
Kelanjutannya
Bachri mendudukkan tubuhnya dikursi tunggu pasien ditemani oleh Ayumi. Pria itu tampak termenung setelah memikirkan semua perkataan dokter yang menangani istrinya itu. Wajahnya menunduk kebawah seolah terlalu banyak beban yang berada difikirannya
*Flash back*
"Usia kandungan nyonya Andara baru memasuki usia 3 Minggu Tuan, dan itu masih dalam kondisi yang sangat rentan. Sebaiknya beliau mendapatkan perawatan yang lebih baik, dan juga perhatian dari anda sebagai suaminya. Berikan makanan dengan nutrisi yang baik, serta jaga kandungannya. jelas dokter itu panjang lebar.
Bachri yang sedikit shock dengan kejadian tersebut hanya mampu menyunggingkan senyum keterpaksaan nya.
"Saya akan memberikan yang terbaik untuk istri dan calon anak kami dok.. ucapnya menanggapi.
" Baiklah,,, ini adalah resep obat dan vitamin untuk memperkuat kandungan nyonya Andara. Mohon anda segera menebusnya di loket Apotik rumah sakit ini. Ujar dokter itu seraya memberikan kertas kepada Bachri.
"Terima kasih.. ucap Bachri singkat kemudian ia pamit untuk keluar.
Dokter yang merawat Andara hanya mengangguk ramah membalas ucapan Bachri.
Pria itu melangkahkan kakinya menuju loket apotik dengan pikiran yang tidak menentu. Dia tidak tau harus seperti apa, dan berbuat apa. Di lain sisi dia bahagia akan mempunyai anak lagi, namun dilain sisi juga ia sangat keberatan jika dirinya harus merelakan Laura dan lebih memilih Andara. Dan jika harus meninggalkan Andara dan memilih Laura pun dia juga tidak mampu. Tak bisa dipungkiri jika hatinya saat ini sudah terpaut dengan sosok cantik itu.
(Manusia membingungkan)
*Flash back End*
"Ayah jangan melamun,,!! kata Ayumi yang berusaha membuyarkan segala pergulatan diotak ayahnya tersebut. Tangan gadis itu melambai lambai di depan wajah ayahnya.
"Apakah ayah tau, aku sangat bahagia akan menjadi seorang kakak..!! Seru Ayumi seraya menampilkan senyum manisnya . Wajah gadis itu sedari tadi berbinar saat dokter dan ayahnya mengatakan jika maminya sedang mengandung calon adiknya.
"Aku tidak menyangka jika aku akan memiliki saudara....lanjutnya lagi
"Ayah juga bahagia akan mempunyai bayi kecil lagi, ujar Bachri tersenyum menanggapi. Ia tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang sedang berbunga bunga. Tangannya meraih tubuh Ayumi dan dipeluknya singkat.
"Aku akan membuat kalian semua bahagia, tekadnya.
Ayumi kembali tersenyum bahagia mendengar nya. Ia menepuk nepuk punggung ayahnya pelan. Berusaha menyalurkan perasaan hangat yang menyelimuti hatinya. "Kabar baik ini, semoga menjadi akhir yang baik, Amin.. Doanya dalam hati.?
Tak lama kemudian suster memberitahu kan jika Andara sudah siuman.. Ayumi yang mendengarnya segera berdiri dan berlari menuju kamar maminya.
__ADS_1
Gadis itu mendudukkan tubuhnya disisi ranjang dengan pelan pelan agar maminya tidak terganggu.
"Hai mami,, sapa Ayumi dengan ceria.
Andara yang melihat Ayumi tersenyum bahagia seperti itu jadi ikut ikut an tersenyum.
"Mami jangan banyak bergerak dulu,, ujarnya saat melihat tangan Andara berusaha meraih tangannya.
Lalu ia mendekatkan tubuhnya dan meraih jari jemari Andara.
" Mami,, I want to tell you something important,,!! (aku ingin memberitahumu sesuatu yang penting) *Biasanya anak Jaksel ngomongnya kek gini*.
ucapnya begitu antusias...
" What is it? (Apa itu).. jawab Andara pelan karena tubuhnya masih sangat lemah..
" Mami,, you are pregnant.( Kau hamil).. dan aku akan menjadi seorang kakak...!! teriak Ayumi dengan girang.. Gadis itu seakan lupa jika Andara masih sakit. Sangking semangatnya ranjang tidur rumah sakit itu sampai bergoyang karena tingkahnya yang sedikit bar bar.
Bachri yang awalnya memberikan kesempatan dulu kepada Ayumi agar menjenguk Andara terkejut dengan teriakan anaknya. Ia segera berlari menghampiri mereka. Dan saat ia melihat ranjang Andara yang bergoyang, segera ia mengangkat tubuh putrinya itu menjauh dari ranjang tersebut.
" Kau berisik sekali bocah,,,!! ucap Bachri yang ingin sekali mengeprek kepala anaknya itu karena sering kali bertingkah konyol.
" Wopssss ,,!! ucapnya sembari menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
" Sorry mam, aku terlalu bahagia. Lanjutnya dengan senyum yang mengembang.
Andara yang masih terkejut atas penuturan anaknya jika dirinya sedang hamil hanya mampu mengulum senyumnya. Dipikirannya saat ini sedang berkecamuk antara senang atau sedih. Dia senang akan menjadi seorang ibu, dan dia juga sedih jika harus meninggalkan Bachri setelah ini.
Bachri yang melihat Andara melamun itu segera menghampiri istrinya. Ia mendudukkan tubuhnya dikursi sebelah ranjang Andara dan meraih jemari jemari wanita tersebut.
" Apa yang sedang kau pikirkan? tanyanya dengan wajah lembut.
Andara yang merasakan tangannya digenggam dengan hangat membalas pertanyaan suaminya hanya dengan sebuah senyuman singkat.
"Kau tidak perlu memikirkan hal apapun saat ini. Fokus saja dengan kehamilanmu.. lanjut Bachri.
"Apa kau tidak bahagia dengan kehamilanmu?
__ADS_1
" Tidak seperti itu, aku sangat bahagia.. saut Andara cepat...!! hanya saja....
ucapan Andara menggantung. Ia melirik kearah Ayumi, memberikan kode lewat tatapan mata agar putrinya itu memberikan tempat untuk berbincang berdua dengan ayahnya..
" Hanya saja apa? tanya Bachri tidak sabaran..
" Oh mami, ayah.. aku ke kantin dulu, perutku sangat lapar karena seharian belum makan..!! ujar ratu drama itu dengan wajah yang sangat memelas. Ia mengerti dengan kode yang diberikan maminya.
"Kau lapar,,? Maafkan ayah tadi lupa mengajakmu makan dulu. Ucap Bachri menyesal.
" Kalau begitu belilah makanan yang sehat, jangan lupa bungkus kan bubur untuk mamimu.. ujar nya lagi dengan nada yang setengah berteriak karena putrinya sudah berjalan menjauh.
" Oke,,!! saut Ayumi dari kejauhan sambil mengangkat tangannya dengan lambang 👌.
" Lanjutkan,, serga Bachri sudah tidak sabar..!! Ia melihat putrinya yang mulai menjauh membuatnya lega karena tidak ada yang mengganggunya lagi.
" Apanya,,? balas Andara pura pura tidak tahu. Ia tidak bisa membicarakan hal ini dengan kondisi tubuhnya yang masih lemah.
" Baiklah,, kita lupakan pembicaraan tadi. Tapi jawab pertanyaanku dulu. Sejak kapan kau mulai muntah muntah? tanya Bachri dengan mimik wajah yang masih menyiratkan kekhawatirannya.
" Baru baru ini aja,, jawab Andara datar..
Bachri yang melihat perlakuan dingin Andara itu hanya mampu menghela nafasnya kasar ..
"Hahhh,,, sejak kapan seorang Andara berganti menjadi sebuah kulkas? tanyanya konyol.
"Sejak kapan ya,? oh mungkin sejak kehadirannya tidak dianggap..!! jawab Andara menanggapi ucapan Bachri dengan nada mengejek. Padahal awalnya Bachri hanya ingin menggoda Andara saja.
Namun ia terkejut atas pernyataan dari istrinya.
"Aku selalu menganggapmu ada, tutur Bachri lembut.
"Jangan bilang seperti itu ya..
Andara yang masih lemas itu sangat enggan membalas perkataan suaminya. Ia tidak ingin berdebat dalam kondisi seperti ini. Cukup hatinya saja yang terluka. Dia tidak ingin calon bayinya itu kenapa napa karena terlalu banyak beban fikiran.
Bachri yang tahu jika Andara saat ini tidak ingin melanjutkan pembicaraan itu, tangannya berusaha meraih bibir Andara dan dikecupnya dengan singkat. Kemudian ia berlalu pergi kearah sofa dekat dengan TV. Melepaskan jas yang sedari tadi menempel ditubuhnya dan merebahkan badannya yang sudah lelah. Ia tidak ingin membuat istrinya itu kelelahan dengan berbagai argumen yang bersarang diotaknya
__ADS_1
Andara yang diperlakukan seperti itu hanya bisa mematung di tempat. Ia tidak mengerti harus berbuat seperti apa, rasa hangat akibat kecupan itu masih terasa di bibirnya. Hatinya mulai galau. Antara ingin mengakhiri hubungannya atau mempertahankan. Namun sekejab ia sadar jika dirinya tidak bisa bertindak sendiri. Biarkan Laura dengan keputusannya yang akan menjelaskan kepada Bachri. Dia akan sabar menanti akhir dari cerita cintanya ini.
-Bersambung-