Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 52


__ADS_3

Kelanjutannya


Sedangkan Bachri yang baru menyadari jika Ayumi masuk ke dalam rumah sendirian mulai mencari cari sosok Andara. Karena tidak mungkin jika putrinya itu pulang tanpa mengajak maminya.


"Dimana Andara,? tanya Bachri memastikan. Pria itu melihat sekeliling ruangan tersebut, nyatanya penglihatannya benar benar tidak bisa menemukan keberadaan istrinya.


Ayumi yang merasa ditanyai segera membalikkan tubuhnya dan menatap ayahnya.


" Mami dijemput kakek untuk pulang ke Jepang lagi yah, ucapnya berbohong. Gadis itu sengaja mengatakan hal tersebut agar ayahnya menjadi kebingungan. Siapa suruh terlalu serakah, batinnya terseyum mengejek.


" Apaaa,,,? teriaknya tidak percaya.


" Bagaimana bisa? Dia sedang mengandung sekarang.. kata Bachri khawatir.


Ayumi terlihat hanya menghendikkan bahunya. Gadis itu tak acuh sekali dengan sikap ayahnya yang benar benar plin plan.


"Bu, aku akan mempunyai adik,, ujarnya memberitahu Laura, ia tidak memperdulikan bagaimana pikiran ayahnya saat ini.


"Pasti kalut sekali😍, batinnya tertawa.


Laura yang mendengar berita itu turut bahagia.


" Oh ya, apa secepat itu,,!! Sangat bagus, akhirnya kau akan mempunyai saudara sayang.. jawabnya seraya tersenyum. Tangannya terulur untuk mengusap usap ujung kepala putrinya.


"Sudah berapa Minggu?


" Baru 3 Minggu Bu, apa itu waktu yang lama untuk adikku segera lahir? tanya Ayumi polos.


"Cukup lama sayang. Butuh waktu 9 bulan untuk ibu melahirkan..Jelas Laura.


"Apa kau tidak sabar? tanya nya.

__ADS_1


" Sangat tidak sabar.. aku Ayumi..


" Ibu juga cepatlah mengandung biar aku punya adik dua. Pinta Ayumi yang membuat Bachri seketika menoleh ke arahnya.


"Kandungan ibu baru berjalan 3 bulan. Ujar Laura tersenyum malu malu.


Bachri yang mendengarnya terlihat biasa saja. Entah apa yang terjadi dengan hatinya itu. Baru saja dia memaksa Laura untuk kembali dengannya dan dia sekarang mendengar jika mantan istrinya tengah hamil dengan pria lain, kenapa tidak ada kata marah dipikirannya?


" Benarkahhhhh,, teriak Ayumi girang..


" Oh my God.. Tuhan memberkatiku Bu, aku sangat senang.


" Akhirnya aku akan mempunya dua adik.


Bachri yang tampak kebingungan tidak lagi menggubris apa yang sedang mereka berdua bicarakan. Dia sibuk dengan pikirannya saat ini. Ia segera berdiri dari duduknya dan berjalan melewati tangga.


Ayumi yang melihat ayahnya pergi itu hanya mampu menghela nafas pelan. Lalu ia membisikan sesuatu di telinga ibunya. Terlihat Laura hanya cekikikan dan berusaha menyembunyikan tawanya mendengar ucapan putrinya.


Langkahnya terasa sempoyongan, ia seperti tidak punya tenaga lagi. Dia bisa saja menjemput Andara kembali kerumahnya, tapi dia tidak yakin jika Tuan Daiichi mertua nya itu mau memberikan anaknya lagi. Mengingat jika hubungannya dengan Andara saat ini memburuk akibat ulahnya yang sangat kekanakan.


Kenapa perasaan takut kehilangan seperti ini kembali lagi kepadanya. Bukankah cintanya sudah kembali, tapi kenapa saat melihat Laura hatinya tidak berdebar seperti dulu. Hanya sebuah perasaan rindu saja dan keinginan untuk melihatnya. Berbeda dengan perasaanya dengan andara, meski selama ini dia tidak memperlakukan Andara layaknya pasangan pada umumnya. Tapi dia sadar, jika hatinya sudah terbiasa dengan hal apapun yang menyangkut istrinya itu .


" Andara, bisakah kau kembali lagi, aku berjanji tidak akan menjadi manusia labil,!! teriaknya dengan kencang.


Andara yang sedari tadi berada dikamar dan mendengarkan musik, tidak mendengar jika suaminya saat ini sedang berteriak memanggil namanya .


Ibu muda yang tengah hamil itu malah mempererat pelukannya di guling dan masih menikmati suasana tenang yang sangat kontras sekali dengan perasaan Bachri yang saat ini terguncang .


Bachri yang sedang bersedih itu menuju kamar Andara berharap aroma mawar yang biasanya ia hirup saat berada di kamar Andara bisa mengobati ke gundahanya.


Tangan itu meraih ujung tukas pintu kamar istrinya. Matanya seketika melotot melihat istrinya yang ternyata sedang tidur dikamarnya..

__ADS_1


" Astaga ternyata aku sedang dikerjai oleh rubah kecil itu, batin Bachri kesal. Karena kali ini Ayumi berhasil membuat hatinya seketika hancur berkeping keping lantaran membohonginya bahwa Andara dibawa pulang ke Jepang.


" Akan ku buat perhitungan dengan bocah menyebalkan itu. gerutunya dengan kaki yang melangkah ke arah Andara. Ia ingin segera menyusul istrinya dan mendekap tubuh indah itu.


Ia menaikkan tubuhnya keatas ranjang dengan hati hati agar istrinya tidak terganggu dengan kehadirannya.


Netra biru itu seketika terbelalak kaget melihat Bachri mendekap tubuhnya.


" Apa yang sedang kau lakukan,? teriaknya dengan kecang..


Bachri yang mendengar Andara berteriak segera menutupi telinganya dengan bantal.


"Sedang memeluk istriku yang cantik, jawabnya datar. Kemudian kepalanya ia telusup kan di dada Andara , mencari kehangatan dan kenyamanan yang selalu ia rasakan. Muka tanpa bersalahnya itu membuat Andara menjadi kesal.


" Lepaskan aku,,, aku ingin tidur sendiri.. teriak Andara seraya meraih bantal dan dilemparkan tepat di muka Bachri.


" Akhpp...!! Bachri melempar bantal itu kelantai kemudian dengan cepat dirinya berhasil menguasai tubuh istrinya.


Tangannya mencengkram tangan Andara dengan lembut dan membawanya ke atas kepala wanita tersebut.


Tubuhnya berada di atas Andara dengan tangan satu sebagai penyangganya agar tidak menindih tubuh istrinya.


" Maafkan aku,,, ujarnya dengan raut wajah yang terlihat menyesal.


" Kenapa kau meminta maaf, apa kau membuat kesalahan? tanya Andara pura pura tidak tahu.


Ia juga ingin sekali kali membuat suaminya itu benar benar menyesali perbuatannya.


Ha,, terlintas diotaknya sekarang berbagai ide untuk mengerjai suami brengseknya itu.


Bachri hanya mendudukkan raut muka menyesalnya. Ia tidak berani melihat wajah istrinya setelah melakukan kesalahan berkali kali.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2