
kelanjutannya
Daichi hanya menatap wajah menantunya sekilas kemudian pandangannya teralihkan dengan kedatangan Andara yang tiba tiba dengan seorang pria.
"Selamat datang Nyonya Bachri.. Sapa Pria yang tak lain adalah suami Andara dengan sarkas.
Wanita itu terkejut mendapati suaminya duduk dengan santai di kursi tamu bersama anak dan papinya..
Ayumi memutar bola matanya jengah melihat kelakuan ayahnya. Pikirnya akan ada drama baru mengingat begitu posesifnya ayahnya itu.
"Tu,, tuann,, ehmm maksudku Sayang... ralat Andara dengan terbata bata. Wanita itu melangkah mendekati suaminya yang terlihat mengerucutkan bibirnya. Lalu mendudukkan tubuhnya disamping sofa sebelah Bachri yang masih kosong..
"Hai kak Joon,, sapa Ayumi kepada laki laki yang datang bersama maminya..
"Hai cantik,,, kau juga disini,,? balas Joon. berbasa basi.. Pria itu tampak tidak menyukai akan kehadiran Bachri dirumah tersebut.
"Sesuai yang kau lihat kak,, kata Ayumi tersenyum.
Gadis itu berdiri dan berjalan ke arah Kang Joon.
"Sepertinya kita harus pergi dari sini. Bisiknya yang hanya mendapat balasan senyuman dari pria itu.
"Selesaikan drama kalian,, papi ingin istirahat... pamit Daichi sekilas kemudian pergi meninggalkan pasangan tersebut.
Setelah itu Ayumi menarik lengan kang Joon menuju ke gazebo tempatnya mengobrol dengan kakeknya tadi.
"Darimana saja,,? tanya Bachri yang sudah tidak sabar ingin berdebat dengan istrinya. Pria itu menatap wajah istrinya dengan lekat seakan ingin memakannya hidup hidup..
__ADS_1
" Menemui beberapa teman disini.. jawab wanitanya pelan.
" Kau menyuruhku datang kesini hanya untuk melihat mu berduaan dengan pria lain.. seru Bachri sedikit emosi.
" Tidak juga,, kita bukan berdua. tapi banyak orang.. jawab Andara polos..
Bachri menggeram marah , kemudian menarik tubuh istrinya untuk duduk di pangkuannya. "Sepertinya malam ini aku akan memakanmu, jika tidak aku tidak akan merasa tenang.. ucapnya dengan nada sensual ke arah telinga istrinya.
Wanita itu tersipu malu atas perbuatan dan kata kata suaminya ,
" Apa kau sudah bertemu dengan mamiku,? tanya nya mengalihkan perhatian.
"Belum, aku baru saja tiba disini, dan hanya papimu yang menemui ku.. ujar Bachri
"Mungkin mami masih di kebun, dia sibuk sekali akhir akhir ini.
" Kau bisa menemukanku darimana? tanya Andara yang sedari tadi penasaran. Kenapa tiba tiba suaminya sudah sampai di rumahnya.
" Aku kan sudah bilang ingin pulang kerumah orang tuaku... ujar Andara cemberut...
Wanita itu tidak tahu lagi cara berfikir suaminya yang sedikit implusif.
" Kau marah,,? tanya Bachri heran.
" Tidak juga,, Apa kau sudah makan?
" Ah kau benar, aku belum makan,, jadi dimana kamarmu,,? tanya Bachri menyeringai.
__ADS_1
" Ka,, kamarrr,,,? Seru andara.
" Untuk apa ke kamar, jangan coba coba ya,, ini masih siang.. Ucap Andara menginterupsi.
" Memang kenapa aku hanya ingin istirahat sayangku.. balas Bachri dengan sigap membopong tubuh istrinya ala bridal style..
"Ahhhh,, turunkan aku,, teriak Andara terkejut.
" Jangan teriak teriak, akan sangat memalukan jika mereka mendengar suara kita.. Cepat tunjukkan dimana kamarmu.. titah Bachri tanpa bisa dibantah.
Andara hanya menurut saja. Ia menuntun suaminya menuju kamarnya, tanpa terlepas dari gendongannya. Ia sangat nyaman berada di pelukan pria yang dicintai.
Tak lama kemudian mereka telah sampai di kamar Andara.
Pria itu menatap sekilas ke seluruh ruangan yang lumayan besar itu dan mendudukkan tubuh istrinya di atas ranjang dengan sangat pelan.
Tanpa basa basi Bachri langsung melepas jas yang ia gunakan dan melemparnya kesegala arah.
" Aku tidak akan tahan jika harus menunggu malam untuk memakanmu.. aku ingin memintanya sekarang.. ucap Bachri menuntut. Nafas pria itu sudah memburu, hasrat yang selama ini ia tahan sudah tidak bisa lagi terbendung.
" Tapii ini masih siang sayang,,, ujar Andara berusaha berkompromi dengan suaminya..
" Kau selalu saja mencari alasan,,
" Katakan,, kau ini benar benar mencintaiku atau hanya membual saja... kata Bachri dengan meninggikan suaranya.. Dia sedikit emosi atas segala penolakan yang dilakukan istrinya. Sangat tidak wajar bukan setelah 4 bulan lebih pernikahannya dan mereka sudah sepakat untuk memulai hal baru, tapi seakan akan Andara memberikan tembok pembatas agar dirinya tidak tersentuh. Bukankah selama ini dia mengatakan mencintai pria itu, dan ingin memilikinya. Kenapa dia selalu saja menolak untuk menyatukan hati mereka melalui kewajiban Yang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri.
" Aku mencintaimu, sungguh,, ucap Andara cepat. Wanita itu takut jika Bachri akan meninggalkannya. Sejurus kemudian tangannya merangkul leher suaminya dan memberikan kecupan singkat dibibir pria tersebut.
__ADS_1
" Mulailah,,,.. ucapnya menggodaa..
_bersambung_