Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 46


__ADS_3

Sudah satu bulan lamanya Bachri tidak kunjung pulang ke mansion nya. Bahkan Andara dan Ayumi pun tidak diperbolehkan mengunjunginya dikantor. Ada rasa khawatir yang dirasakan Andara saat ini. Satu pikirannya terbagi dengan memory masa lalu Bachri yang terulang kembali dan satu lagi memikirkan nasibnya sekarang. Dengan sikap dingin yang ditunjukkan suaminya itu , membuat dirinya yakin jika hubungan ini tidak akan baik baik saja kedepannya.


"Aku lelah,, sangat lelah...!! ucapnya seraya menghembuskan nafas berat. Badannya ia rebahkan di antara kursi gantung yang berada di taman belakang yang menghadap kearah kolam renang yang luas..


"Aku harus bagaimana jika begini.. aku seperti seorang Ja Lang yang habis manis sepah dibuang.. desahnya tertahan. Mata itu mulai mengeluarkan kristal bening yang memenuhi pelupuknya dan akhirnya menjadi isakan yang perih.


"Jika dia berarti bagimu kumohon bicaralah didepanku... perasaan ini, pernikahan ini bukanlah permainanmu Bachri... Kau seperti pecundang jika dirimu terus saja menghindar dariku... ujarnya bermonolog sambil memukuli bantal yang berada di pelukannya.


Mata wanita itu kemudian menerawang kesegala arah. Membangkitkan semua kenangan masa lalu nya selama berada disisi pria yang umurnya jauh lebih tua darinya. Pria yang dulu sangat ia kagumi karena kecerdasannya, yang memiliki anak secantik Ayumi, dan sikap lemah lembutnya yang saat itu mampu membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


" Aku sudah gila sekarang, jika pun kau bersikeras ingin kembali ke masa lalumu. Hati yang kau campakkan ini tetap saja tidak bisa membencimu. Rasa ini nyata, kau tahu itu. Kuharap kau tak menyesali jika suatu saat aku yang terlalu memujamu ini tidak akan menyisakan sebuah perasaan apapun kecuali rasa sakit karena pengabaianmu. Batinnya meratapi kehidupannya yang nyaris kacau.


Ayumi yang diam diam melihat maminya menangis sambil memeluk bantal itu hanya mampu bersembunyi di balik tirai dengan hati yang sama sakitnya . Dirinya tidak berani keluar hanya untuk menguatkan maminya. Ia sendiri tidak bisa berbuat apa apa. Ayahnya itu telah membuat kesalahan besar kali ini.


Malamnya entah jam berapa itu terdengar suara deruan mobil Bachri masuk kedalam halaman mansion. Andara dengan sedikit berlari mencoba menuruni tangga menuju pintu utama. Tidak sabar ingin bertemu suaminya yang beberapa hari ini tidak dilihatnya.


Ia melihat Bachri dengan penampilan yang sangat berantakan berjalan sempoyongan masuk kedalam rumah. Ia segera menghampiri suaminya yang seperti tidak sadarkan diri itu.. Dengan sigap tangannya meraih tubuh suaminya yang hampir saja berbenturan dengan lantai karena tubuh Bachri tampak lemas , tidak ada bau alkohol atau semacamnya, hanya saja tubuhnya itu terasa sedikit kurus dan tidak terawat.

__ADS_1


"Tuuuu,, tuannnn.. teriakannya menggema memenuhi seluruh ruangan. Pelayan yang masih berada didapur segera berlari kearah majikannya yang berteriak.


"Apa yang sudah terjadi padamu,? tanya Andara sambil menangis. Ia segera meminta pertolongan supir yang mengantar Bachri tadi untuk menelpon dokter agar suaminya segera diperiksa. Wanita itu sangat khwatir dengan kondisi suaminya saat ini.


"Panggilkan dokter cepatt,, serunya seperti orang kesetanan.


Pria yang jadi lawan bicaranya itu secepat kilat menggerakkan tangannya untuk segera menelpon dokter.


Setelah 30 menit kemudian dokter laki laki yang umurnya hampir setengah abad itu datang dengan tergopoh gopoh. Pria itu baru saja turun dari taksi yang ditumpanginya. Dan segera menuju ruangan yang ditunjukkan pelayan Bachri.


"Beliau mengalami stress berat nyonya, dan akhir akhir ini tubuhnya kurang mendapatkan asupan nutrisi. Mungkin saja tuan Bachri tidak makan dengan teratur beberapa hari ini. Ucap dokter itu setelah memeriksa tubuh Bachri yang tertidur di atas ranjang kamar Andara.


" Apa dia baik baik saja dok,, apa tidak ada masalah yang serius? Kenapa panas dibadannya tidak turun sejak dari tadi,,?? tanya Andara bertubi tubi. Wanita itu terus saja mengelus kening suaminya berharap panasnya berpindah di dirinya saja. Ia sungguh tidak tega melihat orang yang dicintainya menderita.


" Tidak ada masalah yang serius nyonya.Tuan Bachri hanya kelelahan. Beliau hanya membutuhkan istirahat yang cukup.Anda bisa tenang sekarang. Saya akan meresepkan obat agar panasnya turun dan beberapa vitamin. Jika tuan Bachri sudah siuman berikan dia bubur atau semacam soup dulu agar pencernaannya membaik. Ucapnya dengan tangan yang sibuk menulis beberapa resep obat dan memberikannya kepada Andara .


"Semoga tuan Bachri cepat sembuh.. ujarnya lagi.

__ADS_1


"Terima kasih dokter. Maaf mengganggu anda semalam ini.. saut Andara..


" Tidak apa apa nyonya, ini bukan masalah besar. Sudah kewajiban saya merawat Tuan Bachri dan beserta keluarganya. Saya rasa tuan Bachri butuh istirahat. Saya mohon undur diri dulu. Pamit dokter itu dengan menundukkan sedikit kepalanya dengan sopan..


" Sekali lagi terima kasih dok, biarkan sopir yang mengantarkan anda pulang.. ucap Andara.


Dokter itu hanya membalas ucapan Andara dengan mengangguk tersenyum, kemudian melangkahkan kakinya pergi diikuti sopir pribadi Bachri dari belakang yang akan mengantarnya pulang.


Setelah semuanya pergi, Andara kembali mendudukkan tubuhnya disisi ranjang suaminya. Wanita itu mengamati wajah Bachri yang tampak kelelahan dan sedikit kurus.


"Apa yang sudah terjadi denganmu? kenapa kau harus seperti ini? gumannya pelan.


"Jika aku menjadi penghambat hubunganmu dengannya, aku rela melepaskan mu asal kau baik baik saja dan bahagia. Aku janji tidak akan membuatmu tertekan lagi. Aku akan memberikan penjelasan kepada Ayumi agar dia mau mengerti. Tapi kau harus sembuh sekarang, aku tidak ingin melihatmu seperti ini.Jelasnya seakan akan Bachri bisa mendengarkan ucapannya.


Wanita itu mulai merebahkan tubuhnya yang sama sama lelah disebelah suaminya. Kepalanya ia sandarkan di dada Bachri mencoba mencari aroma yang selama ini dirindukannya. Dipeluknya erat tubuh itu seakan menyalurkan semua hasrat kerinduannya. Baginya mungkin ini akan menjadi terakhir kali dirinya bisa sedekat ini dengan pria yang dicintainya itu.


"Pasti aku akan selalu merindukanmu jika nanti kita berpisah, jadi biarkanlah aku memelukmu kali ini saja, agar aku bisa merasakan cintamu walau semua hanya semu.. batinnya getir.. Kemudian ia mulai merasakan kantuk karena beberapa hari ini tidak bisa tidur dengan nyaman. Dan akhirnya ia mulai terlelap dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2