Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 24


__ADS_3

Andara tampak cantik dan anggun dengan dress panjang warna baby blue yang dia pakai saat ini. Rambut panjangnya ia gulung keatas memperlihatkan leher jenjangnya yang dihiasi kalung Swarovski dengan pendant angsa yang sangat pas dengan penampilannya sore ini.


Sedangkan Ayumi, gadis kecil yang biasanya terlihat dewasa sebelum waktunya itu hari ini memakai dress warna coral dan aksesoris pita dirambutnya memberikan kesan lugu, anggun dan cute sesuai dengan umurnya.


"Kalian sudah siap? tanya Bachri yang sedari menatap tampilan istri dan anaknya dengan kagum. Mereka tampak cantik dan menawan. Tapi tetap saja ia menyembunyikan hal itu lewat wajah datarnya.


Lalu pria itu menghampiri istrinya yang berdiri disamping anaknya dan menekuk tangannya untuk di gandeng Andara..


Wanita itu kaget atas perlakuan dadakan dari Bachri. mau tidak mau dia meraih lengan suaminya dan bergandengan menuju mobil yang telah disiapkan oleh sopir.


" Woahh, ayah,,, you look so great,,!! ujar Ayumi menatap kagum tampilan ayahnya hari ini.


"Aku bisa memastikan jika mereka yang tidak mengenalmu, akan mengira kalo umurmu baru menginjak 30 th.. kata Ayumi memuji ayahnya..


"Tuan,,, ucap Andara pelan.. "Anda memang sangat tampan.. Puji Andara dengan malu malu. Wanita itu menatap wajah suaminya saat ini dengan intens, mencoba melupakan permasalahan dipagi hari yang membuat moodnya tidak baik.. Dia akan menikmati hari ini, kapan lagi dia akan merasakan diperlakukan layaknya seorang istri sesungguhnya.


"Eh'emmmm..!! Bachri hanya berdehem untuk menutupi kegugupannya.


Diperlakukan seperti itu membuat dadanya bergetar, Ia terdiam membisu tidak menjawab pujian dari istrinya, baru kali ini dia gugup hanya karena sebuah kata kata.. Wajah tampan itu bersemu merah.. Ia mengalihkan pandangannya setelah semuanya masuk kedalam mobil.


Pergi ke kekediaman Tuan Mark,, Titah Bachri kepada sopirnya..


"Baik Tuan,,, jawab sopir itu. Kemudian ia menyalakan mesin mobil dan melaju menuju tempat acara pesta tersebut.

__ADS_1


Selang waktu 30 menit akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.. Bachri dan keluarganya memasuki rumah mewah yang tampak sangat ramai dikunjungi orang orang kelas atas..


Mereka melalui petugas keamanan dan menyerahkan kartu undangan yang ada barcode nya..


Pemilik rumah yang bernama Tuan Mark datang menghampiri Bachri, dari kejauhan dia sudah tersenyum ramah..


"Willkommen Freunde, schön dich zu treffen, ! (selamat datang bro, senang bertemu denganmu) sapa tuan Mark dengan bahasa jerman,,


Pria yang diperkirakan umurnya 5 tahun diatas Bachri itu memeluk Bachri seperti seorang saudara..


"Ich freue mich auch, euch Freunde zu treffen ,, !! (aku juga senang bertemu dengamu teman,) Bachri tersenyum seraya membalas pelukan dari sahabatnya..


"Siapa wanita cantik itu? tanya Mark setelah melepas pelukan dari sahabatnya. Pria itu menatap Andara dari atas sampai bawah. Memastikan jika yang dilihatnya bukan Laura Istri Bachri yang dulu.


Wanita itu tercengang ketika Bachri mengenalkannya sebagai seorang pengasuh. Matanya membulat dengan sempurna. Ia sama sekali tidak menyangka jika Bachri akan berbuat seperti itu. Bagaimana tidak, jadi pernikahan itu tidak ada artinya bagi dia, benar benar tidak ada artinya.. Hatinya sangat hancur saat ini. ingin sekali dia pergi dan melarikan diri dari tempat itu. Namun tetap ia tahan karena Ayumi menggenggam erat tangan Andara, mencoba menguatkan maminya lewat sentuhan..


"Excuse me sir,,!! Pungkas Ayumi kepada tuan Mark. Gadis itu berjalan pelan menghampiri teman ayahnya.


" Dia bukan pengasuh, tapi dia mamiku... ucap gadis kecil itu lantang..


Lalu ia menarik tangan Andara dan membawa nya pergi. Dia tidak ingin membuat maminya sakit hati mendengar ucapan dari ayahnya..


" Mam.. come on... mari kita pergi dari sini...!! ucapnya disertai geraman dibibirnya. Sebelum itu ia menatap ayahnya lekat dan membisikkan sesuatu .

__ADS_1


"Ayah ,, aku akan membuat perhitungan denganmu nanti... Ancamnya seraya meninggalkan tempat itu dengan terburu buru.


Bachri ingin mencoba menghentikan langkah anaknya. Namun ia urungkan karena dia tahu putrinya sangat marah ini. Dia sangat menyesal.


"Ceritanya panjang,, ucap bachri seakan tahu bahwa temannya itu akan bertanya mengenai hal itu..


"Semoga kamu baik baik saja... balas tuan Mark tersenyum. Ia tidak ingin memperkeruh suasana, Meski dalam hatinya dia sangat penasaran dengan sosok Andara. "Apakah dia selingkuhan Bachri,, karena yang pasti dia belum mengetahui jika Laura telah meninggal. "Tapi kenapa dia dekat sekali dengan putrinya bahkan menggapnya mami..? otaknya sedari tadi terus bertanya tanya tentang kemungkinan yang terjadi.


Namun semua itu teralihkan ketika salah satu teman kuliah mereka dulu datang menyapa.


Mereka terlibat obrolan yang sangat panjang.


Ayumi yang berjalan terburu-buru dengan tangan yang masih menggandeng tangan Andara tiba tiba menabrak seseorang..


"Akkhhhhppp... sakit sakittt sakitt... teriak Ayumi setalah dirinya terjatuh diatas lantai. Bokongnya memanas akibat menghantam kerasnya lantai itu..


Andara yang melihat putrinya terjatuh segera menolongnya dan membantunya untuk berdiri. Membenarkan rok putrinya dan mengelus elus bagian yang sakit.


"Maaf kan aku nona,, apa anda terluka? tanya pria yang tadi telah menabrak Ayumi..


"Sangat sakit,, apa kau tidak punya mata untuk melihat? bahkan aku terjengkang dengan sangat keras tadi... ucap Ayumi kasar tanpa melihat dulu dengan orang yang sedang mengajaknya berbicara..


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2