Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB. 20


__ADS_3

Kelanjutannya ya gaes. cekidot... jangan lupa vote sama like dan komennya ya. biar author semangat up nya.


"Anda terlalu mengada ada nona,,!! ujar Bachri ketus seraya membenarkan kemeja dan mulai mencari celana yg berada di dalam gantungan lemari.


" Sampai kapan anda tetap berada di disini dan memperhatikan saya berganti baju, dasar mesum... hujat nya lagi dengan tubuh yg berbalik kebelakang. Manik mata bachri menatap tajam kearah Andara yg tepat berada didepannya.


Wanita itu terdiam malu, mulutnya bungkam dan bola matanya yg sibuk memutar mencoba mengalihkan perhatian dari Pria angkuh yg sukses membuatnya berdebar di sore hari itu..


" Maa.. maafkan saya tuan,, ujarnya gugup. Saya akan pergi, pamitnya pelan, kemudian wanita itu berbalik arah menuju pintu untuk keluar.


Tapi sebelum itu dia berhenti dan membalikan badannya ke belakang serta berujar,, "Nanti malam apakah saya bisa tidur disini? Tanya Andara dengan wajah yg malu malu ia menatap ke arah mata bachri.


"Silahkan saja, saya tidak akan pulang malam ini... jawab Bachri dingin. Ia sama sekali tidak memperhatikan jika wanita cantik yg telah resmi menjadi istrinya itu wajahnya tiba tiba lesu..


"Tapp,, tapi tuan, ini first night kita,,!! kata Andara memelass..


" Kita tidak sedang dalam hubungan yg sebenarnya nona,,, ini hanya masalah Ayumi saja.. kata Bachri lagi tanpa memperdulikan jika istrinya itu matanya mulai berkaca kaca.


"Baiklahh,,, ucap Andara lesu sambil menahan tangisannya..


Wanita cantik itu langsung pergi keluar dan menutup pintunya pelan..


Setelah dirasa Andara sudah berjalan menjauh, Bachri meraih ponselnya yg berada di meja dan mulai menelpon seseorang.


" Pesankan aku kamar di "Ibis Hotel" untuk satu bulan dari sekarang.. ujar pria itu..

__ADS_1


Orang yang diseberang hanya mengangguk seakan akan Bachri berada di depannya. Dan sambungan itu terputus setelah pembicaraan nya telah selesai.


"Tidak semudah itu kau masuk ke rumahku dan bisa naik keranjang ku nona Andara..!! Kau tidak pantas untuk itu... Batin Bachri seraya tersenyum sinis.


Sekarang Andara berjalan menuju kamar yg akan di tempatinya nanti. Ia memilih kamar random yg masih kosong. Tidakk.. tidakk.. dia tidak akan seberani itu memakai kamar Bachri meski mereka telah resmi menikah. Dia sadar jika dirinya belum diterima penuh oleh suaminya, pernikahan ini hanya alasan karena Ayumi semata. Tidak ada rasa sayang atau cinta untuknya. Ini jelas hanya sebuah perjanjian pernikahan yg tidak ada sakral sakral nya. Malam ini ia akan meringkuk sendirian dikamar, menangisi kebodohannya dan cinta yg tak pernah ia sesali meski tanpa balasan.


Setelah memasuki ruangan yg cukup luas dengan nuansa cat biru laut dan dekorasi yg cukup unik, Wanita itu menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Berguling ke kanan ke kiri, seperti sedang memikirkan sesuatu yg penat. Terus ia ingat akan kopernya yg belum dia ambil di kamar anaknya.


Segera ia membuka pintu kamarnya dan berjalan cepat menuju kamar Ayumi. Ia ingin mengambil kopernya untuk berganti baju dengan setelan baju tidur.


Setelah berada didepan kamar anaknya lalu ia mengetuk pintu pelan, tapi tidak ada balasan.


"Apa Ayumi sudah tidur, pikirnya ragu ragu. Kemudian ia membuka pintu kamar tersebut.


Dia mulai menyusuri sudut ruangan Ayumi yang tampak gelap dan hanya lampu pencahayaan yg minim yang menerangi di atas meja nakasnya.


Wanita itu melihat ke arah gundukan di ranjang Ayumi. Dan ia mencoba membuka selimut tebal yg membungkus anaknya..


"Kau akan sakit jika terus begini, ini sangat panas, ujarnya khawatir. Namun lagi dan lagi si anak gadisnya tidak merespon setiap perkataannya.


Selimut tebal mulai tersingkap, memunculkan sosok gadis kecil yg sedang menangis tersedu sedu sampai suaranya tidak bisa didengar


"Sayang, what happened? tell me please..!! don't do that.. mami khawatir sekali? ujar Andara dengan wajah cemasnya. lalu tangannya ia letakkan diatas kening Ayumi.


"Tidak panas baby,,? are you okay?.. ucap Andara lagi..

__ADS_1


Tanpa kata kata Ayumi langsung memeluk maminya dengan erat.. Ia mencoba mendudukkan tubuhnya diatas ranjang dan meraih tubuh Andara yg berada disampingnya..


"Mami,, forgive me..! ucap Ayumi disela tangisannya.. Ia semakin mengeratkan pelukannya seakan tidak ingin Andara meninggalkannya saat ini .


"Does this hurt?.. Ujar Ayumi dengan tangan yg menggenggam jemari jemari lentik milik andara.


"Aku tau ini sangat sakit bagimu, tapi bisakah mami bertahan? Aku memang egois dalam hal ini.. Ujar gadis kecil itu lagi. Tangannya yg satu ia gunakan untuk menggenggam tangan Andara dan satunya ia gunakan untuk menghapus air mata di pipinya dengan kasar.


"Kumohon mami bertahan untuk 1 tahun ini saja, jika mami sudah tidak tahan, mami bisa pergi meninggalkan ayah,, tapi jangan tinggalkan aku, please,,, ujarnya memelas. Wajah sendu dan mata bengkaknya mendongak menatap kearah Andara, seakan mengatakan stay with me please..


Andara mengangguk mengiyakan setiap kata kata yg dilontarkan anak tirinya tanpa ada bantahan ataupun jawaban. Baginya semua perkataan Ayumi barusan adalah penjelasan tentang sikap dingin ayahnya yang mungkin saja bisa melukai hatinya.


"Tidurlah sayang,, kau butuh istirahat yang cukup,, Jangan menyakiti dirimu dengan memikirkan permasalahan orang dewasa.


"Mami janji tidak akan meninggalkanmu apapun yg terjadi. Soal ayahmu jangan kau fikirkan. Mami yakin someday ayahmu akan membuka hatinya untuk mami. Kata Andara mencoba menenangkan hati anak kecilnya.


" Sure mami? Are you serious? mami akan stay disini? tetap menjadi mamiku? tanya Ayumi bertubi tubi. wajah sembabnya berganti dengan keceriaan..


"Sure baby,, kau akan mendapatkan apa yg kau inginkan.. Katakan apa yg terjadi? Kenapa kau menangis sampai seperti ini..? Anak mami kelihatan jelek sekali sekarang😂. Canda Andara dengan wajah yang tersenyum manis. Jemari jemarinya mengusap air mata yg masih membekas mengalir di pipi Ayumi .


"Mami,, maafkan aku, tapi aku mendengar semua yg dibicarakan ayah waktu kalian di kamar, Ayah akan pergi kan? Dia sungguh suami yg buruk membiarkan istrinya sendirian di malam pernikahannya.. ujar Ayumi dengan wajah yg ditekuk.


"Huss.. Don't say that...!! mami tidak suka. kamu masih gadis kecil, jangan menjadi dewasa sebelum waktunya.. Ini tidak seperti yg kau pikirkan.. Hmmm ... mungkin ayahmu masih ada urusan. Jelas Andara berusaha meyakinkan anak tirinya..


"Tapp.. tapi mam..!!

__ADS_1


-bersambung-


lanjut ke part selanjutnya. stay terus di novel aku ya gaes... jangan lupa like dan komen. jika kalian berkenan bisa vote karya author yg tidak seberapa bagus ini😭😭. Terima kasih semuanya


__ADS_2