Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 42


__ADS_3

Kelanjutannya


"Jangan menatapku seperti itu,,, ketus Andara saat melihat mata suaminya yang sedari tadi fokus memindai dirinya. Entah apa yang dilihat pria itu, yang jelas Andara sangat sangsi karena kejadian dikamar mandi yang membuat dirinya harus menanggung derita karena punggungnya sakit. Bagaimana tidak, jika Bachri mengulanginya lagi dan lagi seperti tenaganya itu tidak ada habisnya.


Bachri tertawa renyah. Laki laki itu tampak kesusahan mengontrol nafasnya yang sedari tadi ia tahan karena melihat istrinya yang imut sekali saat sedang merajuk.


" hahahahaha, kau lucu sekali sayang... ucapnya seraya meraih tangan istrinya dan dikecupnya pelan.


"Berhentilah berfikir buruk tentangku, aku tidak akan memakanmu lagi kali ini.. ujarnya dengan menyunggingkan senyum konyolnya..


"Kali ini,,?? ulang Andara shock..


" Kyaaaa,,, karena kita sedang makan saja.. sarkas Andara sembari menyumpal mulutnya dengan Dumpling daging kesukaannya hingga penuh karena kesal atas kelakuan suaminya.


Wanita itu terus saja berceloteh ria namun kata katanya tidak terdengar jelas karena mulutnya penuh makanan. Dan itu membuat Andara terlihat semakin menggemaskan.


"Hahahaha,, Jangan marah.. aku telah lama berpuasa, jadi tidak ada salahnya jika aku sedikit rakus saat berbuka... saut Bachri dengan wajah yang sedari tadi tersenyum.


"Hemmm... maaf lain kali aku akan mengurangi waktunya.. ujarnya lagi setelah mendapat pelotot an tajam dari istrinya.


Mereka sekarang sedang makan siang di Balkon kamar Andara. Karena Andara tidak ingin keluar kamar dulu mengingat kondisi badannya yang tidak sedang baik baik saja. Dengan leher dan dadanya penuh dengan kiss mark, bahkan Bachri pun sampai menandainya di sekujur tubuh Andara.


Sedangkan suaminya itu tampak menyebalkan dengan raut muka bahagianya karena sudah berhasil mencetak goal dengan kekalahan telak yang di dapatkan oleh Andara.


"Aku sudah kenyang,, jika tidak keberatan kamu keluar dulu temui mamiku ya... kata Andara sembari merapikan sisa makanan dan menaruhnya ke atas meja Stoler makanan.


"Baiklahh, aku akan menemuinya. Tapi dimana Ayumi?. Tanya Bachri tiba tiba karena melihat putrinya untuk pertama kali tidak mengganggu dirinya.


"Dia bersama Joon tadi jika kau lupa, mungkin mereka sedang berada di kebun karena putrimu itu tiba tiba sangat menyukai buah buahan yang tumbuh disana.. jawab Andara


"Oh pria itu bernama Joon.. apa kau begitu dekat dengannya..tanya Bachri dengan wajah menahan cemburu.

__ADS_1


"Sangatt dekat,, dia temanku saat kuliah dulu. Dia bermarga kang berasal dari negeri ginseng korea. jelas Andara dengan polos.


" Teman tidak akan sedekat itu. Ketus Bachri seraya berlalu pergi meninggalkan istrinya untuk bertemu dengan ibu mertuanya, tanpa menunggu jawaban dari Andara.


"Ada apa dengan dirinya Tuhann... Batin Andara kebingungan..


Kemudian wanita itu mengganti pakaiannya diruang walk in closet dan menutupi lehernya dengan kaos turtle neck agar bekas yang di tinggalkan suaminya tidak kelihatan.


************************


Di taman tampak Bachri sedang bercengkrama dengan mami mertuanya di sebuah gazebo yang menghadap kebun buah peach dan ada Ayumi juga disana.


Mereka terlihat sedang membahas sesuatu. Terkadang wanita tua itu akan tertawa dengan lepas. dan kadang Ayumi selalu menutup wajahnya seperti sedang menahan malu. Entah apa yang sedang mereka bertiga bicarakan.


Andara menghampiri keluarganya dan mengecup ujung kepala Ayumi singkat.


"Dimana kak Joon? tanya Andara setelah mendudukan bokongnya di sebelah putrinya.


"Kenapa harus menanyakan laki laki itu sih.. batinnya kesal.


"Dia sudah pamit pulang mam,, jawab Ayumi dengan ujung mata melirik kearah ayahnya . Wajah pria itu tampak memerah menahan amarah.


"Ohh... saut Andara singkat tidak lagi melanjutkan obrolan..


Naomi yang melihat menantunya menahan amarah hanya menghela nafas kasar.


"Dari dulu dia dekat dengan Joon.. ujarnya sambil menepuk lengan Bachri singkat.


" Tidak ada hubungan lebih, jika itu yang sedang kau khawatirkan..


"Dan bila itu terjadi, mungkin Andara tidak akan menikah denganmu .. lanjutnya pelan..

__ADS_1


Bachri sadar, mungkin apa yang dikatakan mertuanya itu benar. Tapi tetap saja dia tidak senang jika istrinya dekat dengan laki laki lain yang sangat tampan menurutnya.


"What's Joon.. kenapa mami menjelaskan hal yang seperti itu kepada suamiku..? Seru Andara kepada maminya..


"Hei, dia sedang cemburu dengan kang Joon..!! balas Naomi dan tangannya bergerak menggeplak kepala anaknya dengan cepat karena ketidak pekaan Andara .


"Awww mami ini sakitt...!! ucap Andara seraya mengelus elus pucuk kepalanya yang panas.


"Kau tidak perlu cemburu dengan Joon.. Dia seperti kakak buatku.. jelas Andara berharap suaminya itu mengerti.


" Aku tidak sedang cemburu, sanggah Bachri cepat. Pria itu menutupi rasa malunya dengan menggaruk hidungnya yang tidak gatal.


"Aisshhh,,,,, ayah...!! kau terlalu posesif.. ujar Ayumi menggoda ayahnya sambil menahan tawanya..


Bachri memberengut kesal atas ejek an anaknya.


"Hei,,, !! ayah tidak posesif ya.. hanya saja...


kata kata Bachri terhenti saat tiba tiba Daichi datang dengan membawa ponsel yang yang terus berdering.


Semua pandangan teralihkan dengan kedatangan pria tua itu..


"Kau meninggalkannya di sofa tadi, dan ini terus saja berdering.. ucap Daichi seraya memberikan ponsel itu kepada Bachri..


Bachri menerima ponselnya dan melihat siapa yang sedari tadi menelponnya..


"Maaf,, aku menerima telfon dulu.. ujarnya singkat kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut saat dirasa telfon itu merupakan hal penting baginya..


Mereka semua hanya mengangguk sekilas dengan mata yang terus menatap ke arah Bachri yang sudah berjalan menjauh.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2