Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 23


__ADS_3

-Lanjutannya gaes-


Andara mencoba untuk berdiri. Menghapus air matanya yang masih mengalir dengan punggung tangannya.. Wajah cantik itu berubah menjadi sendu,, guratan kekecewaan terlukis disana..


Tanpa bicara sepatah katapun lagi, Andara berlalu keluar dari kamar Bachri, setelah si empu nya mengusirnya.. Dengan langkah gontai ia melewati suaminya dan tidak memandang sedikitpun kearahnya.


Tapi sebelum itu langkahnya terhenti, lalu ia membalikkan badannya dan berkata,


"Tuan,, mungkin takdir yang menjadikan kita seperti ini..


"Tidak ada penyesalan di hati saya ketika memasuki kehidupan anda dan putri anda, sungguh saya menyayanginya meskipun saya tidak pernah melahirkan dia.


"Dan saya mohon belas kasihan dari tuan,, kumohon jika anda tidak bisa membalas perasaan saya, izinkan saya tetap menjadi ibu Ayumi. Dia sangat berarti bagi saya, dan jika suatu saat dia sudah bisa mengendalikan kondisinya dan tidak lagi bergantung dengan saya, dengan senang hati saya akan pergi dari kehidupan anda dan menjauh sejauh mungkin agar anda tidak merasa terganggu dengan kehadiran saya. ujar Andara panjang lebar.


Tanpa menunggu jawaban dari Bachri, wanita itu langsung berlari menuruni tangga menuju kamarnya sambil menangis..


Bachri yang sedari tadi mencerna kata kata Andara hanya terdiam membisu, wajah dinginnya sudah mulai mencair. Ia mengusap wajah tampannya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk menutup pintu. Pria itu kemudian berjalan ke arah ranjangnya dan duduk didepan foto mendiang istrinya.


"Menurutmu siapa yang salah disini sayang? aku pria yang tak layak untuk dicintainya? atau dia yang berpura pura mencintaiku?. Dia begitu muda untukku, dan aku tidak percaya diri. Tanya Bachri seakan akan sedang berbicara dengan istrinya yang lama meninggal.

__ADS_1


Kemudian pria itu mengambil tas kerjanya dan pergi begitu saja tanpa pamit kepada putri dan istrinya.


**************


Sorenya Bachri telah sampai di mansion nya.. Untuk pertama kalinya setelah menikah Tuan rumah itu telah berada di singgasananya. Para pelayan tampak bingung dengan Tuannya hari ini. Wajah tampan itu sedari pagi terlihat murung. Dia yang biasanya hanya terlihat dingin dan cuek sekarang malah terlihat seperti orang yang tidak dapat disentuh.


Mereka menundukkan kepalanya saat Bachri lewat didepannya.


Pria itu membuka mulutnya dan bertanya pada salah satu pelayan.


"Nyonyamu dimana? ucap Bachri untuk pertama kali ia menanyakan istrinya .


"Nyo...nyonya Tuan,? nyonya Andara? pelayan itu bertanya kembali saking gugupnya. Itu terlihat tidak seperti biasanya. Kenapa tuannya tiba tiba mencari istrinya?.


Pria itu mendudukkan tubuhnya disofa ruang tamu dan melonggarkan dasinya. Jas yang ia gunakan dilemparnya ke meja. lalu ia meneguk minuman yang baru saja disiapkan oleh pelayannya..


"Nyonya sedang berada dikamar Tuan,,!! Setelah menemani jadwal pemotretan nona dia tidak keluar lagi. tutur pelayan itu.


Bachri hanya mengangguk sekilas, kemudian tangannya ia kibaskan didepan wajah pelayannya menandakan bahwa sekarang ia ingin sendiri dulu..

__ADS_1


Pelayan itu kemudian pamit untuk mengerjakan pekerjaan lainnya..


Dikamar andara terlihat sedang kebingungan. Ia sedang berfikir bagaimana cara menjelaskan kepada putrinya jika ayahnya tetap pada pendiriannya.. Homeschooling benar benar akan membatasi aktivitas Ayumi untuk bergaul dengan teman temannya. Dia akan semakin merasa kesepian..


Tiba tiba suara pintu diketuk dari luar. .


Tok tokk tokk ...


Andara terperanjat dari lamunannya.. Segera ia melangkah untuk membukakan pintu.


Saat akan membukanya dia terkaget.


Pria tampan yang tak lain suaminya itu telah berdiri didepan pintu kamarnya.


"Tu,, tuannn,,, Anda sudah pulang? Tanya Andara gugup. Batinnya bertanya tanya, kenapa suami angkuhnya tiba tiba datang ke kamarnya?


" Sore ini aku diundang ke acara ulang tahun anak temanku,, ku harap kamu dan Ayumi bisa ikut.. Jelasnya tanpa menghiraukan pertanyaan basa basi dari Andara..


"Kutunggu di ruang keluarga, segera bersiaplah...!! kata Bachri kemudian ia pergi tanpa meminta persetujuan dulu dari Andara..

__ADS_1


Wanita itu menghembuskan nafas kasarnya,, ia harus berlatih kesabaran yang lebih untuk menghadapi suaminya itu...


"Ya tapi syukurlah,, akhirnya Tuan arogan itu tidak lagi berbicara formal padaku...!! Kemajuan yang bagus.. ujar Andara dengan menutup pintu.


__ADS_2