
Bachri memasuki kediamannya dengan tergesa gesa. Dengan langkahnya yg panjang ia menyusuri tangga rumahnya. Wajah tampannya menunjukkan emosi yg sedari tadi ia tahan. lalu ia berlari menuju kekamar pribadinya dan membanting pintu dengan sangat keras...
"Brakkkkk...!! suara itu cukup nyaring dan mengagetkan beberapa pelayan yg sedang bekerja di rumah tersebut. Mereka hanya diam dan tidak ada yg berani bertanya tentang apa yg terjadi dengan majikannya. "Ada apa,,? bukannya tuan hari ini akan menikah.. batinnya mereka bertanya tanya tanpa ada yg sangggup mengungkapkan. hanya otaknya yg sibuk menerka nerka apa yg sedang terjadi.
Pria dewasa itu sekarang menatap foto besar yg terpajang di depan ranjang tidurnya. Tangannya meraih benda tersebut dan dipeluknya erat seperti tidak ingin kehilangan. Ia mengusap bagian belakang seperti sedang mengusap punggung istrinya. Perasaannya campur aduk, antara marah, benci dan sedih. Ia begitu sakit hati seakan dirinya telah mengkhianati istrinya yg telah meninggal 2 th yg lalu.
"Secepat ini kau pergi meninggalkanku dan sekarang putrimu menginginkan penggantimu tanpa memperdulikan perasaanku. Apa yg harus aku lakukan? Teriak Bachri disela tangisannya.
"Aku tidak mencintainya, sama sekali tidak, sungguh,,, ini diluar kehendakku. Gadis kecil kita merengek menginginkan seorang ibu, dan aku tidak bisa menolaknya. Wajah dia yg mirip denganmu adalah kelemahanku sayang.. Jadi kumohon maafkan semua perbuatanku ini. Ujar Bachri lagi seolah sedang berbicara dengan ibu Ayumi yg sedang dipeluknya.
Tangis pria itu peecah,ia tersedu sedu seperti bayi besar dengan tubuh yg disandarkan di tepi ranjang. Lalu ia meraih ponselnya didalam kantong celana dan berusaha menghubungi anak kecilnya, tapi tetap saja yg dia terima hanya penolakan. Gadis itu benar benar sedang berkonfrontasi dengannya..
Dia mencoba menghubungi lagi, kemudian terdengar suara dari sebrang.
" Ya aku akan pulang nanti,, bersama mamiku.. ujar gadis kecil itu dengan cepat. Namun sebelum di jawab sambungannya telah di putus sepihak oleh anaknya.
"Haaahhh... Bachri menghembuskan nafas lelah.. ia menjambak rambut dan mengacak acak nya dengan kasar. Lalu ia terkapar di atas ranjang ditengah tangisannya..
"Aku akan membuat perhitungan denganmu nona Andara.. ucapnya dengan nada geram. Matanya menerawang ke atas. Tampak rahangnya mengeras dan tangan yg mencengkram kain sprei dengan kuat.
"Kubuat kau akan menyesali semua perbuatanmu yg telah berusaha mencuci otak putriku ..!!
" Tak akan kubiarkan kau hidup tenang dengan menyandang gelar nyonya Bachri di rumah ini... sungutnya lagi
__ADS_1
Harrggg...!! teriak Bachri frustasi. kemudian pria itu memejamkan matanya dan mulai tertidur.
_____________________________________
Sekarang Andara telah berada di kediaman Bachri. wanita itu berjalan mondar mandir di depan pintu kamar suaminya yg sedari tadi tertutup, sedangkan Ayumi setelah sampai tadi langsung menuju kamarnya dan memberitahukan jika terjadi apa apa maminya harus segera memberitahunya. Gadis kecil itu ingin segera istirahat, dia terlalu lelah memikirkan masalah yg telah diciptakannya.
Andara tampak gelisah, dia bingung memikirkan apa yg harus ia lakukan sekarang. Di satu sisi ia istri dari seorang Bachri dan disatu sisinya lagi ia bahkan tak dianggap ada. Namun hatinya mengatakan bahwa ia harus membicaran hal ini dengan suaminya.
"Mungkin ini akan menjadi penolakan yg menyakitkan untuk kesekian kalinya. Tapi mau bagaimana lagi aku adalah istrinya. Mau tidak mau dia harus berbagi tempat denganku. Bisakah aku menempati ruangan ini,?.. batin Andara dengan wajah yg tersipu malu. ia membayangkan yg iya iya bisa saja terjadi kedepannya. Ahh aku tidak sabarrr... ucapnya pelan dengan kaki yg jingkrak jingkrak dilantai .
Tangan gadis itu terulur di daun pintu. ia mulai mengetoknya pelan.
"Tokk tokkk... satu ketuk an dan tidak ada jawaban. Ia berusaha mengulangi lagi .
"Tokk tokk tokkk,,, dengan keras ia memulai lagi mengetuk pintu tersebut, namun lagi lagi tak ada jawaban
karena geram dan jengkel, ia berusaha membuka pintu tersebut dan memasukinya.. Tidak terlihat adanya tanda tanda kehidupan didalamnya. Hanya seonggok sprei yg acak acakan an , bantal yg terlempar kesembarang arah serta pigora besar yg berada di atas ranjang yg berhasil mencuri perhatiannya.
Tanpa berfikir panjang Andara menghampiri benda tersebut dan meraihnya..
Sekarang dengan jelas ia melihat foto pernikahan Bachri dengan mendiang istrinya dulu. Ada perasaan sakit saat ia melihatnya. Hatinya seakan dicubit dan nyeri yg tiba tiba menyerangnya. Mungkin sekarang ia sedang cemburu dengan orang yg telah tertidur untuk selamanya itu.
"Sudah sperti ini, Kau bahkan tak pernah sedikitpun mampu melupakannya. Padahal sudah setahun ini aku bersamamu dan merawat anakmu. Tapi tak pernah sedikitpun kau menaruh perasaan kepadaku, atau hanya sekedar melihatku saja kau tak pernah melakukannya.
__ADS_1
"Apa aku memang tidak pantas untukmu, batin Andara gusar..
Tanpa sadar ia meneteskan air mata dan jarinya sibuk mengusap pipinya dengan kasar.
"Hei, apa yg sedang anda lakukan di kamarku nona Andara,,!! seru pria yg tak lain adalah Bachri itu dengan suara lantang,,!! Pria itu tetap saja menggunakan logat formalnya ketika berbicara dengan Andara. dan itu membuat istrinya merasa sakit hati.
"Apa aku hanya seorang pengasuh untuk anakmu? batinnya bertanya tanya.
Lalu Andara berjingkat dari duduknya, ia mengatur pernafasannya yg tiba tiba dikagetkan dengan kedatangan bachri .Bukankah tadi saat ia masuk tidak ada orang? Darimana pria ini tiba tiba masuk.. .?pikirnya.
Namun jawaban dari semua pertanyaan nya itu terlihat saat ia mengetahui jika kini suaminya itu baru saja selesai mandi. Dengan badan telanjangnya yg masih basah dan rambutnya yg meneteskan air dari ujungnya.
Harum dari sabun yg ia kenakan menguat kesegala ruangan, seakan menggoda Andara untuk menikmati disetiap helaan nafasnya.
Mata Andara terusik dengan pemandangan indah didepannya. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya karena malu. wanita itu belum pernah melihat tubuh pria dewasa sebelumnya kecuali di majalah atau kakaknya sendiri. Dan sekarang ia sedang berada dalam satu ruangan dengan pria yg bertelanjang dada yg berstatus sebagai suaminya. Sungguh ia sekarang sedang berdebar debar. Sebagai wanita normal, yg mencintai seorang pria. ia juga ingin sekali merasakan menyentuh dada bidang dan perut yg indah tersebut.
Namun karena melihat perlakuan Bachri barusan. Rasa itu dia tahan, lalu ia mencoba mengambil nafas banyak untuk mengisi rongga ya yg terasa mengering. Lalu mencoba menetralisir debaran jantungnya.
Wanita itu kemudian berdiri dan menghampiri Bachri yang berada di depannya. lalu ia menundukkan pandangannya yg masih tidak berani menatap wajah suaminya sekarang.
"Kau terlalu kurang ajar nona ini bukan kamarmu tidak seharusnya anda berada di sini, ucap Bachri dengan nada ketus. pria itu memutar bola matanya dengan malas seakan tidak menyukai dengan adanya Andara yang sekarang berada di kamarnya. Lalu tangannya terulur mengambil kemeja dari dalam lemari dan memakainya di depan Andara.
Dia tidak tahu jika sedari tadi mata Andara sibuk mengekor kemanapun dia pergi. Dan kejadian didepannya nyaris saja membuat wanita itu pingsan ditempat karena gugupnya.
__ADS_1
"Ma....maafkan aku Tuan,,, kata Andara terbata bata.
"Bukannya aku bermaksud lancang hanya saja tadi saat aku mengetuk pintu tidak ada jawaban dan aku terpaksa masuk karena mengawatirkan kondisi anda. ? jawabnya lagi