Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 53


__ADS_3

kelanjutannya


Wanita itu menepuk lengan Bachri pelan agar suaminya itu merubah posisinya yang tadi sedikit menindih tubuhnya. Kemudian ia duduk ditepi ranjang dengan tubuh yang disandarkan dibantal.


Bachri yang melihat reaksi istrinya seperti itu membuat nyalinya ciut. Dia yakin jika kali ini masalahnya tidak akan semudah biasanya.


" Kadang manusia bisa jatuh berkali kali agar dirinya semakin kuat, tapi sepertinya aku tidak mampu jika menghadapi itu,, jelas Andara memulai pembicaraan yang serius.


" Lalu,,? saut Bachri cepat berharap istrinya mampu memaafkannya kali ini.


" Maaf sepertinya semua akan usai sampai disini. ujar Andara dengan wajah yang dibuat seserius mungkin agar Bachri mampu mengingat semua ucapannya.


" Tidak bisa, aku tidak mau.. tolak Bachri.


" Kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini. Lanjut pria itu sedikit meninggikan nada bicaranya.


Andara menaikkan sebelah alisnya. Kening wanita itu tampak mengerut setelah mendengar ucapan dari suaminya.


"Ada apa dengan suaminya itu, harusnya bukankah dia bahagia akhirnya bisa kembali lagi dengan cintanya, batinnya bertanya tanya.


" Jadi aku harus memperlakukanmu seperti apa?


" Aku bukan boneka yang bisa kau permainkan sesuka hatimu tuan.. balas Andara tak kalah sengitnya.


" Kau bukan boneka, kau itu istriku, jelas Bachri.


" Hah,,,!! Andara menghembuskan nafas kasar seraya menampilkan senyum manisnya. Kemudian dengan sikap tegarnya dia mengatakan.


" Tidak,, aku hanya ibu pengganti untuk Ayumi..

__ADS_1


Deggg...


Bachri seketika membeku ditempat mendengar penuturan istrinya. Lidahnya terasa kelu, tak bisa melontarkan segala argumen yang berada di otak cerdasnya itu. Kata kata istrinya seakan membangkitkan semua rasa sakit yang pernah dirasakan oleh wanita tersebut.


" Tuann,,,, seru Andara


" Jangan panggil aku tuan, aku suamimu... bentak Bachri tidak suka. Kata kata istrinya itu lagi lagi mengingatkan jika dia memperlakukannya layak nya pengasuh bagi putrinya.


Andara hanya diam sembari meremas kedua tangannya menahan kekecewaan dan rasa sakit karena bentakkan suaminya. Apalagi setelah ia dirumah sakit dan menunggu Bachri untuk menjemputnya, ternyata pria itu tengah asik membahas percintaan dengan wanita masa lalunya. Kalau seperti ini bukan kah Andara merasa menjadi wanita ketiga.


Tidak tidak, dia wanita berkelas dan elegan. merebut milik orang lain bukan gaya hidupnya. Dia harus mengembalikan apa yang pernah ada dengan cara seperti ini. Jika Bachri tidak bisa memilih diatara keduanya. Maka dia akan mundur saja dan tidak berharap apapun.


Soal anak yang dikandung olehnya, Andara bisa saja menyewa pengacara hebat agar hak asuh dan Akta kelahirannya bertuliskan namanya. Itu bukan suatu aib, karena dia pernah menikah. Jadi janda Muda juga tidak buruk. Toh dijepang dia masih mempunyai keluarga yang menyanyanginya.


Bachri menatap istrinya dengan sendu, rasa penyesalan itu memenuhi hatinya.


"Aku tidak bermaksud membentakmu, jelas Bachri.


" Saya pernah tinggal cukup lama disini, dan menjadi pengagum anda beberapa tahun. Mencintai anda dalam diam, bahkan memberikan semua perhatian yang bahkan tidak pernah mendapat balasan. Apakah itu belum cukup? Bahkan 6 bulan terakhir ini meski anda menganggap saya hanya sebagai pengasuh pun saya terima. Padahal anda juga tau tuan, jika saya benar benar setulus itu menyayangi kalian. Tapi kenapa rasanya anda tidak pernah puas dengan perlakuan yang saya berikan? cerca Andara bertubi tubi.


" Bahkan setelah saya mengandung anakmu pun, anda tidak menginginkan saya untuk stay disini?


" Kenapa tuan, kenapa? Apa karena saya tidak pantas menjadi pendamping anda.. Ucapnya lagi dengan sekuat tenaga menahan tangisnya yang sebentar lagi akan membanjiri pipi Andara yang mulus itu.


" Bukan seperti itu, bukan...


" Maaf sayang,, maafkan aku yang bodoh ini..


Bachri bersimpuh memeluk kaki Andara yang tepat berada didepannya.

__ADS_1


" Aku tidak mau berpisah denganmu. Sumpah aku akan memperbaiki semuanya, aku janji Andara.. Ucap Bachri dengan air mata yang sudah meleleh membasahi pipinya. Wajah tampan itu berubah menjadi sendu dan memerah karena terisak.


Andara yang melihat suaminya seperti itu menjadi iba, namun secepat kilat rasa itu ditepisnya. Ia ingin agar Bachri sedikit lagi memohon kepadanya dan membuang ego nya itu. Dia ingin membuat pria itu benar benar menginginkan nya dan bukan dirinya. Meski selama ini dia benar benar mencintai Bachri, tapi ia merasakan jika harga dirinya terluka saat mengingat jika selama ini dialah yang mengejar ngejar pria itu.


" Jika aku tidak boleh pergi,. harusnya kau bisa memilih kan tuan?


" Menatap masa depan kita dan menjalaninya bersama atau kau pergi saja dan kembali mengulangi cinta kalian yang dulu..


" Maaf aku tidak tertarik jika harus berada diantara kalian. Aku tidak serendah itu.. Ucap Andara ketus. Ia tetap saja membiarkan suaminya memeluk kakinya. Melihat wajah suaminya yang putus asa itu sedikit mengobati rasa sakitnya selama ini. "Tidak apa kan? ini semua demi kebaikannya juga. Batin Andara senang


" Kau istriku, dan kenapa aku harus memilih. Kepada siapa pilihan itu? balas Bachri sembari mendongakkan wajahnya tepat didepan Andara.


" Benarkah,,? bukankah tadi kau menginginkan masa lalumu itu untuk kembali lagi bersamamu.. kata Andara sinis.


" Tidak benar sayang,, akuu....aku hanya sedikit merindukannya. Ucap Bachri terbata bata. "Aku memang salah tadi, aku hanya terlalu bahagia melihatnya masih hidup. Bagaimana pun kita pernah bersama cukup lama... jelas Bachri


" Terus aku harus menjadi pilihan ke dua saat dia menolak mu, seperti itu? Andara menaikkan nada bicaranya setelah dirasa jawaban Bachri tidak sesuai keinginannya.


" Tidak tidak seperti itu, sanggah Bachri gelagapan.


" Aku benar benar mencintaimu, bahkan aku kesini karena Ayumi memberitahuku jika kau telah dijemput papi mu pulang ke Jepang. Aku tidak bisa hidup tanpamu Andara, bahkan dadaku sesak sekali mengingat kau akan berjauhan denganku.


" Cihhh,, alasan saja..!!


" Sumpah aku tidak sedang mencari cari alasan sayang,, saut Bachri seraya menarik Andara kedalam pelukannya.


" Aku yang bodoh ini akan bercerita denganmu, tapi kumohon jangan menertawakanku atau kau akan berakhir tidak bisa berjalan beberapa hari. Kata Bachri mesum.


.

__ADS_1


_bersambung_


__ADS_2