
Andara berlarian memasuki mansion.. Ia mengedarkan pandangannya berharap suaminya masih berada di rumah. Ditatapnya seluruh ruangan tersebut, tetap saja ia tidak menemukan suaminya..
" Apakah Tuan sudah pergi,,? tanya Andara kepada seorang pelayan yang baru berdiri menyambut kedatangan Andara.
" Tuan sudah pergi dari tadi nyonya,,? jawabnya sambil menundukkan pandangan..
" Oh ya sudah,, Minta tolong ya Bi, siapkan sarapan untuk Tuan di lunc box. Saya yang akan mengantarkannya... ujar Andara
" Baik nyonya... kata si pelayan itu dan berlalu pergi ke arah dapur.
Andara memasuki kamarnya dan berganti pakaian. Dia membuka lemari nya yang berisi berbagai gaun yang tertata rapi di gantungan.
Wanita muda itu sibuk memilih baju mana yang cocok dengan dirinya, dan memberikan kesan yang baik untuk suaminya nanti. Dia ingin diperhatikan dan dipuji oleh suaminya. Akhirnya dia menemukan apa yang dia mau, segera ia mengganti pakaiannya.
Sekarang ia berdiri didepan cermin besar di meja riasnya. Ia melihat tampilannya yang tampak cantik dengan atas an berwarna hijau lumut, dan rok span bercorak bunga bunga. Rambut panjangnya hanya diikat ekor kuda, dan make up flawless menjadi andalannya..
"Perfect,,,!! ucapnya memuji dirinya sendiri.
Wanita itu memasuki area dapur dan mengambil box makanan yang sudah disiapkan di lunch box.
" Saya pergi dulu ke kantor Tuan ya,, ujar Andara yang hanya di balas anggukan oleh pelayannya.
" Oh ya satu lagi,, Pak Imam tidak usah menjemput nona ayumi, saya yang akan menjemputnya setelah dari kantor tuan..
"Dan terima kasih sarapannya. ucapnya sambil tersenyum sebelum dia pergi..
" Baik nyonya,.. jawab pelayan serentak.
Kemudian Andara berlalu pergi meninggalkan mansion dengan menaiki taxi online.
__ADS_1
Hanya butuh waktu 45 menit akhirnya Andara telah sampai di kantor suaminya.
Gedung tinggi menjulang. Dengan nama "SunFlower" sebagai simbol itu menunjukkan betapa kuasanya Bachri di bidang IT negara ini.
Andara memasuki area kantor dan menuju ke ruang resepsionis.
" Pagi nona,, saya Andara Bachri ingin bertemu dengan Tuan Bachri, Apa beliau ada ditempat? Tanya Andara sambil memperkenalkan dirinya kepada pegawai suaminya.
"Ohh,, ahh itu,,,!! ujar pegawai resepsionis yang bernama viviana dengan tergagap..
" Ya nona,, apa beliau sudah berada dikantornya? ulang Andara tersenyum ramah.
" Ada nyonya,,,, maafkan saya,, saya terlalu gugup melihat kecantikan anda,, ucap viviana malu.. Wajah nya bersemu merah. untuk pertama kalinya setelah menikah nyonya Bachri itu mau datang ke tempat kerja suaminya dan itu sedikit membuatnya terkejut.
"Nyonya tinggal naik saja ke lift khusus direktur, nanti secara otomatis akan berhenti tepat di ruangan beliau..,, jelas viviana lagi.
" Terima kasih, kau juga sangat cantik,,, puji Andara tulus. Kemudian ia berlalu pergi, meninggalkan viviana yang terpaku melihat seorang Andara.
"Main director's room ,,, "ahhhh mungkin itu. .. ucap Andara setelah membaca tulisan di atas pintu.
Wanita itu melangkahkan kakinya dengan cepat dan senyum yang sedari tadi mengembang. Dia ingin segera menemui suaminya, dan mengajaknya sarapan. Mungkin saja setelah itu mereka bisa melanjutkan permainan waktu pagi yang tertunda. Pikirnya dengan bahagia membayangkan ke intiman hubungan mereka...
"One step closer beib,, teriaknya girang..
Ia membuka pintu ruangan tersebut dengan cepat . Andara sengaja tidak mengetuknya, ia ingin membuat kejutan kepada suaminya. Namun yang ada malah dirinya yang terkejut.
Tepat didepannya sekarang, ia melihat suaminya sedang duduk memangku seorang wanita dengan baju yang sudah terbuka di bagian atasnya.. Dan tangan Bachri sibuk membelai dua gundukkan yang cukup besar itu. Andara tidak melihat siapa wanita tersebut, karena posisinya yang membelakangi andara.
Wanita itu hanya mematung ditempat, tidak tau harus berbuat apa dengan pemandangan yang menyakitkan ini. Cukup lama dirinya berdiri disana. Melihat ciuman panas suaminya dan desahan yang keluar dari dua insan yang tak tau diri itu.
Ingin sekali dia berteriak, mengumpat atau memukuli suaminya, tapi dia sadar karena mereka menikah tanpa ada cinta di hati Bachri. Mungkin wanita yang didepan suaminya itulah cintanya.. Mangkanya ia menolak cinta darinya.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup lama, Andara mengetuk pintu, ia berusaha menyembunyikan rasa sakitnya Yang sedari tadi ia tahan dan siap meledak kapan saja..
"Tokk tokkk tok,,, Andara mengetuk pintu yang sudah terbuka. sebelum itu ia mengusap air matanya yang sedikit menetes..
Tampak Bachri terkejut dengan kedatangan istrinya. Lalu ia berdiri dengan cepat dan membenarkan kemejanya yang sedikit berantakan. Pipi dan bibirnya dipenuhi bekas lipstik dari Jalangnya. Ia mengusapnya dengan kasar berharap Andara tidak mengetahuinya. Tapi mustahil, karena andara telah menyaksikannya terlalu lama. Wanita berambut hitam pekat itu merapikan bajunya terbuka. Ia membenarkan kancing bajunya dan mengambil beberapa tisu untuk menghapus bekas ciuman panas terhadap suami orang. Ia berdiri disebelah Bachri sambil menatap jengkel Andara yang sudah merusak moment indahnya.
" Maafkan saya yang sudah mengganggu waktu anda Tuan,, ujar Andara berusaha tegar. Ia menghampiri suaminya dan memberikan box makanan yang ia bawa dari rumah tadi..
" Ini makanan dari rumah yang sudah disiapkan untuk anda.
" Selamat makan.. ucapnya seraya berlalu pergi.
Namun Bachri mencekal lengan Andara dengan kuat.
Andara menoleh ke arah tangannya, kemudian menatap wajah Bachri dengan lekat.
" Ada apa Tuan,,? tanya Andara dengan menampilkan senyum palsunya.. Ia tetap berusaha menyembunyikan perasaannya saat ini yang hancur melihat kelakuan suaminya.
"Jika tidak ada apa apa saya pamit undur diri dulu,, pamitnya seraya membalikkan badannya menuju pintu keluar..
" Tunggu.... tunggu,,, Cegah wanita yang bersama suaminya tadi. Kamu siapa?.Berani sekali masuk keruang direktur tanpa persetujuan dulu. Ucapnya angkuh.
Andara menghentikan langkahnya dan sekarang beridiri menatap suaminya berharap masih ada pengakuan darinya. Tapi sayangnya itu nihil. Bachri hanya diam saja.
" Saya hanya seorang pengasuh putri Tuan bachri nonaa,, Jawab Andara tegas seakan menjelaskan memang itulah kenyataan dia dinikahi oleh pria yang berstatus suaminya.
" Maaf jika tadi saya begitu lancang dan mengganggu aktivitas kalian.
"Lanjutkan saja, saya pergi dulu.. ucapnya lagi..
Kemudian Andara menutup pintu kerja suaminya, dan berlari kearah lift untuk segera menjemput anaknya. Dia sudah tidak peduli tatapan orang orang yang melihatnya sedang menangis. Yang ada dipikirannya saat ini. Ia ingin menjauh dulu dari jangkauan suaminya. Dadanya sudah sesak, ia merasakan sakit hati yang terlalu dalam
__ADS_1
_bersambung_