Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
Terpaksa pulang


__ADS_3

Kelanjutannya


"Marchello izekiel.... Kuperintahkan kau segera kembali... Suara bariton dari sebrang telepon membuat telinga Chello mendengung di pagi hari. Pria itu bahkan sampai mengusap usap telinganya dengan selimut sampai memerah.


"Tapi dad...


" Tidak ada tapi tapi an.. Kau akan ku coret dari daftar ahli waris jika mengabaikan perintahku lagi. Suara Daddy Mark terdengar marah karena anak tunggalnya itu hanya bisa membuatnya kesal. Perusahaan kelapa sawit miliknya telah berkembang pesat, dan Chello sebagai putra satu satunya seharusnya ikut membantu menangani bisnis keluarga. Tapi pria itu malah sibuk mengejar wanita. Sungguh anak yang tidak tahu diri.


Bahkan semalam pun pengawal pribadi putranya yang Ia utus secara diam diam untuk mengawasinya itu tiba tiba menelpon dan memberitahukan semua kejadian yang ia lakukan dengan Ayumi yang menyebabkan seseorang terluka. Dan Mark juga tau siapa pria itu, karena dia adalah putra Samy yang juga sahabatnya. Ia ingin sekali memberi pelajaran untuk Chello agar putranya itu sedikit jera. Oh bukan, biar putranya itu jera dan tidak lagi mengejar ngejar gadis yang dirasa tidak ada perasaan sedikitpun dengan Chello.


"Oke dad.. aku tidak bisa lagi mengelak darimu... kata Chello dengan lemas. Kemudian ia segera menutup teleponnya sepihak karena sudah tidak kuat jika harus berdebat dengan Daddy nya dengan tubuh dan hati yang kacau.


Mark yang berada diseberang telepon tersenyum saat putranya mau menuruti perintahnya. Ia mengambil bingkai foto yang berada diatas meja kerjanya menampilkan foto masa kecil Ayumi dengan Chello karena mereka tumbuh bersama sampai saat ini. Bahkan mereka terlihat seperti kakak dan adik. Jadi banyak sekali kenangan diantara kedua nya.


"Ayumi bukan tercipta untukmu nak, akan ada permusuhan diantara aku dan para sahabatku jika kalian meneruskan perasaan itu. Jadi mengalah lah. Jodoh dia sudah ditetapkan sejak 12 tahun yang lalu. Ucap Mark bermonolog seakan ia sedang berbicara dengan putranya. Ia tidak tega jika berterus terang tentang kejadian perjodohan antara Ayumi dan Louis karena sebuah Vila. Tapi mau bagaimana lagi, bahkan semesta pun berpihak dengan rencana mereka saat melihat Ayumi dan Louis dipertemukan kembali. Tidak ada kesempatan untuk Chello sedikitpun, jadi biarkan dia merasa dicintai oleh wanita lain saja.


Sedangkan Chello yang sejak 3 hari yang lalu terus mengurung dirinya di kamar apartemennya itu segera berdiri dari tidurnya dan kemudian mengambil handuk untuk segera mandi. Dia ingin merilekskan badan serta pikirannya agar tidak di hantui rasa bersalah dengan Ayumi. Sejak kejadian itu Ayumi seakan menghilang dari kehidupannya. Bahkan Apartemen wanita itu telah kosong tidak berpenghuni saat dirinya kesana karena ingin meminta maaf atas semua kesalahannya. Dan nomor ponselnya pun tidak bisa dihubungi lagi. Gadis itu seperti menjauh dari radar Chello saat ini.

__ADS_1


Pria itu semakin frustasi mendapati Ayumi menjauh darinya. Rasa kehilangan yang tidak pernah ia inginkan akan terjadi karena ke egoisa nya. Harusnya dia sedikit bersabar menghadapi sikap Ayumi yang sejak dulu tidak bisa menganggapnya lebih dari teman. Tapi rasa serakah dan perasaan cemburu saat gadis itu bersama pria lain dan lain lagi membuat kadar kesabarannya menipis. Ia seperti orang yang kehilangan akal dan kalau bukan karena Louis yang mencegahnya mungkin saat ini dia telah menodai gadis yang dicintainya. Dan itu akan menambah daftar dosa dan kesalahan yang dia lakukan.


Chello sudah selesai mandi. Dia memesan tiket pesawat melalui aplikasi di ponselnya. Jadwal keberangkatan sore hari jam 4 membuatnya memiliki banyak waktu untuk mempacking semua barang keperluannya. Dan jika waktunya masih menuntut, dia akan berusaha mencari Ayumi sekali lagi. Dan bila bertemu dia akan benar benar meminta maaf dan berharap Ayumi dan dirinya bisa kembali bersahabat seperti dulu. Meski kenyataannya akan susah, namun Chello akan tetap berusaha meyakinkannya.


Hari ini dia akan keluar, dengan tubuh yang di balut coat tebal ia merapikan tampilannya didepan cermin. Memberikan concelear di kantung matanya yang menghitam agar terlihat lebih segar, serta Liptin agar bibirnya tidak pecah pecah saat bersentuhan dengan dinginnya suasana kota Seoul yang sedang musim salju.


"Oppa...!! Suara wanita yang ia benci terdengar dari arah belakang. Ia ingin membalikkan tubuh untuk melihat namun saat enggan melakukannya. Kakinya segera melangkah menjauh karena dirinya tidak ingin berinteraksi dengan siapapun kecuali Ayumi. Ya hanya untuk Ayumi.


" Oppaaaa,,, oppaaaa,, oppaaaa..!! Kau tidak mendengarkan ku ya...!! teriak wanita itu sambil berlari menghampiri Chello.


Chello yang merasa jengkel hanya mendengus kesal. Kemudian ia terlihat terkejut saat ada jemari jemari yang halus masuk kedalam kantong Coat nya.


" Oppaaaa,, Daddy Mark bilang kau akan kembali ke Indonesia. Aku ikut ya... rengek wanita tersebut dengan tangan yang ditautkan kedepan memohon kepada pria yang berada disampingnya.


" Erennnn...!! Bisakah kau menjauh dari hidupku sekali ini saja. Aku sedang tidak mood untuk meladenimu. Geram Chello karena ia memang tidak suka dengan wanita seagresif Eren. Dia lebih suka wanita yang seperti Ayumi. Gesrek dan sangat bar bar.


" Oppa kau jahat sekali,,, bahkan aku rela hampir ketabrak mobil hanya untuk mengejarmu saat aku melihat kau sedang berdiri dibawah pohon tadi.. Jelas Eren kecewa.

__ADS_1


" Aku tidak menyuruhmu untuk mengejarku. Jadi berhentilah memainkan playing victim seolah olah orang lain adalah pelakunya. Kata Chello jutek berusaha untuk segera membuat wanita yang disampingnya itu pergi. Akan sangat menganggu keberadaannya, karena dirinya sedang mencari Ayumi.


Wajah cantik itu menunduk sedih karena kecewa dengan ucapan pria tersebut. Mungkin dia tidak apa apa jika setiap kali Chello selalu mengacuhkannya, tapi entahlah.. untuk hari ini sepertinya dia benar benar tidak ingin terganggu.


" Maafkan aku Oppa,,!! " Aku sangat lancang... lanjut Eren dengan tubuh yang sudah bergetar karena menahan tangisnya. Ia menghentikan langkahnya dan mulai berjongkok di aspal yang diselimuti dinginnya salju.


Chello yang merasa bahwa tubuh wanita itu tidak lagi mengikutinya membuatnya harus menoleh ke arah belakang.


"Degggg....


Ia melihat Eren sudah menangis sesenggukan .Tubuhnya menegang. Dia tidak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan wanita yang sedang menangis.


Dia ingin pergi dan mengabaikan pemandangan itu, namun hati kecilnya masih mempunyai rasa kasihan. Dengan terpaksa Chello menghampiri Eren dan mulai menepuk nepuk punggunya lembut.


" Berdirilah... pinta Chello


Eren yang merasa punggungnya ditepuk itu segera mendongakkan kepalanya untuk memastikan jika suara dan dugaannya tadi tidak salah. Wanita itu melihat Chello sedang menenangkannya. Dan itu bisa disebut ke ajaiban.

__ADS_1


" Berdirilah Eren.. Atau kita akan ketinggalan pesawat. Ujar Chello cepat. Ia sudah sangat malu melihat reaksi orang orang saat dirinya sedang berada di posisi menjadi pria dengan wanita yang menangis.


_Bersambung_


__ADS_2