Kontrak Nikah Sang Presdir

Kontrak Nikah Sang Presdir
BAB. 43


__ADS_3

kelanjutannya


Bachri menatap jendela kaca yang membatasi dirinya dengan pemandangan diluar. Pria itu berdiri dan memasukkan satu tangannya ke dalam kantong celananya. Asap Rokok yang sedari tadi mengebul dari mulutnya, aromanya telah menguar keseluruh penjuru ruangan.


Pikirannya saat ini sedang kalut atas kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu. Sekarang tangannya sibuk menyambar beberapa foto yang berada dimeja kerjanya yang memperlihatkan mantan istrinya Laura yang telah lama meninggal itu dan ternyata sekarang masih hidup.


Entah apa yang sudah terjadi dengan wanita tersebut, yang jelas Bachri sekarang masih menyelidiki semuanya. Dengan hati yang gusar pria itu menunggu telfon dari detektif yang baru saja disewanya untuk menyelidiki kasus Laura.


#Flasback On#


Setelah kepulangannya dari Jepang untuk menjemput anak dan istrinya. Pria itu dikagetkan dengan sosok wanita yang sangat familiar baginya.


Wanita keturunan Rusia itu duduk santai di sebuah cafe yang berada di dalam bandara. Terlihat ia sesekali bercakap cakap dengan seseorang yang Bachri tidak dikenali.


Jantungnya seakan berhenti berdetak untuk sesaat setelah dirinya memastikan jika wanita yang berada didepannya sekarang itu benar benar mirip istrinya dulu. Jarak mereka yang tak terlalu jauh membuat Bachri bergerak untuk menghampirinya..


"Lauraaa,,, serunya sambil berlari menghampiri wanita tersebut. Ia tidak memperdulikan anak dan istrinya yang terkejut dengan ucapannya. Ia meninggalkan keduanya dengan terburu buru.


"Lauraaa,,, lauraaaaa,, lauraaa,,, teriaknya lagi namun wanita yang dia panggil tidak menoleh sedikitpun.

__ADS_1


Nafasnya terengah-engah saat ia sudah berada di hadapan wanita yang dulu ia cintai itu.


"Lauraaa aku merindukanmu...!! ucapnya seraya memeluk wanita itu dengan erat seakan menyalurkan semua emosi dan kerinduan nya yg ia tahan selama ini. Air matanya meleleh perlahan dan membasahi pipinya.


"Lauraa,, kau kemana saja,,? tanya Bachri yang mulai menggendurkan pelukannya karena ia merasa ada yang aneh dengan wanita tersebut. Karena dia tidak membalas pelukan darinya.


"Anda siapa? tanya wanita itu dengan sorot mata yang pura pura terkejut karena perlakuan tiba tiba dari pria yang memang dikenalinya.


"Lauraaa,, apa yang kau bicarakan.. aku suamimu... jelas Bachri tanpa melihat jika sekarang Andara nampak lunglai dengan ucapan yang dilontarkan suaminya.


Wanita itu ingin menghampiri suaminya namun berhenti di salah satu meja yang berjarak 3 meter dari lokasi Bachri.


Tiba tiba dadanya sesak, seperti paru parunya tidak terisi dengan oksigen. Bagian hatinya terasa ditusuk tusuk dengan pisau tajam yang menyayatnya menjadi bagian bagian kecil itu, sakitnya mulai menjalar keseluruh tubuhnya.


Gadis kecil itu memegangi tangan Andara yang mulai terasa dingin. Ia tahu jika sekarang maminya itu juga sangat shock dengan apa yang dilihatnya.


"Mam are you okay,,? tanya Ayumi khawatir. Kemudian ia menarik tubuh Andara untuk duduk di bangku cafe tanpa persetujuan dari empunya. Se akan tidak punya tenaga lagi Andara hanya mengikuti semua perlakuan dari putrinya dan mulai merebahkan tubuhnya yang sudah lemas.


"Apa yang sedang anda lakukan dengan istri saya,, suara bariton dari pria yang tadi bersama Laura membuyarkan suasana haru.

__ADS_1


" Ap,, apa yang sedang anda bicarakan..!! tukas Bachri terbata bata..


"Dia istriku,,, bukan Andaaaaaa. .!! jawabnya ketus.


"Saya Luna, bukan Laura tuan,,!! jawab wanita itu sembari tangannya meraih tangan pria yang berada didepannya dan memeluk tubuh pria itu dengan erat.


"Lauraaa,,!! teriakk Bachri dengan nafas yang memburu..


" Kau laura ku...!! bukan Luna...!! ujarnya emosi. Tangannya ingin meraih lengan Laura namun seketika ada tangan kuat yang menghempasnya dengan kasar.


" Jangan coba coba menyentuhnya lagi, atau aku patahkan lenganmu tuan,,!! Saut pria yang tadi bersama Laura dengan suara keras.


Pria itu menarik tangan Laura dengan cepat dan berjalan menjauh dari kerumunan orang orang yang berada di cafe yang telah menyaksikan adegan cinta segitiga tersebut dengan antusias..


Bachri hanya menatap kepergian Laura dengan sorot mata tajam yang sulit diartikan.


Kemudian ia juga pergi menjauh dari kerumunan orang tersebut tanpa menoleh sedikitpun kepada Andara dan Ayumi yang masih shock dengan kejadian itu .


Ia terus saja berjalan keluar dari bandara dan menuju mobil yang telah menunggunya di depan pintu keluar. Dia sudah tidak memikirkan anak dan istrinya lagi. Yang ada di otaknya hanya lauraa lauraa dan lauraa saja.

__ADS_1


#flasbcak off#


-Bersambung-


__ADS_2