Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 34


__ADS_3

Sudah dua bulan sejak pertengkaran di sore hari itu. Tidak ada lagi percakapan diantara keduanya. Setiap pagi Andara akan disibukkan di dapur untuk menyiapkan sarapan dan keperluan sekolah putrinya. Siangnya ia mengurus pekerjaan modeling dan iklan. Bahkan sorenya ia kadang tertidur dikamar Ayumi untuk maraton melihat drakor kesukaan mereka.


Bachri yang merasa dirinya di abaikan hanya menghela nafasnya gusa. Ia ingin sekali membicarakan hal penting bahkan tidak penting sekalipun agar dirinya bisa berinteraksi dengan istrinya, meski akan terjadi perdebatan atau pertengkaran diantara mereka. Tapi itu lebih baik daripada sikap dingin yang di lakukan Andara kepada dirinya.


Ada rasa kehilangan setelah beberapa bulan Andara tidak lagi bersikap hangat kepadanya.


Mungkin benar, semua akan terlihat berarti ketika kita sudah kehilangan..


Setiap pertemuan dimeja makan akan menjadi kebisuan saja. Ayumi yang sibuk dengan gadgetnya bahkan tidak sekalipun menyinggung hubungannya dengan maminya. Gadis kecil itu bahkan tidak tertarik akan obrolan yang ayahnya bicarakan. Sedangkan Andara hanya menyiapkan makanan kesukaan Bachri dimeja, tanpa satu katapun keluar.


"Mam... aku ingin kita liburan ke Korea.. ucap Ayumi disela sarapan paginya. Gadis itu menatap Andara seakan memohon permintaannya akan dikabulkan..


"Bisa saja,, nanti mami akan mengurus paspormu sayang... jawab Andara sambil tersenyum..


Bachri hanya mengulum bibirnya melihat interaksi keduanya yang tampak nyaman saja tanpa meminta persetujuan darinya. Atau mengajak dirinya untuk ikut berliburpun tidak.


"Bahkan anakku pun tidak lagi memihakku,, batinnya mencelos kecewa.


"Mam kita akan mengunjungi GrandPa sama Grandma sekalian di Jepang ya..!! saut Ayumi dengan wajah yang tampak antusias.. Gadis itu mengunyah makanannya sambil tersenyum senang..


"Uhukkk. Uhukk. Bachri tersedak makanan.. Pria itu memegangi dadanya yang sesak.


Batinnya bertanya tanya sejak kapan Ayumi dekat dengan orang tua Andara. Padahal selama menikahpun Bachri tidak pernah bertemu dengan mertuannya itu.


Andara langsung menyerahkan air digelas kepada suaminya. Dan dalam satu kali tegukkan sudah kandas diminumnya.


Pria itu berusaha mengatur pernafasannya yang sudah mulai membaik.


Sedangkan Andara terlihat masih khawatir, ditepuk tepuk tengkuk suaminya. berharap makanan yang tersisa bisa keluar..


"Sudahh baikkan,,? tanya Andara disela kegiatannya. Ia membersihkan sisa makanan dibibir Bachri dengan tisu dan mengusapnya dengan lembut.

__ADS_1


Bachri yang diperhatikan sedekat itu menjadi salah tingkah. Dadanya berdebar hebat, dan jantungnya seakan berdetak dengan cepat seperti habis lari maraton..


"A,, aakuu baik baik saja.. ucapnya terbata bata. Wajahnya yang tadi terlihat pucat sekarang malah terlihat bersemu merah.


"Ayah,,, makan pelan pelan dong,,!! ucap Ayumi yang tiba tiba jadi khawatir dengan kondisi ayahnya..


"Ayah tidak apa apa nak,, ucapnya menyakinkan..


Andara yang melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 06.45 WIB segera mengajak anaknya untuk berangkat sekolah.


"Sudah Ayumi,, ayo berangkat.. kamu nanti bisa telat Lo... ajak Andara meraih tangan putrinya dan menjinjing tas ransel yang berisi keperluan sekolah Ayumi .


Ayumi tampak mengangguk mendengarkan ucapan maminya.


" Ayah aku berangkaattt...!! Pamitnya sambil mencium pipi ayahnya..


Kemudian ia berjalan menuju mobil dan masuk kedalamnya.


"Dada mami,, aku mencintaimu,,,!! ucapnya sambil melambaikan tangan kearah Andara.


Pelayan yang melihat kejadian itu tersenyum bahagia melihat interaksi keduannya seperti ibu dan anak kandung.


Sedangkan mobil yang di kendarai Ayumi telah melesat jauh meninggalkan halaman mansion tersebut.


Sekarang Andara masuk kedalam, melewati suaminya yang sedang asik sarapan kemudian menuju ke kamarnya.


Bachri yang melihat istrinya masuk ke kamar segera mengikutinya.


Pria itu berjalan ke arah Andara yang sibuk membereskan map map yang berisi kontrak kerja putrinya..


"Aku ingin bicara padamu,,, ucapnya setelah melihat Andara membalikkan badan menatap dirinya.

__ADS_1


" Iya tuan, saya mendengarkan.. sautnya dingin. Wanita itu mendudukkan dirinya di ranjang tidur sedangkan Bachri berdiri di depannya.


"Hmmm.. aku ... akuu minta maaf... kata Bachri dengan gugup.. Pria itu terlihat kebingungan dalam memilih kata kata. Ia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Untuk pertama kalinya dalam hidup ia meminta maaf dan merasa tidak berdaya didepan seorang wanita.


" Untuk hal apa,,? saut Andara singkat. Namun penglihatannya tidak lepas memperhatikan suaminya yang sedari tadi salah tingkah..


" Untuk semua hal yang pernah kulakukan dan itu menyakitimu,, jelas Bachri


" Tuan,, saya tidak pernah tersakiti dengan apapun yang anda lakukan. jawab Andara


" Tapp,, tapp,, tapi itu,, suara Bachri terasa tercekat di tenggorokan, ingin rasanya dia memaki dirinya sendiri yang tidak bisa mengungkapkan keinginannya..


" Ya tuan, tapi apa? tanya Andara yang sekarang ikut bingung melihat tingkah suaminya yang sedikit aneh.


"Bisakah kita memulai hubungan yang baru, dan yang sebenarnya...!! Ucap Bachri dengan cepat.. Berharap Andara bisa mendengarnya tanpa dia ulangi lagi.


" Hubungan apa tuan? tanya Andara yang pura pura bodoh. Ia sekarang tau apa maksud dari suaminya. Namun dia tidak akan mudah menanggapi permintaan Bachri. Ini saatnya giliran dia yang akan tarik ulur. Biar pria yang dicintainya itu sadar jika di abaikan itu menyakitkan.


Bachri langsung terlihat lemas akan pertanyaan Andara, Dia tidak habis fikir kenapa wanita itu tidak paham dengan maksud dirinya. Didudukkan tubuhnya didekat Andara, kemudian tangannya meraih jari jari istrinya kemudian digenggamnya begitu erat.


" Maaf jika semua yang kulakukan menyakitimu, jika kesalahan pahamanku telah melukai perasaanmu. Tapi sungguh aku tidak bermaksud buruk, hanya saja aku ingin Ayumi bahagia. Benar adanya aku belum bisa mencintaimu seperti halnya pasangan lainnya. Tapi bisakah kau bersabar sedikit saja dan mengerti perasaanku. Aku benar benar ingin memulai hubungan yang baru dan kau orang yang sangat baik yang merawat putriku seperti putrimu sendiri. Dan aku mengakui itu. Aku berharap kita bisa menjadi pasangan yang sebenarnya. Jelas Bachri panjang lebar. Pria itu menatap istrinya seakan menanti jawaban melalui matanya.


Andara tampak tersenyum senang,, ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena pada akhirnya Bachri mau menerimanya dan mau memulai suatu hubungan dengannya. Penantiannya ternyata tidak sia sia.


"Bagaimana, apa kau bisa memaafkanku dan kita memulai hubungan yang baru, tanya Bachri lagi setelah melihat istrinya hanya terdiam sambil tersenyum saja.


" Baiklah Tuan,, mari kita lupakan yang telah berlalu. Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu. Dan kita bisa memulai hubungan yang baru.. Jawab Andara denga. senyum yang sedari tadi mengembang.


" Benarkah,, teriak Bachri senang..


" Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu.. ucapnya seraya menarik tubuh istrinya dan dipeluknya..

__ADS_1


Andara hanya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Bachri. Ia menikmati momen pendekatan antara dirinya dan suaminya.


"Ini awal yang bagus. semoga semua akan baik baik saja. batinnya senang.


__ADS_2