Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB. 54


__ADS_3

Kelanjutannya


" Hentikan pikiran kotormu saat ini juga. Kita sedang membahas masalah yang serius. Aku juga sedang marah denganmu..!! balas Andara sambil menghempaskan pelukan suaminya..


Namun secepat kilat Bachri memeluk istrinya lagi dan kepalanya disandarkan di dada Andara yang empuk dan sedikit mengerakkankan nya mencari kenyamanan ditempat favoritnya itu.


Ingin sekali Andara menjitaknya dengan sekuat tenaga, namun ia mengurungkan niatnya itu. Dia masih tidak tega jika harus melakukan kekerasan kepada suaminya.


"Hahh,,,Benar benar laki laki mesum. Batinnya mengumpat kesal.


" Jujur aku tidak percaya diri bisa menikah denganmu. Kau itu masih muda dan cantik mana bisa kau disandingkan dengan pria tua sepertiku yang... ucapan Bachri terputus.


" Kau tidak tua, kau masih tampan.. Timpal Andara tiba tiba.. Tapi secepat kilat dia segera membungkam mulutnya yang tidak bisa diajak berkompromi itu.


"Hahahaha Bachri tergelak dalam tawanya. Ia sudah tidak lagi menangis seperti tadi. Dasar air mata buaya buntung.


" Oh ya apakah aku memang masih tampan? tanyanya dengan alis yang di naik naikkan sengaja menggoda Andara agar istrinya itu kembali tersenyum.


" Lupakan,, segera lanjutkan..!! titah wanita itu ketus. Selain menyebalkan ternyata suaminya itu benar benar narsis.


" Aku bahkan juga menyukai mu sebelum kau mengatakannya. Aku selama ini menghindari mu bukan karena aku benci denganmu. Hanya saja rasa ini sepertinya tidak tepat. Aku seperti pedofil yang menginginkan daun muda.. Jelas Bachri seraya tersipu malu. Padahal batinnya mengatakan jika dia sangat menyukai daun muda yang menawan seperti istrinya. Munafik benar pria tua ini.


Andara yang mendengarnya saja sampai dibuat kalang kabut dengan kata kata Bachri. Bagaimana bisa pria itu mengatakan bahwa dirinya juga mencintai Andara, padahal selama ini wajah datar nya itu tidak menunjukkan sama sekali ketertarikan.


" Lalu?


" Setiap malam bahkan aku diam diam memimpikan hal kotor denganmu. Melihat wajah mu dan tubuh indahmu Yang sedikit terbuka membuat naluriku sebagai pria bangkit lagi setelah sekian lama berpuasa. Dan kadang dengan imajinasi liar aku ingin sekali melahap mu kali itu juga, tapi aku ingat jika hal ini tidak baik, aku bisa saja melukai perasaanmu dan putriku.

__ADS_1


Kemudian aku mulai menghindar setiap berpapasan denganmu, aku lelah jika harus menidurkan dia dengan tanganku sendiri. kata Bachri seraya menuntun tangan Andara untuk menyentuh juniornya yang sudah berdiri tegak, dengan menampilkan senyum smirknya.


" Akkpppp.. Andara segera menyingkirkan tangannya karena terkejut dengan perlakuan mesum suaminya.


Bachri tergelak lagi, yang kemudian di hadiahi pelototan tajam dari Andara.


Pria itu benar benar menyebalkan.


Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai menyukaimu. Sikap baikmu kepada anakku dan perhatianmu yang terkadang menyiapkan segala urusanku membuatku menginginkanmu lebih dari seorang pengasuh anak. Aku menginginkan mu menjadi istri. Namun aku takut, perasaan ini bisa menyakitimu, karena sejujurnya aku merasa bersalah jika memulai hubungan sedangkan Laura belum ditemukan. Aku takut memberikan harapan palsu denganmu.


"Namun kali ini rasa itu semakin menguat, aku yakin jika perasaanku dengan Laura sudah tidak ada lagi.


" Aku benar benar mencintaimu yang terlalu lembut itu. Dan sekarang melihatmu marah seperti ini aku menjadi takjub. Bahkan kau semakin sexy dengan auramu yang membahayakan kesehatan jantung ku ini.


Ujar Bachri dengan wajah yang memerah, kemudian menyembunyikannya dibalik dada Andara.


" Terus aku harus bagaimana? Apa aku harus percaya denganmu..!! Kata Andara yang belum bisa mengalah begitu saja.


" Kau tidak harus mempercayaiku, tapi setidaknya berikan aku kesempatan lagi untuk menjadi suamimu. Aku akan memperlakukanmu dengan baik. Ucap Bachri tulus.


Andara mengangguk pelan. Ia mengakhiri masalah tarik ulurnya. Dia tidak bisa memungkiri jika hatinya saat ini masih mencintai suaminya itu. Dan dia juga tidak bisa berlama lama marah dengan suaminya.


" Baiklah aku akan memberikan kesempatan. Namun jika kau ulangi sekali lagi, maka aku akan benar benar pergi meninggalkanmu. Bahkan kau tidak akan bisa menemukanku.. Ancam Andara.


Bachri tersenyum bahagia, akhirnya masalah ini selesai. Dia berjanji pada dirinya untuk membahagiakan istrinya itu.


" Jadi kita akan berbaikan, tanya Bachri memastikan.

__ADS_1


Andara hanya membalas dengan senyuman.


Dengan secepat kilat Bachri melepas kancing baju Andara . Ia tidak ingin kesempatan seperti ini terlewatkan begitu saja. Dan segera me ***** bibir manis istrinya itu dengan lembut.


Andara pun membalas ciuman suaminya tak kalah lembutnya.


Ciuman itu beralih ke leher dan kemudian berakhir di gundukkan yang kenyal itu, Bachri ingin sekali ********** namun kepalanya segera dihentikan oleh Andara.


" Tidak bisa, aku sedang hamil muda, dan dokter menyarankan ku untuk istrahat. kata Andara yang mengakhiri semua imajinasi Bachri dan ledakan hasrat dalam dirinya.


Pria itu menghembuskan nafas kecewa, tapi ia segera menyadari jika itu juga demi kebaikan istri dan calon anaknya.


" Baiklah,, jadi sampai kapan aku harus berpuasa lagi? tanya Bachri dengan tubuh yang seketika melemas seperti tidak mempunyai tenaga.


" Empat bulan sayang, dan kau akan mendapat nya...


" Appp,, apaaa? kenapa lama sekali.. teriak Bachri tidak terima.


" Ini demi kebaikan anakmu juga, bagaimana sih,,!! ketus Andara yang tiba tiba jadi marah. Seperti itu lah mood ibu hamil, sebentar sebentar marah, sebentar menangis, dan kadang ia akan tertawa padahal tidak ada yang lucu.


" Iyaaa iyaaa, jangan marah.. Ya sudah ayo kita turun kebawah. Sebaiknya kau bertemu juga dengan Laura.. Ajak Bachri dengan tangan yang meraih kancing baju istrinya dan dikaitkan.


Andara mengangguk pelan, kemudian merapikan bajunya yang sedikit kusut dan berdiri mengikuti Bachri yang akan turun kebawah untuk melihat putri dan mantan istrinya itu.


Wanita itu meyakinkan dirinya bahwa semua baik baik saja sekarang dan tidak aada masalah lagi. Semoga saja setelah ini dia akan bahagia menyambut kedatangan calon anaknya lagi. "Ahh pasti menyenangkan punya anak dua... batinnya bahagia


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2