Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
Pertunangan Berujung Pernikahan


__ADS_3


Gadis cantik bermata hitam bulat menyipit itu tengah berjalan berlalu lalang tidak jelas. Cermin besar di kamarnya memantulkan riasan wajahnya yang semakin membuat wajah itu mempesona. Dress putih berenda di bagian lengannya yang sedikit terbuka itu membuatnya seperti layaknya bidadari. Rambutnya disanggul dengan indah, pas sekali dengan dress putih nya yang panjang.


"Bukankah ini sedikit berlebihan hanya untuk bertunangan, seharusnya aku pakai kebaya saja kan, tapi kenapa malah pakek dress putih dan panjang. Dandanan ini seperti aku mau menikah saja .Mulut gadis itu berkomat Kamit menggerutu tidak jelas.


Sedari tadi tangannya sibuk meremasi dress yang membuatnya kikuk itu.


"Kalo pakai dress seberat ini bagaimana aku bisa lari, oh ya Tuhan,, meski aku bukan hamba yang baik, Tolong selamatkan nasibku saat ini.. ucapnya begitu frustasi sembari menggigit kecil kuku kuku cantiknya.


Tiba tiba suara langkah kaki dari luar itu berhenti tepat didepan pintu kamarnya.


"Cklekkk... pintu dibuka dari luar. Menampilkan wajah seorang ayah yang terlihat sangat bahagia di Hari pertunangan putrinya. Pria itu mulai mendekati putrinya yang tengah berdiri didepan cermin.


"Kau sangat cantik nak,, Louis pasti akan sangat tidak sabar untuk melihatmu. Ucapnya menghibur. Tangannya meraih ujung kepala anaknya lalu di belai nya ringan.

__ADS_1


Ayumi yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam tidak ingin membalas ucapan ayahnya.


"Dan jangan pernah berfikir untuk kabur, kau pasti lama lama akan menyukainya


Jangan lakukan sesuatu yang membuat ayah malu juga, atau kau akan menyesalinya.. lanjutnya mengultimatum.


"Tappp,, tapi ayah...


"Tidak ada tapi tapian,, ini semua juga karena ulahmu sendiri. Jangan menyalahkan ayahmu terus. Berusahalah untuk bertanggung jawab di setiap perbuatan mu.. Sanggah Bachri cepat.


Ayumi hanya mampu menghela nafas berat. Melihat ayahnya tampak bahagia diatas penderitaannya itu hanya bisa membuang muka pasrah. Ia sebenarnya sangat jengkel karena ayahnya memaksakan pertunangan itu meski dirinya telah menolak berkali kali. Namun apa boleh buat. Memang benar kata ayahnya. Masalah ini datangnya dari ucapan dia yang kekanak kanak an itu. Meski saat itu dia memang masih anak anak.


"Siapa yang berani membuat karir putriku hancur?!! ucapnya sarkas...


"Putri ku tercantik dijagat semesta ini, bahkan jika agensi menolakmu karena kau telah bertunangan. Ayahmu ini akan membuka 100 agensi yang akan menaungimu nanti.. lanjutnya mulai menyombongkan diri.

__ADS_1


"Cihhh,,, decih Ayumi tidak suka.


"Well, well, well.. Sepertinya apapun cara yang aku lakukan tidak akan bisa menggoyahkan keinginanmu ayah..


"Bagaimana jika menikah saja hari ini, atau tidak sama sekali.. Ujar gadis itu, ingin mengelabuhi ayahnya. Berharap pria tua yg masih tampan didepannya itu akan bergeming. Pernikahan hari ini atau tidak sama sekali, pilihan yang tepat. Bisa dijadikan alasan untuk menolak, karena gadis itu yakin. Persiapan secepat kilat itu tidak akan pernah terjadi.


Bachri yang melihat trik dari putrinya itu malah tertawa lebar.


"Baiklah sayang, jika itu mau mu. Pengantin pria mu sudah menunggu dari tadi. Altar itu membuatnya frustasi karena pengantin wanitanya tidak kunjung datang. jelasnya dengan menampilkan senyum smirknya yang menjengkelkan.


"What,,? Ayahhh, are you seriuous?...!!


"Katakan kalau ini hanya bercanda.. tanya Ayumi yang terkejut. Bagaimana bisa? pernikahan, sekarang? Bukankah acaranya hanya tunangan. Dan sejak kapan ayahnya itu sudah menyiapkan pernikahannya. Batinnya mulai cemas.


"Kau yang menginginkan pernikahan tadi kan, jangan pernah cabut kembali ucapanmu itu. Hanya sebuah pernikahan, apa yang tidak bisa ayahmu ini lakukan...

__ADS_1


"Ayah,, kau benar benar membuatku jengah...


"Sudahlah, jangan berkata kata lagi.. Sebaiknya kita turun dan segera pergi ke Ke gereja. Ucap Bachri seraya menarik lengan putrinya pelan.


__ADS_2