
kelanjutannya gaes
"Kita lanjutkan ya,,!! bisik Bachri Setelah Andara menutup pintu kamarnya.. Ia memeluk istrinya dari belakang dan memojokkan nya kearah dinding..
" Maaf,, lain kali saja Tuan,, Ayumi sudah menungguku untuk mengantarnya sekolah.. tutur Andara lembut, berharap suaminya itu melepaskannya..
"Tidakk bisaa,,,!! cerca Bachri yang tidak terima akan penolakan istrinya. Bibirnya sudah ******* bibir Andara dengan rakus dan tangannya sibuk dengan gundukkan kembar milik istrinya..
Andara hanya diam, tidak bereaksi.. dalam dipikirannya hanya ada Ayumi. Dia takut jika anaknya akan marah karena tidak mau mengantarnya sekolah.
" Tuann,, kumohon,, setelah mengantar Ayumi ke sekolah aku akan segera pulang. Pinta Andara dengan muka yang memelas....
" Tidak lihat si junior ini dari tadi berdiri, aku tidak bisa menuntaskannya sendiri.. tukasnya marah. Pria itu memberengut kesal saat istrinya sudah tidak seperti dulu yang diam diam melihatnya dengan mata yang memancarkan ke kaguman. Dia fikir Andara akan menuruti semua keinginannya.
"Dia bisa diantar oleh sopir... seru Bachri tidak terima..
" Nanti saja Tuan, atau tidak sama sekali,,,!! ucap Andara jengah. Ia melepaskan pelukan suaminya kemudian berlalu pergi ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, mengabaikan kemarahan dari Bachri .
Wanita itu kesal dengan sikap suaminya yang otoriter, Ia menutup pintu dengan kasar agar suaminya tahu jika dia juga tidak suka pemaksaan meski dirinya juga menginginkan.
Kan bisa nanti,, pikirnya.. Ia ingin mengutamakan kebutuhan Ayumi dulu agar putri kecilnya itu mendapatkan kasih sayang sepenuhnya dari orang Tuanya.
" Shiiitttt,,,!! maki Bachri.
Pria itu memukuli tembok kamar Andara bertubi tubi. Ia melampiaskan kekesalannya atas penolakan wanitanya itu. Kemudian mengambil kemejanya dan pergi begitu saja dari kamar Andara dengan kemarahan yang tertahan. Wajah tampan itu berubah seolah olah seperti serigala yang akan memangsa apapun yang berada didekatnya.
Pelayan yang melihat Bachri keluar dari kamar Andara dengan wajah kesalnya hanya mampu menundukkan kepalanya, ia tidak mau kena masalah. Apalagi tuan rumahnya itu sangat dingin semenjak kepergian istrinya dulu.
Andara yang sudah selesai mandi langsung memakai baju, Ia membuka pintu kamar mandi tapi tidak melihat suaminya.
"Kemana perginya? gumannya dengan mata yang menelisik ke seluruh ruangan namun tidak menemukan sosok suami ya.
Lalu Ia mendudukkan tubuhnnya didepan meja riasnya. Menempelkan beberapa foundation dan sedikit sentuhan bedak untuk menutupi frecklesnya dan terakhir memakai lisptik dengan warna coral yang terlihat natural. Selesai.. Sekarng Dia terlihat cantik dengan wajah blasteran nya itu.
Kemudian ia menuruni tangga untuk sarapan bersama. Namun tetap saja ia tidak melihat keberadaan suaminya dimeja makan.
" Sayang,, ayah belum turun? wanita itu bertanya kepada Ayumi yang sendari tadi asik memakan pancake nya dengan segelas susu coklat hangat.
__ADS_1
Ayumi hanya menggelengkan kepalanya karena mulutnya penuh makanan..
Andara kesal, bisa bisa nya suaminya itu mengabaikannya lagi.. Apa salahnya jika tidak melakukannya sekarang, toh nanti malam juga bisa.. pikir Andara dengan wajah yang memerah. Sekilas ia mengingat kejadian panas di pagi hari.
" Umurnya boleh tua, tapi tenaganya seperti anak muda.. batin Andara mesum.
" Arggghhh,, menyesallll tidak jadi...!! ucapnya lantang dengan tangan menutupi seluruh wajahnya..
" Mam are you okay,,? tanya Ayumi yang kaget dengan teriakan Andara barusan..
" Ahhh,, apa? saut Andara seperti orang linglung padahal baru saja ia berteriak kencang..
" Kenapa mami berteriak?
" Siapa yang berteriak,, tidak ada yang berteriak sayang,,? ujar Andara seperti orang yang tidak melakukan apa apa..
"Hahh,,,, Ayumi menghela nafas kasar...
" Selesaikan sarapanmu mam,, aku bisa telatt...!! ucap gadis kecil itu seraya menenteng ranselnya menuju mobil .
" Aku tunggu di mobil ya mam,,,!! lanjutnya..
" Tidakkk,,,!! jawab Ayumi singkat dengan teriakan juga.
Kemudian Andara mengambil sepotong sandwich dan satu air mineral dibotol..
Ia berlari cukup kencang untuk segera menyusul putrinya.
"Mami makan di mobil saja,,, Ayo berangkat...!! Ajak Andara setelah mesejajarkan langkahnya dengan langkah putrinya..
Gadis kecil itu tersenyum senang,,
" Mam untuk pertama kalinya ada yang mengantarkanku sekolah,, dan aku senang sekali, ucapnya tulus..
Andara termangu sejenak, ingin bertanya apakah ibunya dulu tidak pernah mengantarkannya sekolah, namun pertanyaan itu hanya dia tahan. takut menyakiti hati putrinya.
"Jika tidak ada kepentingan yang urgent, mami akan selalu mengantarmu sekolah,, ujar Andara lembut. Ia mengelus elus pucuk kepala anaknya dan mencium keningnya.
__ADS_1
Ayumi yang diperlakukan seperti itu sangat bahagia , ia seperti disayangi dan diharapkan kehadirannya.
"Setelah ini juga mami akan membatasi pekerjaanmu. lanjutnya setelah mereka masuk kedalam mobil.
Sopir itu hanya melirik dari kaca spion dan menganggukkan kepala untuk menyapa nyonya dan nona nya kemudian melakukan mobil dengan pelan. Ia tidak ingin membuka suaranya takut mengganggu obrolan majikkannya.
Andara dan Ayumi hanya membalas senyuman dan mereka terlibat lagi dalam obrolan panjang.
"Ayahmu kemarin ingin kau mengikuti homeschooling tapi mami tidak mau. Jadi mami memberikan pilihan untuk membatasi saja pekerjaan mu agar kamu fokus belajar. Kita hanya menerima sesi pemotretan. Untuk iklan kita pilih saja yang menurut mami tidak sulit pengerjaannya sehingga tidak memakan waktu dan mengganggu sekolahmu.. jelas Andara panjang lebar..
Ayumi tampak berfikir keras. ia mau saja mengurangi jadwalnya. tapi ia tidak mau jika kesempatannya untuk menerbangkan sayapnya dibidang fashion akan hilang. Karena itu cita cita dan keinginannya. Ia berharap suatu saat ia bisa memulai kariernya dinegara Korea yang dijuluki sebagai Negeri Gingseng tersebut agar bertemu para idolanya disana.
" Tapi mam,,, apa itu akan berpengaruh pada karierku kelak? jika aku memilih milih dalam bekerja..Tanya Ayumi yang masih galau dengan pilihannya
Andara tergelak dalam tawanya.
" Hahahahaha
" Mana ada,,? semua itu tergantung dari skill saja, dan kau memiliki itu sayang. Sudahlah jangan takut, mami yakin suatu saat kamu akan meraih cita citamu..tuturnya lembut khas seperti ibu ibu pada anaknya..
Ayumi sangat nyaman berbagi privacynya dengan Andara. wanita muda itu menjelma menjadi ibu sekaligus patner kerjanya dan teman curhat yang baik.
" Hahahahaha mami kan tau tujuan ku ini untuk apa? Aku ingin melihat oppa oppa yang tampan dan kiyowo mam..!! ujarnya sambil tertawa..
" Mami tau, apapun yang terbaik untukmu pasti mami dukung.. kata Andara menyemangati putrinya..
Ayumi sangat senang kemudian ia memeluk maminya dengan erat.
" Kau yang terbaik,, ucapnya lagi...
" kau juga anak mami yang paling baik,, kata Andara tulus.
Tak lama kemudian mereka sampai di depan gerbang sekolah Ayumi .
Gadis kecil itu mencium tangan maminya sebelum turun.
" Mam.. aku masuk dulu ya... pamit nya seraya mengangkat tangannya melambai lambaikan ke arah Andara.
__ADS_1
" Belajar yang rajin sayangku, mami menyayangimu.. ucap Andara bersemangat.
Kemudian mobil itu pergi meninggalkan sekolah ayumi.