
Andara menghempaskan tubuhnya yg masih terbalut dengan gaun pernikahan. Disampingnya Ayumi mencoba melepaskan ikat kepala maminya dan menata bantal agar ia nyaman saat tertidur.
" Terima kasih sayang, kau memang yg terbaik, ucap Andara dengan bibir yg berusaha tersenyum didepan ayumi.
Gadis itu hanya mengangguk sekilas kemudian ia mencari micellar water untuk membersihkan make up maminya..
Diraihnya benda itu diatas meja rias Andara dan menuangkannya kedalam kapas.
" Mam.. mendongaklah sedikit,, wajahmu akan ku bersihan,, ini bisa menyebabkan jerawat Lo, aku tidak mau jika mami jelek,, tutur Ayumi yg mencoba mencairkan suasana yg sedikit mencekam dengan gurauannya.
Andara tersenyum dan kemudian mengikuti arahan Ayumi, ditatap nya wajah mungil yg berada diatasnya itu sekilas, sedikit sakit bila mengingat perlakuan buruk ayahnya. Tapi saat memandang anak kecil itu ia berusaha tetap baik baik saja, tidak bisa dipungkiri bahwa ia sangat mencintai Bachri, tapi tujuan utamanya menikah karena ia ingin Ayumi mempunyai ibu seperti pada umumnya, karena wanita itu sangat menyayangi anak tirinya.
"wajahmu secantik ini, tapi ayah selalu saja mengecewakanmu, kuharap mami tidak marah dan menyesalinya. Ujarnya dengan tangan yg membelai lembut pipi dan rahang Andara.
"Memang ayah belum bisa melupakan ibu, tapi kuharap mami Andara bisa bersabar dalam menghadapinya. aku yakin suatu saat beliau sadar dan bisa membuka hatinya buat mami,, ujar Ayumi tulus. Matanya mulai berkaca kaca, namun ia coba tahan agar Andara tidak melihat dia sedang menangis.
__ADS_1
Sekarang Andara dibuat kagum dengan penuturan anak tirinya. gadis kecil itu pemikirannya sudah dewasa sekali, bahkan bukan terlihat sebagai anak kecil pada umumnya.
"hisshhh,,, ternyata mami punya anak yg sudah dewasa,,, kata Andara dengan senyum yg menggoda. Mempunyaimu saja sudah cukup. Ayahmu hanya sekedar bonus tambahan.. ucap Andara yg berusaha bersikap tegar.. Ia bangkit dari tidurnya dan duduk bersebelahan dengan Ayumi.
"Sayang,, kau tau.. daripada pernikahan yg tidak jelas ini, aku lebih mementingkan dirimu. "Apa kamu senang setelah mami resmi menjadi istri ayahmu dan menjadi ibu tiri bagimu? Tanya Andara dengan mata yg fokus menatap wajah gadis kecil tersebut.
Ayumi tampak mengangguk dengan malu malu. Ia mengerti bahwa kali ini dia sangat bersalah memaksakan kehendaknya, tapi karena sisi sifat seperti anak kecilnya, menginginkan Andara sebagai mami nya sangat kuat, dia sungguh menyayangi wanita cantik yg berada disebelahnya.
"Mungkin perlakuanku ini sangat egois yg memaksa kalian untuk menikah, tapi kuharap mami bisa menjadi ibu terakhir buatku. Rumah sebesar itu sangat sepi tanpa kasih sayang seorang ibu didalamnya. Terkadang aku seperti hidup sendiri meski para pelayan sudah banyak. Aku membutuhkan sosok mami yg mendampingiku. Untuk urusan hati ayah, aku berharap dia bisa menerimamu perlahan mam, maafkan aku.. ujarnya pelan disertai Isak tangisan yg sedari tadi ditahannya.
"Tidak ada yg perlu dimaafkan, kau tidak bersalah dalam hal ini, dari awal memang aku yg menginginkannya dan kau berhasil membantuku, sebenarnya mami sangat berterima kasih padamu. kata Andara
"Sudahlah, berhenti menangis. mami tidak akan mempermasalahkan perlakuan ayahmu. Jadi tidak usah dipikirkan, kita jalani saja takdir ini yg terpenting sekarang aku bahagia akhirnya mempunyai anak yg seimut ini. jelas Andara lembut. Tangannya digunakan untuk mencubit hidung Ayumi dengan gemas.
Lalu mereka tertawa lepas, seperti tidak terjadi apa apa.
__ADS_1
"Setelah ini kita kemana mam, apa kita akan pulang kerumah? Sedari tadi ayah meneleponku tapi aku tidak menjawabnya. aku sangat marah saat ini.. Dengus Ayumi dengan tangan yg melipat kedadanya. Bibirnya yg kecil itu ia kerucutkan kedepan sebagai bentuk protes atas tindakan Bachri yg keterlaluan. Dan itu terlihat imut dan lucu sekali.
"Tidak boleh seperti itu sayang,, beliau pasti mengkhawatirkanmu, angkatlah dan katakan kau sedang bersama di apartemen mami dan kita akan pulang kerumah nanti sore. titah Andara tegas.
Ayumi menatap sebal ponselnya yg berada di atas meja. Gadis itu meraihnya dengan kasar dan dengan sekali panggilan saja nampaknya langsung terhubung.
Gadis itu dengan cepat mengatakan akan pulang kerumah, dan kemudian ia menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari orang yg diseberang sana.
"Sudahh,,? tanya Andara singkat
" iya
" Kalau begitu bantu mami buka resleting belakang ya, tidak enak kita rebahan dengan baju yg seperti ini..
Ayumi mengangguk sekilas kemudian tangannya menyusup kebelakang untuk membuka resleting tersebut. setelah dirasa sudah turun. Andara segera bangun dan menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Mami mandi dulu sayang, jika kau lapar,, buka saja kulkas di dapur. Ada banyak sekali makanan yg dimasak kak anoki sebelum berangkat kesini,, Kata Andara pelan. Setelah itu ia membopong gaunnya dengan langkah tertatih tatih untuk segera mandi .
"Iya mam, saut Ayumi . kemudian ia berlalu meninggalkan kamar Andara dan menuju dapur untuk mengambil makanan.