Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
Kesalahan Besar


__ADS_3

Kelanjutannya


Chello segera memarkiran mobilnya setelah sampai di parkiran basement apartemennya. Pria itu kemudian menggendong ayumi yang sedari tadi meronta ronta dalam peluknya. Gadis itu terus saja mengumpat karena kesal.


" Chello turunkan aku,, kumohon.. pintanya dengan wajah yang memelas. Namun tetap saja pria itu tidak menggubrisnya. Ia malah segera berlari masuk ke arah lift dengan posisi tubuh yang sedang membopong Ayumi seperti karung beras.


" Aku bilang turunkan aku, demi apapun yang kau lakukan hari ini tidak akan pernah aku maafkan.. Seru Ayumi yang mulai frustasi dengan keadaan. Ia sangat yakin jika Chello akan melakukan hal yang akan disesalinya nanti. Tapi sebelum itu dia akan berusaha melarikan diri dari genggaman Chello.


" Tidak akan, kau sudah membuatku marah hari ini.. ujar Chello dengan wajah yang memancarkan kemarahan dengan sorot mata yang tajam seakan menusuk ke arah Ayumi. Tangannya segera memencet tombol lantai 15 dimana unit kamar Chello berada.


Gadis itu sekarang sudah mengerti. Keadaan ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan baik baik. Tapi kenapa Chello harus semarah ini padahal dia hanya berkencan saja.


" Tapp,, tapii.. namun sebelum berkata bibir Ayumi sudah dibungkam dengan bibir Chello yang sekarang telah menciumnya dengan sangat rakus. Pria itu menyesapi setiap incinya. Ayumi mengerjai tidak percaya dengan apa yang dilakukan sabahatnya itu sekarang. Dengan tenaga yang kuat ia berusaha melepaskan diri dari dekapan Chello.


Gadis itu sekarang mulai menangis dan meronta karena tidak bisa lepas dari pelukan pria itu. Ia sangat benci dengan sikap sahabatnya yang membuatnya kesakitan seperti ini. Memang dia tahu jika selama ini sahabatnya itu mencintainya. tapi cara yang dia lakukan sangat salah . Dengan dia membuat Ayumi seperti ini, sama saja menghancurkan hubungan yang mereka jalani selama bertahun tahun.


"Plakkkk,,, satu tamparan mendarat di pipi Chello. Pria itu sampai meringis kesakitan karena rasa panas yang menjalar dikulitnya. Terpaksa ia melepaskan dekapannya...


Ayumi tidak tinggal diam. Ia segera melontarkan kata katanya agar sahabatnya itu sadar.


" Hentikan ini atau kau akan menyesalinya. Aku pastikan jika sesuatu terjadi kepadaku. Kata maaf tidak akan cukup mengembalikan rasa persahabatan yang kita jalani bertahun tahun.. Ucap Ayumi disela isakannya. Ia sebenarnya tidak tega mengatakan hal demikian. Namun bagaimana lagi Chello seperti seorang yang sedang kerasukan.


Pria itu berdecih sambil memperlihatkan senyum sinisnya.


" Sahabat apa yang kau katakan, aku bahkan menganggap mu lebih dari itu.. Ucap Chello sambil memiringkan kepala nya untuk kembali mencium Ayumi. Namun pintu lift telah terbuka menampilkan sosok pria yang sedari tadi mengikuti mereka diam diam..

__ADS_1


"Lepaskan tangan kotormu itu dari tubuhnya.. Ucap pria yang tak lain adalah Louis dengan nada mengintimidasi.


Ayumi segera melepaskan pelukan Chello dan membalikkan wajahnya kearah depan. Dia sangat terkejut melihat Louis tengah berdiri didepan lift dengan tangan yang menghalangi pintu itu agar tidak kembali tertutup.


"Kuperingatkan kau. lepaskan dia dari tangan kotormu.. Titahnya garang.. Wajah yang biasanya terlihat dingin itu semakin dingin saja seperti es.


" Kakkkk,, kaaaak Louis.... ucap Ayumi terbata bata. Ia berusaha meyakinkan dirinya jika ia benar benar sedang berhadapan dengan pria yang memberinya boneka koala 12 tahun yang lalu.


" Kau mengenalnya Ayumi? tanya Chello yang sekarang sudah berdiri didepan Louis dan sekali sentakan saja dia sudah berhasil memukul wajah tampan itu.


Chello memukulnya membabi buta seakan akan dia melampiaskan kemarahannya karena melihat Ayumi bersama pria di cafe tadi.


Louis tidak tinggal diam. Ia ingin membalas pukulan Chello namun Ayumi menggelengkan kepalanya, memberi kode agar dirinya tidak ikut campur. Namun Louis pura pura tidak tahu, dia berusaha membalas perlakuan Chello kepadanya.


" Cukup Chello, dia bisa mati..!! ucap Ayumi berusaha melerai dua pria yang sedang baku hantam. Dengan salah satu pria yang kalah telak. Wajah Louis sudah babak belur, bahkan hidungnya mengeluarkan darah meski tidak terlalu banyak.


" Hiksss.. Hiksss. Cu...Cukupp,,, kumohon jangan seperti ini. tangisnya meraung Raung sesenggukan seperti anak kecil yang tidak mau kehilangan mainannya.


Louis yang melihat Ayumi seperti itu menatap iba. Ia tidak tahu dengan apa yang sebenernya telah terjadi. Hanya saja saat melihat gadis itu ditarik dengan kasar menuju parkiran membuat hatinya menjadi tidak tenang. lantas ia mengikuti kemana perginya Ayumi dengan pria yang menurutnya asing itu.


"Uhukk, uhuk,,, Louis terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Ayumi terkesiap dan segera berlari kearahnya. Ia tak lupa memencet tombol emergency di lift, berharap security datang dan bisa menolongnya.


" Kakkk Louis, kakkk... tolong sadarlahh


... ucapnya sambil menepuk nepuk wajah Louis pelan. Matanya sedari tadi tidak berhenti menangis. Ia sangat takut jika pria didepannya akan mati karena kehabisan darah..

__ADS_1


Chello yang melihat Ayumi seperti orang yang ketakutan membuat tubuhnya membeku ditempat. Ia tidak mengerti harus berbuat apa. Berkat ke tolol an dan kecemburuannya yang tidak mendasar, dia telah memukuli orang yang tidak bersalah hanya karena dia mencegahnya mencium Ayumi. Dia sangat sangat menyesal sekarang.


Louis sudah setengah sadar saat dirinya dibantu berdiri oleh seorang pria yang diduga keamanan apartemen tersebut.


" Apa yang sudah terjadi nona,, ? Tanya salah satu security saat melihat dua orang pria yang sama babak belur dengan salah satu pria yang hampir kehilangan kesadarannya.


" Tolong bantu aku untuk membawanya kerumah sakit, titah Ayumi yang mengabaikan pertanyaan orang itu. Yang hanya dibalas kedua nya dengan menganggukkan kepala dan langsung membantu membopong tubuh Louis.


Chello merasa marah kembali melihat Ayumi memeluk pria itu. Tangannya meraih lengan Ayumi, namun Ayumi menggeram marah.


" Lepaskan tanganku sekarang juga, atau selamanya aku tidak akan mau bertemu denganmu. Ancam Ayumi yang berhasil membuat Chello menghentikan cengkeramannya.


Gadis itu segera berlalu meninggalkan Chello sendirian diikuti dua pria yang bertugas sebagai security tersebut. Ia mengabaikan tatapan tajam dari sahabatnya.


Selepas itu Chello masuk kedalam kamarnya. Tubuhnya terduduk di atas lantai yang dingin dan air matanya nyaris tak terbendung lagi. Ia menyandarkan tubuhnya di pintu kamarnya sambil sesenggukan meratapi nasibnya yang sekarang. Hubungan yang dijalin selama bertahun tahun bisa saja berkahir hari ini karena kecemburuannya.


" Aku yang salah....


" Aku yang salah.. Ucapanya dengan tangan yang mengepal memukuli tembok yang berada disampingnya.


" Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku mencintaimu sungguh. Tapi kau mengabaikanku bertahun tahun ini.


" Ini semua salahku.. salahku...


Tangisnya terisak dalam sesal yang membuatnya melakukan kesalahan terbesar hari ini.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2