Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 27


__ADS_3

Dikediaman Bachri


"Shittttt.....!!Bachri terus mengumpat, mulut pria itu tidak henti hentinya berteriak , memaki setelah dirinya pulang ke kediamannya.


Tangannya ia gunakan untuk meraih benda benda disekitarnya dan membantingnya kesegala arah.


"Pyarrr,,, suara Vas yang terbuat dari Keramik pecah membentur kerasnya tembok kamar Bachri.


Diraihnya ponsel yang berada disaku celananya. Dia tampak menghubungi seseorang tapi panggilan itu terus diabaikan. Dilemparnya benda pipih itu ke ranjang tidurnya. Kemudian ia mengikuti dan merebahkan dirinya. Pikirannya menerawang keatas. Seakan sedang memutar kejadian demi kejadian tadi di mansion milik temannya .


"Apa mau mu Andara..? Geram Bachri dengan tangan yang meremas sprei. Berani beraninya kau mengabaikan panggilan ku...!! lihat apa yang akan kulakukan kepadamu nanti...!! ujarnya berapi api..


Wajah pria itu memerah, mungkin jika digambarkan ke dalam kartun seperti ada asap yang keluar dari telinganya saking marahnya dia saat ini.


Entah apa yang mengganggu ketenangannya..


Dan kepada siapa dia marah,? mungkin hanya Tuhan dan dirinyalah yang tahu..


🍀Flash Back🍀


Setelah dirasa emosinya sudah terkontrol. Bachri berdiri dari kursinya dan berjalan mengitari mansion tersebut berharap bertemu anak dan istrinya untuk diajak pulang. Ia mulai pencariannya di belakang bangunan yang terdapat kolam renang yang dihiasi dekorasi segala pernak pernik acara ulang tahun yang begitu mewah. Dan beberapa kursi yang sudah ditempati oleh pengunjung yang sedang menikmati perjamuan. Tapi ia tidak menemukan sosok istrinya atau anaknya..

__ADS_1


Kemudian dia pergi, beralih ke tempat lain. "Mungkin ditaman? pikirnya. Pria itu melanjutkan langkahnya mengelilingi taman yang berada didepan. Dia melihat Ayumi anaknya sedang sibuk memfoto bunga bunga ditemani pria muda yang ia yakini sebagai Chello anak dari temannya Tuan Mark yang sedang berulang tahun saat ini.


Gadis kecil itu dengan konyolnya menyuruh temannya untuk memfoto dirinya, sedangkan orang yang disuruh tampak cemberut. Mungkin dia sudah lelah menuruti segala permintaan Ayumi .


Bachri hanya mengulas senyum melihat kedekatan mereka. Mereka selalu seperti itu sejak dulu, dan chello akan mengalah jika Ayumi sedang berkonfrontasi dengannya. Lalu dia memutar bola matanya menatap kesegala arah..


Dan tepat diarah jam 5 dari lokasi Ayumi, ia melihat istrinya sedang duduk dikursi taman, dengan seorang pria yang tadi telah membawanya kabur..


Rahang Bachri mengeras melihat pemandangan didepannya, tangannya mengepal menampilkan otot otot di jari jarinya yang memutih. Dia ingin sekali berlari ke arah Andara dan menyeret wanita itu untuk pulang bersamanya. Tapi Bachri tidak punya keberanian untuk itu. Ada perasaan bersalah dalam dirinya setelah mengingat kejadian dimana ia dengan mudahnya membentak istrinya didepan umum dan menghina nya. Bisa jadi Andara saat ini sedang marah karena malu dengan tindakan implusif dari dirinya. Pikir Bachri.


Kemudian pria itu menghampiri anaknya untuk diajak pulang, namun Ayumi menolaknya dengan keras.


"Ayah pulang saja dulu,, aku masih ingin menunggu mami selesai berbicara dengan kak Joon.. Ucap gadis itu dingin..


Bachri memundurkan langkahnya. ia sangat terkejut dengan ucapan anaknya.


"Apa yang terjadi ,? kenapa Ayumi sudah mengenal pria yang bersama maminya? Ada hubungan apa mereka,,? batinnya bertanya tanya. Namun pria itu hanya diam sambil sesekali melirik ke arah Andara.


Wanita cantik itu menyenderkan kepalanya kepada pria yang bernama SEO kang joon itu, dan terlihat ia sedang menangis.


Sedangkan pria yang bersama istrinya itu mengelus elus rambut Andara pelan seperti menyalurkan kenyamanan dan kasih sayang.

__ADS_1


Bachri sudah tidak tahan lagi,, ia geram dan sangat marah. Bisa bisanya ditempat ramai seperti ini mereka malah asyik berduaan. Dia wanita bersuami, tidak sepantasnya ia melakukan hal tersebut dengan pria lain.


Dengan langkah panjang Bachri ingin menemui Andara, dan membawa wanita itu pulang, mau atau tidak mau dia akan memaksanya.


Namun sebelum sampai di kursi Andara. Tangannya dicekal oleh tuan Mark. Pria itu menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


"Jangan lakukan lagi teman,,!! ini pesta anakku, aku tidak ingin ada keributan lagi.. ucapnya..


Bachri yang melihat tatapan memohon dari temannya itu hanya menghela nafas kasar. Dia tampak berfikir, membenarkan apa yang dikatakan temannya. Ia tidak ingin merusak acara tersebut.


Kemudian ia pamit untuk pulang dan meminta tuan Mark untuk menjaga anaknya. Dan menghubungi jika terjadi sesuatu.


Tuan Mark mengangguk dan tersenyum. Tangannya merangkul tubuh sahabatnya dan membisikkan sebuah kata kata.


"Ungkapkan saja perasaanmu, mungkin ini belum terlambat. Jika nanti dia menjauh, orang yang paling menyesal adalah dirimu..


Ujar tuan Mark dengan nada pelan namun menusuk.


Bachri diam ditempat, ia menyadari sesuatu tapi enggan untuk mengartikannya.. Ia hanya membalas perkatan tuan Mark dengan senyuman. Kemudian setelah melepaskan pelukannya, pria itu berlari ke arah mobilnya.


Dia menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian meninggalkan mansion keluarga Tuan Mark.

__ADS_1


🍀 Flash back End🍀


__ADS_2