
kelanjutannya
"Anda sudah lama berada disini?Sapa Andara dengan nada formal kepada seorang wanita yang ia temui di sebuah cafe pada siang hari itu. Ia menarik kursi yang berada didepannya dan mulai mendudukkan tubuhnya. Rasa lelah dan panas yang terik membuatnya segera memesan minuman favoritnya kepada seorang pelayan yang menghampiri mereka.
" Tidak juga.. balas wanita yang tak lain adalah Laura itu dengan cuek..
" To the point saja. Apa yang membuatmu ingin menemuiku? sarkas nya sembari menyunggingkan senyum liciknya.
"Hanya beberapa masalah yang kurasa penting. Apa anda sudah memesan makanan? Ucap Andara berbasa-basi . Ia membolak-balikan menu makanan didepannya, namun tidak ada satupun yang membuatnya tertarik. Entahlah akhir akhir ini nafsu makannya sangat buruk. Kadang pagi hari dia merasakan tubuhnya yang lemas akibat muntah muntah yang tidak jelas. Dan itu membuat dirinya terlihat semakin kurus saja. Tapi dia akan berusaha makan kali ini. Jika tidak dia akan berakhir di ranjang rumah sakit karena kekurangan nutrisi.
" Jangan membuang buang waktuku... Seru Laura angkuh. Wanita itu terlihat tidak menyukai Andara. Dia menerima tawaran ajakan bertemu karena ia berharap bisa menemui Ayumi lewat dia.
Entah darimana Andara mendapatkan no ponselnya. Karena pagi itu ia dikejutkan dengan suara Andara yang menelponnya untuk mengajaknya bertemu. Dan dia menyetujuinya saja.
Andara Hanya diam dan memberikan buku menu itu kepada pelayan dengan gaya elegan, serta menuliskan apa saja pesanannya. Setelah pelayan itu pergi ia baru membuka mulutnya.
"Bisakah kau temui ayumi, kurasa putrimu sedang merindukanmu.. ujar andara yang sekarang menatap ke arah Laura. Ia mengamati tampilan ibu kandung putrinya tersebut yang masih saja terlihat elegan dan cantik meski usianya sudah menua.
Sedangkan wanita itu membalas perkataan Andara dengan sengitnya.
"Kau ibunya kenapa harus aku yang menemuinya.. ucapnya dengan kasar. Hal tersebut berbanding terbalik dengan hatinya yang sangat menginginkan bertemu dengan putrinya. Sebenarnya dia juga sangat merindukan Ayumi. Namun ia tidak ingin berpapasan dengan Bachri yang membuat pria itu akan mengharapkannya lagi. Ia sudah tidak ingin lagi berurusan dengannya.
"Memang aku ibunya sekarang, tapi sepertinya aku akan bercerai dengan ayahnya.. ucap Andara tiba tiba.
Laura yang mendengar ucapan Andara sangat terkejut.
"Kenapa kalian akan bercerai..? tanyanya dengan mimik wajah yang berubah menjadi bersimpati. Dia tidak tahu apa yang sudah terjadi dalam rumah tangga mantan suaminya tersebut.
"Aku tidak lagi berharap untuk sesuatu yang tidak pasti. Saut Andara dengan ekspresi wajah yang datar. Wanita itu menyembunyikan perasaannya yang berkecamuk dalam hatinya.
"Pria itu bukannya mencintaimu,? tanya Laura memastikan jika mantan suaminya itu benar benar seperti apa yang dipikirkannya dulu.
"Kata siapa? saut Andara sambil tersenyum simpul. Bahkan aku memulai hubungan ini karena Ayumi memaksanya menikahiku. Jawab Andara terbuka, ia tidak ingin menyembunyikan berbagai masalah rumah tangganya kepada mantan istri suaminya tersebut. Baginya itu bukan suatu aib jika harus dibicarakan dengan Laura yang baru saja ditemuinya. Toh bisa saja kemudian mereka akan bersatu, dan Andara yang akan mengalah dalam hal ini.
"Appp,, apaaa?... jadi Ryu menikahimu bukan karena dia berselingkuh denganmu dulu? tanya Laura seakan shock dengan apa yang dipikirannya..
"Cehhh,, bahkan kau masih memanggil nya dengan panggilan sayangmu.. decih Andara tidak suka.
Lalu ia melemparkan foto foto Bachri bersama seorang wanita yang mirip dengan dirinya dimeja.
__ADS_1
"Aku tidak sehina itu hingga harus merebut milik wanita lain..
"Kau mengira dia adalah aku? ucapnya dengan nada sinis seakan menusuk ke arah lawan bicaranya.
Laura mengulurkan tangannya meraih foto foto yang berserakan dimeja cafe tersebut. Matanya mendelik memperhatikan setiap detail yang menggambarkan tubuh mantan suaminya yang duduk di kursi bar sedang memangku seorang wanita yang mirip dengan Andara.
"Tap,, tapii dia benar benar mirip denganmu bukan? ujar Laura terbata bata. Dia terkejut terhadap Andara yang mengetahui perihal dirinya dulu. Itulah alasan kenapa dirinya bisa sampai kecelakaan. Mengingat hal itu tubuh bagian dalamnya terasa sakit, hatinya masih saja nyeri seperti ditusuk dari dalam. Padahal itu sudah kejadian sangat lama. Harusnya dia akan baik baik saja.
"ishhh,, kau bahkan tidak memastikannya dulu dengan siapa dia bersama malam itu. Cemoh Andara.
"Dia hanya seorang penggoda saja. Suamiku tidak seburuk itu hingga harus melemparkan tubuhnya dengan seorang ******.. jelas Andara pelan. Wanita itu tetap saja terlihat tenang. Meski apa yang dilihatnya itu bisa saja melukai perasaannya.
"Jadi,, kau bahkan tau tentang semua ini?tanya Laura penasaran.
"Aku bahkan sudah tau jika dirimu pernah mengalami amnesia.. Tidak susah jika aku menginginkan sebuah informasi. Jaringan Link keluargaku bisa menyebar kepenjuru dunia.. Ucap Andara arogan.
"Lalu kenapa kau harus repot repot datang kesini, kau pasti tau bukan jika aku sudah menikah dengan pria lain. Aku juga tidak ada niatan untuk mengganggu keluarga kalian..
Hanya saja.... ucapan Laura terpotong saat pelayan mengantarkan pesanan Andara.
"Permisi nyonya,, Ini pesanan anda, ujarnya seraya menaruh jus alpukat yang atasnya ditaburi toping coklat bersama dengan sepiring steak tinderloin yang di panggang dengan medium rare. Sangat kontras sekali untuk suasana pada siang hari.. Biasanya orang akan memakan steak untuk acara dinner dibarengi dengan wine bersama orang tercintanya.
"Terima kasih,, ucap Andara kepada pelayan tersebut. Pelayan itu hanya menundukkan kepalanya dan membalas ucapan Andara dengan senyuman. Kemudian ia berlalu pergi meninggalkan dua wanita yang sedari tadi terlihat sedang berdebat.
Tangannya meraih pisau dan garpu lalu mengiris iris kecil daging didepannya kemudian menyuapkannya kedalam mulutnya.
"Sangat enak bukan,,? ucapnya setelah menelan makanan tersebut.
"Kau bisa memesannya jika mau.. lanjutnya kembali dengan mulut yang sudah terisi lagi.
Laura yang melihat tingkah Andara hanya melongo. Ia tidak percaya jika istri mantan suaminya itu akan bersikap biasa saja saat menemui dirinya. Disepanjang perjalan menuju cafe dia berfikir jika akan ada adegan pertengkaran yang panjang. Bahkan ia sudah menyiapkan obat merah jika dirinya terluka nanti. "Sangat konyol, batinnya .. Ia meremas ujung dress nya, menahan rasa malu akibat berfikir yang tidak tidak.
"Aku tidak menginginkan nya,. ujar Laura.. Ia menenggak minuman nya yang dipesan tadi dengan perasaan gugup. Dan matanya menatap sekilas kearah Andara yang tampak menikmati makan siangnya.
"Kuharap kau mau menemui putrimu dan Bachri..
"Ceritakan pada mereka apa yang sebenarnya sudah terjadi. Aku yakin jika mereka pasti sedang menunggu penjelasanmu.. kata Andara.
" Akan aku usahakan, tapi apa kau tidak takut jika aku merebut mereka darimu? goda Laura berharap Andara akan terprovokasi dengan ucapannya. Namun dia kembali dikejutkan dengan pernyataan wanita tersebut.
__ADS_1
"Apa yang kau rebut? bahkan mereka masih milikmu, dan hati Bachri tetap memilihmu. Bukan aku.. jelasnya
"Pulang lah,,, dan katakan kepada mereka apa yang kau inginkan. Aku akan menerima segala resikonya meski itu bisa saja melukai hatiku..lanjutnya lagi.
"Apa kau tidak mencintai Ryu? Tanya Laura penasaran.
"Bahkan jika aku mengatakan padamu bahwa aku yang mengejar pria tua itu apa kau percaya? ujar Andara sambil tersenyum.
"Aku bahkan yang meminta Ayumi agar dia menjodohkan ku dengan ayahnya. Dan putriku itu pun men setujui karena dia juga menyayangi ku seperti aku menyayanginya. Kata Andara lirih. Lalu ia meletakkan garpu dan pisau nya di piring. Dia tidak lagi berminat melanjutkan makannya. Diusapnya bibir nya itu dengan tisu, kemudian ia menatap lembut kearah laura.
Laura yang melihat perubahan mimik wajah Andara hanya mampu menghembuskan nafas kasar.
" Kau tak perlu sesedih itu. Ayumi memang anakku dan aku yang melahirkannya. Tapi sepertinya dia lebih nyaman denganmu.
Jika kau ingin merawatnya aku dengan senang hati akan menyerahkan dia kepadamu. Aku tahu meski seperti apapun, aku tetap orang yang paling bersalah dalam hal ini. Tapi aku tidak boleh egois. Dia menyayangi mu lebih dari dia menyayangi ku. Jika aku yang merawatnya kembali bukankah sama saja aku melukai hatinya.. jelas Laura.
"Kau belum bertemu mereka, kenapa sudah mengatakan hal seperti ini? tanya Andara sangsi.
"Dia anakmu, kau tidak bisa melepaskan tanggung jawabku begitu saja. Aku bicara seperti ini bukan karena aku tidak mau merawatnya. Bahkan aku dengan senang hati menjadi maminya. Tapi Bachri menginginkanmu kembali, aku harus apa? jelasnya sendu.
"Aku tidak bisa jika harus kembali dengan Ryu, aku mencintai pria lain. jawab Laura cepat.
" Jelaskan saja kepada mereka. Aku tidak berhak ikut campur dalam hal ini.. timpal Andara
"Baiklah aku akan ke mansion kalian besok malam... lanjut Laura menanggapi.
Andara kembali tersenyum ramah. Ia menggenggam tangan Laura hangat dan berkata.
"Terima kasih, aku sangat senang dengan keputusanmu.
"Sama sama,, maafkan aku yang telah salah sangka dan berfikiran buruk tentangmu.. kata Laura menyesal..
" Kau orang baik, dan aku sangat bersyukur jika Ayumi memiliki ibu sambung sepertimu..
Kemudian Laura menghampiri Andara dan memeluknya erat. Ia menepuk nepuk punggung Andara sekilas kemudian melepasnya .
"Ku harap kau bahagia.. ucapnya..
Andara mengangguk sebentar kemudian menjawab.
__ADS_1
"ku harap kau juga bahagia dengan segala keputusanmu.
-bersambung-