadi pasangan suami istri.. ucap pastur itu di akhir kalimatnya.
Andara tampak menunggu Bachri untuk menciumnya seperti pasangan di film film yg ia tonton. tapi kenyataannya nihil. Bachri hanya melenggang pergi setelah acara tersebut.
Andara mendongakkan pandangannya untuk menahan matanya agar tidak menangis.
Pastur dan semua para tamu undangan di buat terkejut dengan kejadian tersebut, mereka tampak bertanya tanya. Apa yg sedang terjadi, namun beberapa menit kemudian mereka seakan tak peduli dan malah asik menikmati makanan yg sudah dihidangkan.
Tidak ada sambutan, tidak ada pesta, dan tidak ada pengucapan selamat dari para tamu karena pada akhirnya Andara juga meninggalkan ruangan tersebut sebelum sampai acara puncaknya.
Anoki yg sedari tadi melihat kearah adiknya yg dipermalukan didepan umum, hanya bisa mencengkram ujung taplak meja yg berada didepannya. Ia segera meredam emosinya sebelum akhirnya dia khilaf dan bisa saja melukai Bachri saat ini.
Ayumi yg melihat kejadian itu segera berlari kearah Andara dan memeluknya. Gadis itu mencoba menenangkan Andara bahwa semua baik baik saja. Padahal tadi ia berharap jika akan ada adegan romantis antara ayahnya dan maminya. ternyata tidak, ayahnya yg dingin terhadap semua perempuan setelah ditinggal istrinya pergi untuk selama lamanya itu sekarang tampak sedang berjalan pergi dari altar pernikahan dengan terburu buru. Ia sangat menyayangkan sikap ayahnya yg dirasa sangat arogan kepada maminya. Gadis kecil itu sangat sedih sekarang.
"Mam kumohon bersabarlah,, ujar gadis kecil itu lirih, ia menekuk wajahnya dengan ujung mata yg terlihat membendung air mata yg akan tumpah jika dikedipkan saja.
__ADS_1
Andara hanya terdiam dan mulai berjalan kearah parkiran dengan tangan yg menggandeng ayumi,.Tidak ada percakapan yg terjadi, sekarang yg terlihat wajahnya tampak lesu dan pucat. tidak ada senyum pengantin baru seperti pada umumnya.
Lalu ia masuk kedalam mobil dan diikuti Ayumi dari samping. Setelah berada didalam, Andara mengatakan sesuatu kepada sopirnya dan kemudian mobil itu meninggalkan tempat itu untuk menuju ke apartemen Andara.