Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB 35


__ADS_3

Libur telah tiba..


Ayumi memasukkan berbagai keperluannya didalam koper. Satu per satu barang barang kesayangannya berpindah ke tempat yang berbentuk persegi tersebut.


" Mam kita tidak jadi ke Korea saja ya,,? aku ingin ke Jepang bertemu Grandma and GrandPa. Teriak Ayumi saat melihat maminya masih berada di sudut balkon sambil memegang ponselnya. Tampaknya wanita itu sedang sibuk menelpon seseorang.


" Iyaa,, saya minta maaf pak. Tapi untuk kontrak selanjutnya bisa dibicarakan setelah Ayumi selesai liburan.


"Hmmm baiklahh nanti saya hubungi lagi. Suara itu terdengar sampai ketelinga putrinya..


" Siapa mam,,? tanya Ayumi setelah melihat maminya menutup telepon. Dia penasaran dengan siapa maminya berbicara seserius itu..


"Client yang ingin mengontrak kerja denganmu, dia ingin kau melakukan photoshoot hari ini dan mami menolaknya.. Jelas Andara sambil menghendikkan bahunya.


"Ohh... saut Ayumi sambil menganggukkan kepalanya.


"Gak jadi ke Korea nih, beneran,,? tanya Andara memastikan..


Wanita itu melihat layar ponselnya dan memesan tiket penerbangan untuk dirinya dan putrinya.


" Iya mam,, nanti saja setelah libur lagi. Aku ingin lebih mengenal keluarga mami..


" Apa kak Naoki,, hmmm maksudku Paman Naoki akan ikut? tanya Ayumi memastikan


"Tidak, dia ada pekerjaan penting disini,, jawab Andara sambil matanya terus menatap layar tipis itu.


" Apa ayah juga bisa ikut mam,,?


" Hmmm kurang tau,, mami belum bicara dengan ayahmu..!! bagaimana kalo kita kekantor saja dan bertanya..? Tawar Andara.


"Tidak usah mam kita bicarakan saja nanti saat ayah pulang.. jawab Ayumi..


"Apa mami sudah dapat tiket nya?


"Sudah,, keberangkatan jam 7 malam.. kita bisa nyampek pagi sampai disana kalo ada delay,


" Apa kamu keberatan sayang? tanya Andara yang khawatir jika putrinya akan kelelahan di perjalan. Mengingat Jakarta ke Tokyo itu sangat jauh. Bisa memakan waktu kurang dari 11 jam jika menempuh perjalanan 500km/jamnya.


" Tidak mam.. aku malah sudah tidak sabar bertemu mereka. jawab Ayumi dengan nada pelan, namun dia terlihat memendam sesuatu. Raut wajahnya tampak gusar dan sedikit mengkhawatirkan..


"Ada apa,? seru Andara lembut dengan mata yang menatap putrinya dalam.

__ADS_1


"Aku takut jika mereka tidak bisa menerimaku dan ayah, mengingat beliau seorang duda dengan anak satu yang sudah besar sepertiku... jawabnya


"Hei,, tidak akan terjadi apa apa.. Percaya sama mami sayang.. jelas Andara seraya meraih puncak kepala anaknya dan di elus elusnya..


" Benarkah mam,,!! Aku takut mereka akan menolak kedatanganku...


" Tidak akan,, mereka akan menerimamu sebagai cucunya.. Tenang saja,, mami yakin. Tidak usah terlalu khawatir sayangku.. Percaya pada mami. Jelas Andara panjang lebar.


Ayumi hanya menganggukkan kepalanya sekilas sebagai balasan atas pernyataan maminya. Meski ada keraguan di pikirannya, namun ia singkirkan.


"Ya sudah selesaikan packingmu dulu. jangan bawa baju banyak banyak ya, nanti kita shoping di Jepang.. ucap Andara yang berusaha menenangkan pikiran putrinya..


" Oke mam,,!! jawab Ayumi tersenyum sambil berjalan ke arah kopernya yang masih terbuka.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Sorenya Bachri telah pulang ke mansionnya.. Ini sedikit lebih cepat dari jam biasanya..


"Ayahh,,,!! seru Ayumi saat melihat ayahnya sudah pulang padahal ini masih sore jam 4, biasanya dia akan pulang jam 5 lebih.Dan kadang juga menjelang jam 7 baru sampai rumah.


" Hai bocahh,,,, !! sapa Bachri yang merasa sudah lama dia tidak menggoda anak gadisnya. Pria itu tersenyum seraya menghentikan langkahnya dan beralih menghampiri Ayumi yang sedang duduk di atas sofa sambil melihat acara televisi..


Gadis itu memberengut kesal tiap kali ayahnya memanggil dirinya bocah.


" Besar apanya,,!! ini.. seginiii.. jawab Bachri tertawa dengan badan berada di sebelah putrinya dan mensejajarkan tinggi Ayumi yang sebatas dada tingginya..


" Loh tinggi juga,, batin Bachri merasa kaget dengan perkembangan putrinya yang sangat pesat mengingat dia belum tamat SD.


" Isshhh,, ayah duduk disini,, mami mau ngomong... ucap Ayumi tanpa basa basi.


" Ada Hal apa sih, ayah penasaran..!! ujarnya seraya melepas jasnya dan menaruhnya di sebelah sofa. Pria itu mengacak acak rambut anaknya dengan gemas dan kemudian pandangannya yang beralih ke arah Andara yang sedang berjalan kearahnya sambil membawa dua cangkir teh dan satu cangkir kopi serta camilan lainnya.


"Saya mendengar anda sudah pulang tuan,,!! ini kopinya dan camilan. Makan malam masih disiapkan.. ujar Andara masih dengan aksen formalnya yang di balas cengir an oleh Bachri.


"Tidak ada kata anda atau Tuan,, aku kan sudah mengatakan kita akan memperbaiki hubungan ini layaknya pasangan dan keluarga. Sanggah Bachri seraya menarik lengan Andara untuk duduk disampingnya..


"Uwaooo,,, "Aku ketinggalan berita penting sepertinya,, ujar Ayumi menggoda maminya dengan alis yang digerak gerak an keatas.


Andara hanya tersipu malu sambil sesekali melirik tangannya yang masih berada digenggaman Bachri. Hatinya saat ini sudah tidak karuan, detakan jantungnya sangat cepat sampai terdengar ditelinga suaminya..


"Rilekss aku tidak akan memakanmu saat ini,, bisik Bachri dengan sedikit desahan yang membuat telinga Andara ke gelian karena hembusan nafas hangatnya yang menjalar sampai ke leher dan sekitarnya..

__ADS_1


Hal itu sukses membuat wanita itu nyaris pingsan karena untuk pertama kalinya dia bisa berdekatan dengan pria yang dicintainya tanpa ada rasa canggung sebagai atasan dan bawahan tapi sebagai seorang pasangan.


"Ehh'mmm ehmmm... "Bukankah ini sebuah awal yang baik, akhirnya aku tidak akan sendiri lagi. Ujar Ayumi tersenyum senang. Gadis kecil itu sangat bahagia akhirnya apa yang diinginkan tercapai.


"Oh satu lagi,, jika tidak keberatan tolong buatkan aku adik...


"Uhhuhhkk.. uhukkk,,, Andara tersedak air liurnya sendiri saat mendengar permintaan putrinya..


"Secepat itu,,, saut Andara setelah menstabilkan kondisinya.. Raut wajah wanita itu semakin lama semakin merah. Ayumi telah berhasil menggoda maminya sore itu.


Bachri yang melihat tingkah istrinya yang tampak malu malu itu semakin merasa gemas. Ingin sekali dia melahap Andara saat ini juga, jika dirinya tidak mengingat ada putrinya yang sedang duduk disebelahnya..


"Hmmmm jika kau tetap disini itu akan mengganggu prosesnya... Kata Bachri datar yang di hadiah i pelotot an tajam dari Andara.


"Bisa bisanya dia bicara sefrontal itu dengan anak gadisnya yang masih dibawah umur... batin Andara kesal. Ia tidak ingin jika putrinya mengerti tentang hal yang belum saatnya dia wajib tau.


" Ohh,, astaga ayah,,,, kau sungguh bar bar sekali... teriak Ayumi yang tidak percaya jika ayahnya akan melangkah sejauh itu.


"Ahhh,,, otak poloskuu,, ujarnya lagi dengan nada yang mendramatisir.


"Pending saja dulu,,, kita akan ke Jepang... ucapnya cepat.


" Ayumi ingin bertemu keluargaku disana,,, tambah Andara yang berusaha meyakinkan Bachri berharap suaminya itu akan ikut..


" Kalian bisa pergi jika ingin liburan kesana. Ini sangat mendadak, ayah tidak bisa ikut.. Tapi jika nanti urusan kantor selesai aku akan menyusul kalian.. Ujar Bachri menjelaskan. Dia bukannya tidak ingin ikut. Memang benar kondisi perusahaan sedang sibuk sibuknya mengingat ada client penting yang ingin bekerja sama dengan Perusahaannya.


"Memang ayah tau lokasinya,,!? ketus Ayumi yang merasa jengkel dengan alasan ayahnya yang terlalu sibuk dengan pekerjaan.


Bukannya ini juga hal penting untuk pertama kalinya dia bisa bertemu dengan mertuanya yang belum pernah ia temui.


"Sharelock dong,,!! saut Bachri tertawa yang berusaha mencairkan suasana yang sedikit mencekam. Dia tahu jika Andara mungkin saja berfikiran yang tidak tidak tentangnya.


"Janji ya yah,,, kita kan lama 2 Minggu an disana. Seenggaknya ayah cepat cepat datang. Kalo tidak,, Ayumi menjeda kata katanya..


"Kalo tidak, apa? tanya Bachri yang penasaran karena ucapan putrinya.


"Ya aku tidak yakin jika nanti pulang dia masih menjadi istrimu, bisa saja mami akan dijodohkan dengan pilihan orang tuannya, mengingat mereka kan belum tau jika kalian sudah menikah.. jelas Ayumi yang berusaha menakut nakut i ayahnya.


Dan itu sukses membuat ayahnya tampak berfikir.


Andara hanya menghela nafasnya kasar melihat suaminya yang terlihat kebingungan.

__ADS_1


Dia tidak bisa berkata apa apa, karena dia pernah bicara soal pernikahannya yang ada di Indonesia dan itu hanya mendapat balasan tawa mereka yang menganggap Andara sedang bertingkah konyol.


_Bersambung_


__ADS_2